CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 158 # Ekstra Part.


__ADS_3

Tak lama setelah makan malam usai, Tiwi semakin meringis mengeluhkan sakit di perut bagian bawahnya. Alhasil,Kak Gery segera membawanya ke Rumah Sakit malam itu juga.


"Abi! buruan bawa mobilnya, kasian si Tiwi udah kesakitan," Seru Tata panik saat dalam perjalanan membawa Tiwi ke Rumah Sakit terdekat.


"Iya-iya, ini juga udah cepet, ko." Sahut Kak Iman seraya fokus mengemudi.


"Bun, bertahan ya! kita hampir sampai!" Tutur Kak Gery seraya mengusap lembut kepala Tiwi yang bersandar di bahunya.


"Hu... Tiwi kuat ko, By! Aby gak usah ikutan panik kaya Tata ya," Sahut Tiwi sambil mengatur nafasnya yang mulai tersengal.


"Ye... dasar bumil nyebelin! udah, kamu atur nafas aja deh, jangan banyak protes!" Tegur Tata seraya mencoba menghubungi Umi Kak Gery untuk memberi kabar.


Sesampainya di Rumah Sakit, Tiwi segera di larikan ke ruangan bersalin. Semua alat sudah tersedia lengkap dengan satu Tim Medis yang sudah siap pula menangani Tiwi.


"Aby, Al pasti ingin melihat adik bayinya juga, Aby susul dia ya! dia yang paling bersemangat dari kemarin menunggu adiknya lahir!" Seru Tiwi saat Tim Medis mulai melancarkan aksinya.


"Nanti aja, Bun! sebaiknya sekarang Bunda fokus aja sama persalinannya, jangan terlalu banyak berpikir yang macam-macam, ok!" Sahut Kak Gery seraya terus melantunkan ayat-ayat suci Alquran agar persalinan istrinya berjalan lancar.


"Tapi Al pasti kecewa, By! dia pasti sedih kalau gak di kasih tahu," Ucap Tiwi.


"Ya udah, biar Aby telepon Pak Slamet sama Mba Cika aja ya, biar mereka yang mengantarkan Al ke sini," Sahut Kak Gery mengalah.


Sekitar 25 menit, akhirnya Al datang bersama pengasuh serta supir pribadi orangtuanya. Tak lupa, Kak Viola yang memang sedang menemani Al malam itu pun ikut hadir ketika mendengar kabar jika Tiwi sedang berada di Rumah Sakit untuk melahirkan.


"Gimana, Ta? apa operasinya udah selesai?" Tanya Kak Viola setelah sampai di depan ruangan persalinan.


"Masih berjalan, Kak! Al? kenapa kamu ke sini? kamu udah gak sabar pengen lihat adik bayi, ya?" Tanya Tata seraya mengelus pipi cabi keponakannya itu.


"Bunda dimana, Aunty? Bunda pasti lagi sakit ya di dalam?" Sahut Al yang malah tersedu-sedu terisak.


"Sebaiknya Al sekarang berhenti menangis ya sayang, soalnya Bunda gak butuh tangis itu di dalam, Bunda hanya butuh doa anak Soleh seperti Al saat ini," Tutur Tata penuh kelembutan seraya mengusap kepala keponakannya dengan sayang.


"Ya Allah, semoga Bunda di dalam di kasih kekuatan yang banyak ya, biar adik bayinya cepet keluar, Al sayang bangat sama bunda Ya Allah," Ucap Al di sela isaknya yang membuat semua orang yang menunggu terkagum-kagum melihat tingkahnya tersebut.


"Aamiin... nah, sekarang Al tidur dulu sama Mba Cika di mobil ya sayang, nanti kalau Bunda udah selesai, Aunty kasih tau lagi, ok!" Bujuk Tata yang tak tega setelah melihat keponakannya yang menahan kantuk, karena menurut penuturan Mba Cika dan Kak Viola. Al memang baru saja hendak tertidur saat Abynya memberi kabar tadi.


"Al udah gak ngantuk Aunty, Al mau tunggu Bunda di sini aja," Tutur Al tak mau beranjak sedikit pun.


"Ya udah, Ta! biarkan aja, sepertinya Al memang sangat mengkhawatirkan Bundanya," Sahut Andrina.

__ADS_1


"Iya, Drin! ko, aku jadi ingat sama Caca di rumah Ibu ya, dia lagi apa ya sekarang?" Tutur Tata yang tiba-tiba rindu pada anaknya.


"Aku juga dari tadi kepikiran si kembar, Ta! Nanti kalau operasinya udah selesai, aku mau langsung pulang ya! aku bener-bener udah kangen banget sama kedua jagoan ku," Sahut Andrina seraya menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami.


"Kenapa kita gak telpon Mamih aja, biar kita bisa tau kabar mereka, Yang." Tawar Kak Haikal.


"Jangan Mas, kita kan belum tau persalinan Tiwi kapan selesainya, nanti yang ada mereka keburu rewel kalau di telepon sekarang," Cegah Andrina.


"Emm... benar juga sih, ya udah kita tunggu sampai operasinya selesai aja, deh." Tutur Kak Haikal.


Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya suara tangis bayi mungil pun memecah keheningan malam itu. Kak Gery benar-benar terharu dengan apa yang dia saksikan untuk kedua kalinya. Seorang bayi mungil nan cantik akhirnya Tiwi lahir kan ke dunia ini dengan selamat dan sehat tanpa kekurangan sesuatu apa pun.


"Makasih ya Bun, makasih udah kembali berjuang demi melahirkan putri kita, Aby makin cinta sama Bunda." Ucap Kak Gery saat salah satu Suster menyerahkan putri kecilnya padanya setelah di bersihkan dari kotoran yang menempel di tubuhnya.


"Al mana, By? dia juga pasti ingin melihat adiknya sekarang," Sahut Tiwi mengedarkan penglihatannya.


"Biar Aby bawa putri kecil kita keluar aja, Bun! di sana udah ada keluarga dan sahabat-sahabat kita yang menunggu, Aby akan tunjukkan putri cantik Aby sama mereka semua, Bunda tunggu bentar di sini ya!" Ucap Kak Gery antusias.


"Ya udah, hati-hati By," Sahut Tiwi mengingatkan.


Ceklek....


"Ger, mana cucu Umi?" Tanya Umi Kak Gery seraya menghampiri anaknya yang baru saja keluar dari ruangan bersalin.


"Ini, Mi! Al, sayang, ini adik bayinya, nak! kamu ingin melihatnya kan," Sahut Kak Gery seraya berjongkok agar Al bisa melihat adik bayinya.


"Halo baby cantik, ini Kakak Al, nanti kita main sama sama ya," Tutur Al yang membuat semua orang di sana tersenyum.


"Ger, gimana kondisi menantu, Umi? dia kapan di pindahkan? dia udah sesuai di bersihkan, kan?" Tanya Umi Kak Gery bertubi-tubi.


"Bentar lagi Umi, Tiwi masih di bersihkan," Sahut Kak Gery menjawab.


"Kak, kita boleh masuk sekarang, gak? soalnya Andrina mau langsung pulang sekarang, Drina khawatir sama si kembar," Tutur Andrina.


"Oh kayanya boleh ko Drin, tapi cuma kamu aja yang boleh masuk, Ok!" Ujar Kak Gery sambil menatap tajam ke arah Kak Haikal.


"Tenang aja Ger, aku gak bakal ikut masuk ko," Sahut Kak Haikal yang mengerti tatapan tajam Kak Gery.


"Aby, Al juga ingin bertemu Bunda, Al ikut masuk sama Tante Andrina ya!" Seru Al yang di angguki Kak Gery.

__ADS_1


"Ya udah, ayo Al! kita temui Bunda kamu yuk!" Sahut Andrina mengulurkan tangannya.


Setelah dipindahkan ke ruangan rawat inap, Tiwi dan keluarga kecilnya kini berkumpul bersama sanak saudaranya yang berdatangan menjenguk.


"Selamat ya sayang, siapa namanya?" Ucap Tante Tiwi yang baru saja datang dan langsung meminta adik bayi Al pada Neneknya supaya bergantian menggendong cucunya.


"Namanya Zahra, Oma! Zahra Putri Pratiwi," Jawab Al nyaring.


"Wah... cantik sekali namanya, siapa yang memberikan nama secantik itu?" Sahut Tante Tiwi.


"Al sendiri yang memberi nama itu untuk adiknya, Tan!dia udah dari jauh-jauh hari menyiapkan nama tersebut," Tutut Tiwi menjelaskan.


"Wah... Al pintar sekali memilihkan nama, Al pasti sangat sayang ya sama adik bayinya," Sanjung Tante Tiwi seraya mengusap kepala Al dengan lembut.


"Tentu dong, Al sayang sama baby Zahra, Al janji bakal jaga dia sampai kapan pun, biar Bunda sama Aby makin sayang dan bangga juga sama Al, iya kan Bun?" Tutur Al seraya melesakkan kepalanya pada tubuh sang bunda yang masih terbaring di atas bangsal rumah sakit.


2 Tahun kemudian, Tiwi dan keluarganya kecilnya sedang berlibur bersama keluarga kecil para sahabatnya. Mereka menghabiskan waktu dengan saling mengenang perjalanan rumah tangganya yang makin hari makin bahagia. Apa lagi di tambah kehadiran anak-anak mereka yang menyempurnakan rumah tangganya masing-masing.


...****************...


The End.


Terimakasih buat semua pendukung setia Mommy, jangan pernah bosan untuk terus dukung karya-karya receh Mommy ya, maafkan jika masih banyak typo dan alur yang acak-acakan, semoga kalian selau terhibur dengan karya-karya receh Mommy ini. Akhir kata, Mommy ucapkan terimakasih banyak untuk semuanya dan Assalamu'alaikum... Spesial pict teruntuk readers tercinta, semoga suka...


Bunda Tiwi.



Ayah Gery.



Kakak Al.



Baby Zahra.


__ADS_1


See you next new novel 😘😘😘


__ADS_2