
"Kak foto sekali aja ya, please... aku ngefans banget sama Kakak!" Seru salah satu siswi yang menjadi fans dadakan Kak Haikal.
"Maaf, aku harus pergi! maaf ya!" Sahut Kak Haikal merasa tak nyaman. Sebisa mungkin dia menjaga image nya agar tak terlihat buruk di mata siswi di sana dengan berkata formal dan sopan. Lain halnya dengan sikapnya saat berhadapan dengan Tiwi dan Kak Gery.
"Ayolah, Kak! satu kali aja ya! sini Kak, aku duluan aja yang berfotonya!" Tutur Salah satu fans dadakan Kak Haikal.
"Sepertinya Kak Haikal gak nyaman banget dikerumuni mereka, apa aku bantu aja ya?" Gumam Tiwi.
"Astaga! mereka semua kenapa sih? apa mereka gak pernah lihat cowok tampan selain gue ya?" Batin Kak Haikal.
"Sekarang giliran aku ya!" Ucap salah satu fans dadakan Kak Haikal. Mereka bergiliran dan berebut foto bersama dengan idola barunya.
"Enak aja! giliran aku dong, kamu kan baru saja datang!" Sahut salah satu fans Kak Haikal lainnya.
Kericuhan pun akhirnya tak dapat di hindarkan, mereka berebut giliran berfoto dengan Kak Haikal sambil menggunjing Kak Haikal ke sana kemari.
"Wah, bisa gawat itu! guys-guys... sorry banget nih, aku harus pinjam Kak Haikal dulu sebentar, ya! dia dicari Pak Kepala Sekolah soalnya, sorry ya, sorry!" Seru Tiwi setelah berhasil menghampiri Kak Haikal yang sudah di kepung para Fans dadakannya.
"Kamu tau nama Kakak ganteng ini ya, Wi? wah... hebat! siapa tadi namanya? kasih tau kita dong?" Sahut Rani teman satu angkatan Tiwi.
"Iya, Wi! kasih tau dong!" Tutur Wendy salah satu teman seangkatan Tiwi lainnya.
"Ok-ok! aku akan kasih tau kalian, tapi kalian harus kasih dia jalan dulu sekarang, soalnya Pak Kepala Sekolah sudah menunggunya!" Sahut Tiwi meyakinkan.
"Ok! ya udah silahkan, Kak! nanti kalau sudah selesai beritahu kami ya!" Tutur Rani menginstruksi yang lainnya untuk memberi Kak Haikal jalan.
"Gue gak salah lihat kan! si Tiwi nyamperin gue cuman mau nolong gue barusan." Batin Kak Haikal.
Hari semakin sore, acara hari pertama Gelar Seni di Sekolah Tiwi akhirnya selesai juga. Tinggal satu haru lagi, dia harus berkerja keras untuk mensukseskan acara tahunan angkatannya tersebut.
"Yang, udah pulang belum?" Tanya Kak Gery di telepon.
"Belum Kak, Tiwi masih harus siapkan persiapan penutupan besok, Kakak lagi ada dimana sekarang?" Sahut Tiwi balik bertanya.
"Ko, panggilnya Kakak lagi sih?" Protes Kak Gery.
"Tiwi lagi sama teman-teman, Kak!" Seru Tiwi menjelaskan.
"Oh, gitu ya! ya udah gak apa-apa deh, Kakak maklumi he... nanti kalau udah pulang kasih tau ya, Yang! Kakak mau jemput kamu nanti" Sahut Kak Gery.
"Ok! nanti Tiwi Chat ya kalau udah selesai, kalau gitu Tiwi tutup dulu teleponnya ya sekarang, Assalamu'alaikum." Tutur Tiwi sebelum mengakhiri sambungan teleponnya.
"Wa'alaikumsalam sayang." Jawab Kak Gery.
Tak lama kemudian, Tiwi akhirnya selesai dengan berbagai persiapannya. Kebetulan saat itu hari sudah gelap, Tiwi segera mengirim chat pada Kak Gery untuk menjemputnya. Namun baru saja mengetik chat, Tiwi malah di telepon oleh Kak Gery.
"Eh! panjang umur ternyata, baru aja aku mau kirim chat nya, Assalamu'alaikum, Kak?" Gumam Tiwi sambil menerima panggilan telepon dari Kak Gery.
"Wa'alaikumsalam, Ayang udah selesai belum? Kakak udah sampai di Sekolah, Kakak tunggu di dekat
__ADS_1
mesjid ya!" Tutur Kak Gery.
"Oh, Ok! kalau gitu Tiwi ke bawah sekarang ya!" Sahut Tiwi sebelum mengakhiri sambungan teleponnya.
"Emang udah beneran selesai ya, Yang?" Tanya Kak ggery.
"Udah ko, tunggu sebentar ya! Tiwi mau ambil tas dulu!" Sahut Tiwi.
"Ya udah, Kakak tunggu di mesjid ya, Assalamu'alaikum." Ucap Kak Gery seraya mengakhiri sambungan teleponnya.
"Wi! besok ada yang mau aku omongin sama kamu!" Seru Rizki sebelum Tiwi bergegas.
"Ngomong apa sih, Ki? kenapa gak sekarang aja?" Tanya Tiwi.
"Besok aja deh kalau acara kita sudah selesai, pokoknya aku tunggu kamu setelah acara penutupan besok di kelas dekat perpustakaan ya!" Tutur Rizki tak mau di bantah.
"Hm... In Sya Allah ya, Ki! ya udah kalau gitu aku pulang duluan ya, bye... Assalamu'alaikum," Sahut Tiwi seraya melenggang pergi.
Malam itu, akhirnya Tiwi pulang diantarkan oleh Kak Gery. Mereka sempat mampir ke Resto Kak Gery sebelum pulang untuk menemani Tiwi menyantap makan malamnya yang sudah terlewatkan.
"Yang, kamu udah makan belum?" Tanya Kak Gery sambil melajukan motor sportnya.
"Emm... " Gumam Tiwi tak berani menjawab dan berbohong.
"Ya ampun, Yang! kamu pasti belum makan ya? ya udah, kalau gitu sebelum pulang kita makan dulu di Resto ya, pokoknya kamu harus mau, dan gak boleh nolak!" Tutur Kak Gery.
"Gak boleh! itu kelamaan, Yang! pokoknya sekarang kita ke Resto dulu, titik!" Seru Kak Gery tak ingin di
bantah lagi.
Mau tidak mau Tiwi akhirnya menuruti perintah Kak Gery, dia benar-benar di bawa ke Restonya Kak Gery untuk makan terlebih dahulu sebelum pulang ke rumahnya.
"Yang, kamu mau makan apa?" Tanya Kak Gery setelah tiba di Restonya.
"Emm... Tiwi mau ayam krispi sama lalapan aja deh!" Sahut Tiwi memilih menu.
"Minumnya?" Tutur Kak Gery bertanya lagi.
"Jus tomat deh!" Sahut Tiwi yang langsung di sanggah oleh Kak Gery
"Kalau kamu minum jus jam segini yang ada nanti kamu kena Flu, Yang! ganti sama minuman hangat aja ya!" Seru Kak Gery.
"Hm... tapi Tiwi lagi pengen jus, sekali ini aja ya, please..." Bujuk Tiwi memelas.
"Haist! kenapa mengeluarkan jurus itu sih, Kakak kan jadi gak bisa menolak, Yang!" Sahut Kak Gery mengalah karena Tiwi memperlihatkan jurus andalannya untuk meluluhkan nya.
"Habisnya Kakak terlalu berlebihan sih, Tiwi kan hanya minum jus satu gelas, jadi mana mungkin bisa langsung flu!" Tutur Tiwi terkekeh.
"Iya deh, iya! Nyonya memang yang selalu benar!" Sahut Kak Gery yang membuat Tiwi semakin terkekeh.
__ADS_1
Setelah selesai menemani Tiwi makan, Kak Gery akhirnya langsung mengantarnya pulang ke rumah Tiwi. Kak Gery benar-benar khawatir jika Tiwi akan terlalu lelah jika dia mengajaknya untuk berkeliling terlebih dahulu.
"Kak, masuk dulu yuk! Tiwi buatkan teh lemon deh nanti," Bujuk Tiwi setelah tiba di depan rumahnya.
"Gak usah, Yang! Ini udah terlalu malam, sebaiknya sekarang kamu pergi tidur, supaya besok kamu bisa bangun dengan segar lagi, Kakak mau langsung pamit aja ya!" Tutur Kak Gery.
"Hm... benar nih gak mau masuk dulu?" Sahut Tiwi tak gentar.
"Benar, Yang! besok Kakak jemput kamu lagi deh, tapi sekarang kamu istirahat, ya! Kakak gak mau lihat kamu sakit lagi," Tutur Kak Gery perhatian.
"Hm... baiklah, kalau gitu Kakak hati-hati di jalan ya, telepon Tiwi kalau udah sampai rumah!" Sahut Tiwi mengalah.
"Siap sayang! Kakak pasti telepon kamu kalau sudah sampai nanti, kalau gitu Kakak pamit sekarang ya, Assalamu'alaikum." Tutur Kak Gery.
"Wa'alaikumsalam," Sahut Tiwi menjawab salam.
Keesokan harinya, Tiwi benar-benar di buat sangat sibuk. Para personil dari beberapa grup band yang menjadi bintang tamu acara Gelar Seni mulai berdatangan dan meminta di layani
olehnya langsung.
"Dek, aku pokoknya mau kamu aja ya yang bawakan makanan sama minumannya!" Tutur salah satu personil band bintang tamu.
"Baiklah Kak! ada lagi yang di butuhkan?" Sahut Tiwi sopan.
"Gak, aku hanya ingin melihat kamu aja! kamu benar-benar cantik, Dek!" Sanjung salah satu personil band
bintang tamu.
"Astagfirullah, kenapa aku jadi gak nyaman gini ya? sebaiknya aku jaga jarak aja deh," Batin Tiwi.
"Wi! nanti jangan lupa ya, aku tunggu, ok!" Seru Rizki yang tak sengaja berpapasan dengan Tiwi saat hendak masuk ke ruang konsumsi.
"In Sya Allah ya, Ki! aku gak janji deh," Jawab Tiwi.
.
.
.
.
.
Kira-kira Rizky mau ngomong apa ya sama Tiwi??
ikutin terus kelanjutannya ya, jangan lupa kasih dukungannya juga biar Mom tambah semangat Up...
See you next episode... 😘😘😘
__ADS_1