
Selang beberapa saat, Kakek Tiwi menghampiri mereka di ruang tamu dan ikut bercengkrama dengan mereka.
"Wah, nak Gery sudah datang ya, dari kapan nak?" Tanya Kakek Tiwi.
"Belum lama ko Kek, Kakek apa kabar?" Sahut Kak Gery sambil menyalami tangan Kakek Tiwi.
"Alhamdulillah Kakek baik nak, Kabar Kakek kamu sendiri bagaimana? dia juga sehat-sehat saja kan?" Tutur Kakek Tiwi.
"Alhamdulillah, Kakek juga sehat Kek!" Sahut Kak Gery.
"Syukurlah, wah kamu punya gaun baru ya, Wi?" Tutur Kakek Tiwi bertanya setelah melirik cucunya.
"Iya Kek, Tiwi di kasih Umi Kak Gery, Kek!" Sahut Tiwi.
"Wah, terimakasih banyak ya nak, Tiwi jadi semakin cantik dengan gaun ini," Sanjung Kakek Tiwi.
"Sama-sama, Kek!" Ucap Kak Gery.
Tiwi segera mengganti gaunnya kembali setelah Kakek dan Ibu Tiwi kembali ke kamar mereka masing-masing. Tiwi merapihkan nya supaya gaunnya tetap bersih dan tidak kusut.
"Maaf ya Yang jadi nunggu lama!" Tutur Tiwi setelah kembali dari kamarnya.
"Gak apa-apa, Yang! Kakak juga gak lagi buru-buru ko, Kakak pengen melepas rindu sama kamu," Sahut Kak
Gery sambil beranjak mendekati Tiwi.
"Kak!" Seru Tiwi mencegah Kak Gery lebih dekat lagi.
"Kakak cuma ingin membenarkan kerudung kamu sayang," Kekeh Kak Gery.
"Ihh... modus deh, bilang aja mau deket-deket Tiwi," Sahut Tiwi dengan wajah merajuk.
"Bukan modus Yang, tapi realita!" Kekeh Kak Gery menggoda seraya mencubit ujung hidup mancung Tiwi.
"Ihh... Kakak usil deh," Ucap Tiwi.
"Yang, kita foto bersama yuk!" Seru Kak Gery.
"Emm... memangnya foto yang kemarin Tiwi Kirim masih kurang ya?" Sahut Tiwi bertanya.
"Iya, masih kurang! Kita foto berdua ya!" Bujuk Kak Gery.
"Emm... sekali aja ya, Yang!" Sahut Tiwi.
"Iya Yang, pake hp Kakak aja ya!" Tutur Kak Gery.
Setelah selesai mengambil gambar lewat hpnya, Kak Gery segera melihatnya dan membujuk Tiwi untuk kembali berfoto bersamanya, Tiwi akhirnya mengalah sebelum akhirnya Ayah Tiwi menyapa mereka karena baru saja pulang dari kantornya.
"Sekali lagi ya, Yang! Kakak kan cuman punya foto foto kamu sedikit, apa lagi foto kita berdua!" Seru Kak Gery membujuk.
"Hm... ok deh terakhir ya," Sahut Tiwi mengalah.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum," Ucap Ayah Tiwi.
"Wa'alaikumsalam, Ayah baru pulang?" Sahut Tiwi sambil beranjak dan mencium tangan Ayahnya.
"Iya Wi, eh ada nak Gery juga ya!" Tutur Ayah Tiwi.
"Apa kabar Om?" Sapa Kak Gery.
"Alhamdulillah nak, Om tinggal masuk dulu ya, gerah nih mau bersih-bersih dulu!" Tutur Ayah Tiwi sambil bergegas masuk.
"Iya, silahkan Om!" Ucap Kak Gery.
Tak lama kemudian, Kak Gery mendapat panggilan telepon dari Uminya dan menyuruhnya untuk menjemput beliau di butiknya. Kak Gery akhirnya berpamitan kepada keluarga Tiwi malam itu. Namun
sebelum Kak Gery pamit, Tiwi sempat memberikan bingkisan oleh-oleh yang Kakeknya sediakan sebelumnya untuk Kak Gery dan keluarganya.
"Kak, hpnya bunyi tuh!" Seru Tiwi.
"Dari Umi... ada apa ya?" Gumam Kak Gery setelah melihat nama yang terpampang di layar hpnya.
"Ya udah angkat dulu aja, Yang! siapa tau penting!" Seru Tiwi.
"Iya, Kakak angkat dulu ya! Assalamu'alaikum, Mi?" Ucap Kak Gery sambil menerima panggilan teleponnya.
"Wa'alaikumsalam, Ger! jemput Umi di butik sekarang ya! sepertinya Ayah gak akan pulang malam ini," Tutur Umi Kak Gery di sebrang telepon.
"Oh, gitu ya Mi, ya udah Gery jemput sekarang ya, Mi!" Sahut Kak Gery sebelum sambungan teleponnya terputus.
"Umi minta di jemput ya, Yang?" Tanya Tiwi.
"Iya, Yang! tapi tunggu sebentar ya, Tiwi ada sesuatu buat Ayang sama keluarga di rumah," Sahut Tiwi sambil beranjak.
"Sesuatu?" Gumam Kak Gery mengulang satu kata ucapan Tiwi.
"Pokoknya tunggu sebentar ya! Tiwi ambil dulu bingkisannya!" Ucap Tiwi.
"Hm... bikin tambah gemes aja kamu Yang, rasanya aku jadi gak sabar buat cepat-cepat halalkan kamu!" Gumam Kak Gery menatap kepergian Tiwi.
Setelah berhasil membawa bingkisan oleh-oleh dari Kakeknya, Tiwi segera memberikannya pada Kak Gery saat itu juga.
"Tara... ini oleh-oleh dari Kakek, Yang. Katanya itu buat Ayang dan Keluarga di rumah," Tutur Tiwi seraya menunjukkan bingkisannya pada Kak Gery.
"Wah... kenapa Kakek harus repot-repot seperti ini sih, sampaikan terimakasih Kakak pada beliau ya, Yang!" Sahut Kak Gery.
"Ok, Ayang mau jemput Umi sekarang, kan? kalau begitu Tiwi panggil Ibu sama Ayah dulu ya!" Seru Tiwi.
"Iya, Yang." Sahut Kak Gery.
Tiwi segera bergegas menghampiri kedua orangtuanya di kamar mereka untuk memberitahunya jika Kak Gery akan berpamitan untuk pulang.
"Yah, Bu... Kak Gery mau pait pulang katanya," Tutur Tiwi di balik pintu kamar orangtuanya.
__ADS_1
"Nak Gery sudah mau pulang lagi ya? kenapa sebentar sekali berkunjung nya?" Sahut Ibu Tiwi setelah membukakan pintu kamarnya.
"Kak Gery mau jemput Uminya Bu, Ayah masih belum selesai ya mandinya?" Tutur Tiwi bertanya.
"Iya Wi, Ayah masih mandi, tadi dia rebahan dulu soalnya," Sahut Ibu Tiwi.
"Ya udah, kalau gitu Ibu aja deh yang samperin Kak Gery, kasihan Uminya Kak Gery kalau nunggu Ayah selesai mandi" Tutur Tiwi.
"Iya deh, ayo!" Seru Ibu Tiwi.
Selang beberapa hari, akhir pekan pun tiba. Tiwi segera bersiap-siap untuk memenuhi janjinya menghadiri undangan bersama Kak Gery dan orangtuanya.
"Bu, bantu Tiwi pakai make up ya!" Seru Tiwi.
"Duh... kamu lagi mengejek Ibu ya Wi! Kamu kan tau sendiri kalau Ibu gak suka pakai make up, coba kamu minta tolong Kak Desi deh, siapa tau dia bisa!" Sahut Ibu Tiwi.
"Kenapa, Wi?" Tanya Kak Desi yang baru saja menghampiri Tiwi di kamarnya.
"Nah, kebetulan Kak! bantu Tiwi pakai make up ya!" Seru Tiwi.
"Yah, kamu salah orang Wi kalau minta tolong sama Kakak, kamu kan tau sendiri Kakak gak pernah pake make up," Sahut Kak Desi.
"Hm... kalau gitu sekarang gimana dong? Tiwi kan gak mau malu-maluin keluarganya Kak Gery," Rengek
Tiwi.
"Kalian kenapa kumpul disini?" Tegur Ayah Tiwi menghampiri.
"Ini Yah, Tiwi mau pake make up, tapi kita semua gak ada yang bisa bantu," Sahut Ibu Tiwi.
"Hm... gitu ya, ya udah kamu make up seperti biasa aja Wi! lagi pula itu di depan sepertinya ada tamu deh, kalian periksa sana, siapa tau tamu penting!" Tutur Ayah Tiwi.
"Tamu? siapa ya?" Gumam Ibu Tiwi.
"Ya udah, biar Desi aja yang bukakan pintunya, Bu!" Sahut Kak Desi sambil bergegas menuju pintu depan rumahnya.
Setelah mengetahui siapa yang datang, Kak Desi segera menuntun mereka untuk bergegas ke kamar Tiwi.
"Maaf, mau bertemu siapa ya?" Tanya Kak Desi setelah membukakan pintu rumahnya
"Kami tim MUA suruhan dari Ibu Mirna Kak, apa benar ini rumahnya Tiwi?" Sahut salah satu perempuan yang membawa box hitam berukuran sedang.
"Iya, benar! apa kalian di suruh me make over adik saya ya?" Tutur Kak Desi bertanya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
See you next episode... 😘😘😘