CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 25.


__ADS_3

"Memangnya kalau Kakak belum makan, kamu bakal ke sini ya?" Jawab Kak Gery.


“Euh, enggak juga sih!" Sahut Tiwi mengulum senyumnya.


“Tuh kan, kamu bisanya cuman bikin Kakak kangen sih!" Goda Kak Gery.


"Gombal! Kak, lusa itu berangkatnya pagi atau siang?” Tanya Tiwi.


“Sepertinya siang, Yang! emangnya kenapa? Oh iya hampir aja Kakak lupa, tadi Tata bilang dia juga jadi ikut, jadi kamu ada teman nanti di sana!" Tutur Kak Gery yang baru mengingat kabar dari sepupunya.


"Yang benar Kak? syukur deh kalau gitu!" Sahut Tiwi antusias.


"Ya benar dong sayang, masa Kakak bohong sama kamu sih!" Ucap Kak Gery merasa gemas mendengar suara kekasih hatinya.


"Iya deh iya, Tiwi percaya ko sama Kakak! ya udah, kalau gitu Tiwi tutup dulu teleponnya ya, Assalamu'alaikum... sayang!" Seru Tiwi yang memberanikan diri memanggil sayang pada Kak Gery.


"Wa'alaikumsalam... eh, barusan kamu panggil Kakak apa? sekali lagi dong, Kakak gak begitu jelas tadi mendengarnya!" Sahut Kak Gery antusias.


"Emm... masa sih? kayanya Kakak salah dengar deh," Ucap Tiwi menyangkal.


"Yang... kenapa malah pura-pura sih?! seharusnya kamu emang manggil gitu sejak Kakak juga panggil kamu sayang! jadi hubungan kita bisa lebih dekat lagi," Sahut Kak Gery.


"Emm... iya deh, Tiwi coba lagi deh, Assalamu'alaikum sayang," Ucap Tiwi tersipu sendiri.


"Nah gitu dong, Wa'alaikumsalam sayang, jangan terlalu lelah ya," Sahut Kak Gery yang akhirnya memutus sambungan telepon mereka.


Karena masih penasaran, Tiwi akhirnya menelepon Tata untuk memastikan kebenarannya.


“Kak Gery benar gak ya kalau Tata ikut juga? aku telepon orangnya aja deh sekarang!" Gumam Tiwi sambil menyambungkan panggilan telepon pada kontak Tata.


"Assalamu'alaikum, Ta?" Ucap Tiwi setelah panggilannya terhubung.


“Wa’alaikumsalam, tumben kamu telepon Wi, ada apa?” Sahut Tata di sebrang telepon.


“Gak apa-apa ko, aku cuman mau memastikan aja Ta, kata Kak Gery kamu bakal ikut ke Yogya juga ya?” Tanya Tiwi ragu-ragu.


“Oh, iya Wi! aku jadi ikut ko, nanti kita pergi sama sama ya, duh... aku seneng banget bisa holiday bareng Kak Iman,” Sahut Tata penuh semangat.


"Cie… pantas aja kamu jadi ikut, ternyata ada udang di balik batu ya!" Goda Tiwi sambil terkekeh.


“Ish... apaan sih Wi, kamu juga seneng kan bisa jalan-jalan sama sepupu aku, he... mudah-mudahan kalian bisa sampai ke jenjang pernikahan ya Wi, biar kita bisa jadi keluarga beneran nanti!" Tutur Tata penuh harap.

__ADS_1


“Aamiin... doakan aja ya Ta," Sahut Tiwi.


Keesokan harinya, Tiwi di jemput Kak Gery di rumahnya. Mereka berniat untuk membeli beberapa makanan ringan yang akan di bawanya untuk bekal selama perjalanannya nanti.


“Assalamu’alaikum,” Ucap Kak Gery setelah mengetuk pintu sebelumnya.


“Wa’alaikumsalam… Bu! Tiwi ke Toserba dulu ya beli bekal buat besok, Assalamu’alaikum," Ucap Tiwi bergegas ke arah depan rumahnya setelah berpamitan pada Ibunya.


Setelah selesai berbelanja, Tiwi dan Kak Gery akhirnya langsung pulang untuk beristirahat. Hingga akhirnya hari esok pun tiba. Tiwi dan yang lainnya tengah bersiap untuk berangkat. Kebetulan, saat itu Kak Fajar masih dalam perjalanan bersama Kak Intan yang dia ajak juga. Tiwi yang baru mengetahuinya menjadi sedikit canggung. Karena Tiwi merasa, kalau Kak Intan pasti masih marah padanya.


“Assalamu'alaikum...Kek, maaf ya kita telat,” Sapa Kak Fajar seraya mencium punggung tangan Kakek Kak Gery yang di ikuti oleh Kak Intan.


“Kak Intan juga ikut ya.. wah tambah seru nih, ya udah yuk! kita naik keretanya sekarang, nanti ketinggalan lagi, ayo Kek Tata bantu bawa kopernya!" Tutur Tata antusias.


“Iya Ta, tapi tiket Kakek ada di Gery," Ucap Kakek Kak Gery


"Em... Nak, jika kamu bisa, tolong ambilkan tiket Kakek di Gery ya!" Seru Kakek Kak Gery yang segera di laksanakan oleh Tiwi.


“Iya Kek! kalau gitu, Tiwi cari Kak Gery dulu ya! Kakek sama yang lainnya duluan aja!" Sahut Tiwi sebelum bergegas mencari Kak Gery.


“Baiklah, kamu hati-hati ya! dan jangan lama-lama!" Tutur Kakek Kak Gery seraya beranjak dari duduknya.


Tut…tut…tut…


"Selamat siang, untuk semua penumpang kereta api rute XXX di harapkan segera mengisi tempat duduk yang telah tersedia, karena kereta sebentar lagi akan mulai melaju, terimakasih,” Tutur Operator Stasiun.


“Kak Gery mana, sih? Ya Allah, Tiwi harus mencarinya kemana lagi ini?! mana keretanya sebentar lagi mau jalan lagi! duh… Tiwi harus gimana ini?!" Gumam Tiwi bermonolog seraya terisak dan panik.


Sesegera mungkin Kak Gery langsung menarik Tiwi setelah melihatnya berdiri di samping pintu masuk kereta.


“Yang! ayo!” Ucap Kak Gery sambil menarik pergelangan tangan Tiwi.


“Kakak! Kakak dari mana aja? Tiwi kira Tiwi gak akan menemukan Kakak," Isak Tiwi setelah berhasil masuk ke dalam kereta.


"Tenang, Yang! Kakak gak akan meninggalkanmu lagi sekarang!" Sahut Kak Gery mengusap belakang kepala Tiwi yang kini memeluknya erat.


Karena takut tak terkejar, akhirnya mereka pun naik di gerbong kereta yang paling belakang. Sedangkan di gerbong yang lain, Kakek Kak Gery dan Tata begitu mencemaskan mereka berdua.


“Ta! kamu telepon lagi, gih! atau kita turun lagi aja ya?" Tutur Kakek Kak Gery cemas.


“Tenang dulu Kek! Tata coba hubungi nomor Tiwi lagi deh,” Sahut Tata seraya menghubungkan kembali sambungan teleponnya pada Tiwi.

__ADS_1


“Kakek tenang aja, mereka berdua kan udah pada dewasa! jadi gak mungkin juga kan kalau mereka sampai tersesat atau ketinggalan kereta,” Ucap Kak Intan dengan santainya.


“Tapi tetap aja, Tan! Kakek sangat khawatir, apalagi Ibunya Tiwi bilang, ini pertama kalinya Tiwi naik kereta, jadi Kakek khawatir kalau nanti dia kenapa-napa! gimana, Ta? sudah ada jawaban belum?” Tanya Kakek Kak Gery yang kian mengkhawatirkan Tiwi.


“Masih gak di angkat Kek! Tata coba kirim pesan singkat juga deh!" Sahut Tata sambil mengetik chat untuk Tiwi.


“Kakek tenang ya, Iman juga akan coba hubungi Gery deh!" Seru Kak Iman sambil mencoba menghubungi Kak Gery lewat hpnya.


"Di angkat nih Kek, halo Ger! ente di mana? ente gak ketinggalan kereta kan? terus si Tiwi sama ente juga kan?" Cecar Kak Iman setelah teleponnya di jawab Kak Gery.


“Astagfirullah, itu pertanyaan atau kereta Man? panjang betul!" Ujar Kak Gery.


"Ya ampun Ger, Ente ngeselin banget sih, semua orang di sini itu lagi panik gara-gara ente sama si Tiwi tau!" Sahut Kak Iman geram.


"He... sorry deh! ya udah kalian gak perlu khawatir, ana udah bareng Tiwi ko di gerbong belakang! ana bentar lagi ke sana deh, kalian ada di gerbong mana?" Tutur Kak Gery.


"Syukurlah, kita ada di gerbong ketiga Ger, ana tunggu ya!" Sahut Kak Iman sebelum mengakhiri sambungan


teleponnya.


“Bagaiman Man? mereka berdua udah naik kereta, kan?” Tanya Kakek Kak Gery penuh harap.


“Alhamdulillah udah Kek, sebentar lagi mereka juga sampai ke sini!" Tutur Kak Iman menjelaskan.


“Alhamdulillah, Ta! tolong ambilkan minum Kakek ya," Seru Kakek Kak Gery sambil menunjuk ranselnya.


“Ini Kek,” Sahut Tata seraya memberikan sebuah botol berisi air teh yang masih hangat.


Sedangkan Kak Gery masih berusaha menenangkan Tiwi yang masih menangis karena syok di gerbong paling belakang.


.


.


.


.


.


See you next episode guys😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2