CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 95.


__ADS_3

Beberapa jam pun berlalu, kini waktunya Tata dan Andrina bersiap mengunjungi rumah sahabatnya. Namun sebelum mereka pergi ke sana mereka, memutuskan untuk membeli beberapa makanan ringan dan cemilan untuk mereka bawa sebagai buah tangan.


"Drin, kita ke Supermarket dulu, ya! masa kita menjenguk gak bawa apa-apa sih!" Seru Tata.


"Boleh, eh..." Sahut Andrina sambil menghentikan langkahnya karena merasa hpnya bergetar.


Seketika Andrina meraih hpnya yang berada di saku blazer yang dia kenakan. Saat melihat nama siapa yang tertera pada layar hpnya Andrina, sedikit menyunggingkan senyum hingga tersipu. Tata yang melihatnya sampai menggeleng-gelengkan kepala karena kekonyolan sikap sahabatnya itu.


"Udah, angkat dulu sana!" Seru Tata yang paham dengan senyuman konyol sahabatnya itu.


"He... tunggu sebentar ya, Ta!" Sahut Andrina sambil menjauhi Tata untuk menerima panggilan telepon yang ternyata dari suaminya.


"Halo, Yang! kamu udah selesai, kan? aku jemput ya!" Tutur Kak Haikal setelah Andrina menjawab panggilan teleponnya.


"Gak perlu Kak, Drina sekarang mau ke rumahnya Tiwi dulu soalnya, gak apa-apa kan?" Tanya Andrina sekaligus meminta ijin pada suaminya.


"Ke rumah Tiwi? memangnya ada apa?" Tanya Kak Haikal.


"Tiwi demam Kak, mungkin gara-gara kemarin kehujanan, Drina pulang terlambat gak apa-apa ya!" Sahut Andrina.


"Hm... kalau gitu Kakak antar ya, Kakak benar-benar kangen sama kamu, Yang!" Tutur Kak Haikal dengan nada yang di buat manja.


"Drina sama Tata mau di antar Kak Gery, Kak!" Sahut Andrina memberi penjelasan pada suaminya.


"Gery mau anatar kalian? kalau gitu Kakak ikut juga deh, kamu ikut mobil Kakak aja, Yang! sekarang juga Kakak ke kampus kamu, tunggu sebentar, ya!" Tutur Kak Haikal sebelum memutuskan panggilan teleponnya.


"Eh... ko langsung di matiin sih," Ucap Andrina seraya menatap layar hpnya yang kembali ke tampilan awal.


Tak lama kemudian mobil sport Kak Haikal pun terparkir tepat di depan halte kampus. Sebelumnya, Tata juga sudah menghubungi Kak Gery untuk memberitahunya, jika Tata sudah selesai kuliah. Alhasil dua laki-laki itu pun datang beriringan.


"Yang, ayo masuk!" Seru Kak Haikal setelah memarkirkan mobil sportnya sambil menghampiri istrinya.


"Tunggu Kak Gery dulu ya, Kak! kasihan Tata kalau nunggu sendiri di sini," Sahut Andrina.


"Ok deh! nah, itu mobilnya, kan! panjang umur banget anak itu, baru aja kita omongin!" Ucap Kak Haikal.


"Kal, ente lagi apa disini?" Tanya Kak Gery setelah turun dari mobilnya.


"Jemput bini, Ger! sekalian anterin nengok sahabatnya," Sahut Kak Haikal sambil merangkul pinggang Andrina, memamerkan statusnya yang kini telah resmi menjadi suami istri meski belum sah secara negara.


"Oh iya, ana sampai lupa kalau ente udah nikah sekarang, selamat ya, Kal! semoga pernikahan kalian samawa," Tutur Kak Gery tulus.


"Aamiin, makasih ya Kak," Sahut Andrina bantu menjawab.

__ADS_1


"Ya udah, karena semuanya udah kumpul, kita berangkat sekarang aja ya! tapi sebelum ke sana, kita mampir dulu ke Supermarket beli buah tangan!" Seru Tata.


"Ok, ayo Yang!" Sahut Kak Haikal seraya menggiring sang istri ke mobilnya.


Setibanya di Supermarket, Tata dan Andrina langsung memilih beberapa buah-buahan segar dan cemilan. Saat hendak memasukkan salah satu kue yang terpajang di etalase, Tata sempat di tegur Kak Gery untuk tidak memasukkan kue tersebut dan menggantinya dengan tiramisu cake yang dia pilih sendiri. Entah kenapa, Kak Gery memiliki keyakinan jika Tiwi akan lebih menyukai kue yang dia pilih di bandingkan dengan pilihan Tata.


"Buahnya udah kan, Drin? sekarang kita pilih kue-kuenya, ya!" Seru Tata.


"Kenapa kalian gak sekalian borong semuanya aja, sepertinya akan menyenangkan." Cibir Kak Haikal yang tak habis pikir dengan kelakuan kedua perempuan di depannya itu yang tengah asik memilih milih makanan untuk sahabatnya sendiri hingga memutari seisi Supermaket


"Sabar, Kal! cewek emang kaya gitu kalau lagi belanja, kamu harus banyak belajar menahan emosi mulai sekarang, karena sepertinya Istri kamu punya karakter yang sama seperti Tata kalau lagi belanja." Sahut Kak Gery terkekeh di akhir ucapannya.


"Ha... sepertinya, memang begitu, Ger! padahal belanjaan mereka dari tadi gak seberapa," Tutur Kak Haikal seraya mengekor kedua perempuan di depannya dengan setia bersama Kak Gery.


"Kayanya kue ini enak, kita beli yang ini aja ya, Drin!" Seru Tata sambil memperlihatkan kue yang di pilihnya.


"Tunggu! jangan kue itu, Ta! yang ini aja, kayanya kue ini lebih di sukai Tiwi di banding kue itu!" Sahut Kak Gery sambil memasukkan tiramisu cake yang telah dia pilih ke dalam keranjang yang di bawa Tata.


"Oh, boleh deh! udah lumayan banyak nih, kita bayar sekarang aja ya! kalian para cowok tunggu di depan aja, biar kita aja yang ngantri di kasir!" Tutur Tata yang langsung di sanggah oleh Kak Haikal.


"Masa kalian yang ngantri, sih? sini, biar aku aja yang bayar! belanja cuman segini sih kecil, apa kalian gak mau beli sesuatu juga, ya?" Ucap Kak Haikal.


"Udah, itu dulu aja Kak! kita nanti lagi aja belanjanya, soalnya ini sudah terlalu sore. Nanti kita malah terlalu lama lagi kalau belanja lagi," Sahut Andrina.


"Ya udah deh, kalau gitu kalian tunggu di depan aja sama Gery, biar aku aja yang bayar belanjaannya, ok!" Sahut Kak Haikal yang di sepakati semuanya.


Kak Gery, Tata dan Andrina pun akhirnya bergegas ke depan Supermarket. Namun sebelumnya, Kak Haikal sempat menarik tangan istrinya sambil berbisik.


"Yang, apa kamu benar-benar gak mau beli sesuatu, ya?" Bisik Kak Haikal dengan nada nakalnya.


"Gak perlu Kak, Drina masih belum butuh apa-apa sekarang, Drina tunggu di depan ya," Sahut Andrina yang masih belum paham maksud suaminya itu.


"Hang... maksud Kakak, apa perlu kita membeli pengaman untuk malam pertama kita?" Bisik Kak Haikal lagi yang kini membuat Andrina membulatkan sempurna matanya.


"Kakak! apa-apaan, sih! kan malu kalau di dengar orang! udah ah, Drina tunggu di depan!" Sahut Andrina seraya bergegas dengan kedua pipinya yang sudah memerah semerah tomat matang.


"Ya ampun... gemasnya!! aku makin cinta sama kamu, Yang! sebaiknya aku beli aja deh untuk persiapan, siapa tau nanti dia berubah pikiran," Batin Kak Haikal.


Setelah membayar semua belanjaannya, Kak Haikal segera mengajak semuanya untuk berangkat saat itu juga. Hingga akhirnya, mereka sampai di depan Gang rumah Tiwi.


"Jadi di sini ya rumahnya, Tiwi?" Ucap Kak Gery bertanya.


"Masih harus masuk ke dalam, Kak! ayo!" Seru Tata sambil melangkahkan kakinya menuju sebuah Gang untuk menuju rumah Tiwi.

__ADS_1


"Kayanya aku gak asing dengan daerah ini, tapi kapan aku ke sini, ya? perasaan aku gak pernah lewat ke sini deh," Batin Kak Gery.


"Assalamu'alaikum," Ucap Tata seraya mengetuk pintu rumah Tiwi.


"Wa'alaikumsalam, ehh... kalian ternyata! ayo masuk, nak!" Sahut Ibu Tiwi setelah membukakan pintu rumahnya.


"Bagaimana keadaan Tiwi, Tante?" Tanya Andrina setelah mendaratkan bokongnya di sofa ruang tamu rumah Tiwi.


"Alhamdulillah, udah sedikit membaik nak, sebentar ya, Tante ambilkan minuman untuk kalian dulu, sekalian panggilkan Tiwi!" Sahut Ibu Tiwi.


"Makasih banyak ya, Tan! maaf jadi merepotkan!" Ucap Tata.


"Gak apa-apa, sebentar ya!" Sahut Ibu Tiwi tulus.


Beberapa menit kemudian, Tiwi menghampiri sahabat-sahabatnya di ruang tamu dengan wajah yang masih pucat.


"Assalamu'alaikum," Lirih Tiwi menyapa.


"Wa'alaikumsalam," Jawab Tata dan yang lainnya.


"Kalian kenapa gak bilang mau ke sini, sih?" Tutur Tiwi yang langsung di hampiri Tata untuk membantunya berjalan dan bergabung duduk bersama mereka.


"Hati-hati, Wi! kamu masih pucat banget tau!" Ucap Tata merasa sedikit bersalah karena telah mengganggu sahabatnya beristirahat.


"Aku udah jauh lebih baik ko, Ta! kalian sengaja datang kemari ya?" Tutur Tiwi sambil melirik sekilas ke arah Kak Gery yang terduduk di depannya saat ini.


"Ya iya lah, Wi! kita kan khawatir sama kamu, kamu udah berobat atau belum? aku benar-benar panik loh saat Tata kasih tahu kalau kamu sakit," Sahut Andrina cemas.


"Aku gak apa-apa ko, Drin! cuma demam biasa, Insyaa Allah besok pagi juga sembuh! jadi gak perlu berobat ke Dokter!" Ucap Tiwi lemas.


"Maafkan Kakak ya, Wi! mungkin ini semua juga gara-gara Kakak!" Seru Kak Gery yang tiba-tiba saja menyela percakapan antara sahabat itu.


.


.


.


.


.


See you next episode 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2