CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 20.


__ADS_3

"Jangan sungkan, Om! kalau begitu Gery pamit, ya! Wi, Kakak pamit ya!" Tutur Kak Gery seraya menatap ke arah Tiwi untuk berpamitan juga padanya.


“Iya Kak, hati-hati ya," Sahut Tiwi.


"Sekali lagi terimakasih banyak ya nak, hati-hati di jalan, salam untuk Pak Baskoro ya!" Seru Ibu Tiwi sebelum Kak Gery benar-benar melenggang pergi.


“Sama-sama Tante, In Sya Allah nanti Gery sampaikan salamnya, Assalamu’alaikum," Ucap Kak Gery sambil bergegas pergi.


“Wa’alikumsalam," Jawab kedua orangtuanya Tiwi.


"Yah... nak Gery perhatian banget ya sama anak kita, seandainya aja dia jadi menantu kita!" Seru Ibu Tiwi berandai-andai sambil berkemas.


“Kita do’akan yang terbaik aja Bu!" Sahut Ayah Tiwi membantu istrinya berkemas.


“Ayah sama Ibu ngomong apa sih?! kalian pikir Tiwi gak denger ya!" Tegur Tiwi.


“Ibu pikir kamu gak akan dengar pembicaraan Ibu, Wi! maaf deh, Ibu kan hanya sedikit berkhayal, siapa tau kalian memang berjodoh! kamu juga sepertinya suka ya sama nak Gery?" Sahut Ibu Tiwi menggoda.


"Ish... Ibu sok tau banget deh!" Ucap Tiwi dengan pipinya yang seketika merona.


“Sudah-sudah! sebaiknya kita pulang sekarang, kamu kuat kan jalannya?! apa mau Ayah carikan kursi roda?" Seru Ayah Tiwi menengahi.


“Iya, Yah! lebih baik Ayah pinjam kursi roda aja," Sahut Ibu Tiwi menyetujui.


“Ya udah, kalau gitu Ayah coba tanyakan dulu sama Suster deh,” Tutur Ayah Tiwi sambil melenggang keluar ruangan.


Setibanya di rumah, Tiwi langsung beristirahat. Hingga akhirnya suara Adzan Ashar berkumandang dan membangunkannya.


“Alhamdulillah udah Ashar lagi! Des, habis Sholat antar Ibu beli makanan buat buka puasa ya!” Seru Ibu Tiwi setelah menghampiri Kak Desi yang baru saja keluar dari kamarnya.


“Tapi Ara belum tidur, Bu! tunggu sebentar lagi ya?” Sahut Kak Desi sambil menimang-nimang anaknya.


“Ya udah, Ayah aja yang mengantar Ibu! memangnya Ibu mau belanja kemana sih?” Seru Ayah Tiwi.


“Oh, iya! Ayah kan ada di rumah, ya sudah Des kamu tidurkan Ara aja! Biar Ibu pergi sama Ayah aja," Tutur Ibu Tiwi seraya menepuk keningnya sendiri.


"Iya Bu, hati-hati ya," Sahut Kak Desi kembali masuk ke kamarnya.


Setelah menyelesaikan masalah Kak Intan, Kak Gery mencoba menghubungi Tiwi kembali untuk menanyakan keadaannya.


“Emm... Alhamdulillah, udah Ashar lagi! aww… harus pelan-pelan nih bangunnya, eh... Kak Gery kirim Chat ya," Gumam Tiwi sambil memeriksa chat dari Kak Gery setelah sedikit menggeliat dari pembaringannya.


“Wi! gimana keadaan kamu sekarang? obatnya udah diminum kan?! maaf ya, tadi Kakak gak bisa ikut mengantar kamu pulang!" Isi chat dari Kak Gery.


“Aku balas dulu aja deh!" Gumam Tiwi seraya mengetik balasan chat untuk Kak Gery.


"Gak apa-apa Kak, Tiwi udah mendingan ko! Kakak gak usah khawatir!" Balas Tiwi lewat chat nya.


“Alhamdulillah, syukurlah jika memang sudah jauh lebih baik! kalau jadi, nanti malam Kakak dan keluarga mau menjenguk kamu ke rumah, Wi!” Balas chat Kak Gery.


“Eh.... Kak Gery mau ke rumah? aku harus jawab apa ya? emm... ” Gumam Tiwi sebelum membalas Chat Kak Gery.


"Bagaimana Wi? Kakak boleh berkunjung, kan?" Tanya Kak Gery lewat chat nya lagi.


"Iya, Kak! boleh ko, nanti Tiwi sampaikan sama Ayah dan Ibu juga deh, Tiwi tunggu ya!" Balas Tiwi setelah berpikir sesaat.


Tak lama kemudian Kakek Tiwi menelponnya dan memberi tau jika Kakeknya pun akan berkunjung ke rumah Tiwi. Sontak Tiwi langsung mencari Ibunya untuk memberitahu supaya menyiapkan makanan


yang lebih banyak untuk mereka berbuka puasa nanti.


“Assalamu’alaikum… nak bagaimana keadaan kamu sekarang?” Sapa Kakek Tiwi di telepon.


“Wa’alaikumsalam… Alhamdulillah Kek, Tiwi sekarang sudah jauh lebih baik!" Jawab Tiwi.


“Alhamdulillah, oh iya! Ayah sama Ibumu ada kan? tolong sampaikan pada mereka ya, kalau malam ini Kakek ingin berbuka puasa bersama di rumah kalian!" Tutur Kakek Tiwi.


“Kakek mau buka bersama disini juga, ya?! wah, kebetulan sekali Kek! barusan, Kak Gery juga Chat Tiwi, katanya nanti malam dia dan keluarganya juga mau menjenguk Tiwi Kek,” Sahut Tiwi antusias.


"Wah... apa benar begitu nak? ya udah nanti biar Kakek sekalian belanja untuk suguhan mereka deh sebelum ke rumahmu," Tutur Kakek Tiwi berpura-pura terkejut. Padahal Kakek Tiwi sudah merencanakan pertemuan malam itu bersama Kakek Kak Gery dan keluarganya sebelumnya.


Waktu berlalu begitu cepat, tak lama setelah Kakek Tiwi mengakhiri teleponnya, kedua orang tua Tiwi pun akhirnya kembali setelah membeli beberapa makanan yang sengaja mereka beli untuk menyambut kedatangan keluarga Kak Gery nanti.


"Assalamu'alaikum," Ucap Kakek Tiwi sambil bergegas masuk ke dalam rumah anaknya.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam, Kakek sudah datang ya? diantar siapa Kek?" Sahut Kak Desi yang baru saja keluar dari


kamarnya.


"Kakek naik ojeg barusan Des, anakmu sudah tidur ya?" Tutur Kakek Tiwi.


"Iya Kek, baru saja tidur! Kakek bawa apa itu?" Tanya Kak Desi setelah melihat bingkisan yang Kakeknya bawa.


"Oh, ini ada sedikit suguhan untuk keluarga nak Gery nanti! tolong sajikan ya Des!" Seru Kakek Tiwi seraya memberikan bingkisan yang di bawanya pada Kak Desi.


Selang beberapa menit, Ayah dan Ibu Tiwi pun kembali setelah mendapatkan makanan yang mereka butuhkan.


“Assalamu’alaikum," Ucap kedua orangtua Tiwi serempak sambil memasuki rumah mereka.


"Wa'alaikumsalam, kalian dari mana?" Sahut Kakek Tiwi setelah kedua orangtua Tiwi berhasil menghampiri.


"Kita baru saja membeli makanan untuk nanti malam Pak, Bapak sama siapa ke sini?" Tanya Ayah Tiwi seraya menuntun Kakek Tiwi untuk duduk di kursi meja makan.


"Bapak naik ojeg tadi Mad," Jawab Kakek Tiwi.


"Des! tolong bantu Ibu Sajikan makanannya ya!" Seru Ibu Tiwi yang segera di turuti oleh Kak Desi.


Tak lama kemudian Tiwi menghampiri keluarganya yang sedang berkumpul di ruang makan rumahnya.


“Kakek sudah datang ya? Ibu sama Kak Desi sedang apa?" Seru Tiwi sambil berjalan dengan hati-hati.


“Hati-hati nak! jangan terlalu banyak bergerak dulu, harusnya kamu tiduran aja, jangan jalan-jalan begini," Tegur Ibu Tiwi khawatir.


"Iya, Wi! atau kamu duduk saja gih di ruang keluarga!" Saran Kakek Tiwi.


Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari depan rumah Tiwi, ternyata yang datang saat itu adalah Kak Gery dan keluarganya. Mereka semua memutuskan untuk berbuka puasa bersama karena keinginan Kakek Kak Gery yang sudah tak sabar ingin berkunjung.


Tok...tok...tok...


"Assalamu’alaikum," Ucap Kakek Kak Gery seraya mengetuk pintu rumah Tiwi.


“Sepertinya di depan ada tamu deh!" Tutur Kakek Tiwi.


“Kamu yakin? hati-hati ya nak!" Seru Kakek Tiwi.


Setelah membukakan pintu rumahnya, Tiwi segera mempersilahkan keluarga Kak Gery masuk dan memberitahu orangtua dan Kakeknya di ruang keluarga.


“Wa'alaikumsalam, silahkan masuk Kek, semuanya!" Jawab Tiwi sambil membukakan pintu rumahnya.


"Bagaimana Keadaan kamu sekarang, sayang?" Sapa Kakek Kak Gery setelah berhasil masuk ke dalam


rumah Tiwi.


“Alhamdulillah Kek, Tiwi sudah jauh lebih baik sekarang, silahkan duduk Kek, semuanya!" Sahut Tiwi seraya mempersilahkan semua tamunya untuk duduk.


"Wah... ternyata kamu lebih cantik aslinya ya dibandingkan di foto!" Sanjung Umi Kak Gery yang tak mau berpaling dari menatap wajah calon menantunya itu.


"Terimakasih Tante! Kalau begitu biar Tiwi panggilkan Kakek sama Ayah dan Ibu dulu ya, permisi!" Tutur Tiwi melenggang.


Tiwi menghampiri Kakek dan orang tuanya untuk mengajak mereka menemui keluarga Kak Gery.


“Kek, Yah… keluarga Kak Gery sudah datang!" Seru Tiwi setelah menghampiri.


“Oh, jadi yang barusan mengetuk pintu itu mereka ya! ya udah ayo Mad, Mi! kita temui mereka!” Sahut Kakek Tiwi beranjak.


Akhirnya keluarga Tiwi pun menghampiri keluarga Kak Gery yang tengah menunggu mereka di ruang tamu.


“Bas, ternyata kamu beneran datang ya hari ini,” Ucap Kakek Tiwi sambil memeluk Kakek Kak Gery.


“Iya dong Mat, aku kan sudah kangen banget sama cucu kamu!" Tutur Kakek Kak Gery sambil terkekeh setelah melepaskan pelukannya.


“Begitu ya! Ini anakmu itu kan, Bas?! emm...siapa namanya, aku lupa?” Sahut Kakek Tiwi bertanya seraya menunjuk keberadaan Ayah Kak Gery.


"Rudi, Bas! dan yang itu istrinya, Mirna! mereka berdua adalah orangtuanya Gery, Mat!" Tutur Kakek Kak Gery menjelaskan.


“Apa kabar Pak?” Sapa Ayah Kak Gery.


“Alhamdulillah nak, wah... sekarang kamu sudah sukses ya, Rud! Bapak tidak menyangka sekarang kamu sudah punya bujang seganteng ini," Tutur Kakek Tiwi sambil menepuk sebelah bahu Kak Gery yang duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Pak Rahmat bisa saja, saya belum sesukses itu ko Pak," Tutur Ayah Kak Gery.


Tak lama kemudian suara Adzan berkumandang, akhirnya keluarga Tiwi dan keluarga Kak Gery berbuka puasa bersama.


“Alhamdulillah…. sudah Adzan, ayo! kita berbuka dulu, mari silahkan cicipi makanannya, Bismillahirrahmanirrahim," Seru Kakek Tiwi setelah mereka berkumpul di ruang makan rumah Tiwi.


“Oh iya Bu, ini! saya bawakan sedikit makanan tadi, di terima ya,” Tutur Umi Kak Gery sambil menyerahkan


sebuah bingkisan.


“Wah... kenapa harus repot-repot Bu! terimakasih banyak ya, mari silahkan cicipi ta'jilnya!" Sahut Ibu Tiwi seraya menyuguhkan beberapa hidangan.


Tiba-tiba Kak Gery berpindah tempat duduk supaya lebih dekat dengan Tiwi.


“Kakak duduk di sini gak apa-apa kan? kamu benar-benar sudah baikan sekarang?" Tanya Kak Gery.


“Tiwi sudah jauh lebih baik ko, ayo Kak makan dulu! Tiwi ambilkan ta'jilnya ya!" Sahut Tiwi sambil memilih beberapa makanan manis untuk berbuka.


"Terimakasih ya!" Ucap Kak Gery setelah menerima sepiring makanan yang Tiwi ambilkan untuknya.


“Sama-sama Kak, mau sekalian Tiwi ambilkan minumannya gak?” Tanya Tiwi.


“Boleh deh, kamu juga ikutan makan ya!" Seru Kak Gery.


“Iya Kak, tapi Tiwi ikutan minumnya aja ya! soalnya Tiwi masih kenyang!" Sahut Tiwi sambil menuang air putih di gelasnya.


“Oh begitu ya! ya udah, kalau gitu kamu makan buah-buahan aja ya! ini, Kakak ambilkan buah apel buat kamu," Tutur Kak Gery sambil memberikan sebuah apel pada Tiwi.


“Terimakasih Kak," Ucap Tiwi seraya menerima buah apel yang Kak Gery angsurkan kepadanya.


Setelah selesai berbuka puasa mereka pun memutuskan untuk Sholat Maghrib berjamaah terlebih dahulu di Mesjid dekat rumah Tiwi.


“Alhamdulillah... Mat, aku ikut Sholat ya!" Seru Kakek Kak Gery setelah selesai menyantap makanannya.


“Oh ya udah, kalau begitu kita Sholat di Mesjid aja ya!" Sahut Kakek Tiwi sambil beranjak.


Sepulang dari Mesjid mereka berkumpul kembali di rumah Tiwi. Ternyata saat itu mereka ingin membicarakan tentang maksud dan tujuan keluarga Kak Gery ke rumah Tiwi malam itu.


“Alhamdulillah, oh iya Mat! sebenernya maksud dan tujuanku malam ini kemari bukan hanya untuk menengok cucumu saja, tapi hari ini kami sekeluarga ingin melamar nak Tiwi, itu pun jika kalian tidak keberatan,” Tutur Kakek Kak Gery panjang lebar.


“Wah… Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu datang juga! kalau aku pribadi sih pasti seneng banget Bas, tapi aku juga tidak bisa memaksakan kehendak sendiri, aku akan menyerahkan keputusannya pada mereka saja, Mad! bagaimana pendapat kamu?” Seru Kakek Tiwi menyerahkan semua keputusan pada Anak dan cucunya.


“Ahmad terserah Tiwi nya saja pak, toh kedepannya dia sendiri yang akan menjalin hubungan, bagaimana Wi? Ayah akan selalu mendukung keputusan kamu nak,” Sahut Ayah Tiwi seraya menatap lekat kedua bola mata anaknya.


“Benar sekali nak, kami juga tidak akan berkecil hati jika kamu memang sudah punya pilihan yang lain, jadi


katakanlah dengan jujur ya, Kakek dan keluarga sudah sangat siap mendengar jawabannya, In Sya Allah kami semua bisa menerimanya ko," Tutur Kakek Kak Gery menambahkan.


“Tapi Yah… Tiwi kan masih Sekolah! apa boleh kalau Tiwi menyelesaikan Sekolah Tiwi dulu?! Tiwi juga ingin merasakan masa-masa Sekolah dan Kuliah dulu Yah!" Jawab Tiwi sambil menunduk.


“Kamu gak usah khawatir, Wi! Kakak bisa menunggu ko! lagi pula kita juga bisa tunangan dulu kan?! kita jalani dulu aja,” Sahut Kak Gery yang seakan tau isi hati Tiwi yang masih bimbang.


"Benar nak, apa pun keputusan nak Tiwi, kami pasti mendukungnya ko!" Tutur Ayah Kak Gery meyakinkan.


“Emm... kalau gitu Tiwi… oh iya, masalah Kak Intan bagaimana Kak?” Tanya Tiwi setelah mengingat perkara kedekatan Kak Gery dan Kak Intan.


Masalah Intan sudah selesai Wi, kita hanya berteman saja, tidak ada hubungan apa pun selain itu, kamu masih memikirkannya ya?" Tutur Kak Gery balik bertanya.


“Tiwi hanya tidak ingin menyakiti perasaan siapa pun Kak," Sahut Tiwi lirih.


“In Sya Allah tidak akan, Wi! jadi bagaimana jawabannya?" Tanya Kak Gery penuh harap.


“Emm... Iya Kak," Jawab Tiwi sambil menganggukkan kepalanya dan tersipu.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2