
"Kamu cantik sekali sayang! oh iya kamu udah tentukan juga para dayang yang akan menemani kamu, kan?" Tutur Umi Kak Gery seraya bertanya.
"Udah dong, Tan! tapi kayanya mereka gak bisa hadir hari ini," Sahut Tata.
"Memangnya siapa aja yang bakal jadi dayang nya?" Tanya Umi Kak Gery.
"Yang pasti Tiwi no satu lah, Tan! dan satunya lagi Andrina, mereka sahabat terbaik Tata, Tan!" Jawab Tata yang kebetulan di dengar Kak Gery yang telah kembali menghampiri mereka setelah membawa beberapa minuman untuk di suguhkan.
"Kamu ajak Tiwi buat jadi dayang ya, Ta? bagus deh, sepertinya dia memang cocok buat jadi pendamping pengantin," Ucap Kak Gery yang membuat Uminya menoleh langsung ke arah putra semata wayangnya itu.
"Iya dong, selain itu Tata sama Kak Iman juga udah putuskan, kalau pendamping pengantin prianya nanti adalah Kakak dan Kak Haikal," Tutur Tata.
"Apa itu kemauannya si Haikal ya, biar bisa dekat dengan si Tiwi?" Batin Kak Gery.
"Haikal? kenapa dia, Ta?" Tanya Kak Gery sedikit tak suka, karena yang dia tau Kak Haikal menyukai Tiwi.
"Ceritanya panjang, Kak! tapi yang jelas, sekarang dia udah menjadi suami Andrina," Tutur Tata menjelaskan.
"Suami? berarti... dia gak akan dekati Tiwi lagi, kan? eh, tunggu-tunggu... kenapa aku jadi mikirin si Tiwi terus ya? apa aku mulai tertarik ya sama dia?" Batin Kak Gery.
"Sepertinya ada banyak cerita yang aku tidak ketahui ya?" Gumam Kak Gery.
"Udahlah Ger, sebaiknya besok kamu ajak Haikal ke sini aja ya untuk fitting bajunya!" Seru Umi Kak Gery.
...****************...
Setelah sampai di kamarnya, pagi itu Andrina segera mengirim chat di grup sahabatnya untuk memberitahu mereka tentang kondisinya saat ini, dan itu semua berhasil membuat Tata dan Tiwi terkejut bukan main.
"Guys, aku pengen cerita sama kalian, 😢." ketik Andrina lewat Chat yang dikirimnya pada grup sahabat-sahabatnya itu.
"Ada apakah? kaki kamu udah sembuh kan, Drin?" Balas Tiwi.
"Udah jauh lebih baik, Wi! tapi status kegadisanku yang gak baik-baik aja, 😭," Balas Andrina lagi.
"Hadir ☝🏻 aku ketinggalan sesuatu, kah?" Seru Tata yang baru saja bergabung dengan obrolan grup Chat sahabat-sahabat nya itu.
"Kamu kenapa, Drin? cerita lah sama kita!" Balas Tiwi.
"Tapi kalian jangan bully aku ya nanti, 😢." Balas Andrina.
"Siapp." Balas Tiwi.
"Ok, cus cerita say!" Sahut Tata menimpali chat.
"Aku... udah nikah semalam, 😭." Balas Andrina.
"Apa? kamu gak bohong, kan?" Sahut Tiwi tak percaya.
"Gimana ceritanya, say? ko udah nikah aja, sih?" Balas Tata.
__ADS_1
"Ceritanya panjang guys, pokoknya nanti aku cerita langsung deh sama kalian, 😞." Balas Andrina.
"Terus kamu di nikahin sama siapa, Drin? jangan jangan sama Om-om yang kemarin naksir kamu waktu di Mall itu, ya?, 😅✌🏻." Balas Tata yang langsung di balas lagi Andrina dengan cepat karena kesal.
"Ya bukan Om-om jugalah lah, Tetot! ogah banget deh, kalau harus sama Om-om ganjen itu, hiii 😬." Balas Andrina.
"Terus kamu nikah sama siapa dong?" Balas Tiwi.
"Kak... Haikal, Wi! 😭." Ketik Andrina tepat saat Kak Haikal membuka pintu kamarnya dan berlenggang masuk menghampiri.
"Yang... Kakak bantu berbenah sekarang, ya!" Seru Kak Haikal.
"Memangnya gak bisa nanti siang aja ya? ini kan masih terlalu pagi!" Sahut Andrina mengerucutkan bibirnya.
"Justru mumpung ini masih pagi, jadi kamu gak akan kepanasan nantinya!" Tutur Kak Haikal lembut.
"Haist... ya udahlah, aku cari dulu koper besarnya!" Sahut Andrina sambil beranjak untuk mencari koper yang akan dia gunakan berkemas.
"Gak perlu bawa terlalu banyak barang ya, di sana udah komplit, ko! Kakak juga bisa belikan kamu yang lainnya kalau kamu mau," Tutur Kak Haikal tak lepas memandangi istrinya yang berlalu lalang memasukkan baju-baju nya ke dalam koper.
"Hm... ya udah, aku gak jadi pakai koper deh, emm... ransel mungkin udah cukup kali, ya! tapi dimana ranselnya, ya? oh iya, masih di atas lemari ternyata!" Gumam Andrina sambil mencoba berjinjit untuk meraih ranselnya.
Namun sayang, ternyata tangannya terlalu pendek untuk mencapai ransel tersebut. Hingga akhirnya Kak Haikal beranjak membantunya dengan mengambilkan ransel tersebut tepat di belakang tubuh Andrina yang masih mencoba berjinjit meraih ranselnya.
Karena terkejut Andrina refleks membalikkan tubuhnya yang malah menjadi berhadapan dengan Kak Haikal. Jarak mereka yang begitu dekat, membuat Andrina benar-benar gugup dan mematung di tempatnya.
"Ihh... susah banget sih, eh..." Ucap Andrina setelah merasakan kehadiran seseorang di belakang punggungnya.
"A... aku bisa sendiri, ko!" Bantah Andrina.
"Udahlah, jangan gengsi seperti itu terus, Kakak akan lebih senang jika kamu meminta bantuan sama Kakak, Yang!" Ucap Kak Haikal sambil menatap lekat wajah istrinya.
"Emm..." Gumam Andrina yang telah di bungkam oleh bibir Kak Haikal.
"Manis... makasih ya sarapannya!" Ucap Kak Haikal setelah melepaskan pagutan bibirnya.
Sementara itu Andrina masih berusaha mengumpulkan kesadarannya setelah Kak Haikal merenggut ciuman pertamanya itu.
"Sayang! jangan bilang tadi itu ciuman pertama kamu!" Ucap Kak Haikal yang langsung menyadarkan Andrina dari lamunannya.
"Ihhh... dasar rese, nyebelin!! pokoknya aku gak mau pindah kalau begini caranya," Rutuk Andrina.
"Ok, kalau gitu kamu harus siap Kakak renggut lagi kesucian kamu yang lainnya," Ancam Kak Haikal dengan seringai di bibirnya.
"Dasar brengsek!! gak tau malu!!! nyebelin!! kenapa nasib aku jadi menyedihkan gini, sih!" Gerutu Andrina.
"Kamu cuma punya dua pilihan, sayang! Ikuti perintah Kakak berkemas dan ikut pindah hari ini! atau kalau engga, kamu emang mau Kakak unboxing sekarang, ya?" Ucap Kak Haikal.
"Ihhh... sabar Drina, sabar! kamu pasti bisa kalahkan cowok aneh itu!" Batin Andrina.
__ADS_1
...****************...
"Wi, kamu mau makan apa? Ibu buatkan makanan kesukaan kamu ya, nak!" Tawar Ibu Tiwi.
"Tiwi belum lapar Bu, nanti aja ya!" Sahut Tiwi sambil melenggang ke tengah rumahnya untuk menyalakan televisi.
"Tapi Dokter bilang kamu gak boleh telat makan, Ibu bikinkan masakan kesukaan kamu ya, Ibu takut kondisi kamu malah semakin buruk nantinya," Tutur Ibu Tiwi cemas.
"Hm... iya deh, Bu! makasih ya," Sahut Tiwi pasrah.
"kamu udah baikan, Wi?" Tanya Kak Desi menghampiri.
"Alhamdulillah Kak, Kakek masih di rumah Bi Atik ya?" Sahut Tiwi.
"Iya Wi, sepertinya Kakek masih betah tinggal di sana," Tutur Kak Desi.
"Assalamu'alaikum," Ucap Yani dari depan rumah Tiwi.
"Sepertinya itu suara Yani Wi, kamu samperin gih!" Seru Kak Desi.
"Iya Kak, itu memang suara si Yani ko, aku lihat dulu ya," Sahut Tiwi sambil bergegas menghampiri pintu depan rumahnya.
"Wi, kamu baik-baik aja, kan?kamu gak ada yang terluka dan lecet kan, Wi?" Cecar Yani yang begitu khawatir setelah mendapat kabar jika Tiwi pingsan di pinggir jalan semalam.
"Aku baik-baik aja ko Yan, kita masuk dulu yuk!" Ajak Tiwi.
Di kamar Tiwi.
"Sebenarnya apa yang terjadi sama kamu sih Wi? kamu ko bisa pingsan di pinggir jalan begitu?" Tanya Yani setelah mereka sampai di kamar Tiwi.
"Aku juga gak tau Yan, yang aku ingat semalam, aku lagi nunggu taksi online, dan tiba-tiba aja aku merasa linglung dan gak ingat apa-apa lagi," Tutur Tiwi menjelaskan.
"Hm... tapi penyakit kamu gak kambuh lagi kan?" Sahut Yani bertanya.
"Alhamdulillah engga ko, Dokter bilang aku pingsan karena di bius Yan, tapi aku juga masih bingung siapa orang yang membius aku waktu itu," Tutur Tiwi.
"Astagfirullah, lain kali kamu harus berhati-hati ya Wi, soalnya sekarang lagi ramai modus pembegalan di kawasan yang sepi-sepi, semoga aja kita semua selalu di lindungi oleh Allah dimana pun dan kapan pun ya!" Sahut Yani memanjatkan doa.
"Aamiin Yan, semoga aja ya." Ucap Tiwi mengaminkan doa sahabatnya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bonus episode nih guys, jangan lupa dukungan terbaiknya ya, see you next episode... 😘😘😘