
Keesokan harinya, Tiwi benar-benar di perbolehkan pulang oleh Dokter. Mereka akhirnya bisa kembali bernafas lega dan beristirahat di rumah dengan tenang.
"By, Umi sama Ibu udah di kabari lagi, kan? takutnya, mereka pada ke Rumah Sakit lagi nanti!" Tutur Tiwi saat dalam perjalanan pulang menuju rumahnya.
"Udah, ko! mereka bilang, nanti malam mereka mau pada ke rumah!" Sahut Kak Gery menjawab.
"Kalau gitu Tiwi mau masak banyak, ah! kayanya masak ikan kakap asam manis sama tumisan sayur enak, deh!" Ucap Tiwi antusias.
"Gak perlu masak, Yang! Aby gak mau kamu kelelahan lagi! biar nanti Aby bawakan dari Resto aja ya!" Tutur Kak Gery yang membuat Tiwi cemberut.
"Tapi, By! Tiwi pengen banget ikan kakap asam manis, di Resto kan gak bikin menu itu, Tiwi bikin sendiri aja, ya! Tiwi janji deh gak akan terlalu capek, lagi pula kan nanti ada ART baru yang bisa bantuin Tiwi!" Seru Tiwi membujuk.
"Hm... ya udah deh, tapi janji, ya cuma masak ikan kakapnya aja! tumisan nya biar Aby bawa dari Resto aja sekalian sama lauk yang lainnya! biar Ayang gak terlalu cape!" Tutur Kak Gery seraya mengelus kepala sang istri dengan sebelah tangannya.
"Ok, bos! Kalau gitu sekarang kita mampir ke Supermarket dulu ya beli ikan kakapnya!" Sahut Tiwi antusias.
"Siap, ratuku! seneng banget ya mau masak ikan," Kekeh Kak Gery.
"Iya dong, rasanya udah di ujung lidah banget, By! kayanya enak banget, deh. Apalagi makannya sama nasi yang masih mengepul panas, emm... Tiwi jadi makin ngiler jadinya!" Sahut Tiwi.
Kak Gery hanya bisa terkekeh melihat antusiasme istrinya yang ingin memasak ikan. Dia benar-benar gemas dan ingin segera menerkamnya nanti malam.
Beberapa menit kemudian, Kak Gery dan Tiwi berhenti di sebuah Supermarket terlengkap di daerahnya. Mereka berjalan menyusuri tempat penyedia ikan segar, beruntung hari itu apa yang Tiwi mau masih tersedia, sehingga Kak Gery tidak perlu repot untuk mencarinya lagi di tempat lain.
"Wah... Ikannya segar-segar ya, By! kita beli yang banyak, ya! Umi sama Ibu, pasti suka!" Tutur Tiwi antusias
"Gak perlu banyak-banyak, Yang! Ayah sama Umi gak akan memakannya, mereka sama-sama punya alergi makan ikan kakap soalnya," Sahut Kak Gery.
"Masa sih By, emm... kalau gitu kita ganti ikannya aja, deh! Umi sama Ayah sukanya ikan apa aja, By?" Tanya Tiwi sambil mengedarkan matanya untuk mencari ikan pengganti.
"Mereka hampir suka semua jenis ikan, ko! mereka cuma alergi sama ikan Kakap aja!" Sahut Kak Gery
"Oh, gitu ya! eh, itu ada udang besar-besar, By! kayanya udang boleh juga di masak asam manis!" Seru Tiwi sambil menunjuk tumpukan udang besar yang segar.
__ADS_1
"Ayang mau? ya udah, ambil aja! apa mau Aby ambilkan?" Tanya Kak Gery yang mendapat gelengan kepala dari Tiwi.
"Tiwi pilih sendiri aja, By!" Sahut Tiwi seraya menghampiri seorang pramuniaga yang berjaga di stand aneka ikan tersebut.
"Permisi, Mas! saya mau udangnya ya!" Seru Tiwi sambil menunjuk tumpukan udang segar.
"Boleh, silahkan di pilih dulu, Mba!" Sahut sang pramuniaga ramah.
"Saya mau yang itu, Mas! nah, iya yang itu juga." Tutur Tiwi sambil memilih udang-udang segar yang akan di belinya
Setelah selesai berbelanja, mereka kembali ke mobilnya untuk melanjutkan perjalanan pulang ke rumah mereka. Saat di perjalanan pulang Tiwi tak sengaja melihat Wanita yang ada di video yang Kak Gery tunjukkan padanya kemarin. Dia sedikit cemas karena tahu jika wanita itu masih bebas berkeliaran di daerah dekat perumahannya.
"By, itu kan wanita yang kemarin godain Aby!" Ucap Tiwi sambil menunjuk ke arah wanita yang dia maksud.
"Udahlah, Yang! gak usah peduliin wanita gila itu lagi. Paling-paling dia lagi cari target baru, buat di jadikan korbannya!" Sahut Kak Gery malas.
Ya, Kak Gery memang malas membahas wanita gila yang di sebut tadi. Apa lagi setelah dirinya tahu jika Viola ternyata Kakaknya Tami. Sebisa mungkin Kak Gery mengalihkan pembahasan Tiwi agar istrinya tidak memikirkan hal-hal yang membuatnya banyak tekanan kembali gara-gara wanita gila itu.
"Yang! besok kita ke rumah Intan, yuk! kata Fajar, Intan udah melahirkan!" Seru Kak Gery.
"Baru kemari malam, Yang! Aby juga tahu dari Iman kemarin. Kalau Ayang mau, kita bisa sekalian liburan di sana," Sahut Kak Gery.
"Wah... Tiwi mau banget, By! tapi, masa kita gak bawa hadiah apa-apa ke sana? apa Tiwi beli dadakan aja ya, besok!" Ucap Tiwi yang kini sibuk memikirkan hadiah yang akan dia berikan untuk Kak Intan dan bayinya.
"Boleh, Yang! atau kalau mau, biar Aby suruh Sella aja, ya! jadi kamu gak perlu capek-capek cari hadiahnya!" Sahut Kak Gery memberi saran.
Namun Tiwi menggelengkan kepalanya, dia ingin memilih hadiahnya sendiri agar merasa puas dan tak mengecewakan.
"Gak usah! Tiwi gak akan tahu kualitas hadiahnya kalau si Sella yang belikan, Tiwi bisa beli sendiri, ko besok!" Ketus Tiwi saat mendengar suaminya menyebutkan nama Sella.
Sebenarnya sudah sejak lama Tiwi tidak terlalu suka dengan sekretaris baru suaminya itu. Dia pernah memergoki Sella sedang mencoba mencari perhatian pada suaminya, dan Sella juga meneruskan aksinya meski tahu jika Tiwi sudah memergokinya.
"Ayang kenapa tiba-tiba jutek gitu, sih? Ayang masih marah tentang si Sella, ya? Ayang tenang aja, dia udah gak Aby ijinkan keluar masuk ke ruangan Aby lagi, ko! kecuali urusan urgent, itu pun Aby selalu suruh Nino temenin masuk!" Tutur Kak Gery yang merasakan ketidaksukaan istrinya saat membicarakan sekretarisnya itu.
__ADS_1
"Ya udah, bagus! tapi, pokoknya Tiwi mau beli hadiahnya sendiri, titik." Ketus Tiwi semakin menjadi.
"Ok-ok! nanti Aby antar, deh!" Bujuk Kak Gery.
Setibanya di rumah, Tiwi segera memasuki kamar dan bergegas mengambil pakaian ganti yang akan dia gunakan untuk memasak udang yang sudah dia beli. Kak Gery sampai menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya yang sama sekali tidak menghiraukan perut buncitnya. Sepertinya Tiwi lupa kalau dia sedang mengandung anaknya sekarang.
"Yang, hati-hati! lupa ya kalau lagi hamil," Seru Kak Gery mengingatkan.
"Iya, By! Tiwi gak lupa ko, Tiwi cuma gak sabar pengen cepat-cepat masak udangnya," Sahut Tiwi sambil melenggang di depan suaminya untuk keluar dari kamar mereka setelah mengganti pakaiannya.
"Ya udah, kalau gitu Aby mandi dulu, ya!" Ucap Kak Gery sedikit berteriak karena Tiwi sudah lumayan melangkah jauh dari kamar mereka.
20 menit kemudian, Tiwi baru saja menyelesaikan kegiatan memasaknya. Dia segera membersihkan diri dan kembali berganti pakaian agar lebih segar dan nyaman.
"Duh, wanginya! baru selesai mandi, ya Yang?" Ucap Kak Gery seraya mendekati istrinya yang sedang duduk di depan meja rias.
"Aby!!! geli, Tiwi mau sisir dulu rambut, nih!" Seru Tiwi sambil meraih sebuah sisir yang akan dia gunakan untuk merapihkan rambutnya yang masih tergerai basah.
"Sini, biar Aby yang sisir rambutnya!" Sahut Kak Gery merebut sisir yang Tiwi pegang.
"By, kira-kira wanita itu bakal ganggu kita lagi, gak?kenapa perasaan Tiwi masih gak tenang ya?" Tanya Tiwi.
"Aby kan udah bilang, Yang! Ayang gak perlu memikirkannya lagi! Aby udah blokir semua akses masuk di kantor, buat wanita gila itu. Jadi dia gak mungkin bisa deketin Aby lagi," Sahut Kak Gery.
.
.
.
.
.
__ADS_1
See you next episode 😘😘😘