
Beberapa Hari kemudian, Tiwi akhirnya di perbolehkan pulang dari Rumah Sakit. Dia di sambut oleh teman-teman kuliahnya, juga kedua sahabatnya yang sama-sama sedang mengandung 7 bulan.
"Wi... kita kangen banget sama kamu!" Seru Sindy yang langsung memeluk Tiwi. Membuat semua orang yang ada di sana terkekeh melihat tingkah konyolnya.
"Ish! si Sindy malu-maluin aja deh, siapa sih yang tadi ajak dia?" Bisik Utari teman kuliah Tiwi.
"Yey, kamu lupa ya Tar! si Sindy kan yang ngajak kita ke sini," Sahut Mela salah satu teman kuliah Tiwi yang lainnya
"Oh, iya! Kenapa aku jadi pikun ya!" Ucap Utari menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
Mereka semua pun tertawa bersama-sama, melengkapi hari bahagian Tiwi setelah sekian lama terbaring di atas bangsal Rumah Sakit. Sesaat, mata Tiwi berair dan siap untuk di tumpahkan, dia benar-benar terharu dengan ketulusan teman-temannya selama ini. Dia juga benar-benar bersyukur, karena sekarang dia sudah menyandang status seorang istri
dari tunangannya. Istri dari seorang Gery yang selalu dia gumamkan namanya di setiap doa yang dia panjatkan.
1 bulan kemudian...
"Mas... sakit banget! ahhh... mulesnya parah banget ini," Rintih Andrina yang sedang mengalami kontraksi.
"Sabar sayang, sebentar lagi Dokternya datang, ko! kamu yang tenang ya, kamu pasti kuat!" Seru Kak Haikal di tengah kepanikannya menemani sang istri yang sedang berjuang melahirkan keturunannya.
"Aaahhhh... sakit Mas, huh... huh... huh..." Jerit Andrina seraya mengatur nafasnya yang kian memburu.
"Yang, Mas yakin kamu pasti bisa, kamu harus kuat, ya!" Seru Kak Haikal yang menghujani wajah istrinya dengan ciuman-ciuman penyemangat.
"Silahkan, Dok! pembukaannya sudah lengkap, pasien sudah siap melahirkan!" Tutur seorang Suster dalam ruangan tindakan yang Andrina tempati saat ini.
"Baiklah, tolong cek lagi tekanan darah dan yang lainnya sekali lagi! saya akan bersiap dulu," Ujar sang Dokter bergegas meraih baju tugasnya yang berwana hijau khas Rumah Sakit.
"Semuanya, stabil Dok!" Ucap Suster.
"Baiklah, Nyonya Andrina tolong ikuti instruksi dari saya ya! tarik nafas sedalam mungkin dan hembuskan perlahan sambil mengejan kuat-kuat, ok! saya akan memberi instruksi dari sekarang! kita mulai ya, ayo tarik nafas..." Seru Dokter yang menginstruksi Andrina untuk melahirkan secara normal.
__ADS_1
"Aaahhhh...huh...huh...Mas, Drina gak kuat, ahhhh..." Teriak Andrina yang sudah bercucuran keringat.
"Kamu pasti bisa sayang, kita coba lagi ya! Mas yakin kamu kuat!" Seru Kak Haikal tak hentinya memberi dukungan dan semangat. Hingga akhirnya suara tangisan bayi pun menggelegar di ruangan persalinan tersebut.
Oek...oek...oek...
"Alhamdulillah, satu lagi Nyonya! ayo langsung mengejan lagu aja!" Ucap Dokter sambil mencoba bersiap untuk membantu persalinan bayi yang kedua.
"Ayo sayang, satu lagi! kamu pasti kuat, sayang!" Seru Kak Haikal seraya terus menggenggam tangan sang istri yang berpegangan padanya.
"Hem.... ahhhhhhh......." Pekik Andrina yang di susul suara tangisan bayi keduanya.
"Alhamdulillah, makasih sayang, makasih udah memberi Mas dua malaikat tampan ini, Mas mencintaimu sayang," Tutur Kak Haikal menghujani wajah Andrina dengan kecupan-kecupan yang di iringi isak haru bahagia.
"Mas... Drina cape! Drina ngantuk..." Ucap Andrina tercekat karena langsung tak sadarkan diri, dan hal tersebut berhasil membuat Ka Haikal panik bukan kepalang.
"Dokter, istri saya kenapa Dok!" Seru Kak Haikal panik bukan main.
"Maaf Tuan, untuk sementara biar Nyonya Andrina kami tangani dulu, anda tolong tunggu di luar ya! atau anda bisa mengadzani kedua anak anda di ruangan sebelah setelah Suster membersihkan keduanya," Tutur Dokter.
Sambil menunggu, Kak Haikal memilih mengadzani kedua putranya secara bergantian. Isaknya semakin pecah tak kala kedua bayi mungil menggemaskan itu terus menangis, seakan merasakan kegelisahan dan ketakutan Ayahnya.
"Laa Ilaa Haillallah...." Ucap Kak Haikal mengumandangkan Iqomah di telinga sebelah kiri anak ke duanya.
"Sayang, kalian doakan Mommy ya, biar gak kenapa-kenapa, kalian juga pasti ingin di peluk Mommy juga kan, nak! kalian yang sabar ya, Daddy akan memberikan yang terbaik untuk kalian! kalian harus menjadi anak yang baik, supaya Mommy bisa segera sembuh, ok!" Tutur Kak Haikal mendekatkan wajahnya di tempat kedua putranya di baringkan setelah selesai dia Adzani.
Seketika kedua jagoan mungilnya itu berhenti menangis, keduanya seperti mengerti akan ucapan sang Daddy yang benar-benar terdengar pilu. Kak Haikal pun menarik senyum di bibirnya tak kala melihat kekompakan dua jagoan mungilnya itu yang begitu menggemaskan.
"Good Boys, kalian memang anak-anak Daddy yang paling pintar, nak! teruslah menjadi anak yang baik ya,
Daddy yakin, sebentar lagi Mommy kalian pasti siuman!" Gumam Kak Haikal.
__ADS_1
2 jam kemudian, Andrina akhirnya di pindahkan ke ruangan rawat inap VIP yang sudah di sediakan pihak Rumah Sakit. Beruntung, Andrina pingsan hanya karena terlalu lelah dan tidak mengalami hal mengkhawatirkan lainnya.
"Nyonya Andrina akan kami pindahkan ke ruang rawat inap, Tuan! Alhamdulillah, kondisinya sudah stabil lagi sekarang! Sepertinya tadi Nyonya Andrina benar-benar kehabisan tenaga dan kelelahan saja!" Tutur Dokter yang baru saja keluar dari ruang tindakan.
"Alhamdulillah, jadi istri saya gak apa-apa, Dok! Kalau gitu saya bisa menemuinya sekarang?" Sahut Kak Haikal nampak lega.
"Silahkan Tuan, kebetulan Nyonya Andrina juga sudah siuman sekarang," Ucap sang Dokter seraya melenggang keluar menuju ruangan kerja pribadinya.
"Yang gimana keadaan kamu?" Tanya Kak Haikal yang langsung menggenggam tangan istrinya yang kemudian dia kecup.
"Drina baik-baik aja, Mas! Drina kan udah bilang, kalau Drina cuma cape! Mas gak perlu khawatir! oh iya, mana dua jagoan kita, Mas? kenapa Drina belum dipertemukan dengan mereka juga?" Cecar Andrina.
"Suster bilang mereka akan di bawa ke sini sebentar lagi, Yang! makasih ya udah berjuang melahirkan jagoan-jagoan kita! mereka benar-benar menggemaskan, Mas benar-benar bersyukur dikaruniai dua jagoan yang tampan dan menggemaskan seperti mereka. Makasih ya! rasanya Mas gak akan pernah cukup mengucapkan terimakasih sama kamu!" Tutur Kak Haikal seraya menghujani wajah Andrina dengan kecupannya.
"Drina juga bersyukur karena memiliki suami super siaga dan penyabar seperti Mas Haikal. Makasih ya Mas, semoga kedepannya kita bisa menjadi orangtua yang baik untuk anak-anak kita!" Sahut Andrina yang langsung di Aamiinkan suaminya.
...****************...
"Yang! hati-hati! kaki kamu masih belum sepenuhnya sembuh, loh!" Tegur Kak Gery mencoba mencegah pergerakan sang istri yang ingin segera bertemu dengan sahabatnya yang baru saja melahirkan.
"Tiwi udah gak sabar pengen melihat baby twins sama Mommy nya, By! emangnya Aby gak penasaran, ya?" Ucap Tiwi saat langkahnya harus tertahan oleh cengkraman sang suami yang mengkhawatirkan kondisinya.
"Aby tau, Yang! tapi kamu juga harus inget kesehatan kamu sendiri. Nanti kalau kakinya tambah parah, gimana? kita kan jadi makin lama menunda honeymoon nya!" Keluh Kak Gery.
.
.
.
.
__ADS_1
.
See you next episode 😘😘😘