CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 148.


__ADS_3

Jalanan yang Kak Gery lalui untuk pulang ternyata tak semulus yang dia inginkan. Sudah beberapa menit Kak Gery menunggu kendaraannya melaju, merayap.


Pandangannya terus berkeliling menyapu ke segala penjuru jalanan. Hingga akhirnya, Kak Gery melihat sebuah pangkalan ojek. Tanpa ragu, dia segera turun dan menghampiri pangkalan ojek tersebut dan meminta diantarkan ke Rumah Sakit yang Nino beritahu sebelumnya.


"Mas, tolong antar saya ke Rumah Sakit XXXXX ya!" Seru Kak Gery pada salah satu tukang ojek setelah menghampirinya di tepian jalan.


"Wah, jauh sekali, Pak! saya tidak berani mengantar kalau terlalu jauh, sebaiknya Bapak cari ojek yang lain saja!" Sahut salah satu tukang ojek.


"Saya akan membayar mahal Masnya kalau mau mengantar saya sampai tujuan, istri saya sedang mengalami kontraksi saat ini, dia sedang membutuhkan saya sekarang, jadi tolong antar saya ya, Mas!" Tutur Kak Gery sambil memberikan lima lembar uang kertas seratus ribuan pada tukang ojek tersebut.


"Wih Bro, gope tuh! udah sana angkut aja, gih!" Seru teman tukang ojeg lainnya.


"Emm...boleh deh, tapi saya tidak akan di begal di tengah jalan kan, Pak? soalnya sekarang sedang marak berita-berita seperti itu," Sahut tukang ojek yang akan membawa Kak Gery pergi.


"Bapak gak usah khawatir, saya bukan orang jahat, ko! ini kartu nama saya, Bapak bisa laporkan saya jika saya melakukan hal yang tak di inginkan" Tutur Kak Gery penuh penegasan yang seketika membuat tukang ojek itu yakin dengan dirinya setelah memberikan sebuah kartu nama yang tak lain miliknya sendiri.


"CEO XXXXX, wah... ternyata Bapak bukan orang sembarangan ya. Ya udah, Pak! mari saya antar," Seru tukang ojek tersebut setelah mengetahui identitas Kak Gery yang dia ketahui dari kartu nama yang Kak Gery berikan.


Tanpa membuang waktu lagi tukang ojek tersebut pun mengantar Kak Gery hingga ke tempat tujuannya. Mereka membelah jalanan yang cukup padat dengan kendaraan-kendaraan yang masih melaju merayap karena macet. Beberapa kali tukang ojek tersebut mengambil jalan pintas agar mereka bisa lebih cepat sampai di tempat tujuan.


"Sayang kamu pasti bisa, nak!" Ucap Ibu Tiwi setelah di beri kabar oleh Bi Ina jika anaknya mengalami kontraksi.


"Bu, Tiwi gak kuat lagi, akh... sakit banget, Bu!" Erang Tiwi yang sudah di basahi peluh di sekujur tubuhnya.


"Kamu pasti kuat sayang, Ibu percaya kamu pasti bisa, tahan bentar lagi ya!" Tutur Ibu Tiwi berusaha menenangkan anaknya dan memberi semangat.


"Kak Gery udah di kasih tau, kan Bu?"Tanya Tiwi lirih sesaat kontraksinya mereda sekejap.


"Nak Gery udah di kasih tau, ko! kayanya dia lagi di perjalanan ke sini. Kamu gak perlu khawatirkan apa pun, ya! jamu fokus sama bayimu aja, ada Ibu disini yang akan menemani kamu sampai selesai!" Sahut Ibu Tiwi sambil mengusap lembut kepala putrinya.


"Ini helmnya, Mas! makasih banyak ya, berkat Mas saya bisa sampai di Rumah Sakit lebih cepat," Ucap Kak Gery seraya memberikan helm yang dia gunakan pada sang empunya.


"Sama-sama Pak, semoga aja anak dan istri Bapak selamat dan sehat-sehat ya, kalau gitu saya pamit Pak, Assalamu'alaikum." Sahut tukang ojek seraya memarkirkan motornya.

__ADS_1


Dengan nafas yang tersengal, Kak Gery segera menghampiri ruang persalinan sambil berlarian di sepanjang lorong Rumah Sakit. Hingga akhirnya dia menemukan ruangan dimana sang istri sedang melenguh kesakitan menahan rasa nyeri yang menyerangnya di sekujur tubuh.


Brakk...


Pintu ruangan persalinan pun terdengar terbuka secara kasar dan memunculkan sosok yang sedari tadi Tiwi tunggu.


"Aby!" Ucap Tiwi seraya menahan rasa sakit.


"Aby disini, Yang! maafin Aby, ya! Aby terlambat temani Ayang!" Sahut Kak Gery seraya menggenggam dan menciumi sebelah tangan Tiwi.


"Aby, akh... Tiwi gak kuat lagi, By " Pekik Tiwi terus meringis menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


"Kamu pasti bisa, Yang!" Ucap Kak Gery.


"Dokter, berapa lama lagi proses persalinannya? istri saya sudah tersiksa, Dok! cepat tangani dia sekarang juga!" Ucap Kak Gery pada Dokter yang tengah bersiap menangani Tiwi.


"Maaf pak, sebenarnya tadi kami sudah mau menindak pasien, namun pasien bersi kukuh ingin menunggu, Bapak!" Sahut Dokter yang sudah stand by sejak Tiwi di bawa ke ruang bersalin.


"Baiklah Pak, jika Bapak mau menemani pasien, sebaiknya Bapak berdiri di dekat bagian kepala ranjang aja. Biar kami mudah menindak pasien nantinya!" Seru Sang Dokter yang segera di patuhi Kak Gery


"By... jangan marah-marah, akh..." Ucap Tiwi yang di susul pekikan karena serangan nyeri di perutnya yang kembali terasa.


"Iya, Yang! Aby gak akan marah-marah lagi! Ayang yang kuat, ya! Ayang pasti bisa." Sahut Kak Gery seraya menghujani pucuk kepala Tiwi dengan ciuman.


Dokter segera melancarkan aksinya menangani Tiwi. Hingga beberapa puluh menit kemudian Dokter telah menyatakan jika operasi caesar yang mereka lakukan pada Tiwi telah selesai dan segera memberikan seorang bayi mungil yang begitu tampan setelah bayi tersebut berhasil di bersihkan dari sisa-sisa kotoran yang menempel di tubuhnya.


"Selamat Pak, anak anda laki-laki," Ucap Suster yang membantu proses persalinan Tiwi seraya menyerahkan bayi mungil nan tampan kepangkuan Ayahnya.



"Ma Syaa Allah, akhirnya jagoan Aby launching juga! makasih banyak ya, Bun! Bunda udah berjuang mati- matian demi memberi Aby gelar Ayah! Aby makin sayang dan cinta sama Bunda!" Ucap Kak Gery seraya mencium kening Tiwi dan beralih menatap wajah sang putra yang begitu tampan dan menggemaskan.


"Bunda? Kenapa Aby panggil Tiwi, Bunda?" Tanya Tiwi yang merasa heran dengan panggilan suaminya yang tiba-tiba berubah.

__ADS_1


"Mulai sekarang, Aby bakal panggil Ayang Bunda kalau di depan anak kita, tapi kalau kita berduaan, Aby akan tetap panggil, Ayang. gak apa-apa, kan?" Sahut Kak Gery.


"Iya, boleh! By, Tiwi mau liat wajah anak kita!" Seru Tiwi seraya menarik ujung jas suaminya.


"Ini, Yang! dia benar-benar tampan, ya!" Sahut Kak Gery seraya mendekatkan wajah sang putra pada istrinya.


"Ma Syaa Allah, By! Tiwi bener-bener masih belum percaya udah lahirin putra kita," Ucap Tiwi.


"Ayang yang terhebat, Aby bener-bener beruntung memiliki kalian di hidup, Aby." Sahut Kak Gery penuh syukur.


"Tiwi juga beruntung memiliki jagoan-jagoan seperti kalian, By!" Ucap Tiwi menimpali seraya menatap putranya yang berada di gendongan sang suami.


"Kalau gitu, Ayang istirahat aja sekarang! biar Aby yang jaga jagoan kita, Aby juga mau sekalian kumandangkan Adzan dulu di telinganya!" Tutur Kak Gery yang tak tega melihat wajah pucat sang istri selepas melahirkan putranya.


"Iya, By! Tiwi emang udah cape banget, Tiwi titip putra kita, ya!" Sahut Tiwi.


"Iya, Yang!" Ucap Kak Gery seraya mengecup kening Tiwi kembali sebelum membawa sang putra untuk di perdengarkan Adzan dari mulutnya sendiri.


Tiwi begitu bahagia dan merasa sangat lega setelah mengetahui putranya terlahir dengan sempurna dan selamat. Rasa lelah yang benar-benar menyergapnya, membuatnya begitu mudah untuk terlelap setelah proses persalinannya.


"Allahuakbar, Allahuakbar...." Kumandang Kak Gery mengadzani sang putra setelah berpindah ke ruangan yang di tunjuk suster sebagai ruangan istrinya kelak setelah di pindahkan dari ruangan bersalin. Sementara itu, Tiwi masih harus menyelesaikan beberapa tahap pengobatan terlebih dahulu sebelum dia menyusul di pindahkan ke ruangan tersebut.


.


.


.


.


.


See you next episode 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2