CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 57.


__ADS_3

"Bro... lama tidak bertemu, apa kabar?" Sapa Kak Haikal.


"Alhamdulillah, ana baik, Kal! ente sendiri bagaimana kabarnya?" Sahut Kak Gery.


"Baik dong! Oh iya, elo sama siapa ke sini? bokap sama nyokap Lo gak ikut?" Tutur Kak Haikal bertanya.


"Ana sama mereka ko, ini ana mau cari Umi, tadi beliau masuk belakangan soalnya," Sahut Kak Gery menjelaskan.


"Oh gitu ya, eh itu kan nyokap gue sama nyokap Lo Ger, tapi... mereka sama siapa itu? cantik banget, rasanya gue baru kali ini liat itu cewek!" Tutur Kak Haikal.


"Oh, mereka udah masuk juga ya! syukur deh," Sahut Kak Gery yang di hampiri Uminya, Bu Retno dan Tiwi.


"Ger, kamu udah dapat, tempatnya?" Tanya Umi Kak Gery setelah mereka saling berhadapan.


"Udah Mi, Ayah sudah menunggu kita di sana, ayo Mi, Sayang!" Seru Kak Gery sambil menekankan kata sayang nya.


"Sayang?" Gumam Kak Haikal.


"Jeng Retno mau duduk bareng kita juga gak? biar nanti sekalian Gery Carikan kursinya!" Tutur Umi Kak


Gery.


"Gak usah jeng, aku juga udah minta Haikal dan Papanya carikan kursi ko tadi, kalau gitu nanti kita ngobrol bareng lagi ya Jeng, mari nak Tiwi, nak Gery," Sahut Bu Retno ramah.


"Mih, Mamih kenal sama cewek yang tadi sama Tante Mirna?" Tanya Kak Haikal setelah mereka duduk di


kursinya.


"Kenapa? kamu naksir ya, anaknya memang cantik sih, selain itu dia juga begitu sopan dan ramah," Sahut Bu Retno.


"Wah, Mamih juga suka ya sama cewek tadi, kenalin sama Ikal dong, Mih!" Bujuk Kak Haikal.


"Jangan ngarep kamu Kal, Mamih gak mau ya kalau kamu jadi perusak hubungan orang!" Tutur Bu Retno tegas.


"Yah Mamih... mereka kan belum tentu menikah selama janur nya belum melengkung, jadi Ikal masih bebas pepet Mih" Sahut Kak Haikal.


Pletak...


"Awww!!" Ringis Kak Haikal setelah mendapat sentuhan di dahinya.


"Awas saja kalau kamu sampai nekad! Mamih gak akan segan tarik semua aset yang kamu nikmatin selama ini?" Ancam Bu Retno yang sudah hafal dengan sifat anaknya.


Tak lama kemudian acara pernikahan pun di gelar, mereka semua begitu antusias saat menanti penampakan pengantin perempuan yang akan segera di bawa keluar oleh dayang-dayang yang cantik.


"Wah, Mamih dengar gaun pengantin perempuannya rancangan Jeng Mirna loh, Pah!" Bisik Bu Retno pada


suaminya.


"Wajar saja lah Mih, Jeng Retno kan teman baik istrinya Budiono juga, jadi mereka pasti saling mendukung satu sama lain, seperti keluarga kita dan keluarganya juga, mereka itu benar-benar orang-orang yang baik ya, Nih!" Sahut suami Bu Retno.


"Benar banget Pah, mereka itu betul-betul keluarga yang baik banget, gak ada sikap negatif sedikit pun dari mereka, apa lagi sepertinya sebentar lagi mereka juga akan menikahkan anaknya Pah, Mamih jadi semakin iri sama mereka, calon menantunya benar-benar cantik dan ramah loh, Pah!" Tutur Bu Retno panjang lebar.

__ADS_1


"Hm... semoga saja anak kita juga kelak mendapatkan calon yang sama baik dan cantiknya ya, Mih!" Seru suami Bu Retno.


"Aamiin... Pah, yah... Mamih jadi ketinggalan bagian pentingnya deh, Papah sih ajakin Mamih ngobrol terus," Rajuk Bu Retno.


"Lah... bukannya tadi Mamih yang pertama cerita sama Papah ya? kenapa sekarang jadi Papah yang di salahkan?" Sahut suami Bu Retno tak terima.


Setelah melewati serangkaian acara, akhirnya mereka semua menikmati hidangan yang di suguhkan oleh pribumi.


"Sayang, kamu makan yang banyak ya, perjalanan kita kan nanti akan lama lagi, Kakak gak mau kamu sakit lagi nanti kalau hanya makan sedikit," Tutur Kak Gery sambil memperhatikan porsi makan Tiwi.


"Tapi Yang, bukannya makan terlalu berlebihan itu tidak baik, ya! Tiwi makan secukupnya saja ya," Sahut


Tiwi.


"Hm... kalau sudah seperti itu Kakak gak bisa ngomong lagi deh," Ucap Kak Gery yang membuat Tiwi terkekeh.


Tiba-tiba Kak Haikal menghampiri mereka yang sedang asik menyantap hidangannya.


"Bro kalian asik banget makannya, gue ikut gabung ya!" Seru Kak Haikal setelah berhasil menghampiri Kak Gery dan Tiwi.


"Astagfirullah, ente bikin ana terkejut aja, Kal! ya udah duduk aja! Yang, kamu gak apa-apa, kan?" Tanya Kak Gery menatap Tiwi cemas.


"Tiwi gak apa-apa ko, sebaiknya kita habiskan dulu aja makanannya, tidak baik jika kita berbicara saat makan Kak," Ucap Tiwi yang membuat Haikal terkagum-kagum.


"Perfectly! si Gery nemu dimana, ya? gue harus pepet terus nih!" Gumam Kak Haikal dalam hatinya.


Setelah selesai menyantap hidangannya, Tiwi berpamitan ke toilet sebentar karena ingin membenarkan riasannya. Namun tak di sangka, ternyata saat itu Kak Haikal membuntutinya dan


"Kak, Tiwi ke toilet sebentar ya!" Tutur Tiwi sambil beranjak.


"Jangan lama-lama ya, Yang! apa perlu, Kakak antar?" Tawar Kak Gery.


"Gak perlu, Kak! Tiwi hanya sebentar saja ko," Tutur Tiwi.


Kak Haikal yang melihat peluang untuk mendekati Tiwi pun akhirnya ikut beranjak dan berpamitan pada Kak Gery dengan alsan ingin menemui Mamih nya.


"Gue juga samperin nyokap dulu ya, Ger!" Ucap Kak Haikal sambil beranjak dari duduknya.


"Oh, iya Kal silahkan," Sahut Kak Gery sedikit curiga.


Setelah selesai membenarkan riasannya, Tiwi segera kembali untuk menemui Kak Gery. Namun, saat hendak kembali Tiwi sempat di hadang oleh Kak Haikal yang memaksanya untuk ikut bersamanya.


"Hai... sepertinya kita belum berkenalan dengan benar ya tadi!" Tutur Kak Haikal yang sengaja menunggu Tiwi di depan toilet.


"Astagfirullah," Ucap Tiwi sambil mengelus dadanya


"Kalau di lihat-lihat, Lo cantik juga! hubungan Lo sama si Gery udah seberapa jauh?" Tutur Kak Haikal.


"Maaf Kak, Tiwi harus segera kembali, permisi!" Sahut Tiwi seraya melenggang.


Namun langkahnya terhenti ketika Kak Haikal langsung mencengkram pergelangan tangannya dengan kuat.

__ADS_1


"Kenapa buru-buru sekali? Lo mau menghindar dari gue ya!" Ucap Kak Haikal sambil tersenyum menyeringai.


"Kakak sebenarnya mau apa? biarkan Tiwi kembali ya, Tiwi harus segera menghampiri Kak Gery sekarang!" Seru Tiwi dengan suaranya yang sudah mulai bergetar.


"Hm... gak semudah itu cantik! Lo belum mau mengenalkan diri Lo dengan benar sama gue, jadi Lo harus ikut gue sekarang!" Sahut Kak Haikal memaksa seraya menarik tangan Tiwi.


"Lepas, Kak! Tangan Tiwi sakit! Tiwi gak mau pergi sama Kakak, Tiwi mau kembali ke Kak Gery!" Mohon Tiwi sambil berusaha melepaskan pergelangan tangannya yang di cekal Kak Haikal.


"Diam, cantik! gue gak akan bermain kasar kalau Lo gak berontak seperti ini!" Sahut Kak Haikal.


Tiwi berusaha berteriak, namun dengan kecepatan kilat Kak Haikal segera membungkam mulut mungil Tiwi dengan tangan besarnya itu. Saat ini, Tiwi benar-benar tak berdaya karena Kak Haikal menyekapnya dengan begitu kuat dan erat. Beruntung Kak Gery segera datang karena cemas sang tunangan tak kunjung kembali.


"Brengsek kamu, Kal!" Ucap Kak Gery seraya melayangkan satu bogem mentah di wajah Kak Haikal.


Bugh...


"Berani-beraninya ente sekap tunangan ana seperti ini!" Geram Kak Geri sambil menarik Tiwi kedalam pelukannya.


"Kak, sebaiknya kita pergi dari sini saja!" Seru Tiwi sambil terisak.


"Tapi, Yang! Kakak harus kasih dia pelajaran dulu, dia gak boleh seenaknya seperti ini sama kamu!" Geram


Kak Gery penuh emosi.


"Sudah! biarkan saja Kak! sebaiknya bawa Tiwi pergi sekarang, Tiwi ingin menenangkan diri!" Sahut Tiwi sambil memelas.


"Hm... baiklah sayang, ayo!" Seru Kak Gery mengalah.


"Tiwi ingin pulang sekarang, Kak!" Ucap Tiwi lagi.


"Baiklah! Tapi sebaiknya kamu tenangkan diri dulu ya, sayang! Kakak tidak ingin kamu pulang dalam keadaan seperti ini, Ibu sama Ayah pasti khawatir jika mengetahui kondisi kamu seperti ini!" Sahut Kak Gery sambil mengusap kepala Tiwi.


"Hm... Tiwi benar-benar takut, Yang!" Ucap Tiwi sambil terisak dalam pelukan Kak Gery.


Saat itu Kak Gery memilih membawa Tiwi ke roof top gedung, agar dia bisa menghirup udara segar dan menenangkan diri.


"Yang! maafkan Kakak ya! seharusnya, tadi Kakak temani kamu ke toilet, tapi..." Tutur Kak Gery yang


langsung di sanggah oleh Tiwi setelah mereka berdua tiba di roof top.


"Sudahlah... Tiwi tidak ingin membahasnya lagi," Sahut Tiwi yang masih dipeluk Kak Gery sambil berdiri memandang pemandangan kota dari atas roof top gedung.


.


.


.


.


.

__ADS_1


See you next episode... 😘😘😘


__ADS_2