CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 105.


__ADS_3

"Sayang, kamu ternyata disini, ya! kita ganti baju sekarang yuk!" Seru Umi Kak Gery menghampiri.


"Umi, Tiwi boleh gak pakai gaunnya, gak? Tiwi malu, Mi! gaunnya terlalu mewah," Ucap Tiwi sedikit pelan namun masih bisa di dengar oleh Umi Kak Gery.


"Kenapa harus malu, sih nak! udah yuk, kita ganti sekarang!" Seru Umi Kak Gery seraya menarik tangan Tiwi agar beranjak dari duduknya. Al hasil, mau tak mau Tiwi pun beranjak dan berdiri di samping Umi Kak Gery.


"Pergilah, Yang! kamu pasti semakin cantik dengan gaun itu," Sahut Kak Gery yang ikut menyuruh Tiwi untuk berganti.


"Hm... Baiklah Umi," Jawab Tiwi.


Setelah beberapa menit, suara ketukan pintu terdengar menggema, di ruangan yang kini Tiwi gunakan untuk mengenakan gaun yang tempo hari dia coba.


Tok... tok... tok...


"Siapa?" Teriak Umi Kak Gery membantu Tiwi memeriksa siapa yang mengetuk pintu.


"Gery, Mi! Kalian udah selesai, kah?" Seru Kak Gery dari balik pintu.


"Bentar lagi, Ger! kamu tunggu di tempat tadi aja, nanti Umi bawa Tiwi ke sana kalau udah selesai!" Tutur Umi Kak Gery yang tak membuka sedikit pun pintu ruangan tersebut.


"Hm... ok deh Mi, Gery tunggu ya!" Sahut Kak Gery.


...****************...


"Yang, kamu ko terlihat pucat, kamu sakit ya? jangan bilang kamu belum makan apa pun dari pagi" Ucap Kak Iman khawatir.


"Tata kan harus menjaga tubuh biar tidak melar Kak, Tata ingin terlihat sempurna di hari bahagia kita ini!" Tutur Tata.


"Ya ampun, tapi gak harus menyiksa diri seperti ini juga, Yang! apa kamu pikir Kakak akan bahagia melihat kamu sakit? Ya udah, tunggu sebentar ya! biar Kakak ambilkan beberapa makanan dulu buat kamu," Sahut Kak Iman melenggang ke arah meja hidangan.


"Eh, Kak Iman kenapa ambil makanan sendiri? terus si Tata gimana di pelaminan, kok malah di tinggal sih?" Ucap Seru Andrina setelah melihat Kak Iman yang sibuk memilih makanan untuk istrinya.


"Kakak ambilkan makanan buat Tata, Drin! kasihan dia, sepertinya dia sengaja gak makan deh dari pagi, wajahnya sampai terlihat pucat barusan!" Sahut Kak Iman yang langsung bergegas kembali ke pelaminan.


"Astagfirullah... Kak, aku jadi khawatir sama Tata, jangan-jangan dia sakit lagi!" Ucap Andrina cemas.


"Tata udah ada suaminya, Yang! kamu gak usah cemas lagi! Iman pasti jagain dia dengan baik," Sahut Kak Haikal.


"Hm... iya juga sih, semoga aja, Kak Iman bisa menjaganya dengan baik," Lirih Andrina.


"Kalau gitu kita kembali duduk di meja tadi aja yuk!" Seru Kak Haikal.


"Ok!" Sahut Andrina seraya melangkahkan kakinya menuju tempat mereka semula duduk.


...****************...

__ADS_1


"Kak, make up-nya natural aja ya, Tiwi gak mau terlalu menor!" Pinta Tiwi.


"Tenang aja Wi, percayakan aja sama kita berdua, lagi pula kamu kaya yang baru aja kita dandani deh, kita


kan udah beberapa kali merias kamu, Wi!" Sahut Kak Rara MUA langganan Umi Kak Gery.


"He... iya juga ya, Kak! Tiwi cuma kurang percaya diri aja kok, soalnya gaun yang Tiwi gunakan sekarang benar-benar terlalu mewah, Tiwi jadi gak percaya diri pakainya," Tutur Tiwi masih merasa tak pantas dengan gaun yang di kenakan.


"Udahlah, sayang! kamu jangan bicara seperti itu terus, kamu pantas ko menggunakan gaun ini, benarkan Ra, Feb?" Ucap Umi Kak Gery meminta dukungan dari kedua MUA langganannya itu.


"kamu itu udah dasarnya cantik, Wi! jadi mau pakai gaun seperti apa pun kamu pasti terlihat cantik mengenakannya, lagi pula gaun seperti ini menurut Kakak sangat cocok ko kalau di gunakan untuk acara seperti sekarang!" Tutur Kak Feby.


"Hm... gitu ya, Kak! maafkan Tiwi ya, Mi! Tiwi malah mengeluh terus dari tadi," Lirih Tiwi.


"Gak apa-apa sayang, Umi mengerti ko!" Sahut Umi Kak Gery seraya tersenyum teduh.


Tak butuh waktu yang lama, Tiwi akhirnya selesai di rias dan segera di giring calon mertuanya untuk menemui sang kekasih hati.


"Kak Gery, Tiwi kemana? bukannya tadi dia sama Kakak, ya?" Tanya Andrina setelah menghampiri Kak Gery bersama suaminya.


"Dia lagi ganti gaun, Drin! kayanya sebentar lagi juga selesai deh," Sahut Kak Gery.


Dan benar saja, tak lama setelah Kak Gery berbicara. Umi Kak Gery menghampirinya bersamaan dengan seseorang yang sudah dia tunggu-tunggu sejak tadi.


"Ger!" Panggil Umi Kak Gery.


Seketika tubuhnya membeku di tempat, kedua mata Kak Gery seperti enggan berkedip menyaksikan ciptaan Yang Maha Kuasa yang begitu sempurna di hadapannya.


"Ma Sya Allah, Wi! kamu cantik banget!" Seru Andrina yang langsung menghampiri Tiwi dan membingkai wajah sahabatnya itu dengan kedua tangannya.


"Makasih, Drin! tapi aku gak terlalu mencolok kan dengan gaun mewah ini?" Bisik Tiwi yang masih merasa kurang percaya diri.


"Gak, ko! kamu gak mencolok, Wi! tapi kamu benar-benar bersinar," Tutur Andrina lantang seraya terkekeh.


"Haist! dasar Andrinot! gak bisa pelan sedikit apa ngomongnya!" Sahut Tiwi yang membuat sahabatnya itu kian terkekeh.


"Yang, kamu terlihat makin cantik dengan gaun ini," Ucap Kak Gery menghampiri.


"Makasih, Kak!" Jawab Tiwi seraya tersipu.


"Ayo, kita ke pelaminan sekarang!" Ajak Kak Gery yang membuat Tiwi bingung.


"Mau apa, Kak?" Tanya Tiwi mengerutkan keningnya yang membuat Kak Gery begitu gemas melihatnya.


"Kita kan belum memberi ucapan selamat pada Tata dan Iman, Yang! atau... kamu emang mau yang lainnya ya!" Tutur Kak Gery yang sengaja menggoda di akhir ucapannya.

__ADS_1


"Ihh.... kenapa Kakak gak bilang dari tadi sih, ya udah ayo!" Seru Tiwi dengan pipi yang sudah memerah seperti udang rebus.


"Dasar anak-anak! makin hari tingkahnya semakin menggemaskan aja," Gumam Umi ka Gery seraya menggelengkan kepalanya.


Di pelaminan, Tiwi sempat di kira pengantin bersama Kak Gery. Karena pada saat Tiwi dan Kak Gery menghampiri ke pelaminan, Tata dan Kak Iman sedang berganti pakaian. Alhasil Tiwi dan Kak Gery pun menggantikan sementara sepasang pengantin baru itu di pelaminan.


"Loh, kok Tata sama Kak Imannya gak ada, Kak?" Ucap Tiwi.


"Ger! kalian gantikan Tata dulu ya, mereka sedang ganti pakaian dulu soalnya, sepertinya Tata masuk angin juga, tuh!" Seru Ayah Tata meminta bantuan pada Kak Gery.


"Oh, pantas aja mereka gak ada! Gery bantu dengan senang hati, deh! hitung-hitung latihan jadi pengantin, ayo Yang!" Sahut Kak Gery membantu Tiwi melangkah ke pelaminan.


"Kak, apa gak apa-apa ya kita gantikan Tata sama Kak Iman kaya gini? nanti kalau mereka kira kita yang menikah giman?" Bisik Tiwi merasa risih.


"Udah tenang aja, kita nikmati dulu aja momen latihan jadi manten ini!" Kekeh Kak Gery.


"Ihh... ko Kak Gery malah semangat banget, sih! dia gak malu apa ya?" Batin Tiwi.


Satu jam lebih Tiwi dan Kak Gery menggantikan Tata dan Kak Iman. Hingga akhirnya mereka kembali setelah Tata sedikit membaik dan terlihat lebih segar.


"Wi, maaf ya aku jadi merepotkan kalian berdua!" Seru Tata menghampiri.


"Alhamdulillah, akhirnya kalian datang juga," Ucap Tiwi merasa lega.


"Ya udah, kalian istirahat aja sekarang, pasti kalian capek, kan!" Seru Kak Iman.


"Ya udah bro, sekali lagi selamat ya untuk pernikahannya, semoga samawa till Jannah ya!" Sahut Kak Gery merangkul sahabatnya itu sambil menepuk-nepuk punggungnya.


"Ta, Barokallah ya! semoga pernikahan kalian samawa, semoga juga kalian cepat dapat momongan," Ucap Tiwi seraya memeluk erat sahabatnya.


Setelah mengucapkan selamat, Tiwi dan Kak Gery kini menikmati hidangan yang di suguhkan di atas meja yang berjejer rapi di hadapan mereka.


"Yang, kamu mau makan apa? Kakak ambilkan ya!" Seru Kak Gery.


"Tiwi ambil sendiri aja Kak, Kakak juga kan belum makan, jadi kita ambil masing-masing aja ya biar bisa makan sama-sama," Sahut Tiwi.


.


.


.


.


.

__ADS_1


See you next episode... 😘😘😘


__ADS_2