
"Wa'alaikumsalam. Ayo masuk, Ger!" Seru Kak Desi setelah membukakan pintu.
"Ayah sama Ibu kemana, Kak? ko, tumben sepi?" Tanya Tiwi seraya mencari keberadaan keluarganya yang lain.
"Mereka ada di teras belakang, Wi! ayo kita ke sana! kebetulan Kakek juga ada, lagi main catur sama Mas Candra," Seru Kak Desi.
"Wah, ternyata lagi pada kumpul, ya! ayo By kita ke sana!" Seru Tiwi mengajak suaminya ikut menghampiri keluarganya.
Setibanya di teras belakang rumah, kedua sejoli itu langsung mendaratkan bokongnya di sofa single yang di letakkan bersebelahan setelah mereka menyalami tangan orangtua mereka satu--persatu.
"Kalian jadi, ya pergi hari ini?" Tanya Kakek Tiwi memastikan.
"Iya, Kek! makanya Gery sama Tiwi mau minta doa dan restunya sama kalian! semoga perjalanan kami berjalan lancar dan gak ada hambatan apa pun!" Sahut Kak Gery.
"Aamiin, doa dan restu kami selalu menyertai kalian, nak! Semoga apa yang di cita-citakan kalian bisa segera terwujud ya!" Tutur Ayah Tiwi menyahut.
"Bang Candra kapan berangkat bertugas lagi?" Tanya Tiwi.
"In Sya Allah Minggu depan, Wi! maaf ya, waktu akad kalian Abang gak bisa pulang!" Sahut bang Candra, yang tak lain suami Kak Desi.
"Gak apa-apa, Bang! lagi pula waktu itu acaranya memang mendadak, benar kan By?" Tutur Tiwi meminta pembenaran dari suaminya.
"Bener, Bang! waktu itu emang dadakan banget, akadnya! doakan aja ya, Bang! supaya kita bisa segera mendapat momongan dalam waktu dekat ini," Sahut Kak Gery.
"Abang sama keluarga pasti doakan kalian, Ger! Abang titip Tiwi, ya! biar pun dia cuma adik ipar Abang, tapi Abang benar-benar menyayanginya seperti adik kandung sendiri. Jadi tolong jaga dan bahagiakan dia sebaik mungkin, ya!" Ujar Bang Candra yang membuat semua orang terharu.
Bang Candra merupakan anggota TNI angkatan darat yang selalu di tugaskan berpindah-pindah daerah. Sehingga waktu pulangnya pun tak sesering pegawai Negeri sipil lainnya. Namun walau begitu, Bang Candra merupakan sosok suami yang bertanggung jawab pada keluarganya, dia juga sangat menyayangi keluarga istrinya. Karena bagi Candra, keluarga istrinya adalah satu-satunya keluarga yang dia punya saat ini, setelah peristiwa kecelakaan yang merenggut semua anggota keluarganya 10 tahun yang lalu.
__ADS_1
"In Syaa Allah, Gery akan selalu berusaha yang terbaik untuk menjaga dan membahagiakan Tiwi, Bang!" Ucap Kak Gery dengan percaya diri.
Setelah momen mengharukan itu usai, Tiwi dan Kak Gery bersiap mengunjungi bandara untuk melakukan perjalanan mereka ke sebuah Negara yang menjadi pilihan mereka berbulan madu.
"Yang, kamu masih jet lag ya? sini Aby oleskan minyak angin!" Seru Kak Gery setelah mereka berhasil mendarat di bandara Negara yang mereka tuju.
"Makasih ya, By! ha... rasanya benar-benar mual banget," Keluh Tiwi seraya memejamkan matanya dan bersandar pada dada bidang sang suami.
Saat ini, keduanya tengah dalam perjalanan menuju Hotel yang akan mereka gunakan selama berbulan madu.
"Setibanya di Hotel nanti, kamu langsung mandi aja, ya! terus istirahat, rebahan! nanti, biar Aby pesankan makan malam kita melalui layanan Hotel aja!" Seru Kak Gery seraya memijat kening Tiwi dengan lembut.
Selang beberapa menit, akhirnya Tiwi dan Kak Gery tiba di sebuah Hotel bernuansa Eropa yang begitu kental dengan dekorasi klasiknya.
"By, Aby gak salah pilih Hotel, kan? berapa uang yang Aby habiskan untuk bermalam di sini? pasti sangat mahal," Tutur Tiwi seraya memindai sekeliling.
"Gak mahal, ko! Aby cuma pake tiket hadiah yang di kasih Haikal waktu resepsi kemarin! kayanya nanti kita harus berterimakasih banget sama dia! udaranya makin dingin, Yang! sebaiknya kita masuk ke kamar sekarang, ya!" Seru Kak Gery seraya merangkul bahu istrinya.
"Ma Syaa Allah... Aby! ini benar-benar kamar kita?" Tanya Tiwi masih tak menyangka.
"Ini memang kamar kita, Yang! kayanya kita berhutang banyak sama Haikal, dia sampai menyediakan semuanya dengan sangat baik untuk kita!" Tutur Kak Gery mengekor sang istri yang melenggang masuk ke dalam kamar Hotel mengikuti sang pelayan.
"Kayanya Tiwi bakal betah, deh! kamarnya benar-benar nyaman ya, By!" Sahut Tiwi mencoba merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur berukuran king size berbalut sprei ala kerajaan Eropa.
"Syukurlah kalau kamu suka,Yang! Aby pesankan makan malam ya dulu, ya! kamu mandi dulu aja, habis itu Sholat Isya!" Seru Kak Gery seraya menghampiri pelayan Hotel yang sudah menunggunya di luar kamar.
Tanpa membantah, Tiwi segera melenggang ke arah kamar mandi yang ternyata tak kalah indah dengan kamar mandi kerajaan yang sering dia lihat lewat layar televisi maupun sosial media. Tiwi mencoba mencelupkan tubuh lelahnya ke dalam air hangat yang sudah dia sediakan sebelumnya untuk berendam.
__ADS_1
"Yang, Aby ikut mandi juga, ya!" Seru Kak Gery yang tiba-tiba masuk begitu saja.
"Ihhh... Aby, Tiwi kan masih malu kalau mandi berdua, Aby tunggu bentar lagi ya, Tiwi cuman berendam sebentar, ko!" Sahut Tiwi seraya menenggelamkan tubuh polosnya ke dalam bathtub yang penuh busa sabun.
"Kenapa harus malu, sih! Aby kan sekarang udah jadi suami, kamu!" Ucap Kak Gery seraya menghampiri istrinya yang masih bersembunyi di balik busa sabun.
"Aby, stop! kalau Aby emang mau itu sekarang, kita lakukan di kamar aja, jangan disini, ok!" Sahut Tiwi yang langsung membuat Kak Gery berseringai.
"Emang, Ayang beneran udah siap?" Goda Kak Gery.
Pasalnya selama Tiwi belum di nyatakan sembuh total oleh Dokter, Kak Gery tidak berani menjamah istrinya karena tak tega dengan keadaan Tiwi. Sehingga pria dewasa itu harus bersabar menahan keinginannya tersebut hingga waktu yang tepat.
"I...iya mau gimana lagi, siap gak siap Tiwi gak boleh nolak, kan! tapi jangan di sini ya, By!" Gugup Tiwi.
"Jadi beneran mau, nih?" Sahut Kak Gery yang ternyata belum puas menggoda istrinya.
"Aby.... udah deh! Aby ke luar dulu sana! Tiwi mau bersihin dulu sabun-sabun yang masih nempel, kalau Aby masih di sini, Tiwi gak akan beres-beres mandinya!" Ucap Twi yang membuat Kak Gery terkekeh melihat tingkah sang istri.
"He... ok-ok! Aby keluar sekarang deh, jangan lama lama ya sayang!" Sahut Kak Gery beranjak keluar dari kamar mandi dan segera mendaratkan bokongnya di sebuah sofa yang menghadap pada televisi berukuran besar di kamar Hotel tersebut.
.
.
.
.
__ADS_1
.
See you next episode 😘😘😘