CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 24.


__ADS_3

“Ya ampun!!! Itu orangnya sampai di pukul pakai bantal ya Kak!" Kekeh Tiwi sambil fokus menonton.


“Iya bener Yang, mana sampai berhamburan gitu lagi isi bantalnya!" Sahut Kak Gery tak kalah terkekeh.


“Wah wah wah… kalian lagi pada nonton apa sih sampai tertawa seperti itu?” Tegur Kakek Kak Gery setelah menghampiri.


“Kakek pikir kalian tadi ngobrolin buat ke Yogya, eh taunya malah asik nonton ya," Sahut Kakek Tiwi terkekeh.


“He... iya Kek, tadi kita udah membicarakannya, ko! maaf ya, Tiwi jadi bikin berisik!" Ucap Tiwi tersipu.


"Gak apa-apa nak, justru Kakek yang jadi ganggu kalian, maaf ya! emm... karena ini sudah semakin malam, Kakek mau pamit pulang ya,” Sahut Kakek Kak Gery dengan nada penyesalan.


“Kenapa Kakek tidak menginap saja? kita kan bisa lebaran sama-sama disini Kek!" Tanya Tiwi menyayangkan kepulangan Kakek Kak Gery.


“Lain kali saja ya sayang! Kakek harus pulang sekarang! Ger, ayo! antar Kakek ke mobil!" Seru Kakek Kak Gery seraya mengusap kepala Tiwi dengan lembut.


"Yang, Kakak pulang dulu ya! tolong sampaikan pamit Kakak sama orangtua kamu ya, nanti Kakak telepon kamu kalau udah sampai rumah, ok!" Bisik Kak Gery.


"Iya Kak, kalian hati-hati di jalan ya!" Sahut Tiwi seraya melambaikan tangannya.


"Semoga kalian selamat sampai rumah ya Bas, Ger!" Timpal Kakek Tiwi sambil mengusap punggung Kak Gery yang sedang mencium tangannya untuk berpamitan.


"Aamiin... Terimakasih ya, Mat! kalau begitu kita pamit dulu, Assalamu'alaikum." Ucap Kakek Kak Gery seraya melenggang dengan bantuan Kak Gery.


Setibanya di rumah, Kak Gery segera menelepon Tiwi untuk memberi kabar padanya.


“Alhamdulillah akhirnya sampai juga, duh... punggung Kakek rasanya remuk semua nih, Kakek duluan ke kamar ya Ger,” Tutur Kakek Kak Gery sambil melenggang ke kamarnya.


“Iya Kek, Gery masukan mobil dulu ke garasi deh!" Sahut Kak Gery yang langsung kembali keluar rumahnya untuk memarkirkan mobilnya di garasi rumah.


Sambil beristirahat Kak Gery menyempatkan menelepon Tiwi sebelum tidur.


“Alhamdulillah akhirnya bisa rebahan juga, kira-kira Tiwi udah tidur belum ya? aku coba telepon deh," Gumam Kak Gery sambil mencari kontak Tiwi di hpnya.


"Assalamu’alaikum... Yang, kamu belum tidur kan?” Sapa Kak Gery setelah sambungan teleponnya terhubung.


“Wa'alaikumsalam, ini baru saja mau Kak! Kakak sudah sampai rumah ya?“ Jawab Tiwi di sebrang telepon.


“Iya Yang, kalau gitu kamu tidur aja sekarang, Kakak sepertinya sebentar lagi mau ke masjid untuk takbiran, jangan lupa berdoa ya!" Tutur Kak Gery sebelum mengakhiri sambungan teleponnya.


“Kakak yang semangat ya takbirannya, Assalamu'alaikum,” Ucap Tiwi yang akhirnya mengakhiri sambungan telepon mereka malam itu.

__ADS_1


Keesokan harinya, Hari Raya Idul Fitri pun tiba. Hari itu rumah Tiwi benar-benar ramai di kunjungi sanak


saudaranya. Alih-alih bisa menghubungi Kak Gery, Tiwi saat itu sangat sibuk hingga tak memiliki waktu untuk sekedar merebahkan diri.


“Assalamu’alaikum… Pak, maafkan Budi lahir dan batin ya!" Ucap Pak Budi, Om nya Tiwi sambil memeluk kakek Tiwi.


“Iya Bud, Bapak maafkan! Bapak juga minta maaf sama kalian ya, Bapak jarang berkunjung ke rumah kalian,” Sahut Kakek Tiwi setelah melerai pelukannya.


“Tidak apa-apa Pak, justru seharusnya Budi yang sering mengunjungi Bapak!" Tutur Om Budi seraya beralih menuju Ayah Tiwi.


"Kak! aku juga minta maaf lahir dan batin ya!" Ucap Om Budi seraya memeluk Ayah Tiwi.


“Sama-sama Bud, aku juga minta maaf ya kalau ada salah!” Sahut Ayah Tiwi sambil melerai pelukannya.


“Oh iya! dengar-dengar, kemarin Tiwi udah ada yang melamar ya?” Tanya Om Budi setelah duduk kembali di atas tikar yang sengaja keluarga Tiwi gelar supaya rumahnya terasa lebih luas.


“Iya Bud, maaf ya kami tidak memberi tahu kalian kemarin, soalnya acaranya benar-benar mendadak, jadi kami tidak sempat memberi tahu keluarga yang lain, tapi In Sya Allah dalam waktu dekat, kami akan mengadakan syukurannya Bud, kalian nanti datang ya!" Seru Ayah Tiwi.


“Oh begitu ya Kak, In Sya Allah nanti Budi datang deh,” Sahut Om Budi seraya menyeruput air mineral kemasan yang di suguhkan.


Sementara di ruang makan, Tiwi dan keluarga lainnya berkumpul untuk menyantap makanan yang tersedia. Tiwi pun menyajikan pudding dan kue-kue yang di buatnya dari hari kemarin.


“Wah… rajin kamu Wi, boleh deh satu potong!" Sahut Tante Tiwi sambil menyuapkan satu sendok potongan puding ke dalam mulutnya.


“Assalamu’alaikum, Eh... Fit! kamu sudah sampai ya?! sama siapa aja?" Tutur Bi Atik yang baru saja tiba di rumah Tiwi dan langsung menghampiri sanak saudaranya di ruang makan rumah Tiwi.


"Fitri bareng anak-anak sama Mas Budi Kak! mohon maaf lahir dan batin ya, Kak!" Tutur Tante Fitri sambil


memeluk Bi Atik setelah menjawab salam sebelumnya.


"Sama-sama Fit, mohon maaf lahir dan batin juga ya," Sahut Bi Atik seraya melerai pelukan mereka.


“Sini Bi! cobain puding buatan Tiwi!" Seru Tiwi sambil menyerahkan satu potong puding yang sudah dia taruh di piring kecil khusus pudingnya.


“Wah... kamu pinter juga bikin pudingnya Wi! nanti Bibi minta resepnya ya," Puji Bi Atik setelah mencoba puding buatan Tiwi.


“Siap Bi!" Sahut Tiwi.


Tak lama kemudian Tiwi mendapat telepon dari Kak Gery yang hendak mengucapkan Selamat Hari Raya.


Kring.... kring....

__ADS_1


“Sebentar ya, Tiwi angkat telepon dulu!" Ucap Tiwi seraya sedikit menjauh dari kerumunan keluarganya yang tengah berkumpul.


"Halo Assalamu’alaikum, Kak?" Sapa Tiwi setelah menerima telepon dari Kak Gery.


“Wa’alaikumsalam… Yang, Taqabbalallahu Minna Wa Minkum ya,” Ucap Kak Gery di sebrang telepon.


“Sama-sama Kak! Kakak lagi apa sekarang? apa gak pergi kemana gitu?” Sahut Tiwi berbasa-basi.


“Kakak gak jadi pergi, tadinya sih Kakak mau ke rumah Bude Laras, tapi mereka sudah pada datang sendiri ke sini, jadi Kakak diam di rumah deh! Yang, Kakak kangen sama kamu, kamu kangen gak sama Kakak?” Gombal Kak Gery dengan nada manjanya.


“Ya udah kalau Kakak memang kangen datang ke sini aja! kebetulan Tiwi punya sesuatu buat Kakak, lo!" Sahut Tiwi.


“Wah... Kakak jadi penasaran nih, tapi sepertinya Kakak gak mungkin ke rumah kamu sekarang, Yang! di sini juga masih banyak keluarga Kakak yang berdatangan,” Sesal Kak Gery.


“Emm... gitu ya! oh iya, besok sore Kakak ada acara gak? kalau gak ada temani Tiwi beli bekal buat lusa ya!” Seru Tiwi mengalihkan pembicaraan.


“Boleh, kebetulan besok Kakak gak ada jadwal kemana-mana ko, besok Kakak jemput ya!" Sahut Kak Gery antusias.


“Ya udah, kalau gitu besok selepas Ashar Tiwi tunggu ya!" Ucap Tiwi yang membuat Kak Gery menautkan kedua alisnya.


"Kenapa gak dari pagi aja, Yang?" Tanya Kak Gery.


“Kalau kita pergi dari pagi tokonya belum ada yang buka, Kak! terus kalau siang pasti panas! jadi lebih baik kita belanjanya selepas Ashar aja, biar teduh, gak apa-apa ya!" Bujuk Tiwi memberi alasan.


"Emm... iya juga sih! ya udah, kalau gitu Kakak jemput kamu selepas Ashar ya besok," Ucap Kak Gery menyetujui.


"Ok deh! makasih banyak ya Kak," Tutur Tiwi tulus.


"Sama-sama sayang, apa sih yang gak bisa buat kamu!" Gombal Kak Gery terkekeh sendiri.


“Ish... kakak udah bisa ngegombal ya sekarang?! oh iya, Kakak udah makan belum?" Tanya Tiwi yang kembali mengalihkan pembicaraannya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2