
Satu Minggu kemudian, Tiwi sudah bisa pulang ke rumahnya setelah melalui beberapa rangkaian pengobatan pasca melahirkan. Kak Gery yang sudah berubah menjadi suami siaga semenjak istrinya hamil tua itu, tak pernah jauh dari anak dan istrinya sedetik pun. Bahkan, Kak Gery menyuruh Nino menunda laporannya. Entah itu perihal perusahaan atau pun perihal Viola dan Tami. Kak Gery tak terlalu memikirkannya, baginya yang terpenting saat ini menemani sang istri dan menjaga putra mereka.
"Alhamdulillah, akhirnya sampai di rumah juga." Ucap Tiwi saat mobil milik suaminya itu baru saja terparkir di halaman rumahnya.
"Hati-hati, Bun! Bunda Aby gendong aja ya!" Seru Kak Gery melihat kondisi Tiwi yang masih mengkhawatirkan untuk berjalan sendiri.
"Tiwi udah kuat jalan sendiri, ko By! gak perlu di gendong," Sahut Tiwi yang tak di gubris oleh suaminya.
Dengan cekatan Kak Gery turun dari mobil yang dia kendarai sendiri dan berjalan memutar ke arah pintu mobil di samping Tiwi. Bak pengantin baru yang di boyong mempelai prianya,Tiwi langsung melingkarkan tangannya di leher sang suami agar tak terjatuh.
"Astaghfirullah, Aby ko langsung gendong aja sih, Tiwi kan bisa jatuh, By!" Tegur Tiwi saat suaminya berhasil menggendong tubuh ringkihnya.
"Habisnya, kalau Aby nunggu Bunda mau di gendong kelamaan, nanti baby Al keburu nangis lagi, kan kasihan Bun," Sahut Kak Gery seraya melangkahkan kakinya ke arah kamar mereka.
Setelah sampai di kamarnya, Kak Gery membaringkan Tiwi dengan begitu hati-hati di atas tempat tidur, di susul sang putra yang ternyata di gendong oleh sang Nenek yang ikut mengantarnya pulang ke rumah besar tersebut dengan mobil terpisah.
"Asi nya masih belum mau keluar ya, Wi? coba pompa lagi deh, siapa tau bisa keluar sekarang, kasian cucu Nenek, udah gak sabar ya pengen Mimi dari Bunda," Tutur Ibu Tiwi seraya menimang-nimang cucunya.
"Masih gak mau keluar, Bu! barusan Tiwi udah coba pompa lagi, tapi tetep aja ada keluar. sini, biar Tiwi yang gendong Al, Bu!" Seru Tiwi sambil mengulurkan tangannya untuk menggendong sang putra.
"Kalau gitu coba di susui sama Al langsung aja, Wi! biasanya pompaan Asi dengan hisapan bayi itu beda banget sedotannya! mudah-mudahan aja Al bisa meminumnya sekarang!" Ucap Ibu Tiwi setelah menyerahkan cucunya pada Tiwi.
"Yang, apa Aby beli Booster Asi atau vitamin lainnya aja, ta? biar kamu subur Asi nya," Sahut Kak Gery seraya merogoh saku celananya untuk mencari hpnya dan menghubungi Nino.
"Gimana baiknya aja deh, By!" Tutur Tiwi menimang-nimang putranya yang sedang menggeliat di pangkuannya.
Tak berselang lama, terdengar suara ketukan pintu kamar yang masih terbuka lebar, menampilkan sosok sang mertua yang kebetulan baru saja tiba setelah perjalanan bisnisnya dari luar Negeri.
Tok... tok... tok...
"Assalamu'alaikum," Ucap Umi Kak Gery setelah mengetuk pintu dan menghampiri Tiwi yang sedang menimang putranya.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam, Umi kapan pulang?" Sahut Tiwi setelah mertuanya duduk di samping tempat tidur tempatnya terduduk menimang bayi.
"Baru aja sayang, mana cucu Umi? aih... tampannya cucuku. Yah, coba lihat wajahnya benar-benar perpaduan Ayah Ibu nya, ya!" Seru Umi Kak Gery.
"Iya, Mi! tampan dan menggemaskan. Siapa namanya, nak?" Tanya Ayah Kak Gery.
"Al Rayyan Saleem, Yah!" Ucap Kak Gery membantu menjawab.
"Ma Sya Allah, nama yang sangat baik, semoga kelak Al bisa menjadi penolong kedua orangtuanya di Yaumil Akhir ya, nak!" Tutur Ayah Kak Gery memanjatkan doa untuk cucu pertamanya yang di Aamiinkan oleh semua orang yang berada di dalam kamar Tiwi.
Tak terasa, waktu sudah menjelang malam saat seluruh keluarga Tiwi dan Kak Gery memutuskan untuk pulang ke rumah mereka masing-masing, meninggalkan sepasang suami istri tersebut agar bisa menikmati waktu mereka menjadi orangtua baru di kehidupan mereka sekarang.
"Mumpung Al tidur, Ayang istirahat aja! Aby mau mandi dulu, ya!" Seru Kak Gery membantu Tiwi merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan mengecup keningnya sebelum melenggang ke kamar mandi.
"Aby juga istirahat ya setelah mandi!" Ucap Tiwi yang di angguki Kak Gery sebagai jawabannya.
Kurang lebih 20 menit, Kak Gery akhirnya menyelesaikan aktivitas membersihkan dirinya dan berencana menyusul istrinya yang sudah terlelap di atas tempat tidur. Namun, baru saja Kak Gery hendak memejamkan matanya, suara tangisan baby Al terdengar nyaring memekakkan telinga.
"Astaghfirullah, Al kenapa sayang? Al haus, ya? Aby buatkan miminya dulu ya sayang, Al jangan nangis lagi, nanti Bundanya bisa bangun, kasihan Bunda belum istirahat, nak!" Tutur Kak Gery seraya menggendong bayi tampannya seraya menimang-nimang agar baby Al mau terdiam barang sesaat.
Namun bukannya terdiam, baby Al malah semakin kencang menangis hingga akhirnya membangunkan sang Bunda yang masih terlihat letih setelah seharian ini mengurusi ASI-nya yang masih saja tidak mau keluar.
"Aby, bawa sini! biar Tiwi coba susui lagi, semoga aja ASI-nya mau keluar sekarang!" Seru Tiwi setelah mendudukkan dan bersandar pada sandaran tempat tidur.
"Tapi Ayang pasti masih cape! sebaiknya Aby buatkan Al susu formula aja ya, jadi Ayang bisa tidur lagi," Sahut Kak Gery merasa tak tega melihat istrinya yang harus terbangun lagi.
"Gak apa-apa By, Tiwi masih kuat, ko! lagi pula kalau gak di biasakan di hisap Al, Miminya gak akan keluar-keluar nantinya!" Tutur Tiwi seraya mengulurkan tangannya untuk meminta sang putra di serahkan padanya.
Kak Gery hanya bisa menuruti perkataan istrinya. Karena Kak Gery belum paham betul dengan proses menyusui seorang bayi, jadi Kak Gery memilih mengalah dan tak mau memperdebatkannya lagi.
"Sayangnya Bunda haus ya, nak! kita sama-sama berdoa dulu ya sayang, semoga malam ini Allah kasih jatah Asi kamu keluar, Bismillahirrahmanirrahim," Ucap Tiwi seraya membuka salah satu penutup payud***nya untuk memudahkan sang putra menghisap sumber makanannya saat ini.
__ADS_1
Sejurus kemudian, Al terlihat menghisap kuat put*** Bundanya, seolah-olah Asi jatahnya makan sudah tersedia.
"Aww..." Pekik Tiwi saat merasakan hisapan putranya yang semakin kuat.
"Kenapa, Yang? apa Ayang ada yang sakit lagi?" Cecar Kak Gery seraya mengelus kepala Tiwi khawatir.
"Al kuat banget hisap ASI-nya, By! stttttt!!! sepertinya ASI-nya udah mulai keluar," Tutur Tiwi seraya menahan rasa ngilu di sekujur tubuhnya.
"Alhamdulillah, Al jangan buat Bunda sakit ya sayang, pelan-pelan aja miminya!" Seru Kak Gery seraya menciumi tangan mungil putranya.
"Aby, tolong bawakan kompresan yang tadi dong!" Ucap Tiwi.
"Yang Ayang pake tadi sebelum tidur, ya?" Tanya Kak Gery memastikan seraya beranjak meraih sebuah magic pack yang Tiwi gunakan untuk mengompres payud***nya sebelum tidur.
"Iya By, apa magic packnya masih hangat?" Sahut Tiwi balik bertanya sambil menahan rasa ngilu dari hisapan mulut mungil putranya.
"Masih, Yang! Ayang mau pake lagi, ya?" Sahut Kak Gery kembali beranjak ke atas tempat tidur setelah mendapatkan barang yang istrinya butuhkan.
"Iya By, Tiwi mau sambil kompres miminya supaya gak terlalu ngilu," Tutur Tiwi sambil meletakkan magic pack di atas payud***nya yang di hisap baby Al.
.
.
.
.
.
See you next episode 😘😘😘
__ADS_1