
10 menit kemudian, akhirnya Tiwi selesai membersihkan diri. Dia pun segera melenggang keluar kamar mandi dan segera bergegas ke arah koper yang dia bawa untuk mengambil pakaian. Tiwi berjalan sepelan mungkin agar tak di ketahui sang suami, namun ternyata usahanya itu sia-sia. Tanpa Tiwi tau, Kak Gery sudah ada di belakang tubuhnya dan memeluknya dengan erat.
"Astaghfirullah! Aby ngagetin aja, deh! Tiwi kan mau pake baju dulu!" Ucap Tiwi merajuk.
"Habisnya Ayang wangi, sih! Aby kan jadi makin tergoda jadinya," Sahut Kak Gery melesakkan kepalanya di sela leher sang istri.
"By, Tiwi lapar! kita makan dulu ya, makanannya udah datang, kan?" Tutur Tiwi mencoba bernegosiasi dengan sang suami.
"Emm... ok! kita makan dulu,sekarang!" Sahut Kak Gery mengalah.
Setelah selesai menyantap makan malamnya, Tiwi bergegas membersihkan sisa-sisa kekacauan yang mereka buat saat makan. Meski tidak terlalu berantakan. Namun tetap saja, Tiwi harus membersihkannya. Apa lagi dia memang tidak terbiasa jika melihat ruangan kotor dan berantakan.
"Alhamdulillah, selesai deh! emm... kayanya minum coklat panas enak juga!" Gumam Tiwi bermonolog.
Kak Gery sendiri langsung memasuki kamar mandi setelah menghabiskan makan malamnya, Dia berniat bersiap untuk melancarkan aksinya malam ini.
Setelah membuat coklat panas yang dia inginkan, Tiwi merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur Hotel. Tiwi menyandarkan punggungnya ke sandaran tempat tidur sambil membuka chat masuk dari beberapa keluarga dan sahabatnya.
"Ya ampun, mereka benar-benar kepo ternyata! hoam... cuacanya bener-bener bikin ngantuk!" Gumam Tiwi seraya menarik selimut tebal yang tersedia di atas tempat tidurnya.
"Yang, ko langsung tidur sih?" Ucap Kak Gery setelah keluar dari kamar mandi dan menghampiri istrinya yang sedang menarik selimut.
"Aby, badan Aby masih basah itu! lap dulu, gih! nanti basah ke tempat tidur kan gak nyaman, By!" Sahut Tiwi yang malah terfokus dengan postur tubuh atletis suaminya yang masih bertelanjang dada setelah keluar dari kamar mandi.
"Ya udah, Aby keringkan dulu! tapi kamu jangan dulu tidur, ya!" Ucap Kak Gery seraya bergegas mengeringkan tubuhnya dan memakai baju yang sudah Tiwi sediakan sebelumnya.
Sejurus kemudian, Kak Gery terlihat beranjak ke atas tempat tidur dan mendekap istrinya dari belakang.
__ADS_1
"Ternyata di sini benar-benar dingin, ya Yang! Aby jadi pengen..." Ucap Kak Gery seraya mengecup tengkuk Tiwi yang membuat si empunya langsung merinding disko.
"By, geli! Tiwi juga dingin, makannya Tiwi pakai selimut tebalnya!" Sahut Tiwi seraya menggeliat karena geli.
"Kalau gitu, kita olah raga aja, yuk! katanya olah raga malam bisa menghasilkan hawa panas pada tubuh, loh! mau ya!! apa lagi, tadi Ayang bilang Ayang udah siap, sekarang!" Tutur Kak Gery sambil membalikkan tubuh istrinya secara perlahan.
"Ta...tapi pelan-pelan ya, By! kata artikel yang Tiwi baca, malam pertama itu, sakit By! jadi, Tiwi sedikit takut!" Sahut Tiwi yang di tanggapi kekehan oleh suaminya.
"Ayang beneran buka pencarian, ya buat baca artikel malam pertama? Ma Syaa Allah, ternyata istri Aby pinter banget, deh! Aby janji deh, Aby akan melakukannya selembut mungkin! kalau Ayang emang merasa gak nyaman, Aby gak akan teruskan! kalau gitu, kita coba sekarang, ya!" Seru Kak Gery yang membuat Tiwi mau tidak mau mengangguk pasrah karena dirinya juga sebenarnya sudah benar benar penasaran dengan kegiatan yang sering di anggap kenikmatan surga dunia itu.
Lambat laun, keduanya memulai pemanasan yang terus membimbing mereka ke puncak kenikmatan dunia. Kak Gery tak henti-hentinya berterimakasih dan mengecup seluruh wajah sang istri setelah pergumulan selesai. Akhirnya mereka pun terlelap setelah berbagi peluh halal yang mereka ciptakan.
"Makasih, ya Yang! Ayang udah jaga kesucian Ayang cuma buat, Aby! Aby makin sayang dan cinta sama, Ayang. Aby janji, Aby akan selalu menjaga dan membahagiakan kamu sampai maut memisahkan kita," Ucap Kak Gery dengan deru nafasnya yang masih terdengar tersengal sambil mengecup pucuk kepala istrinya yang dia dekap.
"Tetaplah menjadi Imam terbaik dalam hidup Tiwi, By!" Sahut Tiwi sambil mengeratkan pelukannya pada sang suami tercinta.
3 bulan kemudian...
"Aby dua hari lagi pulang, Yang! Ayang yang sabar, ya! Aby juga udah kangen banget sama Ayang, nanti Aby bawakan oleh-oleh yang banyak, deh!" Bujuk Kak Gery.
"Aby kenapa lama sih dinas nya," Isak Tiwi yang malah membuat suaminya semakin khawatir.
Pasalnya, Tiwi tidak biasanya seperti itu jika dirinya sedang dinas luar. Kalau memang rindu pun, Tiwi biasanya hanya meneleponnya dan sekedar menanyakan kabar tanpa terlihat sedih seperti sekarang. Al hasil, Kak Gery menjadi cemas dan takut jika terjadi sesuatu pada istrinya. Dia pun berusaha menenangkan Tiwi yang malah semakin berderai air mata, kala dia mengatakan harus kembali menyelesaikan tugasnya yang belum rampung.
"Yang, ada apa? kamu gak biasanya, deh cengeng gini!" Tutur Kak Gery.
"Pokoknya Aby cepetan pulang, Tiwi mau tidur di peluk Aby lagi!" Sahut Tiwi sambil mengusap kasar air matanya bak anak kecil yang merajuk ingin di belikan permen oleh Ibunya.
__ADS_1
Kak Gery sampai mengerutkan keningnya karena heran. Sudah seminggu ini, istrinya itu sedikit sensitif. Bahkan saat dirinya hendak berangkat dinas kemarin pun, Tiwi seakan melarangnya dan terus menempel bak perangko.
"Iya-iya, nanti Aby peluk tiap hari, ya kalau udah pulang! sekarang Aby mau beresin dulu pekerjaan Aby, Ayang jangan nangis lagi, ya! nanti cantiknya ilang, loh!" Bujuk Kak Gery.
"Ya udah, kalau Aby mau kerja lagi, kerja aja! Tapi teleponnya jangan dimatiin, ya! Tiwi pengen lihat Aby sampai Tiwi tidur!" Sahut Tiwi yang di indahkan oleh suaminya.
"Ok-ok! sekarang Ayang cuci muka dulu, gih! Aby gak akan matiin sambungan video call, ko!" Seru Kak Gery.
"Bener ya, gak di matiin! awas, loh kalau sampe bohong!" Ucap Tiwi seraya beranjak ke arah kamar mandi yang ada di kamarnya.
"Hm... Kenapa akhir-akhir ini dia jadi sensitif dan manja banget, ya! rasanya aku jadi makin gemes! lagi pula siapa yang bisa tahan berlama-lama meninggalkan istri secantik dia! rasanya aku bisa gila kalau jauh terlalu lama," Batin Kak Gery.
Tak berselang lama, Tiwi kembali menatap layar pipih nya yang masih tersambung dengan sang suami tercinta. Di tatapnya layar tersebut, perasaannya kini sudah tidak terlalu melow seperti sebelumnya. Apa lagi saat ini, Tiwi melihat sang suami yang mulai merebahkan tubuhnya di tempat tidur yang menjadi tempat istirahatnya di sana.
"Yang, I Love you. Semoga pernikahan kita bisa sampai ke Jannah nya, ya!" Ucap Kak Gery.
"Aamiin... Love you more, By! cepet pulang ya! Tiwi bener-bener kangen sama, Aby!" Sahut Tiwi seraya menutup matanya yang sudah lelah dan terlelap begitu saja ke alam mimpinya.
"I Miss You too honey, mimpi indah ya, Aby selalu mencintai kamu." Sahut Kak Gery seraya memutuskan sambungan video call dan ikut menyusul istrinya ke alam mimpi.
.
.
.
.
__ADS_1
.
See you next episode 😘😘😘