CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 151.


__ADS_3

Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke 78 Guys... Semangat 💪🏻💪🏻💪🏻


.


.


.


.


Setelah kenyang menerima haknya, Baby Al terlihat tertidur pulas di lengan sang Bunda yang masih menggendongnya dengan nyaman.Tiwi memilih membaringkan putranya di tengah-tengah tempat tidur, agar Al bisa selalu dia jaga dalam jarak yang begitu dekat.


"Anak Soleh, sepertinya Al benar-benar lapar ya nak, maafkan Bunda ya sayang, Bunda baru bisa memberikan hak makanan dan minuman kamu sekarang," Ucap Tiwi seraya menatap dan mengelus lembut wajah putranya yang sudah dia rebahkan di atas tempat tidur.


"Bun, mumpung Al udah tidur Bunda juga ikut tidur, ya! biar nanti Aby yang jaga aja kalau Al bangun lagi!" Seru Kak Gery yang sudah siaga menjaga di bagian sisi lain tempat tidurnya.


"Aby juga tidur, ya!" Lirih Tiwi seraya menutup matanya untuk tidur.


Beberapa menit kemudian, hp Kak Gery terdengar bergetar di atas nakas samping tempat tidurnya. Dengan perlahan Kak Gery beranjak dari tempat tidurnya agar istri dan anaknya tidak terganggu dan terbangun.


"Wa'alaikumsalam, ada apa, No?" Ucap Kak Gery setelah menerima panggilan teleponnya yang ternyata dari sang asisten.


"Begini Pak, saya baru saja menerima kabar jika Ibunya Nona Viola dan Nona Tami baru saja di larikan ke Rumah Sakit. Dokter bilang, beliau terkenal serangan jantung karena terlalu syok mendengar kabar kedua putrinya yang tertangkap Polisi. Saat ini salah satu dari mereka sedang mengamuk-ngamuk meminta di ijinkan untuk bertemu dengan Ibunya," Tutur Nino menjelaskan.


"Apa kondisi Ibunya Tami sangat parah? lalu apa pendapat Polisi?" Sahut Kak Gery bertanya.


"Pihak Polisi bisa saja memberi mereka ijin, Pak! karena setelah di lakukan penyelidikan, ternyata salah satu di antara mereka di nyatakan tidak bersalah, setelah memeriksa CCTV sebagai barang bukti yang ada, ternyata Nona Tami tidak terlibat dalam aksi pengurungan Ibu Tiwi. Kejadian itu murni di lakukan oleh Nona Viola karena ingin membalaskan dendam Nona Tami, Nina Viola tidak terima Nona Tami depresi, waktu itu. Sehingga Nona Viola menyusun rencana jahatnya sendiri tanpa sepengetahuan Nona Tami." Tutur Nino panjang lebar.


"Hm, kalau gitu kamu awasi terus saja mereka, saya tidak mau sampai kecolongan terus!" Tegas Kak Gery.

__ADS_1


"Baik, Pak. kalau gitu saya tutup teleponnya! Assalamu'alaikum," Ucap Nino.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Kak Gery seraya menatap ke arah jendela kamarnya.


Karena merasa terusik, Tiwi akhirnya membuka matanya dan melihat sang suami yang tengah berdiri membelakanginya. Kak Gery terlihat menghela nafasnya beberapa kali sambil berkacak pinggang dan mengusap kasar wajahnya. Begitu banyak kejadian yang selama ini selalu saja mengusik ketenangan rumah tangganya. Namun meski begitu, Kak Gery selalu bersyukur karena dirinya masih bisa berkumpul dengan keluarga kecilnya. Apa lagi saat ini sudah hadir baby Al yang menambah kebahagiaannya dalam menjalani bahtera rumah tangga bersama sang istri tercinta.


"Aby!" Seru Tiwi dengan suara parau nya.


"Aby ganggu tidur Bunda, ya? maaf ya!" Sahut Kak Gery setelah berbalik ke arah sang istri dan kembali beranjak menghampiri tempat tidurnya.


"Aby kenapa berdiri di situ? apa Aby ada masalah?" Tanya Tiwi sambil mendudukkan tubuhnya dan menyandarkan punggungnya di sandaran tempat tidur.


"Gak ada, ko! barusan cuma telepon dari Nino yang setorkan laporan. Bunda tidur lagi ya, ini masih malam, loh!" Sahut Kak Gery seraya mengelus kepala Tiwi dengan lembut.


"Laporan apa, By? kenapa nama Kak Tami di sebut sebut juga, tadi? Kak Tami baik-baik aja, kan sekarang?" Cecar Tiwi menatap lekat kedua bola mata suaminya.


Karena percuma saja, jika dia berbohong pun Tiwi pasti mengetahuinya cepat atau lambat. Makanya Kak Gery memilih selalu jujur pada Tiwi supaya tak ada salah paham di antara mereka.


"Sakit? sakit apa, By? apa sangat parah, ya? kak Tami pasti sangat sedih sekarang! kalau boleh, besok Tiwi mau mengunjunginya ya, By. Tiwi mau menjenguk Ibunya Kak Tami juga ke Rumah Sakit!" Tutur Tiwi sambil memelas.


"Tapi Ayang masih belum sepenuhnya sehat! nanti aja, ya! Aby janji nanti Aby yang antar langsung, ok!" Sahut Kak Gery mengelus sebelah rahang Tiwi dengan lembut.


"Hm, tapi kapan By? Tiwi udah lebih baik ko sekarang, Kak Tami pasti sangat membutuhkan dukungan semangat dari kita saat ini!" Ucap Tiwi memanyunkan bibirnya.


"Hei... jangan cemberut, dong! Aby minta tolong Nino sambungkan telpon sama Tami aja ya besok, sekarang Ayang tidur aja, kasian Al kalau Bundanya bergadang, nanti ASI-nya gak keluar lagi, loh!" Bujuk Kak Gery.


"Hm... iya deh! tapi Aby janji ya, awas loh kalau sampai bohong," Tutur Tiwi penuh intimidasi.


"Iya sayang, kapan sih Aby bohong sama kamu"Sahut Kak Gery memainkan jemarinya di rahang Tiwi dengan gemas.

__ADS_1


"Ya udah, Aby juga tidur lagi ya!" Seru Tiwi seraya merebahkan tubuhnya ke posisi semula tertidur.


Keesokkan harinya, Tiwi yang baru saja menerima sang putra yang telah di mandikan oleh baby sister pun membawa putra tampannya untuk berjemur di halaman belakang rumahnya. Kak Gery sendiri sudah terlihat sibuk di ruang kerjanya dengan berbagai file dan berkas yang harus dia periksa.


"Sayangnya Bunda udah mandi ya sayang, emm... wanginya, kita berjemur dulu, yuk! kayanya cuacanya lagi bagus deh hari ini," Gumam Tiwi seraya menimang putranya dan membawanya ke arah halaman belakang rumah untuk berjemur.


"Bu, ini jamunya di minum dulu! Bibi juga dulu selalu meminumnya saat baru melahirkan, ayo silahkan!" Seru Bi Ina menghampiri dengan secangkir jamu melahirkan yang di buatnya khusus untuk sang majikan.


"Makasih ya, Bi! nanti Tiwi minum deh," Sahut Tiwi seraya menidurkan putranya di kereta bayi.


"Wah... Den Al tampan sekali hari ini, benar-benar perpaduan Ayah sama Ibunya, ya! Bibi sampai gemas setiap kali melihatnya," Tutur Bi Ina setelah membantu Tiwi menidurkan putranya di kereta bayi.


"Al punya wajah tampan Abynya, Bi! lihat aja, hidung dan bibir kecilnya, benar-benar mirip Abynya, kan?" Sahut Tiwi terkekeh melihat ketampanan wajah sang putra yang begitu mendominasi wajah Ayahnya.


"Tapi alis dan matanya mirip sama Ibu, dan semuanya terlihat sempurna karena kedua Ayah Bundanya cantik dan tampan, Bibi bangga sekali punya majikan seperti kalian, selain cantik dan tampan kalian juga punya hati yang baik, kalian gak pernah membedakan status kami sebagai pekerja di sini. Makasih ya Bu, Bibi benar-benar merasa gak pernah kehilangan kelurga di sini, meski kampung halaman Bibi begitu jauh, tapi Bibi gak pernah kesepian." Tutur Bi Ina panjang lebar dan berhasil membuat Tiwi terenyuh dan tak bisa menghindar dari memeluk tubuh subur Artnya itu.


"Sama-sama Bi, Bibi juga udah banyak berjasa pada kami, apa lagi tentang kejadian Minggu lalu, Bibi benar-benar sangat berjasa bagai Tiwi dan Kak Gery, jadi udah sewajarnya kami memperlakukan kalian seperti yang seharusnya, makasih juga ya, Bi!" Sahut Tiwi memeluk tubuh subur Bi Ina.


.


.


.


.


.


See you next episode 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2