CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 104.


__ADS_3

Tiwi mendaratkan bokongnya di sofa ruang tamu tepat di samping Kak Gery. Karena di rasa sudah cukup menunggu, Kak Gery akhirnya mengatakan maksud dan tujuannya saat itu juga.


"Sebenarnya Gery ingin menikahi Tiwi secepatnya Om, Gery sudah sangat siap untuk menjadikan Tiwi sebagai istri Gery, dan tadi Tiwi juga sudah menyetujuinya, iya kan, Wi?" Tutur Kak Gery seraya bertanya.


"Ma Sya Allah nak, ini benar-benar kabar bahagia! apa Kakek mu sendiri sudah tahu?" Sahut Kakek Tiwi.


"Gery belum sempat memberitahunya Kek, In Syaa Allah nanti setelah pulang dari sini Gery kasih kabar pada Kakek. Oh iya, apa Kakek mengenal Kakek Gery juga ya?" Tanya Kak Gery yang membuat Kakek Tiwi terkekeh karena lupa jika Kak Gery saat ini masih hilang ingatan.


"Astagfirullah, Kakek sampai lupa kalau kamu masih hilang ingatan nak, Kakek mu itu sahabat terbaik Kakek, jadi Kakek sangat mengenal baik Kakek mu itu, bahkan pertunangan kalian dulu pun termasuk rencana kami," Kekeh Kakek Tiwi.


Kak Gery menggaruk tengkuknya yang tak gatal, seraya tersenyum canggung. Dia tersipu karena tidak enak hati sudah menanyakan perihal hubungan Kakeknya pada Kakek Tiwi yang sebenarnya sudah sangat akrab.


"Gak apa-apa Kak, kita semua di sini sudah tau kondisi Kakak ko, Kakak tidak perlu merasa tidak enak seperti itu," Ucap Tiwi mengelus tangan Kak Gery, meyakinkannya.


"Hm... maaf ya, sepertinya Kakak banyak sekali melupakan berbagai hal di sini," Lirih Kak Gery.


"Hei! kenapa malah jadi murung? ini, kan hari bahagia kalian, Kakek sangat merestui kalian nak, berbahagialah! semoga setelah ini akan ada kebahagiaan-kebahagiaan yang lainnya yang menghampiri kalian," Tutur Kakek Tiwi tulus.


"Makasih banyak Kek, Gery benar-benar beruntung bisa berada di tengah-tengah kalian," Ucap Kak Gery seraya menatap dan menggenggam tangan Tiwi dengan erat.


Setelah mengatakan maksud dan tujuannya, Kak Gery akhirnya pamit pulang karena malam yang sudah terlihat semakin gelap. Dia benar-benar bahagia hingga tak bisa memudarkan senyum merekah di bibir merahnya itu.


"Assalamu'alaikum," Ucap Kak Gery seraya memasuki rumahnya.


"Wa'alaikumsalam... kamu dari mana, Ger? sepertinya Kamu happy banget hari ini?" Cecar Ayah Kak Gery.


"Iya, Yah! Gery emang happy banget hari ini," Sahut Kak Gery antusias.


"Wah... apa gerangan yang buat kamu happy banget kaya gini? Ayah juga pengen tau dong!" Seru Ayah Kak Gery.


"Gery melamar Tiwi lagi Yah, dan mereka benar-benar menerimanya dengan baik. Oh iya, Gery juga ingin mengajak kalian untuk melamarnya secara resmi nanti," Tutur Kak Gery.


"Alhamdulillah, ini benar-benar kabar gembira, Ger! kamu udah kasih tau Kakek? dia pasti sangat senang kalau tau kabar bahagia ini!" Sahut Ayah Kak Gery.


"Gery baru aja mau telepon Kakek, Yah! kalau gitu Gery ke kamar dulu, ya!" Ucap Kak Gery seraya beranjak.


Beberapa hari kemudian, akhirnya pernikahan Tata dan Kak Iman di gelar. Banyak para tamu undangan yang sudah memenuhi ruangan gedung pernikahan. Mereka begitu menantikan acara sakral nan suci itu dengan suka cita.


"Wi, ko aku jadi ikut deg-degan, ya!" Ucap Andrina sambil meremas tangan sahabatnya.

__ADS_1


"Ya ampun, Drin! tangan kamu sampai dingin banget! kamu baik-baik aja, kan? minum dulu gih, lagi pula yang mau nikah itu Tata, ko malah kamu yg tegang, sih!" Kekeh Tiwi.


"Guys, make up aku gak terlalu menor, kan?" Tanya Tata yang masih terduduk di depan cermin rias yang di penuhi banyak lampu putih menyilaukan.


"Engga ko, kamu cantik banget, Ta! bener-bener bikin pangling yang liat!" Ucap Tiwi menghampiri sahabatnya.


"Iya, Tetot! kamu cantik luar binasa pokoknya," Sahut Andrina yang juga ikut menghampiri.


"Haist! kalau luar binasa aku koid dong!" Kekeh Tata dan kedua sahabatnya itu pun ikut tertawa.


"Eh, kira-kira para pangeran udah pada siap juga belum ya?" Ucap Tata bertanya.


"Mereka udah siap sedari tadi, Ta! apa lagi mereka itu gak butuh waktu banyak untuk berdandan seperti kaum kita," Sahut Tiwi menjawab.


"Iya juga sih, duh... aku deg-degan banget nih, Wi!" Ucap Tata sambil menggosokkan kedua tangan di depan wajahnya sendiri.


"Kamu harus tetap tenang, Ta! jangan sampai kamu pingsan di awal, kan gak lucu!" Sahut Andrina yang mengundang kekehan kedua sahabatnya itu.


"Haist! kamu bisa aja, Drin bikin kita ketawa! ya udah, yuk! sebaiknya kita siap-siap aja sekarang, sepertinya sebentar lagi acara adatnya segera di mulai," Seru Tiwi beranjak membantu Tata untuk membenahi pakaian kebaya putih nan menjuntai yang dikenakan Tata.


...****************...


"Ente benar-benar gagah, Man! hari ini," Sanjung Kak Gery.


"Iya, aku setuju, Man! ya udah, biar mempersingkat waktu sebaiknya kita ke luar sekarang aja yuk!" Seru Kak Haikal.


"Iya Kal, Bismillah... semoga Allah melancarkan semuanya, Aamiin." Ucap Kak Iman mengucap basmalah sebelum melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tunggu khusus pengantin pria.


Upacara adat yang sudah di atur oleh pihak WO, akhirnya terlaksana dengan lancar. Kak Iman yang di apit kedua orangtuanya di sambut oleh para penari upacara adat yang menggiringnya langsung untuk bertemu dengan kedua orang tuanya Tata.


Setelah sesi upacara adat selesai, kini tibalah mereka pada acara Inti, yaitu Ijab dan qabul pernikahan. Perlahan namun pasti, Tata di munculkan untuk mendampingin Kak Iman mengucapkan kata-kata sakral pengikat cinta mereka.


"Bagaimana? sudah siap, nak?" Tanya sang penghulu.


"In Sya Allah siap, Pak!" Jawab Kak Iman mantap.


"Alhamdulillah, kalau begitu kita bisa mulai dengan latihan dulu ya, silahkan Pak Aji berjabat tangan dengan nak Iman!" Tutur Pak penghulu menyarankan latihan sebelum Ijab qabul yang sebenarnya di langsungkan.


Kekehan dari para tamu undangan yang sudah memenuhi ruangan pun terdengar ketika Kak Iman salah mengucapkan nama kepanjangan Tata karena saking geroginya. Namun itu hanya berlangsung saat latihan saja.

__ADS_1


Setelah dirasa jauh lebih tenang dan mantap, Kak Iman akhirnya mengucap ijab qabul yang sesungguhnya dengan begitu lancar dalam satu tarikan nafas. Para saksi langsung mengucapkan kata sah secara serempak, menandakan jika pernikahan Tata dan Kak Iman sudah resmi.


"Bagaimana para saksi? Sah?" Tanya Pak penghulu.


"Sah!" Ucap para saksi kompak.


"Alhamdulillah, Barakallahu laka wa baraka alaika wa jama’a bainakuma fi khoir," Tutur Pak penghulu memanjatkan doa setelah Kak Iman resmi menyandang gelar sebagai seorang suami.


Acara pun berlanjut pada penyajian berbagai hidangan untuk menjamu para tamu undangan yang hadir. Beberapa dari mereka ada juga yang memberi selamat sebelum menyantap hidangan suguhan.


"Selamat ya, semoga pernikahannya langgeng," Ucap salah satu tamu undangan.


"Yang, habis ini kita langsung bulan madu ya!" Bisik Kak Iman yang kontan membuat Tata tersipu.


"Ish! Kak, ini kan masih belum selesai acaranya, gak sabaran banget sih," Sahut Tata balas berbisik.


Kedua pengantin batu itu benar-benar menikmati momen bahagia mereka dengan suka cita. Begitu juga dengan Tiwi dan Andrina, mereka juga sama-sama menikmati waktu bahagia mereka bersama pasangan mereka masing-masing.


"Yang, Kakak ambilkan makana ya buat kamu!" Tawar Kak Haikal.


"Boleh! tapi Drina juga ikut deh, biar sekalian bisa pilih makanannya," Sahut Andrina.


"Wi, kamu juga mau ikut gak?" Tawar Andrina.


"Aku nanti aja deh, Drin! kalian duluan aja!" Jawab Tiwi yang masih betah berdiam diri di tempat duduknya, sambil menikmati minuman dingin yang menyegarkan.


"Kalau kamu mau, Kakak bisa ambilkan buat kamu, Yang! kamu makan ya!" Tutur Kak Gery.


"Gak usah, Kak! nanti aja deh, Tiwi belum terlalu lapar sekarang!" Sahut Tiwi yang tak bisa di bantah lagi.


"Ya udah, kalau gitu aku sama Kak Haikal ambil makanan dulu ya Wi, Kak!" Seru Andrina beranjak dari duduknya sambil melingkarkan tangannya dengan manja di lengan sang suami.


.


.


.


.

__ADS_1


.


See you next episode... 😘😘😘


__ADS_2