
"Assalamu'alaikum," Ucap Kak Gery seraya memasuki ruangan istrinya.
"Wa'alaikumsalam, nak Gery dari mana? Ibu pikir udah berangkat kerja tadi," Tanya Ibu Tiwi.
"Gery tadi memang ke kantor, Bu! tapi hanya untuk memeriksa sedikit dokumen. Gimana keadaan kamu, Yang?" Tutur Kak Gery seraya menghampiri Tiwi dan mengelus kepala sang istri yang masih menghindari sentuhannya.
"Oh gitu, ya! Ibu bawakan makanan untuk kalian tadi, sebaiknya nak Gery makan dulu aja!" Sahut Ibu Tiwi seraya memberikan sebuah kotak makanan pada sang menantu.
"Gery memang belum makan, Bu! makasih ya udah repot-repot bawakan kami sarapan!" Ucap Kak Gery sambil menerima kota makanan dari mertuanya.
"Apa pekerjaan kamu akhir-akhir ini banyak sekali ya, nak? sebaiknya, kamu jangan terlalu memforsir diri, nak! itu tidak baik untuk kesehatan kamu juga," Tutur Ayah Tiwi.
"Iya, Yah! makasih udah khawatirkan Gery, kemarin Gery memang sempat sibuk, tapi Alhamdulillah mulai hari ini Gery udah mulai cuti," Sahut Kak Gery.
"Syukurlah kalau memang begitu, ayo! sebaiknya sekarang nak Gery sarapan dulu aja!" Seru Ayah Tiwi.
"Iya, Yah!" Jawab Kak Gery sambil membuka kotak makanan yang di berikan mertuanya.
Selang beberapa menit, Kak Gery telah selesai menghabiskan makanannya. Dia beranjak ke kamar mandi dan mencuci kotak makanan yang telah dia gunakan. Setelah semuanya selesai, Kak Gery kembali duduk di samping bangsal istrinya dan berusaha menjelaskan pada Tiwi tentang foto yang sudah membuatnya salah paham.
"Yang, Kamu mau makan buah?" Tawar Kak Gery yang hanya di jawab dengan gelengan kepala oleh Tiwi yang masih enggan menatap wajahnya.
"Hm... Aby udah dapatkan buktinya! nanti kalau Ayah dan Ibu udah pulang, Aby akan menunjukkannya sama kamu, sekarang jangan marah lagi, ya! itu semua benar-benar kesalahpahaman," lirih Kak Gery memelankan suaranya agar tak di dengar oleh kedua mertuanya.
"Gak perlu Kak, Tiwi gak perlu bukti apa pun! sebaiknya Kakak pergi lagi aja dengan wanita itu!" Sahut Tiwi yang membuat kedua orangtuanya mengerutkan kening mereka sambil saling menatap.
"Yah, apa sebaiknya kita keluar dulu, ya?" Bisik Ibu Tiwi.
__ADS_1
"Sepertinya memang harus, Bu! mereka butuh waktu berdua saat ini. Ayo! sebaiknya kita berpamitan aja," Seru Ayah Tiwi sambil beranjak menghampiri Kak Gery dan Tiwi.
"Oh, Ayah mau buah juga?" Ucap Kak Gery setelah merasa bahunya di sentuh oleh sang mertua.
"Tidak nak, Ayah dan Ibu hanya mau berpamitan, kami mau mempersiapkan untuk syukuran nanti sore, kalian gak apa-apa kan kami tinggal pulang?" Tutur Ayah Tiwi.
"Maaf ya, Yah, Bu! Gery merepotkan kalian lagi untuk syukurannya," Sahut Kak Gery.
"Gak perlu sungkan, nak! Ibu sengaja tetap adakan syukurannya biar sekalian bisa mendoakan Tiwi dan cucu Ibu. Semoga aja doa Ibu-ibu pengajian nanti di Ijabah oleh Allah," Tutur Ibu Tiwi.
"Aamiin... makasih banyak ya, Bu." Ucap Kak Gery.
Kedua orangtua Tiwi pun segera melenggang pergi setelah berpamitan. Beruntung alasan syukuran bisa mereka jadikan alasan yang tepat untuk meninggalkan kamar rawat Tiwi.
"Semoga anak mantu kita bisa menyelesaikan permasalahan mereka dengan baik ya, Bu!" Ucap Ayah Tiwi sambil mengemudikan mobil mertuanya yang dia gunakan untuk menjenguk Tiwi hari itu.
Sepeninggalan kedua mertuanya, Kak Gery mencoba membujuk Tiwi lagi untuk percaya kepadanya. Dia berusaha memperlihatkan video rekaman cctv ruangannya pada Tiwi yang masih saja enggan melihatnya karena terlampau kecewa.
"Yang, Aby bener-bener udah jujur sama, Ayang! kalau Ayang masih gak percaya, Ayang bisa liat rekaman cctv ruangan Aby, ini!" Ucap Kak Gery seraya memberikan hp miliknya ke arah Tiwi.
"Gak perlu! Tiwi gak mau liat!" Ketus Tiwi.
"Yang, Aby harus gimana lagi buat bikin Ayang percaya? Aby benar-benar bingung, kalau Ayang terus-terusan kata gini, Ayang bisa pengaruhi pertumbuhan anak kita nantinya!" Tutur Kak Gery sedikit emosi dengan tingkah istrinya yang masih saja keras kepala.
"Oh... Jadi Kakak cuma sama bayinya, ya! pantas aja, semalam pun Kakak memilih menghampiri wanita itu di bandingkan menemani Tiwi di sini!" Sahut Tiwi dengan matanya yang mulai berembun.
"Astagfirullah, semalam Kakak pergi karena ingin mencari bukti, Yang! Kakak mendapat telepon dari Nino setelah menyuruhnya menyelidiki kasus foto itu, dan setelah Nino mengabari Kakak lagi, Kakak segera pergi ke kantor untuk menyalin rekaman cctv ruangan Kakak supaya kamu gak salah paham lagi, Kakak benar-benar gak tenang setelah kamu menunjukkan foto itu, Kakak gak mau kamu salah paham terus kaya gini!" Tutur Kak Gery menjelaskan.
__ADS_1
Tiwi masih terisak di tempatnya, hatinya masih terasa sesak karena mendapati Kak Gery pergi semalam. Meski kini suaminya sudah kembali dengan bukti yang menunjukkan bahwa Kak Gery memang tak bersalah.
"Maaf!" Ucap Tiwi di sela isak tangisnya.
"Aby gak salahkan, Ayang! Aby hanya ingin Ayang gak berpikiran buruk yang bisa mempengaruhi bayi kita! Sampai kapan pun Aby gak akan mungkin duakan Ayang. Cuma Ayang yang Aby cinta, cuma Ayang yang selalu ada di hati Aby. Jadi, jangan marah dan berpikiran buruk lagi, ya! Aby sangat mencintai Ayang. sampai kapan pun cinta Aby gak akan berubah," Tutur Kak Gery panjang lebar seraya menarik sang istri ke dalam dekapannya.
"Maafin Tiwi, By! Tiwi juga sangat mencintai, Aby! Tiwi gak mau kehilangan Aby lagi," Isak Tiwi seraya mempererat pelukannya.
Setelah di rasa tenang, Kak Gery kembali menyodorkan hpnya pada Tiwi supaya dia lebih percaya dan tenang. Tiwi membulatkan matanya sempurna saat melihat tingkah wanita di dalam video tersebut. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan tingkah wanita tersebut yang seakan-akan begitu murahan, menyerahkan dirinya dengan mudah untuk menjamah laki-laki yang bukan muhrimnya.
"Aby beneran gak tergoda sama wanita seksi ini? secara, body nya bener-bener menggiurkan, loh!" Pancing Tiwi yang ingin melihat reaksi suaminya saat dia goda.
"Mana mungkin! yang ada Aby malah takut bin ngeri di goda wanita jadi-jadian kaya gitu. Apa lagi, dia bisa menghalalkan segala cara demi menjatuhkan Aby dan buat Ayang salah paham! hii... nauzubillah, deh!" Ucap Kak Gery seraya bergidik di akhir ucapannya.
"Masa, sih? bukannya pria dewa yang normal akan mudah tergoda, ya kalau liat wanita cantik dan seksi seperti ini?" Sahut Tiwi melanjutkan menggoda.
.
.
.
.
.
Jangan lupa dukungannya ya guys...
__ADS_1
See you next episode 😘😘😘