CHOICE LOVER

CHOICE LOVER
Eps 51.


__ADS_3

"Hm... bagus deh, aku berhias dulu sebentar ya!" Sahut Kak Intan.


"Ok! dandan yang cantik ya, Tan!" Seru Kak Fajar.


"Ish, apaan sih, Jar! udah ah, nanti kita tambah telat lagi," Sahut Kak Intan tersipu.


Setelah selesai bersiap, Kak Intan dan Kak Fajar pun berpamitan kepada Kak Gery dan Kakeknya serta yang lainnya.


"Sudah selesai kan? kita jalan sekarang yuk!" Seru Kak Fajar.


"Iya Jar! ya udah, kita pamitan dulu ya," Sahut Kak Intan.


"Ok, cantik." Ucap Kak Fajar menggoda.


"Hm... gak usah lebay deh," Sahut Kak Intan memutar kedua bola mata, jengah.


"Tapi, kan kamu memang cantik, Tan! dan aku suka," Tutur Kak Fajar tulus.


deg...


Kak Intan terdiam sesaat, merasakan detak jantungnya yang berdebar kencang.


"Udahlah, kita pamit sekarang ya!" Ucap Kak Intan menghindari rasa gugupnya.


Setelah berpamitan pada semuanya, Kak Intan dan Kak Fajar segera bergegas ke tempat dimana mereka sudah ditunggu untuk memberi sambutan. Sedangkan yang lainnya, memilih memesan makanan yang jadinya dibeli langsung oleh Kak Iman dan Tata di Resto Kak Gery.


"Kak, kita pesan makanan yuk! Tata laper nih," Ucap Tata.


"Boleh, tapi lebih baik kita beli langsung ke Resto aja yuk! biar bisa pilih-pilih langsung menunya di sana!" Tutur Kak Iman.


"Emm... boleh! tapi mereka gimana, Kak?" Sahut Tata bertanya.


"Kita bawa aja makanannya kemari, Ta! jadi nanti makannya masih bisa sama-sama," Usul Kak Iman.


"Boleh! kalau gitu, Tata ijin dulu sama Kakek ya!" Sahut Tata.


"Iya, Ta! Kakak langsung tunggu di mobil aja ya," Tutur Kak Iman.


"Ok!".


Setelah meminta ijin, Tata dan Kak Iman pun mengunjungi Resto Kak Gery untuk membeli beberapa makanan yang akan mereka santap bersama siang itu. Namun ternyata Kakek Kak Gery siang itu memutuskan ikut ke Resto untuk melepas penatnya, sehingga hanya tertinggal Tiwi dan Kak Gery saja yang tinggal di rumah Kak Gery. Awalnya, Tiwi sempat cemas dengan kepergian mereka. Namun Kakek Kak Gery bilang jika keduanya bisa menunggu di ruang tamu dan membuka pintu lebar-lebar agar tak menjadi fitnah.


"Kalau Kakek ikut, di rumah ini jadi cuman Tiwi sama Kak Gery aja, dong! Tiwi gak mau ah, takut jadi fitnah, Kek! mending kamu gak usah ikut ya, Ta! temani aku disini!" Ucap Tiwi membujuk.


"Udah, gak apa-apa nak! Kakek yakin kalian bisa menjaga diri masing-masing ko, lagi pula Kakek tadi sudah menelepon Dokter yang akan memeriksa Gery ke sini, jika memang kalian khawatir menjadi fitnah, kalian bisa duduk di teras atau ruang tamu dan membuka lebar-lebar pintunya," Tutur Kakek Kak Gery.


"Iya Wi, lagi pula kita gak akan lama ko!" Sahut Tata.

__ADS_1


"Hm... ya udah, kalian pergi aja, Gery duduk di teras aja deh biar Tiwi tenang!" Seru Kak Gery beranjak.


"Eh, jangan Kak! Kakak kan belum sembuh betul, sebaiknya Kakak duduk di ruang tamu aja ya! biar nanti Tiwi aja yang duduk di depan teras, sekalian nunggu Dokter yang sudah Kakek suruh kemari," Sahut Tiwi.


"Ya udah, kalau gitu kita berangkat sekarang ya, Assalamu'alaikum," Ucap Kak Iman.


Akhirnya, siang itu Tiwi dan Kak Gery ditinggalkan berdua di rumah. Namun mereka tetap menjaga jarak supaya tidak menimbulkan fitnah.


"Yang, Kakak duduk di teras juga ya! di dalam sumpek nih," Tutur Kak Gery sambil menghampiri Tiwi yang duduk Di kursi teras rumah Kak Gery.


"Hm... ya udah deh, kira-kira Dokternya masih lama gak ya?" Sahut Tiwi.


"Sepertinya sebentar lagi, Yang!" Tutur Kak Gery.


"Kalau gitu Tiwi ambilkan minum dan buah-buahan dulu ya di dalam, Kakak harus banyak minum sekarang, biar bisa cepat sembuh!" Sahut Tiwi sambil bergegas ke dalam rumah Kak Gery.


"Jangan lama-lama ya, Yang!" Ucap Kak Gery.


Setelah Tiwi mengambilkan minum dan buah-buahan untuk Kak Gery, Tiwi segera membawanya ke teras dan memberikannya pada Kak Gery.


"Tiwi kupasin jeruk ya!" Seru Tiwi.


"Tapi Ayang ikut makan juga ya! dari tadi Kakak gak lihat Ayang makan apa pun deh," Sahut Kak Gery.


"Iya deh, ya udah nih, Ayang makan duluan," Tutur Tiwi.


"Yang, ini kan di teras rumah! nanti banyak yang lihat, terus curiga sama kita gimana? Tiwi gak mau ah," Sahut Tiwi.


"He... iya deh, emm... jeruknya ko asem banget sih," Tutur Kak Gery setelah melahap jeruknya.


"Masa sih, tadi perasaan Kak Iman sama Kak Fajar gak bilang asem ko!" Sahut Tiwi mengerutkan kening.


"Beneran, Yang! kalau gak percaya Ayang cobain aja sendiri!" Tutur Kak Gery.


Tiwi akhirnya memasukan satu bulir jeruk ke dalam mulutnya dengan ragu, setelah Tiwi merasakan rasanya sendiri, ternyata saat itu Kak Gery sedang menjahilinya supaya Tiwi ikut memakan jeruknya bersama-sama.


"Ish, Ayang bohong nih! jeruknya manis gini juga," Tutur Tiwi mengerucutkan bibirnya.


"He... memang manis Yang, Kakak sengaja bohongin kamu supaya kamu ikutan makan jeruknya barusan," Sahut Kak Gery terkekeh.


"Hm... Ayang bisa aja deh, tapi seger juga ya makan jeruk siang-siang gini," Tutur Tiwi sambil kembali menyuapkan satu bulir jeruk ke mulutnya.


"Iya Yang, makannya barusan Kakak suruh kamu mencobanya," Sahut Kak Gery.


"Eh, sepertinya itu mobil Dokter yang Kakek panggil ya, Yang!" Tutur Tiwi sambil melihat sebuah mobil yang memasuki halaman rumah Kak Gery.


"Benar, Yang! itu memang mobil Dokter keluarga Kakak! ya udah, kita sambut beliau dulu yuk!" Seru Kak Gery.

__ADS_1


"Iya Yang," Sahut Tiwi.


"Assalamu'alaikum," Ucap Dokter setelah berhasil tiba di teras rumah Kaka Gery.


"Wa'alaikumsalam, Dok! mari masuk!" Sahut Kak Gery.


"Maaf ya, saya sedikit telat barusan! kebetulan tadi ban mobil saya kempes, jadi harus cari dulu tambal ban," Tutur Dokter terkekeh.


"Gak apa-apa Dok, kami juga tidak sedang buru-buru ko," Sahut Kak Gery.


"kalau gitu, Tiwi ambilkan minuman dulu ya, permisi Dok!" Seru Tiwi.


"Wah, tidak usah repot-repot nak, terimakasih sebelumnya ya!" Tutur Dokter.


Tak lama setelah pemeriksaan Kak Gery, Dokter pun pamit undur diri setelah memberikan resep obat.


"Assalamu'alaikum," Ucap Kak Iman yang baru saja kembali dari Resto.


"Wa'alaikumsalam, kalian lama banget sih Man," Sahut Kak Gery.


"Sorry deh, Ger! Tadi ana ajak Tata beli sesuatu dulu soalnya," Tutur Kak Iman terkekeh.


"Hm... ya udah, sini Kak! Tiwi hidangkan dulu di meja makan ya," Sahut Tiwi meminta makanan yang di bawa Kak Iman dan Tata.


"Aku bantu deh, Wi!" Seru Tata.


Setelah mereka selesai menghidangkan makanannya, Tiwi dan Tata segera memanggil semua orang untuk duduk bersama memakan makanan yang tadi Tata bawa berasa Kak Iman dan Kakeknya.


"Ayo Kak, hati-hati! Kakak bisa kan jalannya?!" Seru Tiwi sambil menghampiri Kak Gery.


"Kakak udah membaik ko, Yang!" Sahut Kak Gery.


"Nak, Tiwi begitu perhatian ya sama Gery! Kakek akan sangat bersyukur jika kalian bisa sampai ke jenjang yang lebih serius lagi nanti," Tutur Kakek Kak Gery.


.


.


.


.


.


Maaf baru up guys, Mom lagi kurang sehat nih, maaf juga buat teman-teman author yang lainnya, mom belum bisa berkunjung balik baca karya-karyanya. In Sya Allah kalau udh mendingan mom cicil lagi deh... 🙏🏻🙏🏻


See you next episode...

__ADS_1


__ADS_2