
Beberapa hari kemudian, akhirnya Kak Gery siuman dan mulai berangsur membaik. Sementara kondisi Tiwi masih saja sama dengan sebelumnya, hanya luka goresan dan lebamnya saja yang berangsur sembuh.
"Sayang makan dulu sedikit ya! dari pagi kamu belum makan apa-apa, loh!" Bujuk Ibu Tiwi.
"Tiwi belum lapar, Bu! apa Kak Gery sudah siuman hari ini?" Tanya Tiwi.
Bu Mia hanya bisa menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Setiap hari yang Tiwi tanyakan selalu hal yang sama, yaitu kondisi Kak Gery yang masih terbaring di ruangannya.
"Wi, Ibu tau kamu mencemaskan keadaan nak Gery, tapi kamu juga tidak boleh mengacuhkan kesehatanmu sendiri nak, kamu harus sehat terlebih dahulu supaya bisa menjaga dan merawat nak Gery nanti!" Tutur Ibu Tiwi lirih.
"Assalamu'alaikum," Ucap Umi Kak Gery.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Ibu Tiwi.
"Bagaimana kabarmu hari ini nak?" Tanya Umi Kak Gery.
"Tiwi sudah membaik Umi! Umi, apa Kak Gery sudah sadar sekarang? Tiwi benar-benar ingin melihatnya sekarang!" Sahut Tiwi merengek.
"Sayang, sebaiknya kamu perhatikan kesehatan kamu dulu aja, Gery In Sya Allah pasti siuman ko, Umi bawakan ayam lunak dari Resto buat kamu, dimakan ya sayang!" Tutur Umi Kak Gery.
"Wah... ini sih ayam lunak kesukaan kamu Wi, coba makan sedikit ya!" Bujuk Ibu Tiwi.
"Iya sayang, kamu coba makan ya! Umi akan sangat senang jika kamu memakannya sekarang nak!" Seru Umi Kak Gery.
"Hm... baiklah, sedikit aja ya, Bu! soalnya Tiwi belum terlalu lapar," Sahut Tiwi.
Tak lama kemudian Dokter memasuki ruangan Tiwi untuk memeriksa kondisinya saat itu.
"Permisi, waktunya pemeriksaan!" Tutur Dokter.
"Silahkan Dok! sayang, Umi ke ruangan Gery lagi ya, kamu makan yang banyak ya, biar cepat sembuh!" Sahut Umi Kak Gery berpamitan.
"Iya Umi, terimakasih sudah menyempatkan menjenguk Tiwi!" Tutur Tiwi.
"Sama-sama sayang, kalau begitu Umi pergi dulu ya, Assalamu'alaikum." Sahut Umi Kak Gery.
Setelah tiba di ruangan anaknya, Bu Mirna segera menyiapkan makan siang untuk suaminya yang sebentar lagi berkunjung ke Rumah Sakit. Namun sebelum suaminya datang, Bu Mirna di buat terkejut sekaligus gembira, karena Kak Gery mulai membuka matanya secara perlahan.
"Makanannya udah, minumannya juga udah! tinggal apa lagi ya yang belum? oh iya, salad nya. Ayah kan paling suka makan salad," Gumam Umi Kak Gery sambil menyiapkan makan siang untuk suaminya.
Beberapa menit kemudian Kak Gery mulai membuka matanya dan berangsur siuman.
"Ger... Alhamdulillah nak, akhirnya kamu siuman juga!" Seru Umi Kak Gery penuh syukur.
"Umi, Gery kenapa ada di sini?" Ucap Kak Gery bertanya seraya hendak beranjak duduk.
"Jangan dulu bangun nak! biar Umi panggilkan dulu Dokter untuk memeriksa kamu ya," Sahut Umi Kak Gery sambil menekan salah satu tombol darurat untuk memanggil Dokter.
"Argghh... kenapa kepala Gery sakit sekali Mi, apa Gery terhantam benda tumpul ya?" Ringis Kak Gery sambil memegangi kepalanya.
__ADS_1
"Sabar sayang, sebaiknya kamu jangan dulu banyak bergerak, kamu baru aja siuman." Seru Umi Kak Gery cemas.
"Permisi, sebaiknya Nyonya tunggu di luar ruangan dulu saja ya." Ucap Dokter setelah berhasil memasuki
ruangan Kak Gery.
"Baik Dok! Ger, Umi telepon Ayah dulu, ya!" Tutur Umi Kak Gery.
Setelah memberi kabar pada suaminya, akhirnya Bu Mirna kembali masuk ke ruangan Kak Gery setelah Dokter selesai memeriksanya.
"Untuk sementara saya akan memberikan obat untuk pereda nyerinya dulu, nanti jika sudah terlihat ada kemajuan, baru saya akan tuliskan lagi resep selanjutnya." Tutur Dokter menjelaskan
"Kalau boleh tau, sebenarnya saya ini sakit apa ya Dok? kenapa kepala saya terasa sakit sekali saat bangun tadi?" Tanya Kak Gery.
"Anda baru saja mengalami kecelakaan, Tuan, dan saat ini anda di nyatakan mengalami amnesia ringan. Sakit kepala yang anda rasakan tadi adalah salah satu efek dari penyakit tersebut, namun anda jangan terlalu panik, karena penyakit ini masih ada kemungkinan untuk di sembuhkan dengan cara terapi," Tutur Dokter panjang lebar.
"Kecelakaan? apa aku benar-benar mengalaminya ya? Ya Allah, kenapa aku tidak bisa mengingatnya sama sekali?" Batin Kak Gery.
"Sebaiknya anda beristirahat saja sekarang, jangan terlalu banyak berpikir dulu, ok!" Seru Dokter sambil memberikan suntikan penenang pada infusan Kak Gery.
Lambat laun mata Kak Gery kembali tertutup akibat pengaruh obat yang di berikan Dokter. Sebelumnya Umi Kak Gery sempat panik karena mendapati anaknya tertidur kembali, namun setelah Dokter menjelaskan Umi Kak Gery akhirnya merasa lega dan tenang.
****************
"Begitu, Bu! jika nanti ada keluhan lagi, segera tekan saja tombol daruratnya, saya akan segera memeriksanya lagi nanti!" Tutur Dokter.
"Baiklah Dok, terimakasih banyak untuk bantuannya." Ucap Umi Kak Gery.
"Wa'alaikumsalam, Ayah kenapa baru datang sekarang sih, apa meeting nya lama ya?" Seru Umi Kak Gery.
"Iya Umi, Ayah harus menjelaskan dulu beberapa proyek tadi, bagaimana keadaannya sekarang?" Sahut Ayah Kak Gery sambil mendaratkan bokongnya di atas sofa.
"Barusan Dokter baru saja memberinya obat pereda nyeri, Yah! jadi dia kembali tertidur karena efek obatnya," Tutur Umi Kak Gery menjelaskan.
"Apa nak Tiwi sudah di beri tahu, Mi? dia pasti sangat menunggu kabar ini." Sahut Ayah Kak Gery sambil mencuci tangannya sebelum menyantap makan siangnya.
"Belum, Yah! sebenarnya Umi jadi khawatir, Umi tidak bisa membayangkan ekspresi nak Tiwi ketika mengetahui kenyataannya, Yah! lebih baik Ibu tidak memberi tahunya saja." Tutur Umi Kak Gery.
"Kenapa begitu Mi, bagaimana pun juga nak Tiwi harus tau kondisi anak kita, Ayah yakin dia juga akan
mengerti nantinya," Sahut Ayah Kak Gery.
"Semoga saja, Yah! Umi tidak begitu yakin," Tutur Umi Kak Gery.
Malam harinya, Tiwi masih terjaga sambil melihat beberapa foto terakhir dirinya bersama Kak Gery. Sesekali bulir bening di ujung matanya menetes begitu saja. Tiwi benar-benar merindukan tunangannya itu.
"Nak, kamu belum tidur?" Tanya Kakek Tiwi. Kebetulan malam itu Kakek Tiwi dan Kak Desi yang berjaga menemani Tiwi.
"Tiwi tidak bisa tidur, Kek! Tiwi benar-benar rindu sama Kak Gery, apa Tiwi bisa melihatnya besok?
__ADS_1
kondisi Tiwi kan sudah lebih baik sekarang, Tiwi hanya ingin melihat kondisinya saja, ko!" Tutur Tiwi lirih.
"Hm... Baiklah, besok akan Kakek tanyakan pada orangtua nak Gery, semoga saja kita bisa menjenguknya besok! ya sudah, sekarang lebih baik kamu istirahat saja ya! ini sudah sangat malam, nak! kamu juga masih butuh banyak istirahat." Sahut Kakek Tiwi.
"Iya Kek, selamat malam," Ucap Tiwi sambil mencoba menutup matanya.
Waktu berputar dengan cepat, akhirnya pagi itu Tiwi di perbolehkan menjenguk Kak Gery di ruangannya. Kebetulan saat itu Kak Gery sedang di suapi sarapan oleh Uminya.
"Pelan-pelan aja, Ger! kamu bisa tersedak jika makan seperti itu," Tegur Umi Kak Gery.
"Gery benar-benar lapar Mi, rasanya Gery sudah tidak makan berminggu-minggu," Kekeh Kak Gery seraya melahap sarapannya.
"Assalamu'alaikum." Ucap Tiwi dan Kakeknya.
"Wa'alaikumsalam." Sahut Kak Gery dan Uminya.
"Eh, kalian sudah datang ya, mari masuk!" Seru Umi Kak Gery.
Belum sempat Tiwi menghampiri, Kak Gery sudah membuatnya mematung karena pertanyaannya yang begitu menyayat hati Tiwi.
"Mereka siapa Mi?" Tanya Kak Gery.
"Si...siapa? kenapa Kak Gery bertanya seperti itu? apa Kak Gery tidak mengenali Tiwi sekarang? apa karena wajah Tiwi yang banyak luka goresan ini?" Batin Tiwi.
"Sayang! ayo masuk!" Seru Kakek Tiwi membuyarkan lamunan Tiwi.
"I...iya Kek!".
"Kak! apa Kakak tidak mengenali Tiwi sama sekali ya? pasti karena luka gores di beberapa area wajah Tiwi ini ya!"Tutur Tiwi bertanya setelah berhasil menghampiri Kak Gery di bangsalnya.
"Memang wajah kamu kenapa? apa kamu habis kecelakaan sepertiku juga ya?" Ucap Kak Gery yang membuat Tiwi mematung ditempatnya.
"Kenapa Kak Gery bertanya seperti itu? dia seperti tidak mengenaliku sama sekali! apa jangan-jangan..." Batin Tiwi.
"Sayang! kamu mau minum apa?" Tanya Umi Kak Gery membuyarkan lamunan Tiwi.
"Ti... Tiwi tidak haus, Umi!" Sahut Tiwi.
"Kenapa gadis ini begitu akrab dengan Umi? apa kalian sudah sedekat itu ya, tapi kenapa Gery tidak tau Mi? ah..." Tutur Kak Gery sambil meringis memegangi kepalanya.
"Ger! sebaiknya kamu jangan banyak berpikir dulu! sekarang kamu istirahat aja ya, biar Umi bawakan obatnya!" Sahut Umi Kak Gery.
.
.
.
.
__ADS_1
.
See you next episode... 😘😘😘