
Hari kian gelap, menandakan malam telah datang. Tiwi yang sudah bersiap menyambut sahabat-sahabatnya kini sedang bergelayut manja di lengan sang suami yang sedang menyuapinya buah-buahan di atas sofa depan televisi besar kamar hotel.
"Udah ya, By! nanti Tiwi keburu kenyang kalau makan buah terus," Ucap Tiwi.
"Dikit lagi, Yang! lagi pula Aby juga tadi kupas buah apelnya yang kecil, ko." Bujuk Kak Gery dengan telaten menyuapi istrinya buah apel yang sudah dia kupas dan potong kecil-kecil.
"Tiwi udah kenyang, By! perut Tiwi malah bisa sakit kalau terus di paksakan," Sahut Tiwi.
"Ok deh, tapi sekarang minum dulu susunya ya," Ucap Kak Gery mengalah seraya meraih segelas susu Ibu hamil yang sudah dia buat sebelumnya.
"Ko, rasanya makin enek ya, mana bau amis lagi," Tutur Tiwi mengibaskan tangannya di depan wajah untuk mengusir aroma bau dari susu yang baru dia teguk sedikit.
"Habiskan, Yang! biar anak kita sehat," Seru Kak Gery seraya mengelus perut hamil istrinya yang masih
memegang gelas susu yang dibuatkannya.
"Nanti aja ya, By! lagian bentar lagi mereka pasti datang. Tiwi simpan di lemari pendingin dulu aja ya," Sahut Tiwi yang membuat Kak Gery menghela kasar nafasnya.
Tak lama setelah Tiwi menyimpan susu Ibu hamilnya di lemari pendingin, suara bel pun terdengar menggema di seisi ruangan super mewah tersebut.
Ting... Tong...
"By, itu pasti mereka, tolong bukakan pintunya ya!" Seru Tiwi dari arah lemari pendingin.
"Assalamu'alaikum. Wah, Ger! ana gak nyangka kita bisa sehati seperti ini," Sapa Kak Iman setelah Kak Gery membukakan pintu kamar hotelnya.
"Wa'alaikumsalam. Iya, Man! ana pikir ana aja yang bakal bermalam di sini, sekarang. Ternyata kalian juga ikut-ikutan ya," Kekeh Kak Gery.
"Eits... kita gak ikut-ikutan, loh! kita juga benar-benar gak tau, ko kalau kalian bakal bermalam di sini juga," Sanggah Tata.
__ADS_1
"Iya-iya, Kakak percaya deh! ngomong-ngomong si Haikal kemana, ya? ko belum datang juga?" Sahut Kak Gery seraya membantu Tiwi yang baru saja menghampirinya untuk duduk di sampingnya.
"Katanya sih, mereka ada urusan dulu sebentar. Paling juga bentar lagi datang," Tutur Tiwi menjawab.
"Si Haikal super sibuk ya sekarang, sama seperti ente Ger, akhir-akhir ini ente susah banget ana temui, mentang-mentang udah pada jadi bos besar jadi lupa waktu deh buat kumpul, untung malam ini kita bisa kumpul disini! kalau engga, mungkin akan sulit lagi buat ana untuk ketemu ente, Ger!" Ucap Kak Iman menuturkan isi hatinya.
"Sorry deh, Man! sebenernya ana juga pengen banget kumpul. Tapi ente kan tau sendiri kalau sekarang ana emang lagi sibuk-sibuknya, bahkan buat temenin bini ana aja, ana harus pinter-pinter atur waktu!" Tutur Kak Gery seraya merangkul bahu Tiwi yang duduk disampingnya menggunakan sebelah tangannya.
"Bener banget, Kak! Kak Gery super sibuk banget akhir-akhir ini! kalau Tiwi gak ajak dia tadi, kayanya Kak Gery gak akan pernah mengambil cuti!" Cibir Tiwi sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Ish... Kak Gery emang gak khawatir apa sama istri sendiri? mana sekarang si Tiwi lagi hamil besar lagi, awas aja kalau sampe terjadi apa-apa sama sahabat dan calon keponakan Tata lagi," Tegur Tata mengancam.
"Ya jangan sampe lah, Ta! Kakak kan cinta mati sama sahabat kamu ini, mana mungkin Kakak tega sama bidadari surga seperti dia," Ucap Kak Gery sambil mencolek dagu Tiwi untuk menggodanya.
"Haist... gombal!" Ketus Tiwi yang membuat Tata dan suaminya terkekeh melihat tingkah sepasang pasutri yang duduk di depannya.
Sejurus kemudian, terdengar suara bel yang kembali menggema di ruangan kamar hotel super mewah tersebut. Setelah di persilahkan masuk, Kak Haikal dan Andrina segera melenggang dan bergabung bersama yang lainnya yang telah siap menyantap makan malam mereka seraya melepas rindu.
"Iya, ayo Drin tambah lagi tuh lauk buat Kak Haikal! kalian ko ngirit banget sih makannya! Kak, ini supnya enak banget Lo, cobain, deh!" Sahut Tiwi sambil menyodorkan beberapa piring dan mangkuk berisi makanan yang tersaji.
"Wah, ente sengaja pilih menu favorit kita ya, Ger? emm... rasanya benar-benar nikmat, apa lagi kita makannya sambil kumpul gini," Tutur Kak Iman setelah menyuap sedikit ayam bakar yang menjadi menu favoritnya dengan Grup Nasyidnya dulu.
"Kan judulnya sambil reuni! Oh iya, Kal! ente gak ada masalah kan dengan makanannya?" Sahut Kak Gery sambil bertanya pada Kak Haikal.
"It's ok Ger, aku juga suka, ko makan ayam bakar kaya gini," Ucap Kak Haikal sambil menyendok makanannya.
"Aww..." Pekik Tiwi yang membuat semua orang yang ada saat itu terkejut dan khawatir padanya.
"Kenapa, Bun? apa baby di dalam gak mau diam lagi, ya?" Tanya Kak Gery khawatir seraya mengelus perut Tiwi dengan lembut.
__ADS_1
"Kamu gak apa-apa, Wi?" Sahut Tata menimpali.
"Perut Tiwi keram lagi! ah... kenapa sakitnya malah makin kuat, ya?" Rintih Tiwi serata mengusap-usap perut hamilnya.
"Bunda kecapean kali, Aby suapi aja ya makannya!" Seru Kak Gery seraya mengatur posisi untuk menyuapi istrinya.
"Duh, kalian makin so sweet aja deh, gak keliatan udah pada punya anak satu tau," Sahut Andrina menatap kemesraan Tiwi dan Kak Gery seraya menautkan kedua tangannya untuk menopang dagunya di atas meja makan.
"Ternyata memang menyenangkan ya kalau pacaran setelah menikah, mau ngapain juga udah halal dan bernilai pahala, Ma Syaa Allah," Tutur Tata seraya menatap ke arah suaminya yang juga menatapnya.
"Itulah indahnya Islam, Yang! kita di tuntut untuk selalu patuh dengan segala perintah-NYA dan selalu menjauhi segala larangan-NYA, supaya kita bisa merasakan kebahagiaan yang hakiki, kebahagiaan yang In Syaa Allah menuntun kita menuju Jannah-NYA." Sahut Kak Iman mengusap punggung tangan Tata yang tergeletak di atas meja makan.
"Mas, kamu iri gak sih sama mereka, Drina bener-bener gak percaya kalau kita udah sampai di titik ini sekarang," Ucap Andrina masih memperhatikan kedua sahabatnya yang sedang di mabuk cinta dengan pasangannya masing-masing.
"Kenapa Mas harus iri? Mas kan juga punya kamu, bidadari surga yang udah memberikan kedua jagoan-jagoan kita yang begitu tampan dan menggemaskan. Makasih banyak ya, Yang! Mas makin cinta sama kamu." Tutur Kak Haikal sambil mengecup sebelah punggung tangan istrinya.
Akhirnya ketiga pasangan tersebut menikmati makan malam yang begitu istimewa dengan di temani pasangan halalnya masing-masing. Saling bertukar cerita, tawa dan canda dalam hangatnya holaqoh cinta.
.
.
.
.
.
Tamat.
__ADS_1
See you next ekstra part 😘😘😘