
Sudah dua hari kamera itu terpasang di kamar Mandi milik para pekerja. Tapi selama dua hari itu juga, tidak ada tanda tanda yang mencurigakan dari salah satu pekerja. Hal itu membuat Anggita dan Oci memutar otak untuk mengungkap penjahat tersebut. Pantas saja, Evan dan Rendra kesulitan menangkap pengkhianat tersebut ternyata pengkhianat tersebut sangat pintar.
"Jangan jangan apa yang dikatakan dokter Angga adalah kebohongan," kata Anggita dalam hati. Dia mulai meragukan apa yang dikatakan oleh Dokter Angga kepada suaminya. Selain itu, Anggita juga menjadi pesimis untuk mengungkap si pengkhianat.
"Ci, bagaimana kalau pemasangan cctv itu tidak berhasil menemukan si pengkhianat," kata Anggita kepada Oci yang sedang memandangi layar ponsel milik Anggita. Malam ini adalah malam ketiga setelah pemasangan cctv itu. Anggita Dan Oci saat ini sedang di kamar mama Feli.
__ADS_1
"Jangan langsung menyerah. Kita lihat dalam satu minggu ini. Jika tidak ada hasil. Kita temukan si pengkhianat dengan cara lain," jawab Oci santai. Matanya tidak lepas dari layar ponsel.
Anggita menganggukkan kepalanya setuju dengan perkataan Oci. Saat ini sudah hampir tengah malam, Evan juga belum pulang dari kantor membuat Anggita bisa berlama lama di kamar mama Feli dan ponselnya bisa tetap bisa on untuk menampilkan hasil kamera pengintai.
"Aku buatkan kopi untuk Kita berdua. Malam ini, aku ingin membahas tentang rencana jika pemasangan cctv itu tidak berhasil," kata Anggita. Anggita baru saja mendapatkan pesan dari Evan jika suaminya itu akan pulang larut malam karena ada urusan yang harus segera diselesaikan.
__ADS_1
Tapi ketika pintu itu terbuka. Anggita melihat punggung seorang wanita menutu kamar si bibi tukang masak. Anggita menutup pintu itu pelan. Dari celah pintu yang tidak tertutup sempurna. Anggita melihat pekerja wanita itu membuka pintu kamar si bibi tukang masak dengan pelan setelah terlebih dahulu mengedarkan pandangannya.
Anggita melihat wanita itu masuk ke dalam kamar Bibi si tukang masak. Tapi tidak lama kemudian. Wanita itu keluar dari kamar Bibi dengan membawa sebuah ponsel yang jelas bukan miliknya. Karena sebelum masuk ke dalam kamar itu. Anggita melihat jika tangan wanita itu kosong tidak membawa apapun. Dan saat ini ada ponsel di tangannya membuat Anggita sangat yakin jika wanita itu mempunyai maksud tertentu masuk ke dalam kamar si bibi tukang masak.
Wanita kini masuk ke dalam kamar mandi dengan tergesa gesa. Saat itu juga Anggita menutup pintu penghubung itu dengan pelan. Dia melupakan tujuannya ke dapur hanya untuk melihat apa yang dilakukan oleh wanita di kamar mandi melalui kamera pengintai.
__ADS_1
Anggita langsung duduk menghadap layar ponselnya yang sudah menunjukkan gerak gerik wanita itu. Oci melakukan hal yang sama. Mata mereka tidak lepas dari layar ponsel yang menunjukkan si wanita itu sedang berbicara lewat telepon. Sangat di sayangkan karena mereka hanya dapat melihat video tanpa bisa mendengar suara dari wanita tersebut. Anggita beranjak dari duduk setelah meminta Oci untuk tetap memantau layar ponsel miliknya.