Cinta, Berpihaklah Kepadaku

Cinta, Berpihaklah Kepadaku
Bab 99


__ADS_3

Tidak semua orang beruntung bisa membalas kebaikan orang lain terhadap dirinya. Terkadang karena situasi sulit atau situasi yang tidak memungkinkan. Manusia terkadang lupa akan kebaikan kebaikan yang sudah diterimanya dari orang lain. Hal itu tidak berlaku bagi Anggita. Anggita termasuk orang yang beruntung karena mempunyai kesempatan untuk membalas kebaikan kebaikan dari orang orang yang sudah berbuat baik kepada dirinya.


Seperti hari ini. Anggita mempunyai kesempatan untuk membalas kebaikan Nia sahabatnya. Atas saran dari Anggita. Nia akhirnya bersedia untuk memeriksakan kehamilannya Hari ini.


"Pak Evan ikut juga?" tanya Nia sebelum masuk ke dalam mobil. Nia berharap Evan tidak ikut mengantarkan dirinya ke rumah sakit. Selain tidak ingin merepotkan Evan. Nia juga tidak ingin semua informasi tentang kehamilannya diketahui oleh keluarga besar kakek Martin dari mulut Evan


"Iya Nia, mas Evan ikut. Mas Evan juga ingin mengetahui kondisi calon keponakannya," kata Anggita. Dia menggerakkan tangannya supaya Nia secepatnya membuka pintu mobil bagian belakang dan masuk secepatnya.

__ADS_1


Nia membuka mobil itu dengan canggung. Jika dirinya mengetahui Anggita akan mengajak Evan. Nia tidak akan bersedia menerima seperti ini. Tapi karena sudah terlanjur mengiyakan akhirnya Nia tidak bisa menolak. Sungguh, Nia tidak menyangka jika kakak dari penanam benih di rahimnya itu bersedia ikut. Nia mengalihkan pikirannya supaya tidak memikirkan pria yang bernama Danny itu. Perlahan, Nia memang semakin terbiasa dan mulai ikhlas menjalani kehidupannya.


"Ancaman seperti apa yang dikatakan oleh Tante Anita kepada kamu Nia. Aku rasa kamu sudah bisa memberitahukan kepada kami tentang hal itu," kata Evan setelah mobil bergerak. Dugaan Nia benar, Evan mempunyai maksud tertentu untuk ikut serta memeriksakan kehamilannya. Nia dapat merasakan jika Evan belum puas akan informasi tentang ancaman tante Anita kepada dirinya.


Nia menelan ludahnya dengan kasar. Ternyata keberadaan Evan untuk menemani dirinya periksa kehamilan mempunyai tujuan tertentu yaitu ingin mengetahui detail perbuatan tante Anita kepada dirinya.


"Aku sudah mengatakan sebelumnya. Jika aku tidak ingin memberitahukan ancaman itu," jawab Nia cepat.

__ADS_1


"Nia, jangan menjadi sok pahlawan jika ternyata kamu yang paling dikorbankan dengan semua rencana tante Anita," bentak Evan. Tapi sepertinya Nia belun ingin membeberkan ancaman itu. Wanita itu masih betah bungkam dengan menundukkan kepalanya.


Evan dan Anggita saling berpandangan. Mereka duduk di bagian depan mobil itu tapi bisa melihat situasi Nia di belakang mobilnya. Anggita menyentuh tangan suaminya lembut berharap pria itu bersedia menurunkan volume suaranya jika sedang bertanya.


"Nia, asal kamu tahu. Kamu yang paling dirugikan dalam semua rencana tante Anita. Lihatlah diri kami sendiri. Andaikan kamu tidak mendengar ancaman Anita. Mungkin saat ini kamu adalah wanita yang sedang berbahagia. Tenang menjalani hidup bukan seperti saat sekarang ini."


Evan berusaha keras mempengaruhi Nia. Sungguh, Evan sangat penasaran ancaman seperti apa yang membuat Nia ketakutan sehingga menempuh jalan yang salah demi membebaskan dirinya dari pernikahan itu.

__ADS_1


"Tidak ada salahnya kamu memberitahukan ancaman itu kepada kami Nia. Kami tidak akan membuat kamu celaka jika ancaman itu sangat berbahaya. Justru, mas Evan tidak ingin wanita jahat seperti tante Anita berkeliaran bebas. Mas Evan hanya butuh bukti untuk melaporkan Tante Anita. Karena bukan hanya kamu korbannya. Tante Anita juga mempunyai rencana jahat kepada Cahaya."


Anggita ikut mempengaruhi sahabatnya itu. Sama seperti Evan. Anggita juga merasakan darahnya mendidih mendengar kerja sama Tante Anita, Adelia dan Bronson yang ingin mencelakai putrinya sendiri.


__ADS_2