Cinta, Berpihaklah Kepadaku

Cinta, Berpihaklah Kepadaku
Bab 151


__ADS_3

Tidak Ada suara yang terdengar di ruangan itu selain suara tangisan Nia. Paman dan Tantenya tentu saja kecewa dan marah tapi mereka tidak bisa marah kepada Alex karena pria itu sudah tidak ada lagi di gedung itu. Mereka hanya bisa mengumpat perbuatan Alex dalam hati. Paman dan Tante itu hanya dapat menatap Nia kasihan. Mereka hendak menghibur tapi kata kata yang tepat untuk menenangkan hati Nia rasanya tidak ada lagi. Nia merasakan cobaan bertubi tubi yang tentunya saja membuat semua keluarganya ikut bersedih. Sang paman sangat khawatir, mental Nia terganggu karena ujian berat ini.


Beberapa menit kemudian, Jessi membuka pintu ruangan itu. Niatnya ingin melihat situasi tapi dirinya terkejut melihat Danny di ruangan itu. Wanita itu mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Alex tapi matanya menemukan Nia yang sedang dipeluk oleh sang paman.


"Apa yang terjadi. Dan mengapa pak Danny di tempat ini. Di mana Alex?" tanya wanita itu bingung. Dia sudah bisa melihat jika Nia tidak dalam keadaan baik baik.


Danny tidak menjawab. Pria itu memijit keningnya karena dirinya juga bingung menemukan kenyataan seperti ini. Untuk memberitahukan yang sebenarnya kepada Jessi. Danny merasa tidak berhak.


"Tidak ada pernikahan. Alex pergi dan tidak ingin melanjutkan pernikahan ini," jawab sang tante lesu. Sama seperti Nia . Jessi merasa lemas mendengar kenyataan itu. Hatinya ikut sedih. Wanita itu sudah membayangkan apa yang akan mereka alami setelah ini. Nia sudah pernah gagal menikah. Dan mereka mendapatkan stigma buruk karena hal itu. Kehamilan Nia di luar nikah masih perbincangan hangat di tetangga lamanya kini ada kejadian baru yang tidak kalah menarik yang akan menjadi pembahasan para ibu ibu tukang gosip. Mereka memang tidak lagi tinggal di rumah yang lama. Tapi bagaimana pun ditutupi yang namanya aib pasti terbawa angin ke tetangga lama mereka.


Jessi juga ikut menangis. Wanita itu mengepalkan tangannya karena kebencian kepada Alex yang sudah mempermainkan hati Kakaknya. Andaikan Alex di tempat itu saat ini. Mungkin kepalan tangan Nia akan mendarat di tubuh Alex. Rasa marah, kesal dan kecewa bercampur menjadi satu dan hanya bisa dipendam.


Jessi tidak ingin menyalahkan Nia karena kejadian ini. Wanita itu justru takut Nia akan trauma dan tidak ingin berhubungan dengan laki laki mana pun setelah ini. Jessi memeluk Nia dan mereka sama sama menangis. Jessi menguatkan Nia dengan pelukannya berharap Nia bisa menerima kenyataan ini.


Sebagai wanita, Anna tentu saja bisa merasakan kesedihan Nia. Tapi dirinya juga tidak bisa melarang Alex mengambil keputusan ini. Jodoh tidak bisa dipaksakan. Dan Anna sangat yakin jika Alex sudah memikirkan matang matang sebelum mengambil keputusan itu.


"Nia, jangan menangis lagi. Kamu harus kuat. Jangan biarkan kenyataan ini menghancurkan kehidupan kamu. Jika kamu tidak berjodoh dengan Alex. Itu artinya Alex bukan yang terbaik bagi kamu. Tidak semua orang yang mencintai bisa hidup bersama. Kamu bukan orang satu satunya yang mengalami hal seperti ini," kata Anna sambil menyentuh punggung Nia. Anna juga tidak menginginkan ini terjadi tapi wanita itu sudah mengetahui rencana pembatalan pernikan itu dua jam yang lalu dari Alex. Dan hanya dirinya yang dipercaya mengetahui rencana pembatalan pernikahan tersebut. Itulah sebabnya Anna datang lebih awal untuk meminta Alex memikirkan kembali rencana itu karena menyangkut perasaan dan mental Nia nantinya. Anna belum sempat berbicara dengan Alex pria itu sudah benar benar membatalkan pernikahannya dengan Nia.


Nia melepaskan dirinya dari pelukan Jessi. Kata kata Anna mengena di hatinya dan wanita itu tidak ingin sakit hanya karena memikirkan pembatalan pernikahan ini. Dalam situasi bersedih, dia memikirkan putrinya.


Wanita itu kemudian mengusap air matanya dengan tissue. Kemudian menarik nafas berkali Kali supaya sesak di dadanya berkurang. Selain itu, Nia tidak ingin terlihat lemah di hadapan Danny. Jauh di dalam hatinya. Nia merasa malu kepada Danny karena sudah menolak Danny dengan alasan dirinya dan Alex saling mencintai tapi kenyataan saat ini dirinya ditinggalkan di hari pernikahan mereka. Rasa bangga yang diperlihatkannya kepada Danny karena Alex bisa menerima masa lalunya lenyap dengan air mata yang diperlihatkannya saat ini karena keputusan sepihak dari Alex.


"Paman. Aku minta tolong. Tolong urus para tamu Kita. Tolong usahakan mereka pulang sesudah makan siang. Carilah alasan yang tepat mengapa acara pernikahan ini dibatalkan," kata Nia setelah sudah mulai sedikit tenang. Dia tidak ingin para tamunya kecewa yang sudah mengorbankan waktu untuk datang ke gedung itu. Tidak bisa menyaksikan pernikahannya setidaknya mereka jangan sampai kelaparan.


Sang paman terlihat gelisah. Mungkin karena dirinya tidak sanggup mengatakan yang sebenarnya kepada para tamunya membuat pria itu masih duduk dan sepertinya tidak ingin memenuhi permintaan Nia itu.


"Menurut kamu. Apa alasan yang harus dikatakan oleh paman kamu supaya kita tidak menanggung malu?" tanya sang tante kepada Nia. Wanita itu dari tadi sudah memikirkan alasan apa yang akan dia katakan kepada para tamu. Mungkin hari ini mereka bisa menyembunyikan alasan pembatalan pernikahan itu. Tapi besok dan hari hari selanjutnya tidak ada yang bisa menjamin. Sang tante tidak terlalu memikirkan kegagalan pernikahan ini. Wanita itu khawatir karena kegagalan pernikahan ini. Citra Nia semakin buruk di mata para teman dan kerabat lainnya.

__ADS_1


Nia juga bingung. Mengatakan yang sebenarnya rasanya tidak mungkin. Orang akan berpikir jika dirinya yang berbuat kesalahan fatal sehingga sang calon pengantin pria membatalkan pernikahannya.


Nia merasakan otak buntu untuk menghindarkan dirinya dari rasa malu itu. Sedangkan Danny dan Anna juga tidak bisa memberikan pendapat yang bisa mengatasi masalah wanita itu.


Di saat mereka tidak bisa menemukan solusi. Salah satu kerabat dari Nia membawa Naya yang sedang menangis masuk ke dalam ruangan itu. Jessi mengambil bayi itu dari tangan kerabatnya dan bersamaan dengan itu. Danny juga mendekat ke Nia dan mengelus wajah putrinya.


Sang paman menjentikkan jarinya hanya melihat Naya. Otaknya mendapatkan solusi hanya melihat bayi itu.


"Nia, bagaimana kalau kita meminta tolong kepada ayah dari putri kamu saja. Bukankah kamu mengatakan jika ayah dari Naya ingin bertanggung jawab?" kata sang paman. Pria itu tidak mengetahui dan tidak mengenal siapa ayah dari Naya. Sang paman tidak sadar jika pria yang sedang dia bicarakan saat ini ada di ruangan itu bersama mereka dan bahkan sedang mengelus wajah Naya.


Nia menatap sang paman kemudian menundukkan kepalanya. Nia merasa malu karena di depan Danny sendiri sang paman mengetahui tentang perjuangan Danny kepada dirinya dan Naya. Dan ekor matanya melirik ke arah Danny yang juga tertegun mendengarkan perkataan pria itu. Tak jauh dari mereka. Anna terlihat tersenyum tapi memalingkan wajahnya supaya tidak ada yang bisa menangkap senyum itu.


"Meminta bagaimana maksud kamu pa?" tanya sang tante tidak mengerti.


"Masih ada waktu satu jam lagi. Kita sebaiknya minta tolong kepada ayah dari Naya untuk menggantikan Alex. Aku rasa pria itu tidak menolak mendengar cerita dari nia tentang perjuangan pria itu. Mungkin dengan seperti ini lah jalannya mereka berjodoh," kata sang paman membuat Nia semakin malu. Demi apapun sebenarnya wanita itu tidak ingin Danny mengetahui jika dirinya menceritakan perjuangan Danny yang ingin bertanggung jawab atas dirinya dan Naya kepada sang paman dan tantenya. Nia memang menceritakan semua itu kepada paman dan tantenya.


"Maaf om. Ayah dari Naya adalah aku sendiri," kata Danny. Perkataan pria itu semua orang menoleh ke Danny. Danny langsung memperkenalkan dirinya karena tidak ingin paman dan tante Nia menganggap dirinya seorang pengecut. Dari tadi pria itu terdiam bukan tidak memikirkan solusi dari kenyataan menyakitkan yang dihadapi oleh Nia saat ini. Tapi Danny menahan diri menunggu suasana hati Nia sedikit membaik.


"Kamu Ayah dari Naya?" tanya sang paman terkejut. Suami istri itu sama sama terkejut. Mereka sudah beberapa menit di ruangan itu hanya sibuk memikirkan kesedihan Nia tanpa tertarik bertanya siapa sebenarnya Danny.


"Iya om."


"Jadi bagaimana tanggapan kamu melihat hal yang dialami oleh Nia saat ini?.


Danny menarik nafas sebelum menjawab pertanyaan pria itu. Melihat Nia seperti ini tentu hatinya juga ikut prihatin. Dia sudah mengikhlaskan Nia kepada Alex tapi kenyataannya seperti ini. Jujur, Danny ingin berjuang kembali mendapatkan Nia. Tidak bisa dipungkiri jika hatinya ikut sakit melihat Nia bersedih. Danny juga merasa jika keputusan Alex melepaskan Nia ada kaitannya dengan dirinya. Andaikan dirinya tidak menampakan diri di hadapan Nia dan Alex sewaktu di pemakaman mungkin saat ini Nia dan Alex sedang berbahagia karena sudah sah menjadi suami istri.


Tapi yang menjadi kenyataan. Alex memilih pergi karena tidak ingin egois yang membangun kebahagiaan diatas penderitaan orang lain.

__ADS_1


Dan untuk mengajukan diri sebagai pengantin pengganti hari ini. Danny juga tidak ingin melakukan itu. Bukan tidak ingin membantu Nia terhindar dari rasa malu atau bukan tidak ingin memulai hidup baru dengan Nia. Tapi Danny merasa takut jika dirinya mengajukan diri atau melamar Nia saat ini, Nia membenci dirinya dan berpikir jika Danny yang memaksa Alex untuk menggagalkan pernikahan mereka.


"Aku ikut prihatin om."


"Bukan itu maksud aku. Masih kah hatimu ingin berjuang untuk bertanggung jawab kepada Nia dan Naya?"


"Masih om."


"Kalau begitu. Aku memohon kepada kamu nak. Tolong bantu kami supaya terhindar dari rasa malu ini. Jika kamu tidak menolong kami. Mungkin setelah keluar dari gedung ini. Kami akan serasa tidak punya muka berhadapan dengan orang lain terutama orang yang mengetahui kisah Nia," kata pria itu penuh harap.


"Apapun yang diharapkan Nia dari aku saat ini om. Aku siap," jawab Danny mantap.


Danny memilih kata kata itu karena tidak ingin terlalu yakin jika Nia bisa menerima dirinya saat ini juga. Danny tidak ingin terlalu percaya diri mengatakan siap menggantikan Alex sementara Nia menginginkan hal lain. Danny sudah pernah ditolak dan penolakan itu sungguh sakit rasanya.


"Nia, aku bisa menangkap jika pria ini bersedia menggantikan Alex asalkan dirimu yang mengharapkan itu terjadi. Jadi katakan keinginan kamu. Apa kamu bersedia menikah dengan ayahnya Naya hari ini?" tanya sang paman lembut. Pria itu sudah merasa lega karena Danny bersedia menikahi Nia hari ini. Kini tinggal mendengar apa jawaban Nia.


Nia tidak menjawab. Wanita itu masih terdiam. Dia mengetahui apa maksud dari perkataan Danny. Dirinya hanya menjawab iya dan tidak tapi untuk mengeluarkan salah satu dari kata itu dari mulutnya rasanya sangat sulit.


Danny menatap Nia menunggu jawaban dari wanita itu. Dia berharap Nia menjawab iya supaya kerelaan hati Alex dan perjuangannya selama ini tidak sia sia. Bukan hanya Danny. Semua menginginkan Nia menjawab iya atau bersedia termasuk Jessi. Mengingat bagaimana mereka dihina selama ini, Jessi tidak ingin mendapatkan penghinaan lagi. Dia pernah ikut membenci Danny tapi hari ini Jessi sangat lega mendengar jawaban Danny.


"Bagaimana Nia. Waktu terus berputar," desak sang paman. Nia masih betah terdiam. Jika mengingat rasa malu yang sudah pasti jika tidak ada pernikahan saat ini. Sudah dipastikan wanita itu menerima Danny. Tapi entah mengapa lidah dan mulutnya seakan tidak bisa diajak bekerja sama untuk menjawab pertanyaan sang Paman.


Melihat Nia masih diam. Jessi mendekati wanita itu.


"Mbak. Jika kamu tidak menikah hari ini. Maka kita untuk ketiga kalinya mendapatkan malu dan akan mungkin mendapatkan penghinaan. Jika kamu tidak bersedia menerima pak Danny. Itu artinya kamu tidak tahu malu. Jangan bilang aku adik kamu jika hari ini kamu kembali mengambil keputusan yang salah. Dan aku juga tidak akan bersedia berurusan lagi dengan kamu," bisik Jessi tepat di telinga Nia. Wanita itu membulatkan terkejut mendengar ancaman Jessi.


"Nia, jangan hanya memikirkan sakit hati kamu. Ada sebagian orang menikah karena cinta tapi bisa juga bercerai. Dan ada sebagian orang yang menikah tanpa cinta tapi mereka akhirnya bisa menghadirkan cinta dalam pernikahan mereka dan pernikahan mereka langgeng sampai maut memisahkan. Jika saat ini kamu masih membenci Danny ingatlah jika suatu hari kamu bisa sangat mencintai dirinya. Demi kebaikan kamu sendiri dan Naya. Jangan salah mengambil keputusan. Alex melepaskan kamu karena Alex sangat yakin jika kamu dan Danny bisa hidup bahagia nantinya," kata Anna juga pelan.

__ADS_1


__ADS_2