Cinta, Berpihaklah Kepadaku

Cinta, Berpihaklah Kepadaku
Bab 160


__ADS_3

Suara petir yang bersahutan disertai dengan kilat, menambah suasana di kamar itu bertambah panas. Tidak ingin, Nia mengajukan pertanyaan lagi. Danny melabuhkan bibirnya kembali di bibir istrinya. Dia sengaja memperlambat langkahnya supaya Nia bisa menikmati permainan bibir itu. Nia tidak mau kalah. Nia tidak hanya membalas permainan bibir itu. Nia bahkan meletakkan tangan kirinya di dada Danny. Sedangkan tangan kanannya dia letakkan di leher suaminya itu.


Nia meraba dada suaminya membuat Danny semakin menggila. Pria itu meletakkan istrinya di ranjang kemudian membuka pakaiannya paling atas. Tidak hanya pakaian atas miliknya. Danny juga membuka pakaian atas milik Nia. Danny sudah jelas tidak merasa kesulitan untuk membuka pakaian istrinya karena sudah berpengalaman.


Tidak cukup hanya bermain di bibir. Danny juga memainkan bibirnya di gunung kembar milik Nia. Danny berlaku adil bagi kedua gunung kembar tersebut. Bagian dan kanan mendapatkan sentuhan dari tangan dan bibirnya.


Nia tidak dapat menggambarkan apa yang dia rasakan saat ini. Dia hanya bisa memejamkan mata menikmati sentuhan nikmat itu. Kedua tangannya mengusap punggung Danny dengan lembut. Dia tidak mengetahui jika usapan tangannya itu membuat Danny semakin terbakar.


Permainan itu tidak berhenti di situ. Setelah puas menikmati pemandangan di gunung kembar itu. Danny ingin menikmati pemandangan lembah yang memabukkan itu. Dengan cepat, Danny bisa melepaskan pakaian tersisa di tubuhnya dan di tubuh istrinya. Danny menatap lembah berumput lebat itu sebelum memulai aksinya.


Seakan mengetahui permainan selanjutnya. Nia membuka pahanya. Sejujurnya, Nia sudah menginginkan ke permainan intinya ternyata Nia salah. Danny bukan memasukkan batang besar miliknya tapi melangkah bibirnya di lembah indah itu.


Nia tidak sanggup untuk berdiam diri. Rasa memabukkan itu membuka Nia mengeluarkan suara suara indah dari mulutnya. Danny menyukai suara indah itu. Dia bertambah semangat menjelahi lembah tersebut.


"Kak," kata Nia dengan suara yang serak. Dia berusaha menjauhkan kepala suaminya dari lembah milik. Nia menginginkan batang besar itu yang masuk ke lembah miliknya. Tapi Nia masih merasa malu untuk meminta Danny untuk hal itu.


"Katakan apa yang menjadi keinginan kamu sayang," kata Danny. Danny mengatakan itu sambil mengusap wajah istrinya. Nia menggigit bibirnya. Tapi matanya melirik ke arah batang besar milik suaminya.


Danny tertawa. Tidak ingin, istrinya menunggu terlalu lama. Danny mengarahkan batang itu ke mulut lembah indah milik istrinya. Tapi sepertinya Nia harus bersabar. Danny tidak langsung memasukkan tapi menggesekkan benda itu hingga mengenai sesuatu yang membuat Nia semakin terbuai.


"Kak," kata Nia lagi. Keinginan ini itu semakin tidak tertahan. Andaikan Nia mempunyai nyali besar mungkin dia sudah membantu mengarah kan batang itu ke tempat yang semestinya.


"Katakan sayang. Apa yang menjadi keinginan mu," kata Danny lagi. Dia mengatakan itu supaya Nia tidak terlalu sungkan kepada dirinya dalam hal apapun termasuk bermain seperti ini. Danny bisa merasakan jika Nia masih malu malu terhadap dirinya. Sebenarnya Danny ingin Nia lebih aktif lagi.


"Dimasukkan saja kak," kata Nia tidak tahan. Danny tersenyum. Ini yang diinginkan oleh dirinya.


"Bisa kah kamu yang mengarahkan?" goda Danny. Mereka sudah sama sama tidak tertutup sehelai benang pun. Tapi Nia belum menyentuh miliknya itu.


Nia terlihat ragu. Danny mengarahkan tangan Nia supaya memegang istrinya itu memegang batang besar miliknya.

__ADS_1


Nia melengkungkan tubuhnya. Dia memegang batang besar itu dan akhirnya mengarahkan ke lembah miliknya. Danny berdesis keenakan. Walau Nia sudah melahirkan bayi kembar beberapa bulan yang lalu. Danny masih merasakan milik istrinya itu sangat sempit. Batang itu perlahan terdorong ke dalam hingga terbenam sempurna.


Danny mulai menggerakkan tubuhnya. Dia juga melabuhkan bibirnya di bibirnya istrinya sehingga Nia merasakan nikmat yang sempurna. Nia merasakan tubuhnya melayangkan hanya karena gerakan indah yang bermain di atas tubuhnya.


"Sebut nama ku sayang," kata Danny lagi. Nia juga sudah mulai menggerakkan tubuhnya.


"Kak Danny. Ini sungguh memabukkan," kata Nia. Pertama Kali mereka melakukan itu. Nia merasakan sakit yang luar biasa. Pengaruh obat Kala itu membuat Danny bermain ganas tanpa memikirkan Nia masih bersegel. Tapi saat ini. Nia hanya merasakan enaknya saja.


"Ini masih permulaan sayang," kata Danny. Danny tidak berhenti.


Entah Karena pengalaman ini masih tergolong pengalaman baru bagi Nia. Wanita itu cepat merasakan puncak permainan. Danny dapat merasakan itu. Tapi Danny belum ingin merasakan puncak permainan itu. Danny sudah berpengalaman untuk menahan supaya tidak cepat keluar.


Danny berhenti sebentar bergerak. Dia membiarkan Nia menikmati rasa nikmat itu. Tapi itu hanya beberapa menit. Setelah melihat nafas Nia teratur. Danny kembali melancarkan serangannya supaya Nia merasa nyaman nantinya kembali bermain dengan dirinya.


Dan ternyata benar. Hanya karena pergesekan kulit saja. Mampu membangkitkan keinginan Nia untuk kembali bermain dengan suaminya. Nia tidak bodoh. Dia mengetahui jika Danny belum menikmati puncak permainan itu. Nia pasrah ketika Danny membalikkan badannya dan menyuruh dirinya untuk menumpukan tangannya ke ranjang.


Hanya itu yang keluar dari mulut Nia ketika merasakan permainan ini lebih nikmat dibandingkan dengan permainan pertama tadi. Nia merasakan tubuhnya terguncang akibat dorongan Danny dari belakang.


"Nia, aku mencintai mu sayang."


Danny mengungkapkan rasa cintanya dengan terus bergerak di belakang tubuh Nia. Tidak hanya rasa enak itu, Nia juga merasakan hatinya bahagia mendengar pernyataan cinta suaminya. Dia berusaha menoleh ke belakang tubuhnya. Dengan cepat, Danny menahan kepala istrinya itu dan memainkan permainan bibir yang sangat ganas.


"Kak Danny," bisik Nia setelah bibir itu terlepas.


"Nikmati sayang," kata Danny. Suara gemuruh hujan bersahutan dengan suara permainan mereka.


Cukup lama mereka bermain dengan posisi seperti itu. Bahkan keduanya tidak ingin mengganti gaya permainan.


"Kamu siap hamil kembali?" tanya Danny. Nia menggelengkan kepalanya. Sungguh, Nia tidak ingin hamil dulu. Nia ingin fokus membahagiakan keluarga kecilnya terlebih dahulu. Selain itu, Nia merasa Naya terlalu kecil jika langsung memiliki adik.

__ADS_1


"Kapan tamu bulanan kamu datang," bisik Danny lagi.


"Tiga atau empat hari lagi," jawab Nia dengan terengah engah. Semakin lama permainan itu. Nia ikut bergerak.


Danny mempercepat gerakan. Sesuatu dari dalam tubuhnya mendesak ingin dikeluarkan. Dari gerakan Nia, Danny juga mengetahui jika istrinya itu juga akan keluar.


"Ini luar biasa sayang," kata Danny sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang. Mereka kini berbaring di ranjang setelah merasakan nikmat yang luar biasa karena keluar bersama. Bukan bermaksud membandingkan. Danny merasakan nikmat yang luar biasa ketika bermain dengan Nia dibandingkan dengan mantan istrinya. Nia memang masih pemula. Tapi wanita itu sudah mulai berani untuk menyeimbangkan permainan itu.


"Jangan membelakangi aku sayang," kata Danny. Nia membalikkan tubuhnya yang sudah tertutup selimut sedangkan Danny masih polos tanpa pakaian.


Danny menatap wajah istrinya dengan tersenyum penuh kepuasan. Sisa sisa rasa nikmat masih terlihat di wajahnya dan wajah istrinya.


Sebagai rasa terima kasihnya kepada sang istri. Danny mencium kening Nia dengan cukup lama. Ternyata apa yang dilakukan oleh Danny mendapatkan balasan dari Nia. Setelah Danny melepaskan bibirnya dari kening istrinya. Nia juga melabuhkan ciuman di pipi suaminya.


Danny merasa gemas akan tingkah istrinya itu. Nia mendapatkan ciuman berkali kali di pipinya karena perbuatannya itu.


"Nia, jawab dengan jujur. Apa kamu mencintai ku?" tanya Danny.


Nia menatap wajah suaminya. Kemudian wanita itu membelai wajah Danny dengan lembut. Tidak sanggup mulutnya untuk berkata iya. Nia menganggukkan kepalanya.


Nia tidak sanggup untuk berkata tidak setelah melalui kenyataan pahit hingga bisa menjadi istri yang seutuhnya menjadi Danny. Hal negative yang ditunjukkan oleh sang pengasuh dengan terang terangan menggoda Danny membuat Nia sadar ternyata hatinya tidak ingin kehilangan Danny.


Mulut bisa berbohong. Tindakan juga bisa berpura pura. Tapi hatinya yang paling dalam sangat mencintai Danny. Setelah beberapa minggu menjadi istri Danny. Nia sudah menyadari jika apa yang dia alami selama ini termasuk merencanakan pernikahan dengan Alex bukanlah suatu kebetulan. Tapi Nia percaya. Ini adalah cara bagi dirinya dan Danny untuk berjodoh.


"Sejak kapan," tanya Danny.


"Sejak tadi," jawab Nia. Danny tertawa. Dia tidak perduli sejak kapan dirinya dicintai oleh Nia yang pasti sekarang dirinya merasa bahagia karena mereka sudah menjadi pasangan suami istri pada umumnya.


"Alam bahkan mendukung kita hari ini sayang," kata Danny. Sepasang suami istri itu tertawa. Hujan berhenti setelah tidak lama mereka menuntaskan permainan itu.

__ADS_1


__ADS_2