Cinta, Berpihaklah Kepadaku

Cinta, Berpihaklah Kepadaku
Bab 97


__ADS_3

Mama Anita membanting tas miliknya ke sofa dengan kasar. Wanita itu hanya bisa melampiaskan kekesalan hati dan kemarahan nya kepada Rendra dengan cara seperti itu. Mengingat bagaimana sakit hatinya melihat Rendra. Mama Anita sebenarnya ingin melampiaskan kemarahannya kepada Rendra. Tapi mama Anita sadar jika Rendra bukan tandingannya dalam segala hal. Itulah sebabnya mama Anita menghancurkan impian Rendra dengan mengancam wanita yang didekati atau mendekati mantan suaminya itu.


Mama Anita merasa menang karena bisa menghancurkan pernikahan Rendra dan Nia. Tapi kini hatinya kembali diliputi kekhawatiran karena Rendra kembali mendapatkan gebetan baru.


Mama Anita memikirkan rencana apa yang akan dia lakukan untuk menyingkirkan gebetan baru. Mama Anita sudah bertekad dalam hati tidak akan membiarkan Rendra bahagia.


Sore hari tiba. Untuk memastikan jika Anna benar benar menurut pada ancamannya. Mama Anita kembali mengintai di parkiran perusahaan milik Rendra. Wanita itu duduk di dalam mobil dan matanya tidak lepas dari pintu utama kantor itu. Hatinya kembali memanas melihat Rendra sudah keluar dari pintu utama. Hanya membayangkan Rendra duduk berduaan dengan wanita lain di dalam mobil. Mama Anita mengepalkan tangannya dan mengucapkan kata kata sumpah serapah kepada mantan suaminya.


Kegelisahan hati yang dialami oleh mama Anita berbangga terbalik dengan apa yang dialami oleh Rendra. Sejak tadi pagi menginjakkan kaki di kantor. Yang ada di pikirannya adalah Anna. Dia merasa bosan menunggu jam pulang tiba. Karena pria tua itu sangat yakin jika Anna akan bersedia kembali pulang bersama dirinya. Rendra sudah memikirkan rencana supaya sore hari Ini bukan hanya sekedar pulang bersama. Melainkan pulang bersama sekaligus kencan untuk Mereka berdua.


Tapi apa yang ada di pikiran Rendra tidak sesuai dengan kenyataan. Setelah beberapa jam menunggu saat ini tiba. Dari dalam mobilnya. Rendra dapat melihat jika Anna kini sudah bersiap pulang tetapi bukan bersama dirinya melainkan dengan ojek online.


Rendra ingin turun dari mobil untuk menghampiri Anna. Tapi seseorang sudah berada di samping mobilnya.


"Maaf Pak. Ibu Anna berpesan jika dirinya tidak bisa pulang bersama dengan bapak sore ini karena ada alasan yang tidak bisa disebutkan," kata seorang wanita cantik yang mencondongkan ke arah jendela kaca mobil Rendra.


"Ya sudah," jawab Rendra singkat bercampur kecewa. Dia hendak menjalankan mobilnya tapi suara wanita itu membuat Rendra menoleh ke arah luar mobilnya.

__ADS_1


"Boleh saya numpang pak?" tanya wanita cantik itu sopan membuat Rendra menatap wajah wanita itu sejenak. Senyum menggoda yang ditampilkan oleh wanita cantik yang tidak lain dari sekretarisnya itu akhirnya membuat Rendra menganggukkan kepalanya.


"Apa alasan Anna tidak bersedia pulang dengan Saya. Apa dia tidak mengatakan alasan itu?" tanya Rendra. Pria itu masih penasaran apa yang menjadi alasan Anna yang berubah dalam satu hari.


"Kan tadi sudah saya katakan jika alasannya tidak bisa disebutkan pak. Lagipula, Ibu Anna tidak bersedia pulang dengan bapak. Kan ada Saya yang menggantikannya," jawab Salsa tenang. Wanita itu merasa jika dirinya menumpang pulang dengan mobil Rendra bukan kesalahan karena sebelumnya juga dirinya sudah mendapatkan ijin dari Anna. Dan Anna mengatakan jika dirinya bukan siapa siapa bagi Rendra. Salsa juga sudah dapat melihat jika Rendra melakukan pendekatan kepada Anna tapi Anna menunjukkan sikap penolakan akan pendekatan itu.


"Aneh saja Salsa. Anna berubah dalam satu hari. Saya merasa aneh saja dan sesuatu yang tidak beres sepertinya."


"Kalau itu saya tidak tahu pak. Yang saya tahu. Kapan saja bapak butuh teman curhat. Saya bersedia untuk itu. Teman kencan juga boleh pak," kata Salsa kemudian terkekeh. Melihat wajah atasannya yang terkejut mendengar perkataannya membuat Salsa semakin ingin menggoda atasannya.


Rendra tidak menjawab. Hatinya sudah terpaut ke Anna. Dia hanya berpikir sambil membayangkan seandainya sikap Anna seperti sikap Salsa yang lebih berani tapi masih tahap sopan. Pasti hubungan mereka tidak kaku atau bahkan saat ini mereka pasti sudah duduk berduaan di dalam mobil ini. Rendra menduga jika Anna menolak pulang bersama Hari ini karena wanita itu masih canggung dan butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan dirinya yang konon adalah atasan sekaligus Pemilik perusahaan.


"Oya?. Kebetulan sekali saya lelah. Kalau begitu Kita bertukar tempat saja ya," jawab Rendra setuju. Mereka pun akhirnya sama sama turun dari mobil untuk bertukar tempat.


Salsa melajukan mobilnya itu dengan tenang. Wanita itu membawa mobil itu terlebih dahulu ke alamatnya.


"Pak, Saya turun disini. Terima kasih atas tumpangan nya," kata Salsa setelah dirinya menghentikan mobil itu tepat di sebuah gang.

__ADS_1


"Yang Mana rumah kamu?" tanya Rendra.


"Masih masuk ke dalam gang pak."


"Kalau begitu bawa mobil ini sampai di depan rumah Kamu."


"Gang itu sempit pak. Agak susah untuk memutar mobil nantinya."


"Baiklah," kata Rendra. Dia menganggukkan kepalanya untuk menyuruh Salsa keluar dari Mobil. Rendra menjalankan mobilnya setelah Salsa melambaikan tangan kepada dirinya. Seperti kejadian semalam. Saat ini, mama Anita juga mengikuti mobil mantan suaminya itu. Wanita itu juga turun dari mobil setelah memperhatikan gerak gerik Salsa dan juga mobil Rendra tidak terlihat lagi.


"Hei kamu wanita berpakaian pink, tunggu," kata mama Anita sambil berlari kecil mengejar langkah Salsa. Salsa yang merasa dirinya di panggil karena dirinya memakai atasan pink akhirnya menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.


"Ada apa Nek?" tanya Salsa membuat mama Anita semakin marah. Dia tidak terima dipanggil nenek walau usianya sudah layak menyandang gelar Nenek.


"Enak saja. Panggil Nenek. Dengar ya wanita gatal. Aku hanya ingin memperingatkan diri kamu saja supaya tidak mendekatkan Rendra," kata mama Anita tanpa basi basi. Tidak seperti Nia dan Anna. Salsa menatap mama Anita dengan sinis.


"Nek, dengar ya. Aku mengenal kamu. Kamu adalah mantan istri dari pak Rendra. Jadi kamu tidak berhak mengatur aku," jawab Salsa tegas. Sebagai sekretaris dari Rendra. Salsa mengetahui sedikit tentang pribadi Rendra termasuk mengenal mama Anita bahkan ketika wanita itu masih sah istri dari Rendra.

__ADS_1


"Kami belum sah menjadi mantan suami istri. Jadi aku masih berhak akan Rendra."


"Tidak mungkin tidak sah. Pak Rendra sudah pernah akan menikah kembali. Pak Rendra tidak mungkin ingin memulai hubungan dengan wanita lain pasti sudah menyelesaikan hubungannya dengan kamu. Jadi aku tidak perduli dengan apa yang kamu katakan saat ini. Jangan jangan kegagalan pernikahan pak Rendra dengan calon istrinya sebelumnya karena ulah kamu ya. Atau kamu juga alasan ibu Anna menolak pendekatan dari pak Rendra. Hati hati kamu. Aku akan melaporkan perbuatan kamu ini ke pak Rendra," kata Salsa balik memgancam mama Anita membuat wanita itu terdiam tapi hatinya merasakan ketakutan.p1


__ADS_2