Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Eps 100


__ADS_3

Tepat saat jam menunjukkan hampir pukul delapan malam Keanu tiba di rumah Cinta. Pria itu sengaja tidak mengabari Cinta lagi soal kedatangannya sejak terakhir bertelponan tadi.


"Assalamu'alaikum." Ucap salam Keanu bersamaan dengan tangannya yang mengetuk pintu.


"Waalaikumsalam." Terdengar sahutan dari ibu Rahayu di dalam rumah.


Setelah pintu terbuka, ibu itu langsung kaget karena Cinta tidak memberitahunya soal Keanu akan datang sekarang. Tetapi kemudian senyum kecil itu terbit kepada Keanu, yang kemudian pria itu meraih tangan kanan ibu Rahayu untuk menyaliminya.


Sekilas ibu Rahayu melongokan kepalanya ke halaman rumah, ia tidak melihat mobil Keanu.


"Tadi berangkatnya aku naik pesawat," jelas Keanu tanpa diminta.


Ibu Rahayu mengangguk paham, lalu kemudian mengajak Keanu masuk ke dalam.


"Cinta mana, Bu?" tanya Keanu karena tidak melihat adanya istrinya.


"Di kamar. Sepertinya sudah tidur. Habis sholat isya tadi dia bilang ngantuk mau tidur," jelas ibu Rahayu.


Keanu menanggapinya dengan anggukan kepala.


"Mau ibu buatkan kopi, Ken?" tawar ibu Rahayu.


"Tidak usah, Bu. Terimakasih. Aku juga mau cepet tidur," kata Keanu, yang kemudian pria itu beranjak masuk ke kamarnya.


Di dalam kamar itu Keanu melihat Cinta yang sudah terlelap. Tumben sekali Cinta sudah tidur agak sore. Sebelum mendekati Cinta, Keanu lebih dulu meletakkan barang bawaannya dan kemudian masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih badan. Hingga sampai Keanu selesai mandi, rupanya Cinta sama sekali tidak terusik tidurnya. Apakah dia kelelahan sampai tidurnya nyenyak sekali?


Perlahan Keanu ikut berbaring di kasur bagiannya. Sejenak ia menatap dalam wajah ayu Cinta yang terlelap nyaman. Cantik dan tak pernah membosankan pandangan. Tetapi seketika ia teringat kembali dengan pil itu, membuatnya seketika memalingkan muka, menatap langit-langit kamar dengan perasaan yang entah.


Puas merenung seorang diri, membuat Keanu tidak merasa ngantuk sama sekali. Lalu Keanu memiringkan badannya lagi, sekali lagi menatap wajah Cinta yang saat ini juga sedang tidur miring berhadapan dengannya. Rasa rindunya kepada istrinya itu membuat Keanu langsung mencondongkan wajahnya untuk menciumnya. Awalnya hanya sekedar ciuman di pipi, hingga kemudian beralih ke bibir yang juga diciumnya.


Cinta mulai terusik tidurnya saat merasa sesuatu yang kenyal melummat bibirnya. Perlahan wanita itu membuka matanya, dan seketika dibuat kaget. Bukan karena melihat suaminya datang, tetapi karena pria itu langsung membungkam mulutnya dengan ciuman yang seakan menuntut ke hal yang lebih.


Pria itu melepas ciumannya saat merasa butuh mengambil asupan oksigen.

__ADS_1


"Mas!" pekik Cinta sambil melayangkan pukulannya di bahu Keanu.


"Kalau aku kehabisan nafas gimana?" protes Cinta, karena baru kali ini ciuman suaminya itu dirasa lebih ganas dari biasanya. Bisa dibilang tidak ada lembut-lembutnya sama sekali.


"Nggak ada ceritanya orang mati karena ciuman," jawab Keanu, yang kemudian kembali melanjutkan aksi ciumannya yang tetap brutal.


"Mmmph.... "


Sekuat tenaga Cinta mendorong bahu Keanu dari atas tubuhnya.


"Mas! Kok mainnya kasar?" Cinta sampai menyentuh bibirnya yang terasa agak panas, seperti habis ketarik.


"Aku kangen, Dek," kata Keanu yang langsung pria itu menyerang bibir Cinta lagi agar tidak banyak protes.


Cinta ikut mengimbangi permainan suaminya itu, walau dirasa agak berbeda dari yang biasa Keanu lakukan saat mengajaknya bercinta. Biasanya pria itu memulainya dengan penuh kelembutan yang bersifat seduktif, tetapi kali ini sangat berbeda yang dirasa Cinta.


Saat ini kancing baju yang dipakai Cinta sudah terbuka. Segera pria itu melucuti pakaian Cinta yang lain dengan terburu-buru. Pria itu pun juga melepas pakaian yang dipakainya dan kemudian melemparnya dengan kasar. Tidak seperti Keanu yang sebelumnya, yang selalu akan membuat wanitanya puas lebih dulu sebelum main tancap gas. Dan lihatlah, Keanu sudah main goyang saja. Tanpa peduli tatapan Cinta yang menatapnya heran, juga tidak nyaman.


Beberapa menit kemudian pria itu sudah memasuki puncaknya. Mengerang dengan penuh kenikmatan. Tidak peduli kalau Cinta tidak merasa ******* sama sekali. Seketika menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Cinta. Tanpa adanya kata-kata romantis atau pujian lainnya, yang biasanya akan selalu ia ucapkan tiap selesai bercinta.


Keanu mengangkat wajahnya bertatapan dengan Cinta. Tetapi kemudian pria itu memindah tubuhnya dan berbaring disamping Cinta, sebelumnya meraih selimut yang sudah acak-acakan dan kemudian menyelimuti tubuh polos mereka.


"Tidurlah," kata Keanu, sambil membawa tubuh Cinta dalam dekapannya.


Cinta bergeming sesaat. Pikirannya mendadak resah, karena ini tidak seperti Keanu yang biasanya.


"Kenapa kamu tidak kabari, tiba-tiba sudah datang aja?" Cinta bertanya.


"Ini surprise namanya," Keanu menjawab tanpa mau menatap Cinta. Pandangannya menatap ke tembok kamar, tetapi tangannya tetap mengusap lembut kepala Cinta.


"Surprise?"


Keanu mengangguk. Kecupan hangatnya kembali bertandang di pucuk kepala Cinta.

__ADS_1


"Dengan asal main nyosor, terus langsung tancap gitu aja?"


Keanu bergeming.


"Kamu tahu nggak, Mas?" Cinta meraih wajah Keanu agar saling bertatapan.


"Main kamu kasar. Nggak ada nikmat-nikmatnya! Kamu sadar kan?"


"Iya, maaf." Keanu langsung mengucap maaf.


Pria itu sangat sadar jika permainannya barusan sedikit egois. Sama sekali tidak mempertimbangkan kenyamanan Cinta. Satu hal yang tertanam dibenak Keanu ialah ia tidak akan putus asa untuk membuat istrinya itu segera hamil secepatnya.


"Mas, kamu ad--"


"Ayo lekas tidur, Dek." Keanu langsung memotong bicara Cinta.


Pria itu segera memejamkan matanya rapat-rapat, membuat Cinta terpaksa menahan pertanyaan yang ingin ia lontarkan tentang keanehan sikap suaminya. Dan benar saja, tak lama setelah itu Keanu terlelap dalam buaian mimpi malamnya. Melihat itu Cinta menyingkap selimutnya, dan kemudian beranjak turun dari kasurnya.


Setelah memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai, segera Cinta berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan badan, tetapi bukan mandi hadas besar.


Keluar dari kamar mandi, Cinta juga keluar dari kamarnya untuk pergi ke dapur karena ingin minum. Suasana di rumah sederhana itu sudah hening, karena ibu Rahayu mungkin sudah tidur.


"Astaga!" Cinta menyemburkan air minumnya begitu tiba-tiba teringat akan sesuatu.


"Aku tidak minum pil lagi, ini sudah tiga hari," batin Cinta bergumam resah.


Apakah nanti bisa hamil? Jawabannya ada di beberapa bab berikutnya ya readers. Tunggu saja dengan sabar๐Ÿ˜„


*


Ehem... Ehem... Othor ucapkan banyak terimakasih buat readers ku yang sudah baca cerita ini sampai di bab ke 100. Duh, othor sama sekali nggak nyangka sudah sampai 100 episode๐Ÿคง


Othor harap readers ku terus ngikutin cerita ini sampai ending ya... Karena hanya kalian lah semangat othor ๐Ÿ˜š

__ADS_1


Janlupa selalu budayakan like dan komentar tiap babnya. Salam sayang dari othor buat kalian ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2