
"Shelyn! Kamu--"
Shelyn hanya tersenyum sembari mendekat kepada Keanu. Lalu tanpa ragu wanita itu seenaknya mengaitkan tangannya pada lengan Keanu di depan Cinta.
"Dia siapa?" Shelyn menunjuk dengan dagunya kepada Cinta.
Tatapan matanya teramat sinis. Menyorot tubuh Cinta dari ujung kaki hingga kepala.
"E... Di--"
"Penggantinya mbok Nah?"
Belum juga Keanu menjawabnya, Shelyn keburu menyela dengan dugaan yang membuat Cinta tercengang seketika. Cukup mengejek.
"Apa penampilanku tidak lebih baik dari mbok Nah?" batin Cinta sedih. Bahkan saat ini saja Cinta tidak berani mengangkat wajahnya, tiba-tiba mati pede akibat ucapan wanita yang belum ia tahu hubungannya dengan Keanu seperti apa.
"Ken, aku butuh baju ganti."
Seakan tidak menganggap ada Cinta diantara mereka, wanita itu mulai merengek manja kepada Keanu.
Tanpa berbicara apa-apa, Keanu menarik tangan Shelyn membawanya pergi dari tempat itu. Diam-diam Cinta mengikuti kemana suaminya itu membawa Shelyn. Cinta kira Keanu akan membawa wanita itu keluar dari rumah, yang ada suaminya itu dengan santainya membawa wanita itu masuk ke kamarnya.
"Mas Keanu punya pacar? Kenapa selama ini aku tidak tahu? Sepertinya mereka sudah biasa main ke sini." Gadis itu hanya bisa diam menatap pintu kamar Keanu yang sudah ditutup oleh Shelyn.
Kedua tangan gadis itu mengepal erat mana kala Keanu dan Shelyn berada di kamar bersama lebih dari sepuluh menit. Apa yang dilakukan oleh mereka di dalam coba?
Dan lagi, kesekian kalinya Cinta menangis. Meski sudah berusaha sekuat hati agar tidak menangis lagi, nyatanya luka yang ditorehkan suaminya itu jauh lebih menyayat hati.
Tetapi ratapan tangis gadis itu terpaksa berhenti begitu mendengar ponsel miliknya berbunyi. Rupanya ibu Rahayu yang menelponnya pagi-pagi begini.
Buru-buru Cinta menyeka air matanya. Mencoba mengatur helaan nafasnya agar kembali baik-baik saja, sebelum kemudian menjawab panggilan telepon dari ibunya.
"Assalamu'alaikum, Ibu," sapa Cinta begitu lembut.
"Wa'alaikumsalam, Nak. Apa kabar? Ibu ganggu masaknya ya?"
"Kabarku alhamdulillah baik, Bu. Ibu tidak ganggu kok. Aku kangen banget sama Ibu," seru Cinta dengan sorot matanya yang mulai berkaca-kaca lagi.
__ADS_1
Gadis itu berjalan sedikit pelan menuju kamarnya, karena memang kondisi kakinya belum sepenuhnya pulih.
"Tapi sepertinya suara kamu agak beda," ucap Ibu Rahayu setelah menyadari ada perbedaan suara Cinta yang tak seperti biasanya.
"Masa sih, Bu." Cinta berusaha mengalihkan.
"Beneran kamu nggak kenapa-napa? Suami kamu mana?"
"E... Itu... Mas Keanu masih di kamar." Nada bicara Cinta sedikit lemas saat mengatakannya.
"Hai, Sayangku Cinta. Ini mama." Ibu Ratih ikut menyela obrolan pagi ini.
"Hai, mama," sahut Cinta.
"VC yuk?"
Lalu panggilan telepon itu beralih menjadi via video call.
"Eh, ini kamu lagi dimana?" tanya ibu Ratih.
Wanita itu tahu betul saat ini Cinta berada di mana, ia hanya berpura-pura menanyakannya. Sekedar ingin tahu kenapa menantunya itu bisa berada di kamar lain, bukan di kamar Keanu.
Ibu Ratih tidak menyahut ap-apa lagi. Hanya mengulas senyum getirnya, dengan perasaan yang mulai curiga dengan kondisi rumah tangga anaknya di sana.
"Mata kamu agak sembab, habis nangis?" Giliran ibu Rahayu yang bertanya.
Cinta menggeleng cepat sambil mengucek matanya pura-pura kelilipan.
"Kemasukan debu barusan," jawabannya berdusta lagi.
"Keanu mana, Sayang?" Ibu Ratih bertanya juga dimana keberadaan Keanu.
"Ada di kamarnya, Ma," sahut Cinta, tak terasa kalau ia ada keceplosan sedikit.
"Kamarnya?" Batin ibu Ratih semakin curiga.
"Coba mama mau ngomong sama Keanu. Mama telpon hapenya dari tadi nggak aktif," seru ibu Ratih yang seketika membuat Cinta kebingungan sendiri.
__ADS_1
"E... E... Iya, Ma. Tunggu, aku panggilkan."
Sambil beranjak dari tempatnya, Cinta berpikir keras. Tidak mungkin juga ia datang ke kamar Keanu sedang di sana ada wanita lain yang bersamanya. Meski sebenarnya ini saat yang tepat buat Cinta untuk membongkar semuanya kepada ibu Ratih, cuma dalam hal ini nyali Cinta terlalu ciut. Terus terang ia tidak mau rumah tangganya hancur secepat ini karena adanya wanita itu.
Sengaja Cinta membalik kamera panggilannya saat ia berjalan mencari ide. Hingga akhirnya matanya tertuju pada sebuah kamar mandi di kamarnya itu. Segera gadis itu menuju ke sana, berpura-pura mengetuk pintunya seakan-akan Keanu berada di dalam kamar mandi itu.
Setelah di rasa aktingnya cukup, barulah Cinta membalik kamera panggilannya menghadap wajahnya lagi.
"Ma, mas Ken masih di kamar mandi. Tadi dia bilang perutnya mules," dusta Cinta kesekian kalinya.
Ibu Ratih mengangguk pura-pura mengerti padahal hatinya sudah menaruh curiga besar akan keadaan yang sebenarnya di sana. Haruskah sementara ini ia pulang untuk memastikannya?
"E... Ibu, Mama, Aku harus menyiapkan keperluan mas Ken dulu," ucap Cinta kemudian. Sudah tidak kuat terus-terusan berbohong kepada mereka.
"Baiklah, Nak."
"Baik, Sayang. Baik-baik ya di rumah."
Lalu mereka menyudahi aktifitas telponnya.
Cinta segera menjatuhkan tubuhnya di lantai itu dengan bersandar di dinding kamarnya. Rasanya sangat berdosa telah membohongi ibu dan mamanya. Seakan tiada gairah lagi untuk keluar kamar, maka Cinta memutuskan untuk berdiam diri di dalam kamarnya. Merenungi nasib dirinya yang cukup menyedihkan.
Sesaat gadis itu melirik jam yang tertera di ponselnya. Seharusnya saat ini adalah waktunya untuk sarapan. Tetapi rasanya Cinta sudah sangat malas untuk menyiapkan sarapan pagi ini, terlebih karena adanya wanita itu di rumah ini.
Bahkan ia juga tidak begitu memusingkan dengan kondisinya sendiri. Memang sedikit merasa lapar, tetapi sudah hilang selera. Perlahan Cinta mulai beranjak dari tempatnya. Ia teringat jika ia butuh sesuatu yang harus di beli di luar. Mungkin akan lebih baik jika ia keluar dari rumah sebentar. Setidaknya akan mengurangi rasa sedihnya itu dengan melihat situasi di luaran sana.
Gadis itu berjalan keluar kamar. Terdiam sejenak melihat kamar Keanu yang masih tertutup rapat. Apakah mereka masih di dalam kamar?
Walau sudah tidak bisa membayangkan lagi, tetapi Cinta tidak boleh lemah. Ia harus mencari cara agar Keanu bisa melihat keberadaannya juga. Oke, saat ini mereka boleh bebas. Tetapi lihat saja nanti.
Saat berada di luar rumah Cinta menemui pak Seto yang kebetulan sedang bersama security di pos nya.
"Pak, boleh aku minta kunci motor milik mama," ucap Cinta.
"Oh, boleh Non. Tunggu saya ambilkan."
Tak lama menunggu akhirnya pak Seto menyerahkan kunci motor milik ibu Ratih kepada Cinta. Tanpa banyak bicara segera Cinta menaiki motornya dan kemudian keluar dari rumah.
__ADS_1
Sebelumnya Cinta sudah mengirim pesan singkat kepada Keanu, memberitahu jika saat ini ia akan pergi ke mini market terdekat. Entah akan dibaca atau tidak oleh Keanu, Cinta tidak peduli itu. Yang terpenting dirinya sudah berusaha menghormati Keanu sebagai suaminya. Meski kenyataannya Keanu tidak pernah menghormati dirinya sebagai istri.
*