Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 41


__ADS_3

Keanu mengejar Cinta hingga sampai teras rumahnya, karena gadis itu masih berdiam diri di sana. Sepertinya gadis itu kebingungan mau berangkat menggunakan kendaraan apa, terlihat dari kepalanya yang tolah-toleh mencari keberadaan pak Seto.


Pria itu mendekat dan berdiri bersejajar di sampingnya. Senyum kecilnya berdecih melihat Cinta yang menyorotnya tak senang.


"Pak Seto nggak ada," ujar Keanu.


Gadis itu menghela nafasnya dalam-dalam, karena baru ingat kalau ibu Ratih tadi pamit sambil di antar pak Seto. Sekilas mata Cinta melirik ke arah garasi di samping rumah itu, ternyata ada motor ibu Ratih yang bisa ia gunakan.


Segera gadis itu berjalan ke garasi dan Keanu mengikutinya. Tetapi sesampainya di garasi Cinta malah kebingungan karena rupanya kunci motor itu tidak ada di sana.


"Gini nih akibatnya kalau ngeyel sama suami," ucap Keanu.


Cinta menoleh dengan tatapannya yang cemberut. Lalu gadis itu menengadahkan tangannya di depan Keanu.


"Aku nggak tahu kunci motornya ada di mana. Mama yang nyimpan kali," pria itu berkata sambil menghedikkan kedua bahunya.


"Siapa yang nanya kunci motor," sewot Cinta masih tetap menengadahkan tangannya.


"Aku minta uang," ucap Cinta terpaksa. Mengingat uang pribadi Cinta sudah sekarat.


"Untuk apa minta uang?" Keanu malah berjalan keluar dari garasi itu.


Cinta mengikutinya dan langsung menghadang di depan Keanu.


"Aku butuh uang buat naik ojol," jelas Cinta.


Tetapi pria itu malah pergi lagi lewat celah di samping Cinta berdiri. Membuat Cinta gemas sendiri dan rasanya ingin sekali menimpuk kepalanya agar amnesia bila perlu.


"Mas Keanu!" pekik Cinta sambil menghentakkan kakinya merasa sebal sekali karena tidak di pedulikan.


"Aku nggak akan kasi selama kamu ngotot mau ke resto," ucap Keanu memperingatkan. Kemudian pria itu pergi dan masuk ke rumahnya lalu duduk berselonjor di sofa dalam ruang tengah.


Cinta masih betah mematung di garasi itu. Seandainya saat ini ia masih tinggal di apartemen, mungkin ia sudah meminta Hana untuk menjemputnya. Berhubung sahabatnya itu belum tahu dengan status pernikahannya, maka tidak mungkin Cinta meminta Hana menjemputnya ke sini walau betapa inginnya ia lakukan.


Dan benar saja dering ponsel Cinta berbunyi, rupanya Hana yang menelponnya.


"Cinta, kamu sudah di mana?" tanya Hana dengan suaranya yang terdengar berbeda.

__ADS_1


"Masih belum berangkat. Maaf, Na, mungkin agak telat," sahut Cinta dengan lemas.


Sesaat mereka sama-sama terdiam.


"Mm... Ta," sapa Hana lagi.


"Iya, Na. Ada apa? Kenapa suaramu kayak nggak semangat gitu?"


"Lebih baik kamu nggak usah datang ke resto," ucap Hana kemudian.


"Kenapa?"


"Kamu-- Kamu sudah di blacklist dari resto ini," ujar Hana dengan suaranya yang pelan tetapi sangat jelas terdengar oleh Cinta.


"Blacklist? Tunggu! Aku pernah berbuat apa di sana? Perasaan aku nggak pernah berbuat kriminal apapun?"


Gemuruh di dada Cinta semakin menjadi. Ia menduga jika dirinya telah di fitnah sehingga namanya tercoreng hitam untuk bisa melamar kerja lagi.


"Aku tidak tahu, Ta. Tiba-tiba saja barusan kak Putri ngumpulin kita. Dia ngumumin ke kita suruh hati-hati sama kamu, ee.... Katanya-- kamu orang yang berbahaya," jelas Hana.


"Iya, Ta. Kita semua kaget waktu kak Putri bilang itu. Tapi kamu tenang, Ta. Aku tetap percaya sama kamu. Aku yakin kamu lagi ada yang fitnah. Yang sabar ya, Ta..."


Cinta hanya bisa menghela nafasnya dalam-dalam. Masalah hidup rumah tangganya sudah pelik, di tambah lagi masalah baru yang jelas sudah mencemarkan nama baiknya. Membuat gadis itu harus benar-benar ekstra sabar. Lalu tiba-tiba Cinta teringat dengan ucapan Keanu, kalau ini terjadi mungkin balasan karena melanggar perintahnya yang akan kembali bekerja.


"Hana," sapa Cinta setelah barusan berpikir sejenak.


"Iya, Ta."


"Terimakasih kamu masih percaya aku. Tapi aku tidak akan membiarkan orang yang sudah memfitnahku seperti itu. Mm... Apa kamu sempat tanya sama kak Putri, dia ngomong begitu dengar dari siapa? Sumpah aku penasaran banget, Na."


"Mm... Ini hanya dugaanku saja, Ta, tapi kamu jangan asal nuduh dulu. Tadi sebelum kak Putri ngumumin itu, aku lihat kak Putri menerima telpon dari bos Keanu. Dan setelah itu kak Putri langsung ngumpulin kita. Aku agak curiga kalau kak Putri tahu ini dari bos Keanu," jelas Hana yang seketika berhasil membuat ubun-ubun Cinta terasa mendidih saat mendengarnya.


"Keanu.......!!!" umpat Cinta dengan giginya yang menggertak sebal.


"Hei, Ta, Cinta..." panggil Hana karena merasa sahabatnya itu cukup aneh menyebut nama bos nya dengan nada yang teramat kesal.


Tetapi Cinta mengabaikan panggilan Hana dari sebrang sana. Gadis itu langsung mematikan sambungan telponnya dan melangkah dengan cepat mencari keberadaan Keanu di dalam rumahnya.

__ADS_1


Sungguh Cinta tidak menyangka jika Keanu akan berkata seperti itu kepada manajernya agar dirinya tidak bisa bekerja lagi. Kalau sampai hal itu tersebar luas ke luar, ngalamat tidak akan pernah menemukan lowongan pekerjaan lagi untuk dirinya.


Sesampainya di ruang tengah rumahnya, Cinta melihat Keanu sedang tersenyum-senyum sendiri sambil bermain game di ponselnya. Sesekali terkekeh senang, tetapi sungguh itu membuat Cinta semakin kesal melihatnya.


Segera gadis itu mendekat dan langsung merampas ponsel Keanu dari tangannya.


"Eh, apa-apaan kamu!" Keanu terlonjak berdiri berusaha mengambil ponselnya lagi dari tangan Cinta, tetapi gadis itu malah langsung memasukkan benda pipih itu pada saku depan celana jeans nya.


"Cinta, balikin!" geram Keanu, merasa terusik oleh kelakuan Cinta yang menurutnya semakin nekat kepadanya.


Cinta tak menyahut apa-apa, tetapi sorot matanya menatap tajam bagai menghunus netra Keanu dengan kilau amarahnya.


Menyadari kalau gadis itu sedang marah, Keanu malah kepikiran untuk pergi saja dari tempat itu. Baru selangkah kaki itu melangkah, Cinta menarik bajunya sehingga pria itu tertahan tak jadi pergi.


"Apa maksud kamu fitnah aku di restoran?" tanya Cinta to the point.


Keanu membalik badannya. "Fitnah apa?" tanyanya tak paham.


"Nggak usah pura-pura nggak paham!" sentak Cinta.


"Aku memang nggak tahu," balas Keanu sambil berusaha melepas tangan Cinta agar tidak lagi menarik bajunya yang membuatnya sedikit tak nyaman.


Tetapi Cinta semakin mengeratkan cengkraman nya sehingga Keanu terpaksa mengalah dan membiarkan Cinta menarik bajunya.


"Aku sadar kalau aku masih istri kamu. Kamu memang berhak melarangku sesuka kamu. Tapi tolong jangan fitnah aku. Setidaknya beri aku ruang untuk bisa mencari pekerjaan lagi kalau nanti akhirnya kamu menceraikan aku. Tapi kalau kamu sudah menggaris hitamkan namaku, jangankan mencari pekerjaan, semua mungkin sudah tidak sudi menerima aku." Cinta mengatakan itu dengan sorot matanya yang mengembun.


Keanu tercengang mendengar ucapan Cinta, yang sama sekali ia tak paham maksud yang di katakan nya itu apa.


"Kalau memang benci sama aku, cukup benci saja, Mas. Nggak perlu memfitnahku dengan tuduhan yang tidak pernah aku perbuat. Kamu benar-benar membuatku kehilangan harapan. Harapan di cintai kamu aku sudah menyerah. Tapi sepertinya kamu tak cukup puas memutus harapanku bekerja dengan bebas," ucap Cinta cukup dalam.


Kemudian gadis itu berlari ke arah kamarnya. Menutup pintunya dengan kasar. Menumpahkan seluruh kekecewaannya dengan tangisannya yang mengalir deras.


Sedangkan Keanu masih terpaku di tempat. Sudut hati kecilnya merasa tercubit saat mendengar kata menyerah dari gadis itu. Seharusnya ia merasa lega saat Cinta menyatakan sudah tak lagi berharap kepadanya, tetapi kenapa tiba-tiba hati kecilnya ada yang sakit.


Segera Keanu mencari sumber masalah itu di resto miliknya. Pria itu menghubungi Putri menggunakan telpon rumahnya untuk menanyakan ada apa yang terjadi yang ia tidak tahu mengenai Cinta di sana.


*

__ADS_1


__ADS_2