
"Sayang, sudah, jangan menangis lagi. Apa masih belum puas memukulku?" Keanu berkata sambil membawa tubuh Cinta dalam pelukannya.
Cinta terus memberontak, berusaha ingin melepaskan amarahnya dengan menimpuk Keanu sebisanya. Tetapi pelukan pria itu teramat erat, sehingga Cinta tak lagi bisa memukulinya.
"Aku nggak puas! Aku kecewa sama kamu! Kenapa kamu nggak jujur dari awal, Mas!" kata Cinta, tangisannya sudah mulai mereda dengan sendirinya.
"Iya, aku minta maaf. Aku tidak jujur karena aku tidak ingin menyakitimu setelah tahu ini. Semua orang punya masalalu, Dek. Tapi aku memiliki masa depan bersama kamu." Keanu berkata dengan tenang. Usapan tangannya terus membelai di punggung Cinta.
"Aku minta maaf ya," katanya lagi, dengan membubuhi kecupan kecilnya pada pucuk kepala Cinta.
Cinta tidak menyahut. Ia tahu jika semua orang pastilah memiliki kisah masalalu. Cuma yang membuatnya tak habis pikir, kenapa harus kakak iparnya yang menjadi bagian dari masalalu Keanu.
Cukup lama keduanya saling diam. Tetapi pelukan mereka tidak terlepas, dan Keanu tiada bosan terus menghujani pucuk kepala Cinta dengan ciumannya. Juga permohonan maafnya terus saja terlontar dari mulutnya dengan tulus.
"Sayang," kali ini Keanu mengangkat wajah Cinta, memandangi nya lekat-lekat.
"Harus dengan apa supaya kamu percaya kalau aku mencintaimu, sangat sangat mencintaimu melebihi diriku sendiri," ucap Keanu kemudian.
"Apa kamu masih mencintainya, Mas?" tanya Cinta tiba-tiba.
"Astaghfirullah, Dek." Keanu mendadak gemas sendiri. Helaan nafasnya berhembus kasar.
"Tidak, Dek. Aku berani bersumpah, demi apapun itu. Saat ini kamu sedang mengandung anakku, itu bukti kuat betapa aku ingin hidup bersamamu, dengan anak-anak kita sampai mati nanti. Apa kamu masih meragukan cintaku padamu?"
Cinta bergeming lagi. Nyatanya ia sangat mencintai Keanu, bahkan tidak ingin berpisah darinya walau apapun itu nanti. Kali ini tangannya melingkar erat memeluk tubuh Keanu. Dan Keanu langsung membalas memeluk tubuh Cinta. Sekali lagi menciumi kening Cinta berulang-ulang.
"Maafkan aku ya, Dek," ucap Keanu sekali lagi.
Lalu Cinta hanya mengangguk samar dalam pelukan Keanu.
"Apakah masih ada rahasia lain yang aku tidak tahu darimu, Mas?" tanya Cinta.
Keanu menggeleng dengan yakin.
"Tidak ada. Aku sudah pernah cerita, kalau aku hanya punya satu mantan pacar dan itu pun hanya satu minggu."
"Beneran kalian dulu cuma pacaran seminggu aja?"
Keanu mengangguk lagi.
"Apa seminggu itu kalian sudah pernah ciuman?" Pertanyaan Cinta semakin melebar.
Keanu tergelak mendengarnya. Sama sekali tidak menyangka pertanyaan istrinya itu akan merembet ke masalah ciuman. Kemudian dengan mantap Keanu menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Bohong!" Satu kepalan tangan Cinta kembali mendarat di dada Keanu.
"Duh! Sakit, Dek," kata Keanu, sok mengaduh kesakitan sambil mengusap dadanya.
Cinta masih betah cemberut. Rasanya tidak percaya saja. Mana ada orang pacaran tanpa ciuman menurutnya.
Tetapi seketika Keanu mencium bibir Cinta. Melummatnya lembut.
"Kalau aku bilang ciuman pertamaku sama kamu, apa masih tidak percaya?" ucap Keanu sambil mengusap bibir Cinta yang basah karena salivanya.
Akan tetapi Cinta masih bergeming saja.
"Apa kamu masih ingat kejadian di depan apartemen Zayn?" Keanu bertanya sambil mengerlingkan sebelah matanya.
"Lupa!" sahut Cinta ketus. Padahal sebenarnya ia tidak mungkin lupa kejadian itu seumur hidupnya.
"Baiklah, mari ulangi lagi, biar kamu ingat."
Keanu sudah mencondongkan wajahnya, tetapi Cinta langsung menghindarinya. Kedua pipinya sudah bersemu merah, teringat akan kejadian ciuman pertamanya yang memang Keanu lah yang merenggutnya.
"Hei, kalian!" Tiba-tiba Zayn memanggil Cinta dan Keanu dari tempat tak jauh dari mereka.
Cinta dan Keanu sama-sama menoleh kepada Zayn.
Keanu tersenyum tipis mendapati sikap Zayn yang tidak sedingin semalam. Setidaknya hikmah dari masalah yang menimpanya ini ternyata luar biasa. Hubungannya dengan Zayn sepertinya akan membaik setelah ini.
"Ayo, Dek," Keanu menarik tangan Cinta, membimbingnya untuk beranjak dari kolam itu.
"Dingin ya?" tanya Keanu, memperhatikan Cinta yang sedikit menggigil.
Cinta mengangguk. Kemudian Keanu langsung mengangkat tubuh Cinta dalam gendongannya.
"Mas! Turunkan! Ini bukan di rumah!" protes Cinta merasa malu, meminta diturunkan.
"Aku tahu, ini rumah kakakmu." Keanu terus saja menggendong tubuh Cinta, membawanya masuk ke rumah itu. Inah yang melihat mereka, langsung menuntun mereka untuk masuk ke kamar mandi, karena separuh tubuh mereka kebasahan. Sedangkan Zayn berinisiatif mengambilkan baju ganti untuk mereka.
Tak lama setelah itu, mereka berempat sudah kumpul bersama di ruang makan, termasuk Ziyyan juga. Entah kenapa kali ini ekspresi Ziyyan sudah lebih tenang, meski berada satu meja dengan Keanu. Mungkin karena sudah dibujuk oleh Zayn, mengatakan jika Keanu bukanlah orang jahat. Dan antar sesama haruslah saling memaafkan. Begitulah cara Zayn mendidik anaknya, hingga akhirnya Ziyyan mematuhi ucapannya.
"Aku dengar kamu hamil, Ta?" tanya Zayn, di saat mereka sedang menikmati sarapan bersama.
Cinta yang mendengar itu langsung menoleh kepada Keanu.
"Selamat ya kalian. Mm... Sudah berapa minggu?" tanya Zayn lagi.
__ADS_1
"Belum periksa, jadi belum tahu." Cinta masih terkesan ketus.
"Segera diperiksakan biar tahu," seloroh Zayn dengan santai.
"Rencananya hari ini kita mau cek USG." Keanu ikut berbicara.
"Kata siapa?" Cinta mengelaknya.
"Kemarin kita sudah sepakat mau cek hari ini loh, Dek." Keanu tetap berusaha sabar. Sadar betul jika mood bumil sering berubah-ubah.
"Nggak jadi!" Kemudian Cinta menyudahi makannya.
"Kok sudah selesai saja makannya, Ta?" Zayn bertanya.
Cinta hanya menggeleng. "Nggak pingin makan ini, tapi adanya ini," imbuhnya lagi.
"Pinginnya makan apa?" tanya Keanu langsung peka.
"Makan kamu!" Lalu Cinta segera beranjak dari tempatnya. Ia terus berjalan cepat ke arah pintu keluar.
"Yang sabar, Ken," ucap Zayn sebelum Keanu pergi menyusul Cinta.
Di luar rumah itu, Keanu sudah melihat Cinta berdiri di dekat pintu mobil Keanu. Pria itu langsung berlari dan segera membukakan pintu mobilnya, yang kemudian Cinta langsung masuk dan duduk dengan wajah yang masih cemberut.
Dalam perjalanan itu, antara keduanya masih sama-sama diam. Tetapi saat Keanu akan berbelok ke arah jalan menuju kampus, Cinta meminta putar balik ke rumah Zayn, karena tas miliknya tertinggal di sana. Yang akhirnya Keanu memutar arah lagi. Benar-benar pagi ini Keanu berhasil dibuat gemas oleh Cinta. Tetapi tak apalah. Yang penting Cinta sudah mau memaafkannya.
Tepat saat mereka sudah kembali melanjutkan perjalanan setelah dari rumah Zayn lagi, tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Reno, saat mereka sama-sama menunggu lampu trafic light berubah hijau.
Seketika Cinta menggenggam tangan Keanu yang sedang mencengkram hand rem, mencoba menenangkan agar tidak terpancing emosi disaat bertemu dengan Reno. Bersyukurnya Keanu memang tidak berniat untuk meladeni Reno, bahkan untuk ke depannya.
Semalam setelah intropeksi diri Keanu sadar, jika dirinya sudah terlalu sering terkena hasutan Reno. Berawal dulu saat dirinya masih punya rasa dengan Ara, Reno menghasut nya dengan mengatakan tentang Bella dan Zayn. Yang akhirnya memicu rasa ketidakpercayaan Ara terhadap Zayn. Kali ini hal itu terulang lagi. Tetapi bersyukurnya Cinta kuat dan tetap memilih bersama Keanu. Entah apa sebenarnya tujuan Reno kepadanya. Atau jangan-jangan ini memang sudah menjadi watak Reno, tetapi Keanu baru sadar hal itu sekarang. Benar-benar toxic!
Sedangkan Reno yang melihat keberadaan Cinta dan Keanu tetap baik-baik saja, meski semalam dirinya telah mengirim bukti foto itu kepada Cinta, tentu merasa sakit hati sendiri. Dirinya yang sudah lelah berkelana dengan menebar cinta ke hampir seluruh wanita yang dikenalnya, sudah mulai ingin memiliki wanita yang benar-benar tulus mencintainya. Dan wanita yang tulus itu adalah Cinta menurut Reno. Sehingga cara apapun sampai ia lakukan, demi bisa memiliki wanita yang tulus seperti halnya Cinta yang mencintai Keanu dengan tulus.
Cinta yang tahu jika Reno terus memperhatikannya dari dalam mobilnya, sengaja mencium pipi Keanu. Tujuannya biar Reno sadar, jika ia sangat mencintai Keanu. Dan tak ingin berpisah dengan Keanu hingga selamanya.
Keanu yang mendapati Cinta seperti itu hanya tersenyum senang. Setidaknya dari ini membuktikan kalau Cinta sudah benar-benar tidak marah lagi dengannya.
Lampu trafic light sudah berubah hijau, Keanu segera melajukan mobilnya tanpa menoleh maupun menyapa Reno. Tetapi baru beberapa meter mereka pergi, tiba-tiba terdengar benturan keras dari arah belakang. Spontan Cinta menengok ke belakang. Mulutnya langsung ternganga begitu melihat bahwa bunyi benturan itu berasal dari mobil Reno yang mengalami kecelakaan tunggal.
"Mas, kak Reno kecelakaan!" pekik Cinta.
Dengan santainya Keanu menyahut, "Biar saja!"
__ADS_1
*