
Masih flashback
"Maafkan ayah, Nak.." ucap Malik, ditengah rasa sesak yang menghimpit dada.
Cinta mengangguk. Derai airmatanya sudah tumpah tak terbendung. Gadis itu terus menggenggam tangan Malik dengan erat, tersirat ketidak relaannya jika sang ayah harus pergi secepat ini.
"Ayah--" Nafas Malik masih tersengal, hingga apa yang ingin dibicarakannya itu harus terjeda.
"Ayah... Ayah jangan banyak bicara dulu. Cinta memaafkan Ayah. Ayah nggak ada salah apa-apa. Cinta sayang Ayah. Seharusnya Cinta yang minta maaf sama Ayah, Cinta banyak salah sama Ayah." ucap Cinta dengan tangisannya yang semakin menjadi.
Sedangkan Rahayu juga menangis dalam-dalam. Antara siap dan tidak siap, ia harus ikhlas jika Sang Khalik berkehendak mengambil suaminya saat ini. Penyakit ginjal yang sejatinya pernah sembuh berkat operasi transplantasi ginjalnya beberapa tahun lalu, belakangan ini kembali kambuh. Tetapi Malik memintanya untuk merahasiakan hal ini kepada anak-anaknya, demi tidak menimbulkan rasa cemas yang berlebihan hingga membuat keadaan hanya akan terfokus kepadanya.
Saat ini Zayn tengah merintis perusahaan miliknya sendiri. Sedangkan Cinta masih baru saja memulai kuliahnya. Saking tak mau merepotkan orangtua dan sang kakak yang membantu biaya kuliahnya, membuat gadis itu berinisiatif mencari uang jajan tambahan dengan bekerja di restoran. Dan karena hal itulah yang membuat Malik tidak membicarakan masalah penyakitnya itu.
Lirikan mata Malik mengarah kepada Keanu. Perlahan tangan lemahnya itu diangkat, seakan ingin disambut oleh Keanu.
Keanu tercengang sejenak. Bergantian ia menoleh tak paham kepada Rahayu dan Cinta. Merasa canggung untuk menyambut uluran tangan Malik, akan tetapi akhirnya Keanu menyambutnya juga.
"Nak, aku titip anakku Cinta." ucap Malik kepada Keanu.
Pria itu memilih diam saja. Meski masih ambigu dengan kalimatnya itu, tetapi Keanu tidak begitu mempedulikannya.
"Setelah aku menemukan lelaki yang tepat buat Cinta, aku bisa pergi dengan tenang." ujar Malik, menatap penuh harap kepada Keanu.
"Ayah...."
Tangisan Cinta semakin histeris. Gadis itu semakin punya feeling buruk jika ayahnya itu akan meninggalkannya selamanya.
Saat gadis itu berhambur memeluk tubuh lemah Malik, Rahayu lekas menariknya demi memberi kelonggaran nafas untuk suaminya itu.
__ADS_1
Wanita paruh baya itu terlihat lebih tegar dibanding Cinta. Walau sebenarnya hatinya lah yang merasa paling terpuruk saat membayangkan akan ditinggal pergi oleh suami yang selama ini menemani hidupnya.
"Tolong jaga Cinta." Malik berucap lagi kepada Keanu.
Sekali lagi Keanu dibuat terhenyak oleh perkataan Malik. Pikirannya mendadak tak karuan andai perkataannya itu adalah sebuah pesan terakhir yang diminta oleh Malik kepadanya.
"Menjaga Cinta? Maksudnya--" Pria itu tak sampai pikir andai maksud perkataan Malik itu adalah menjaga dalam artian menikahinya. Aah, semoga saja tidak!
"Nak..." sapa Malik, sedang genggaman tangannya terasa semakin erat menggenggam tangan Keanu.
"Iya, Pak.." sahut Keanu dengan suara pelan.
"Aku-- Aku--"
"Anda jangan khawatir. Kami akan menjaga Cinta. Kami juga menyayangi Cinta seperti anak kami sendiri."
Tiba-tiba Ratih muncul tepat dibelakang Keanu, saat tadi ia keluar demi memanggil seorang suster untuk Malik. Dan seketika ikut menimpali isyarat pesan terakhir dari Malik itu.
Rahayu ikut mengangguk mengiyakan saat Malik melirik kepadanya. Sebenarnya yang paling diberati olehnya ialah meninggalkan anak gadisnya saat ia sendiri belum bisa menikahkannya dengan lelaki baik yang akan menjadi pelindung hidupnya kelak. Entah mengapa saat melihat Keanu yang juga berada ditempat ini, Malik merasa pria itulah yang tepat untuk mendampingi Cinta.
Senyum kecil Malik sekilas terbit, sebelum akhirnya pria itu kembali merasa kesulitan bernafas.
"Ayah... Ayah.... tolong bertahan, Yah. Bertahanlah demi Cinta. Bertahanlah demi ibu, demi abang juga." Cinta semakin histeris.
"Suster!!!! Suster!!!"
Hingga gadis itu berteriak lantang saat menyadari suster yang seharusnya datang tak kunjung tiba.
"Sabar, Nak. Tenang..." Ratih langsung merangkul pundak Cinta. Memberinya semangat ketegaran dengan penuh kasih. Kemudian menuntunnya untuk mundur sedikit dari sang ayah.
__ADS_1
Sedangkan Rahayu sendiri juga terisak semakin jadi. Tubuhnya tiba-tiba merasa lemas untuk berdiri. Lekas ia mencari pegangan dengan menopangkan sebelah tangannya ke dinding. Seakan otot penguat hidupnya sirna seiring rasa sakit yang diderita Malik saat ini.
Keanu satu-satunya lelaki yang ada diruangan itu lekas membimbing Malik agar menyerukan kalimat doa kebaikan tepat disamping telinganya disela nafasnya yang tersengal. Pria itu meyakini jika saat inilah Tuhan akan mengambil Malik kembali. Seketika ia jadi teringat dengan almarhum papanya. Saat papanya menghembuskan nafas terakhirnya, saat itu Keanu tidak disampingnya. Sehingga kini ia tak mau mengulangi penyesalannya itu. Dengan rasa simpati kepada Malik, pria itu berbuat demikian hanya lantaran dasar kemanusiaan.
Seorang dokter dan suster datang disaat Malik sudah berada diambang masa terakhirnya. Meski dokter itu sudah berusaha semaksimal mungkin, rupanya Tuhan berkehendak lain. Malik menghembuskan nafas terakhirnya. Menghadap Tuhan sang pencipta.
Suara tangisan itu semakin pecah. Apalagi Cinta. Ia yang paling histeris mendapati kenyataan ayahnya telah benar-benar tiada. Sedangkan Rahayu tiba-tiba terkulai lemas dan nyaris tak sadarkan diri. Ratih segera mendekati Rahayu untuk membantunya duduk di sofa dalam ruangan itu.
Sedangkan Keanu tetap terpaku tanpa bisa berbuat apa-apa. Ia tahu bagaimana rasanya ditinggal pergi orang tersayang menghadap Sang pencipta. Meski dulu ia sering berkonflik dengan almarhum papanya, biar bagaimana pun beliau tetap papanya.
Ratih terlihat sibuk mengipasi tubuh Rahayu yang sudah pingsan. Wanita paruh baya itu tidak menyangka jika kunjungannya ke sini akan menjadi saksi kepergian orang tersayangnya Cinta.
Cinta berhambur memeluk tubuh ayahnya, dengan isakan tangisnya yang terus mengaung. Melihat gadis itu yang begitu, Ratih mengintrupsi Keanu untuk mengangkat tubuh Cinta agar tidak menindih dan meraung-raung ditubuh Malik.
Keanu langsung menurut tanpa banyak kata. Ia lekas menarik pundak Cinta agar tidak menangis didekat jenazah ayahnya. Seketika itu Cinta berhambur memeluk Keanu dengan erat. Gadis itu terus menangis, menumpahkan kesedihan hatinya dibalik dada bidang Keanu sebagai tumpuan kepalanya.
Keanu terdiam. Perasaannya tiba-tiba menjadi entah saat gadis itu memeluknya. Suara Cinta terdengar lirih memanggil-manggil ayahnya. Hingga membuat pria itu sedikit terenyuh dan perlahan mengusap punggung gadis itu dengan lembut.
Terus terang Keanu kebingungan bagaimana caranya menghubungi keluarga Cinta yang lain untuk memberitahu kabar ini. Beruntungnya Rahayu lekas sadar kembali. Ia menjadi lebih tenang saat Ratih memberinya air minum dan terus mendampinginya dengan tenang.
"Bu, tolong hubungi keluarga ibu yang lain." pinta Keanu kepada Rahayu.
Rahayu mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan itu. Ia baru sadar jika anak sulungnya belum tiba disini. Lekas ia mencoba menghubunginya. Tetapi tidak terjawab dan bisa jadi anaknya itu masih berada dalam pesawat menuju pulang.
"Jadi bagaimana, Jeng?" Ratih ikut bertanya, setelah melihat telpon yang dihubungi Rahayu tidak dijawab.
Rahayu hanya bergeming. Tatapan matanya kosong memandangi suaminya yang sudah tertutup kain putih ditubuhnya.
Keanu lekas berinisiatif sendiri. Ia melepas pelukan Cinta dari tubuhnya, agar bisa beranjak untuk membantu mengurus administrasi kepulangan jenazah Malik ke rumahnya.
__ADS_1
*