
Beberapa saat setelah membalas chat dari Cinta tentang pamitnya yang akan pergi nonton, Keanu yang kebetulan sudah cukup santai di resto mendadak ingin menyusul Cinta. Pria itu melajukan mobilnya menuju mall terdekat, begitu sampai langsung menuju gedung bioskop yang ada di mall tersebut. Tetapi baru saja ia mengantri untuk membeli tiket masuk, sepasang matanya menyaksikan adegan yang tak sepatutnya istrinya itu lakukan.
Gadis itu tengah berada dalam pelukan lelaki lain. Lelaki yang tak lain adalah teman dekat Keanu, yang beberapa hari kemarin sempat berseteru dengannya juga karena Cinta. Siapa yang tak merasa bergemuruh melihatnya. Sudah pasti sangat marah yang Keanu rasa. Kedua tangannya mengepal erat, dengan rahang yang mengeras. Tetapi cukup kuat memendam emosi, mengontrol diri, agar tak lagi terlibat huru-hara yang nantinya akan jadi viral lagi oleh ulah orang-orang iseng yang bisa jadi akan merekamnya, karena sadar ini tempat umum yang syarat keramaian.
Sekali lagi Keanu menghentak nafasnya dengan kasar. Sebelum kemudian memilih pergi, dari pada harus terus menyaksikan adegan yang entah mengapa terasa menyesakkan dada.
"Kak!" pekik Cinta sambil mendorong dada Reno sekuat mungkin hingga akhirnya terlepas juga dari pelukan pria itu.
Tatapan mata Cinta menyorot tajam kepada Reno yang berubah aneh dan membuatnya semakin tak nyaman. Seandainya saja saat ini Cinta bukanlah istri orang, hal seperti ini akan di anggap biasa saja baginya. Memiliki rasa suka terhadap lawan jenis itu lumrah, dalam artian bagi orang yang masih single itu normal. Akan tetapi tentu ini sudah berbeda bagi Cinta. Dirinya harus bisa menjaga sikap, karena memang sudah menjadi seorang istri dari Keanu.
"Maaf, Ta," ucap Reno kemudian. Merasa sangat bersalah, karena seenaknya menuruti hawa naffsu sehingga lepas kontrol dan nekat memeluk Cinta.
Cinta tak menyahut. Sungguh ia sangat menyayangkan sikap Reno itu. Cinta kira sebelum ini Reno mendekatinya hanya sebatas ingin kenal lebih dekat karena ia sudah menjadi istri Keanu. Tetapi setelah tahu kalau Reno tengah menyimpan rasa yang lebih kepadanya, mulai detik ini juga Cinta harus menghindarinya.
"Cinta, kok di sini?" sapa Hana yang kebetulan telah usai dari toiletnya dan memergoki Cinta di luar bersama Reno.
Cinta dan Reno sama-sama menoleh kepada Hana. Tetapi kemudian Cinta melangkah lebih dulu mendekati Hana.
"Maaf, Kak, kita harus pulang," pamit Cinta seketika. Lalu menarik tangan Hana, mengajaknya pergi dari tempat itu.
"Tunggu, Ta!" Reno terus mengejar Cinta yang melangkah cukup cepat saat itu.
Sedangkan Hana yang tidak tahu apa-apa itu pastinya bertanya banyak hal kepada Cinta, tetapi Cinta memilih tidak menggubris nya walau sepatah katapun.
"Cinta!" Reno berhasil menghadang di depan kedua gadis itu.
Cinta dan Hana sama-sama berhenti. Tetapi Cinta langsung membuang muka ke arah lain, menghindari tatapan Reno yang membuatnya semakin tak nyaman diri.
__ADS_1
"Tolong maafkan aku. Aku khilaf barusan. Tolong jangan marah. Sungguh aku nggak bisa lihat kamu seperti ini sama aku, Ta," ucap Reno tanpa sungkan lagi mengungkapkan apa yang menjadi suara hatinya.
Cinta tetap bergeming. Seandainya saat ini tidak ada Hana, mungkin Cinta akan mengingatkan Reno, sekaligus menyadarkan, bahwa dirinya adalah istri orang, istri dari teman karibnya sendiri. Berhubung Hana belum tahu status Cinta itu, jadilah Cinta memutuskan untuk diam saja.
"Cinta, aku sayang sama kamu. Sungguh, Ta. Aku serius sama perasaanku ini. Jadi--"
"Nggak bisa, Kak." Cinta langsung memotong ungkapan sayang Reno itu.
"Tapi aku cinta sama kamu. Aku tahu kamu kaget mendengar ini. Tetapi apa yang aku rasa ini sebenarnya sudah lama aku pendam. Jauh sebelum kamu menik--"
"Kak! Stop!" pekik Cinta sambil mengangkat sebelah tangannya di depan Reno.
"Cukup! Jangan di teruskan!" mohon Cinta dengan setulus hati. Berharap agar Reno tidak membongkar pernikahannya dengan Keanu di depan Hana.
Seketika Reno berdecih. Bukan mengejek, tetapi menyayangkan sikap Cinta yang memilih bertahan dengan Keanu yang nyata tidak mencintainya.
Sedangkan Hana yang kebetulan menjadi penonton mereka berdua, sangat kaget pastinya. Kaget karena mendengar ungkapan cinta Reno yang langsung di tolak oleh Cinta. Juga mulai curiga dengan ucapan Reno yang langsung di potong oleh Cinta perihal Keanu.
Cinta hanya menggeleng heran mendengar ungkapan Reno. Baru tahu jika selama ini seperti itu yang di rasa terhadap Keanu. Tetapi walau apapun bujukan Reno untuk dirinya terlepas dari Keanu, tetapi yang masalah hati itu teramat sulit bagi Cinta yang terlanjur mencintai Keanu semenjak dahulu.
"Ta, tolong pikirkan baik-baik," mohon Reno sambil meraih tangan Cinta tetapi segera di tepis oleh gadis itu.
"Aku nggak bisa, Kak. Tolong hargai keputusan aku. Bagaimana pun nantinya, itu sudah menjadi keputusan aku sendiri. Aku tidak akan menyesal. Aku yakin kamu mengerti maksudku."
Reno menggeleng kepala, hingga berulang-ulang. Masih tidak terima dengan jawaban Cinta itu. Rasa cintanya yang teramat dalam membuatnya tak rela membiarkan gadis itu terus sengsara mengharap balasan cinta dari Keanu untuknya.
Hingga sampai Cinta memutuskan untuk beranjak dari tempat itu, Reno masih terpaku di tempat. Pria itu berpikir jika tidak bisa saat ini, mungkin esok hari. Pastinya tidak semudah itu membuatnya menyerah untuk berhenti mendapatkan cinta dari gadis pujaannya.
__ADS_1
Saat ini Cinta dan Hana sudah sama-sama berada dalam taksi yang mereka naiki. Taksi itu melaju ke arah tempat tinggal Hana lebih dulu. Hana melihat sahabatnya itu hanya diam, sambil melihat ke arah luar jendela cukup lama.
Sengaja Hana tidak bertanya tentang mengapa ia menolak Reno, karena urusan hati itu memang tidak bisa di paksakan. Dan mengenai Cinta yang mencintai Keanu itu Hana sudah tahu. Hanya yang membuatnya masih penasaran tentang ada apa sebenarnya yang terjadi yang ia tak tahu selama ini antara Cinta, Keanu, dan Reno.
Tak lama kemudian taksi itu berhenti di depan area kost-kostan tempat Hana tinggal. Selesai mengucap kata terimakasih, tidak ada basa-basi lagi antara Cinta dan Hana. Mobil taksi itu lalu pergi sesuai arahan Cinta.
Gadis itu tiba kembali di rumahnya saat sore. Lekas ia masuk ke rumahnya dan langsung menuju kamar untuk bisa segera membersihkan badan. Saat masuk ke dalam kamarnya itu Cinta melihat Keanu sedang duduk santai di balkon. Tetapi gadis itu tidak menyapanya lantaran merasa gerah dan ingin segera mengguyur tubuhnya dengan air dingin.
Saat Cinta sudah usai dengan mandinya, ia sudah tidak melihat Keanu ada di kamar itu. Gadis itu tidak begitu memusingkan, karena menurutnya mungkin sedang berada di luar kamar.
Hingga sampai waktu maghrib telah usai, Cinta tidak melihat Keanu masuk lagi ke kamarnya. Dan akhirnya ia memutuskan untuk mencarinya sekalian sambil membantu mbok Nah menyiapkan hidangan makan malam setelah ini.
"Hai, Sayang," sapa ibu Ratih saat melihat Cinta ikut bergabung di dapur.
"Mama, mas Keanu mana ya?" tanya Cinta langsung.
"Loh, memangnya nggak pamit ke kamu?" ibu Ratih balik tanya.
Cinta hanya nyengir. Tak tahu harus merespon seperti apa.
"Keanu bilang dia ada urusan di luar. Mm... Masalah pengembangan resto yang rencananya buka cabang di Bali itu," jelas ibu Ratih.
"Tapi serius Keanu nggak pamit?" selidik ibu Ratih lagi. Karena saat Keanu pamit padanya tadi, ia tidak menaruh curiga apa-apa dengan gelagat Keanu.
Cinta menyeringai lagi.
"Aku lupa, Ma," ucap Cinta, mengalihkan dengan berbohong demi tidak membuat perasaan ibu mertuanya itu kembali gelisah.
__ADS_1
Sejenak gadis itu terdiam dengan pikirannya yang mulai curiga. Sepertinya Keanu akan kembali ke mode awal, kembali mengacuhkan keberadaannya sebagai seorang istri. Lihat saja dari perlakuannya saat ini. Main pergi tanpa pamit atau paling tidak mengabari lewat pesan singkat itu masih mending.
*