
Pagi itu akhirnya Keanu mengantar Cinta ke kampus walau tadi saat sarapan sempat ada drama mual. Bersyukurnya tidak sampai muntah, hanya saja sedikit kurang berselera makan. Saat ini Cinta dan Keanu sudah sampai di kampus, tetapi keduanya masih sama-sama betah berdiam diri didalam mobil. Sedang tampilan Keanu saat ini sengaja memakai masker pelindung wajah. Bukan untuk menyamarkan wajahnya, melainkan kondisi yang terkadang merasa mual itu yang membuatnya merasa lebih nyaman dengan menggunakan masker.
"Tiba-tiba aku jadi males mau masuk kelas," seru Cinta.
Keanu menoleh heran.
"Aku khawatir sama kamu. Kok bisa ya, Mas, sekarang malah kamu yang kayak aku kemarin?" tanya Cinta terheran-heran sendiri.
Pria itu meresponnya dengan mengangkat kedua bahunya yang berarti entah. Setelah merasa mual tadi, membuat Keanu jadi lebih banyak diam karena malas mau berbicara sekecappun.
"Kamu kalau nggak nyaman, aku boleh tinggal, nggak pa-pa kok," kata Cinta pada akhirnya. Ia merasa tidak enak karena tadi telah meminta Keanu menunggunya hingga kelas selesai.
Keanu menggeleng, pertanda menolak.
"Aku tunggu di sini. Udah kamu cepat masuk kelas sana, aku nggak kemana-mana," lanjutnya.
"Ah, iya, Mas. Kamu ngerasa nggak, bisa jadi ini ucapan kamu terkabul," seru Cinta tiba-tiba, berhasil membuat Keanu menatapnya penuh tanda tanya.
"Itu loh, semalam kamu bilang, kalau bisa kamu aja yang sakit, jangan aku. Kamu ingat kan pernah ngomong gitu?"
Keanu mengangguk. Ia masih dan sangat ingat ucapannya itu. Masa iya ini adalah imbas dari ucapannya. Tetapi tak apalah, setidaknya melihat Cinta tidak kesakitan seperti kemarin, Keanu sangat merasa lega. Walau harus diganti dirinya yang seperti mengganti kondisi Cinta.
"Itu artinya kita sehati nggak sih, Mas?" ucap Cinta sambil mulai bergelayut manja di lengan Keanu, dan menyandarkan kepalanya di pundak suaminya itu.
Keanu tersenyum dibalik maskernya. Tangannya terulur mengusap pucuk kepala Cinta, dan sekilas memberinya kecupan di kening wanita itu.
"Sudah masuk sana, kelamaan di sini entar telat," titah Keanu lagi.
__ADS_1
Cinta mengangguk, walau sejujurnya merasa berat hati. Lantas ia pun menyalimi tangan suaminya, berpamitan untuk mengikuti kelas. Dan Keanu membalasnya dengan menciumi kening Cinta lagi, yang kemudian Cinta lekas beranjak keluar dari mobilnya agar tidak telat masuk kelas.
Sambil menunggu Cinta selesai kelas hari ini, Keanu memilih tidur saja. Matanya tiba-tiba tidak bisa di ajak kompromi, bawaannya ingin tidur karena tubuh yang mendadak menjadi tak bergairah.
Tak terasa rupanya Keanu tertidur cukup pulas, sehingga akhirnya ia terbangun dengan sedikit kaget. Di liriknya jam dari ponselnya, ternyata masih sekitar sepuluh menit lagi Cinta selesai kelasnya. Kerongkongan yang tiba-tiba merasa haus, membuatnya ingin membeli minuman segar di kantin terdekat. Tetapi saat ia akan membuka pintu mobilnya, tiba-tiba matanya membentur sosok seseorang yang sudah lama mereka tidak saling bersapa. Sejak insiden baku hantam itu, sampai detik ini salah satu dari mereka terkesan saling menghindar.
"Ngapain Reno ke sini?" batin Keanu bertanya curiga.
Keanu mengurungkan niatnya membeli minuman. Pria itu memilih mengintai Reno dari dalam mobilnya. Sebenarnya ia muncul perasaan was-was, Jangan-jangan kedatangannya ke sini sedang menunggu Cinta. Karena setahunya Reno tidak pernah datang ke kampus ini sebelumnya.
Saat ini sudah saatnya Cinta keluar dari kelasnya. Keanu menunggunya dengan perasaan gelisah. Sorot matanya tetap awas menatap ke keberadaan Reno, yang seperti sedang menunggu seseorang juga. Tangan Reno begitu sibuk dengan ponselnya sedari tadi.
Dari kejauhan Keanu melihat Cinta berjalan beriringan dengan Hana. Mereka berdua nampak sedang bercanda, karena sama-sama tertawa. Keanu bersiap akan keluar dari mobilnya, tetapi ternyata keduluan Reno yang lebih dulu mendekati Cinta.
Tangan Keanu mencengkram erat pada bundaran setir itu. Tatapannya begitu nyalang menatap istri dan sahabatnya saling bertemu lagi. Tetapi sebisa mungkin ia tetap berusaha tenang, sambil lalu melihat sendiri akan bagaimana reaksi Cinta terhadap Reno setelah ini.
"Kak Reno!" Bersamaan Cinta dan Hana menghentikan langkahnya, saat tiba-tiba pria itu berdiri menghadang didepan keduanya.
"Hai..." Hanya Hana yang membalas sapaannya, sedangkan Cinta sudah nampak gelisah. Ia yakin suaminya sedang melihatnya sekarang, karena Cinta melihat mobil suaminya itu masih tetap ada di tempat yang tadi.
"Mau ketemu siapa, Kak?" tanya Hana lagi.
Reno menunjuk Cinta dengan jari telunjuknya.
Hana menoleh kepada Cinta.
"Untuk apa?" selidik Hana.
__ADS_1
Reno tersenyum getir.
"Mau bicara penting, dan aku hanya ingin bicara berdua saja. Paham?" Reno menekan pada kalimat terakhirnya.
Hana sedikit mencelos. Sejujurnya ia tidak mau menjadi orang yang ngurusin urusannya orang. Tetapi di sini Cinta adalah istri orang. Dan pria didepannya itu jika dibiarkan akan menjadi virus berbahaya untuk ketentraman rumah tangga Cinta.
"Aku rasa kamu cukup paham apa perkataanku. Setidaknya telingamu masih berfungsi baik kan?" kata Reno lagi. Ucapannya itu sangat menohok di telinga Hana.
Tanpa banyak bicara, akhirnya Hana pergi dengan perasaan yang sudah pasti dongkol sekali. Biarkan saja Reno sepuasnya berbicara dengan Cinta. Pria itu tidak tahu saja kalau keberadaannya tengah diintai oleh Keanu, karena Hana juga tahu kalau suami sahabatnya itu sedang menunggu Cinta sekarang.
"Mau bicara apa, Kak?" kata Cinta kepada Reno.
"Mm... Kita pindah tempat. Di sini terlalu ramai." Reno tolah-toleh ke sekitar yang memang banyak orang berlalu-lalang disekitarnya.
"Di sini saja. Sudah cepetan, Kak Reno mau ngomong apa?"
Mendengar perkataan Cinta yang terkesan ingin segera menghindar, membuat Reno seketika meraih tangan Cinta dan kemudian menggenggamnya dengan erat.
"Kak!" pekik Cinta kaget. Wanita itu berusaha terlepas dari genggaman tangan Reno, tetapi kalah tenaga.
"Aku rindu kamu, Ta. Sangat sangat rindu," ungkap Reno tanpa melihat kondisi sekitar. Banyak sorot mata menatap keduanya. Ada yang senyum-senyum karena menduga mereka adalah pasangan kekasih yang saling mengungkapkan rasa rindu, ada pula yang bereaksi begidik geli, menganggap keduanya sangat alay.
"Kak Reno, plis... Lepasin tanganku!" mohon Cinta, tetapi pria itu tidak mempedulikannya.
"Kak, kamu harus sadar diri. Aku ini siapa? Aku sudah menikah. Dan suami aku itu teman kamu sendiri. Kenapa makin ke sini kamu membuatku tambah ilfil lihat kamu? Plis, Kak... Sebelumnya kamu adalah lelaki yang baik di mataku. Tolong jangan membuatku menandai kamu sebagai lelaki--" Cinta tak sampai hati meneruskan perkataannya. Ia sangat tidak menyangka, jika teman suaminya itu akan semakin nekat kepadanya.
Melihat Reno yang terus menggenggam tangan Cinta, padahal Cinta sendiri meronta ingin dilepas, membuat Keanu sudah kehabisan kesabaran. Pria itu keluar dari mobilnya. Kedua tangannya sudah mengepal erat. Rasanya sudah tidak sabar untuk tidak memberinya pelajaran kedua kalinya. Dan tanpa ragu lagi--
__ADS_1
Bug!
*