
Waktu berjalan begitu cepat. Acara seratus hari meninggalnya ayah Malik sudah selesai. Sekitar sebulan lagi masa iddah Ibu Rahayu juga selesai. Karena masa iddah bagi perempuan yang ditinggal mati oleh suami ialah empat bulan sepuluh hari lamanya. *Tafsir surah Al-Baqarah ayat 234.
Saat ini Cinta dan Keanu bersiap akan kembali ke Jakarta. Mereka sudah menginap dua hari demi mengikuti acara penting itu. Sedangkan Zayn hanya datang seorang diri karena Ara baru melahirkan belum seminggu.
"Kalian hati-hati di jalan," ucap Ibu Rahayu melepas kepergian Cinta dan Keanu, juga Zayn yang ikut pulang satu mobil bersama mereka.
"Iya, Bu," sahut mereka hampir bersamaan.
"Ibu sehat-sehat ya, sebulan lagi aku bawa ibu bertemu Ziana," ucap Zayn kepada ibunya, menyebut nama bayi perempuannya yang diberi nama Ziana.
Ibu Rahayu mengangguk terharu. Sebulan lagi dirinya akan dihadapkan dengan resepsi akbar yang akan digelar oleh keluarga Keanu. Dan lagi, ia akan bertemu langsung dengan cucu perempuannya dari Zayn, yang selama ini hanya tahu dari foto saja.
"Mm... Ibu jangan nangis, aku ikut sedih lihatnya." Cinta yang melihat mata ibu Rahayu meremang, langsung berhambur memeluknya.
"Ibu tidak nangis, Ta. Ibu hanya merasa senang melihat anak-anak ibu bahagia," ucapnya sambil kemudian turut memeluk tubuh Zayn juga.
"Kamu sudah punya dua anak, dan kamu juga akan punya dua anak," kata ibu Rahayu sambil mengusap kepala Zayn dan Cinta yang menempel di pundaknya.
"Ini semua berkat do'a ibu," sahut Zayn ikut terharu juga.
Dan Cinta sudah banjir air mata. Semenjak hamil wanita itu mudah sensitif. Keanu yang melihatnya hanya bisa mengusapi punggungnya. Ikut terharu juga pastinya.
"Sudah, katanya mau pulang," kata ibu Rahayu sambil kemudian melepas pelukannya.
"Masih pingin di sini, masih kangen ibu," rengek Cinta kembali memeluk ibunya.
"Kalau nggak pulang, nanti urusan resepsinya nggak selesai," balas ibu Rahayu.
"Ibu harus janji, setelah resepsi ibu harus nginep sampai aku lahiran," seloroh Cinta.
Ibu Rahayu dan ibu Ratih yang mendengar ucapan Cinta itu hanya tertawa kecil.
"InsyaAllah, semoga ibu tetap sehat, biar bisa temani kamu, juga cucu kembar ibu nanti," jawab ibu Rahayu.
Cinta mulai mengulaskan senyumnya.
__ADS_1
"Ibu, aku pamit ya," kali ini giliran Keanu yang berpamitan dengan ibu mertuanya.
"Titip Cinta ya, Ken. Tolong tetap bersabar, kalau belakangan ini Cinta sering manja seperti bocil," ucap Ibu Rahayu kepada Keanu.
"Iya, Bu." Keanu mengangguk dengan mantap.
Urusan sikap Cinta yang moodian semenjak hamil, sepertinya Keanu sudah hatam. Bahkan pria itu sangat siaga untuk selalu menemani Cinta, tiap istrinya itu selalu membutuhkan dirinya.
Lalu mereka bertiga secara bergantian bersalaman dengan dua ibu itu. Setelahnya mereka masuk ke mobil, untuk kemudian pergi menuju Jakarta lagi.
***
Hari ini Cinta dan Keanu sedang berada di butik untuk fitting baju pengantin mereka.
"Mbak, pastikan nanti nggak terlalu sesak pas dipakai. Soalnya masih sebulan lagi," ucap Keanu kepada pegawai butik itu ketika mengukur ukuran baju pengantin Cinta. Mengingat bulan depan perut Cinta dipastikan akan semakin membuncit.
Gelaran resepsi itu bertepatan dengan acara tasyakuran empat bulan kehamilan Cinta. Rencananya siang hari ialah acara pengajian, dan malam harinya adalah acara resepsinya.
Setelah acara fitting baju pengantin selesai, Cinta dan Keanu memilih segera pulang. Mengingat kondisi kehamilan Cinta yang masih riskan karena masih berada di trimester pertama, tentu Keanu tidak ingin terjadi hal-hal yang bisa membahayakan kandungan istrinya itu.
"Mas, sebenarnya aku pinginnya foto prewed nya di pantai, tapi kalau kamu tetap nggak setuju ya udah," ucap Cinta saat mereka sedang dalam perjalanan pulang.
Sebelumnya masalah foto prewedding itu sudah mereka bahas. Dan Keanu memutuskan untuk foto di studio saja. Selain tempatnya masih terjangkau, juga pasti aman untuk bumil seperti Cinta.
"Ya sudah kali ini aku nurut. Tapi nanti pas perutku sudah besar, aku mau foto di pantai."
Keanu mengangguk pasrah sambil kemudian mengusap perut Cinta yang sedikit membuncit.
"Aku nggak sabar pingin lihat mereka gerak-gerak dalam perut kamu, Dek," ucap Keanu sambil tersenyum manis.
"Sama, aku juga," sahut Cinta, ikut mengusap perutnya dengan lembut.
"Oh iya, Mas, ayo kita ke rumah sakit, aku pingin jenguk Shelyn," ucap Cinta tiba-tiba.
Keanu hanya melirik kecil kepada Cinta. Kenapa tiba-tiba bahas Shelyn?
__ADS_1
"Ayo, Mas," imbuh Cinta bersemangat sekali.
"Shelyn ya tetap seperti itu, Dek, nggak ada kemajuan," sahut Keanu yang membuat Cinta tercengang mendengar ucapannya.
"Jangan bilang selama ini kamu diem-diem sudah lihat Shelyn?" tuduh Cinta, yang sebenarnya tuduhannya itu hampir tepat.
Selama ini Keanu sering datang ke rumah sakit jiwa tempat Shelyn dirawat. Tetapi pria itu datang ke sana hanya untuk membayar biaya pengobatan Shelyn saja. Dan biaya itu adalah dari ibu Ratih, karena ibu Ratih merasa kasihan melihat kondisi Shelyn, tetapi tidak ada satu keluarga lainnya yang simpati kepadanya. Soal kondisi Shelyn itu Keanu mendengarnya dari dokter yang merawat Shelyn. Dan bagaimana wujud rupa Shelyn sekarang, Keanu belum tahu yang sebenarnya.
"Nggak pernah, Sayang. Aku memang sering datang ke rumah sakit itu, tapi sebatas bayar biaya rawatnya saja," jelas Keanu.
"Tuh kan, kamu nggak jujur lagi sama aku! Pake bela-belain bayar biayanya lagi," sungut Cinta, merasa kesal karena baru tahu hal ini sekarang.
"Bukan aku yang bayar, Dek, itu pake uang mama. Mama yang menyuruhku. Aku sudah menolak, tapi aku bisa apa? Mau mengelak, kenyataannya Shelyn masih saudara. Dia hidup sebatang kara. Kenapa selama ini aku nggak jujur, karena jujur aku sendiri sangat malas berurusan dengan Shelyn. Apa kamu cemburu dengan orang gila seperti Shelyn?"
"Hus, omonganmu, Mas! Hati-hati, aku lagi hamil loh," ucap Cinta, takut suaminya lepas kendali dengan ucapannya mengatakan Shelyn wanita ODGJ.
"Lagian kamu juga. Sudahlah, jangan bahas dia lagi!" sahut Keanu, kemudian kembali fokus melajukan kendaraannya.
"Tapi beneran deh, Mas, aku pingin lihat bagaimana kabar Shelyn," ucap Cinta lagi, setelah diam beberapa menit saja.
Keanu melirik lagi sambil mendengus kesal.
"Oke! Baik!" setuju Keanu, tetapi nada bicaranya kentara kesal.
Setelah mamanya kembali ke Jakarta, Keanu akan menyerahkan urusan Shelyn itu kepada mamanya. Setidaknya harus menunggu acara resepsi mereka selesai, ibu Ratih akan kembali kumpul bersama mereka.
Tak lama kemudian, Cinta dan Keanu sudah tiba di rumah sakit jiwa. Segera mereka menuju tempat Shelyn berada bersama seorang suster yang mengantar mereka.
"Cukup di sini, Sus, terimakasih," kata Keanu kepada suster itu.
Suster itu langsung pergi, setelah mengantar Cinta dan Keanu sampai di taman rumah sakit itu.
Mereka berdua melihat kondisi Shelyn dari kejauhan. Bukan tanpa sebab mereka tidak mau mendekati Shelyn, tetapi demi mengontrol emosi Shelyn agar tetap terkendali. Karena kata suster tadi, Shelyn sering mengamuk jika sedang meracau nama Keanu.
"Aku kasihan melihatnya," ucap Cinta dengan sendu.
__ADS_1
Keanu bergeming saja. Ia sama sekali tidak menduga jika Shelyn akan seperti ini nasibnya. Duduk seorang diri di taman itu, dengan tatapan kosong. Jangan tanya bagaimana parasnya, karena sudah berbeda seratus delapan puluh derajat dari Shelyn yang sebelumnya.
*