Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Eps 36


__ADS_3

"Maafkan aku, Mas," ucap Cinta setelah ibu Ratih keluar dari kamar.


Keanu bergeming saja. Helaan nafasnya yang berhembus kasar menandakan jika ia juga tidak sedang baik-baik saja.


"Kalau bukan karena aku, mama tidak akan semarah itu," ujarnya lagi.


Keanu tetap bergeming. Ini bukan salah Cinta, dia lah yang salah. Sekilas pria itu melirik kepada Cinta yang rupanya sedang menatapnya.


"Maafkan aku, Ta," ucap Keanu pada akhirnya.


"Mas Keanu nggak salah, jadi jangan minta maaf. Karena pernikahan ini kamu pasti tertekan kan? Seandainya aku menolaknya saat itu, pasti nggak akan sampai begini ceritanya."


Keanu menatap lekat netra gadis itu. Tiba-tiba terngiang cerita ibu Rahayu saat masih berada di Yogya sehari sebelum pulang ke sini. Ibu mertuanya itu pernah bilang jika Cinta telah mencintainya saat gadis itu masih remaja dulu. Walau banyak orang berkata lebih baik di cintai dari pada mencintai, tetapi rasanya tak adil saja jika ia memberi Cinta harapan palsu.


"Sudah lah, Ta, jangan bahas ini, aku pusing," ucapnya sebagai pengalihan saja. Lalu beranjak berdiri untuk menuju ranjangnya.


Dan Cinta hanya bisa menatap entah kepada suaminya itu. Mungkin memang lebih baik menyerahkan semuanya kepada takdir mereka saja. Karena jika di pikirkan memang akan semakin menambah sesak hati. Selagi tulus berdoa semoga Tuhan segera memberi mereka petunjuk akan di bawa kemana hubungan ini.


Cinta melihat Keanu berbaring di ranjangnya. Sejujurnya ia ingin mendekat dan memanjakannya dengan kondisinya yang baru saja keluar dari rumah sakit. Tetapi jangankan mendekat, kali ini saja suaminya itu tidur miring membelakangi dirinya.


Sayup-sayup terdengar gema adzan maghrib berkumandang, membuat Cinta beranjak dari tempat itu dan mendekati Keanu di ranjangnya.


"Mas, sholat maghrib dulu," sapa Cinta kepada Keanu.


"Hem," pria itu hanya menyahut bergumam.


"Aku keluar, Mas," pamit Cinta untuk kemudian akan kembali ke kamarnya sendiri.


Berhubung dirinya lagi datang bulan tentu dirinya tidak bisa menemani Keanu sholat bersama. Dan lagi ia juga ingin segera mandi. Tubuhnya terasa lengket dan itunya juga butuh di ganti.


Tetapi ketika gadis itu akan membuka pintunya ia di buat heran kenapa pintu itu tidak bisa di buka.


"Mas Keanu," panggil Cinta dari arah pintu.


Keanu yang mengira Cinta sudah keluar dari tadi, terbangun kaget.


"Pintunya kenapa tidak bisa di buka?" Cinta terus berusaha membuka pintu itu dengan memutar handle nya.


"Terkunci kali," sahut Keanu malas, menganggap Cinta agak lebay tidak bisa membuka pintu.


"Trus kuncinya mana?" tanya Cinta.


"Biasanya ya nempel di situ," tunjuk Keanu dengan dagunya.


"Nggak ada, Mas. Mana ada kunci." Cinta sampai mencari kunci itu di lemari kecil yang ada di sebelah pintu itu.

__ADS_1


Keanu berpikir sejenak. Lalu pria itu turun dari kasurnya untuk memastikan pintu itu kenapa tidak bisa di buka.


"Ini kenapa kuncinya bisa nggak ada?" tanya Keanu mulai kesal.


"Mana aku tahu."


"Mama! Ini pasti mama yang ngunciin."


Pria itu langsung mencurigai mamanya, karena memang mamanya lah yang terakhir keluar dari kamar itu.


Dan Cinta sendiri sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Walau benar itu ulah ibu Ratih, apa tujuannya coba?


Pria itu bertambah kesal saat panggilan teleponnya tidak di jawab oleh mamanya. Entah mamanya itu sengaja menghindar atau karena tidak mendengar ponselnya berbunyi, yang pasti lelucon ini sungguh tidak lucu menurutnya.


"Nggak di jawab, Mas?" Cinta kembali mendekat kepada Keanu.


Pria itu hanya menggeleng kepala.


Giliran Cinta mencoba menelpon ibu mertuanya. Tidak di sangka rupanya telpon darinya langsung di jawab oleh ibu Ratih.


"Mama," sapa Cinta.


Dan Keanu yang melihat mamanya langsung merespon telpon dari Cinta, tentu merasa kesal bercampur gemas.


"Mama." Ponsel milik Cinta sudah berpindah tangan ke Keanu.


"Eh, Keanu."


"Kunci kamar balikin," ucap Keanu to the poin.


"Emang sudah introspeksi nya?" Dari sini sudah jelas jika ibu Ratih lah yang mengunci mereka.


"Ma, ini nggak lucu! Tolong balikin," mohon Keanu dengan menekan kesabarannya.


"Iya, tunggu bentar. Mama baru selesai sholat, belum baca-baca dzikiran."


Belum Keanu sempat protes lagi, tiba-tiba telponnya sudah di matikan sepihak oleh ibu Ratih.


"Gimana, Mas?"


"Sebentar lagi," sahutnya lalu menyerahkan ponsel itu kepada Cinta.


Setelah itu Keanu beranjak masuk ke kamar mandi untuk mengambil wudhu agar bisa segera menunaikan ibadah maghrib. Sedangkan Cinta yang hanya tinggal menunggu seseorang membuka pintunya, memilih duduk tenang di sofa dalam kamar itu.


Hingga sampai Keanu selesai dari ibadahnya, rupanya mamanya belum juga datang membukakan pintunya.

__ADS_1


"Ta, mama telpon lagi sana," perintah Keanu, karena jika dirinya yang menelpon sudah pasti tidak akan di jawab oleh ibu Ratih.


Cinta mencoba menghubungi ulang ibu Ratih. Tetapi suara operator yang berbunyi menandakan jika ponsel ibu Ratih sedang tidak aktif lagi, alias di matikan.


"Nggak aktif, Mas," seru Cinta mulai lemas.


"Apa?"


Keanu menggaruk gusar kepalanya. Ini benar-benar bukan lelucon. Membayangkan semalaman akan tidur sekamar dengan Cinta. Walau pernah sekali tidur sekamar saat berada di Yogyakarta kemarin, tetapi kali ini beda. Kemarin saja gadis itu menodai kasurnya dengan bercakan darah mens nya. Jika itu nanti terjadi di kasur Keanu, Aah... Semoga jangan!


"Ee... Kamu... Kamu-- lagi dapet kan?" tanya Keanu mulai salting.


Cinta langsung kaget mendengar pertanyaan itu. Bukan karena di tanya sedang mens yang membuatnya kaget, tetapi gadis itu tiba-tiba teringat dengan barang belanjaannya yang ia tinggal di motor yang saat ini mungkin masih berada di mini market.


"Astaga! Mas Keanu...." Cinta sampai tak sengaja mencengkram tangan Keanu saking paniknya.


"Apa sih?" perlahan Keanu melepas tangan Cinta dari tangannya.


"Motor mama. Aku tadi tinggal di mini market itu. Belanjaan ku juga masih di sana. Mana stok pembalut ku cuma tinggal satu di kamar," serunya tidak ada sungkan-sungkannya menyebut kata pembalut di depan Keanu.


"Itu resiko kamu," sahut Keanu ketus. Teringat lagi akan kejadian tadi siang yang berujung dirinya harus masuk rumah sakit.


"Trus gimana dong?"


Keanu tak menjawab lagi. Pria itu berjalan pelan menuju balkon kamar.


Ceklek.


Suara pintu kamar mulai terbuka. Ibu Ratih masuk sambil membawa dua piring makanan dalam nampan yang di bawanya.


"Mama." Cinta segera beranjak mendekatinya.


"Ini makan malam buat kalian," ucap ibu Ratih sambil meletakkan makanannya itu di meja dekat sofa.


Ibu Ratih beranjak lagi keluar kamar, dan Cinta terus mengekornya dari belakang. Dalam sekejap ibu Ratih masuk lagi sambil menyeret koper besar di tangannya.


"Itu apa, Ma?" tanya Keanu yang ikut mendekat ke mamanya.


"Mulai sekarang kalian tidur satu kamar," sahutnya sudah tidak bisa di bantah lagi.


Ibu Ratih yang sudah curiga semenjak telponan kemarin bersama Cinta, membuatnya masuk ke kamar lain untuk mengecek kecurigaannya itu. Begitu melihat rupanya mereka tidur terpisah selama ini, tanpa banyak pikir ibu Ratih langsung mengemasi pakaian Cinta dan membawanya masuk ke kamar Keanu.


Lalu wanita itu keluar dari kamar itu. Menutup pintunya sambil tersenyum kecil, karena berencana akan mengunci mereka lagi semalaman.


*

__ADS_1


__ADS_2