
Bluush.....
Seperti terkena terpaan angin dingin membuat bulu kuduk Cinta seketika merinding saat mendengarnya. Apakah ini kode jika Keanu mengajaknya bercinta saat ini?
Sedangkan Keanu sedari tadi tetap betah memandangi wajah Cinta dengan jarak yang sangat dekat. Senyum di bibirnya terus melengkung indah, menikmati garis wajah ayu yang terukir pada wajah gadis itu.
Di saat dua pasang mata itu saling beradu dalam diam, tiba-tiba saja ponsel milik Keanu berdering, pertanda ada sebuah panggilan masuk. Yang tentunya membuyarkan tatapan mata keduanya saat itu juga.
Pria itu menghentak nafasnya mendadak kesal. Tengah malam begini siapa coba yang berani menelponnya. Lekas pria itu meraih ponselnya yang teronggok di atas nakas di sampingnya, merutuki diri dalam hati. Dasar hape sialan!
Sedangkan Cinta sendiri saat itu juga menghela nafasnya merasa sangat lega. Seperti terbebas dari penjara tatapan suaminya yang meresahkan jiwanya. Setidaknya dengan Keanu teralihkan dengan telpon itu, Cinta bisa berpura-pura tidur. Ini solusi baik untuk malam ini.
"Ck!" Suara decakan dari Keanu terdengar jelas di telinga Cinta, pertanda kesal.
Sesaat suara bising hape itu berhenti, tetapi tak lama berbunyi lagi. Dan lagi-lagi terdengar suara decakan Keanu.
Cinta yang tidak tahu menahu siapa yang menelpon suaminya itu, lama-lama merasa terusik juga. Terpaksa gadis itu membuka matanya lagi. Terlihat Keanu hanya menatap ponselnya, tanpa berminat menjawab panggilan itu.
"Dari siapa sih?" tanya Cinta penasaran juga akhirnya.
Keanu tak menyahut, tetapi ia menunjukkan layar ponselnya itu kepada Cinta. Rupanya sebuah panggilan video dari Shelyn. Tengah malam begini menelpon Keanu apa tujuannya coba?
"Kenapa nggak di jawab, kali aja penting banget," ucap Cinta, tetapi sejujurnya hatinya merasa dongkol lagi. Karena lagi-lagi terusik oleh wanita bernama Shelyn itu.
"Serius, boleh?"
"Apa-apaan nih? Ku pikir dia akan jawab, nggak ah males. Tapi sebenarnya dia mau jawab telponnya. Iiiiikh... Nyebelin!" batin Cinta mengomeli pria itu, karena tak sesuai dengan ekspektasinya.
__ADS_1
Dan benar saja, Keanu akhirnya menggeser tombol hijau itu dan langsung muncul lah wajah Shelyn pada layar ponsel itu.
"Hai, Ken," sapa Shelyn tanpa canggung dan tak tahu aturan sama sekali.
Keanu hanya tersenyum menanggapinya, sebelah tangannya melambai menyapa wanita itu.
"Belum tidur? Lagi ngapain emang? Ehem, dadanya di kondisikan dong, bikin ngiler tahu," ucap Shelyn semakin tak tahu diri menggoda suami orang.
Sorot mata Cinta di buat melotot saat mendengarnya. Ini tidak bisa dibiarkan. Apalagi setelah menerima telpon itu Keanu terlihat enjoy saja.
"Mas sayang..."
Tanpa aba-aba sebelumnya, tiba-tiba saja Cinta ikut menyembul pada kamera video itu. Tentu dengan sengaja berbaring manja pada dada bidang Keanu.
Keanu sebenarnya kaget dengan polah istrinya itu. Tetapi ia langsung peka, jika apa yang di lakukannya itu semata karena ingin mengompori Shelyn.
"Ada apa, hem?" Keanu mengacak lembut rambut Cinta, juga dengan kecupannya yang mendarat di sana.
"Sudah ya, Shel, istriku minta nambah lagi nih," pamit Keanu asal ngomong, yang kemudian langsung mengakhiri telpon itu. Tak lupa Keanu juga menonaktifkan ponselnya, agar tidak ada gangguan yang kedua kalinya.
Tetapi saat itu juga Cinta mendorong dada Keanu, menggeser jaraknya dan langsung berbalik memunggungi Keanu.
Bukannya sedih, Keanu malah tersenyum melihatnya. Dengan begini sudah tidak usah di ragukan lagi betapa besar rasa cinta itu untuk dirinya dari Cinta. Perlahan Keanu mendekat, merapatkan tubuhnya dengan memeluk tubuh Cinta dari belakang.
"Adek sayang," panggil Keanu sengaja merubah panggilannya kepada Cinta, mengikuti panggilan Cinta yang tadi.
Cinta yang memang tidak bisa memejamkan matanya, seketika di buat melotot mendengar sebutan itu.
__ADS_1
"Hadap sini dong," tangan Keanu mengguncang bahu Cinta, agar istrinya itu mau membalikkan badannya.
"Tidur, Mas. Ini sudah jam berapa? Jangan gangguin, aku ngantuk," ucap Cinta masih dengan posisi yang tak berubah.
"Tapi aku nggak ngantuk, gimana dong?"
Cinta sengaja tak menyahut. Biar saja suaminya terus mengoceh, lama-lama akan jenuh juga kalau tidak ditanggapi.
"Bantu aku biar bisa tidur." Keanu semakin merapatkan pelukannya. Bahkan sebelah kaki Keanu sudah terangkat mengunci tubuh Cinta.
Tidak cukup di situ, tangan Keanu juga ikut meraba di punggung Cinta. Apalagi setelah tahu jika istrinya itu tidak memakai pelindung untuk buah kenyalnya, membuat tangan itu semakin penasaran ingin mencoba meraba isinya.
"Gawat! Apa harus malam ini? Oh Tuhan... Dilema sekali rasanya. Tapi kalau aku tolak lagi, Tuhan akan murka." Batin Cinta kembali bermonolog.
Pasrah! Ya, pasrah saja. Mungkin sudah saatnya harus sekarang. Karena readers sudah menunggu gawang itu bobol secepatnya. Hayo ngaku😜
Cukup nekat Keanu mencoba membalik tubuh Cinta lagi. Tak di sangka rupanya Cinta tak lagi alot, gadis itu terbaring telentang dengan pasrah, tetapi dengan kedua mata yang terpejam. Sumpah, Cinta tidak lagi berani membuka mata lantaran kelewat malu dan hati sudah terlanjur di kuasai oleh rasa cenat-cenut tak karuan.
Senyum kecil itu terus saja terukir di bibir Keanu. Mungkinkah ini pertanda jika Cinta sudah siap untuk di sentuh malam ini? Mungkin tidak perlu di tanyakan lagi, karena pasti akan malu dan takutnya di tolak lagi. Coba saja langsung di sapa dengan pengenalan tubuh. Jika tiada tanda-tanda penolakan, berarti cus lanjut.
Keanu semakin merapatkan pelukannya. Awalnya tangan pria itu sebatas melingkar persis di bawah buah kenyal itu, tetapi mendapati reaksi Cinta yang diam saja bisa di artikan itu lampu hijau.
Tak cukup berani untuk langsung menyentuh buah kenyal itu, tangan Keanu berpindah untuk membelai lembut pada pipi Cinta. Sekilas memberikan kecupan hangat di sana. Tak cukup di satu pipi, kedua pipi mulus Cinta, juga kening itu, tak luput dari kecupannya.
"Cinta," sapa Keanu, sambil sengaja mengusap lembut pada bibir merona bakal mantan gadis itu. Sebuah kode sebagai permintaan ijin ingin menikmati bibir itu juga saat ini.
Cinta masih betah tak membuka matanya. Tetapi deru nafasnya kentara membuncah, sungguh benar-benar gugup, tetapi sejujurnya ia telah pasrah akan menyerahkan kehormatan yang selama ini ia jaga, teruntuk suaminya malam ini juga.
__ADS_1
Bersambung.
*