
"Ini pasti punya kamu kan?"
Keanu melempar lingerie berwarna gelap itu ke arah Cinta, setelah tadi cukup lama ia pegang dan lihat bersama-sama Cinta.
"Nggak lah! Ngapain juga aku beli baju haram beginian." Gadis itu balik melempar kepada Keanu.
Tak ayal keduanya saling melempar lingerie itu. Reaksi Cinta benar-benar geli melihatnya, bahkan pernah terbesit dulu saat belum menikah ia tidak akan pernah memakai baju sejenis itu walau demi memuaskan suami. Berbeda dengan reaksi Keanu. Pria itu sebenarnya merasa biasa saja melihat lingerie itu. Tetapi karena reaksi Cinta yang menurutnya lucu karena seperti risih memegang lingerie itu, tak ayal membuat Keanu semakin ingin menggodanya.
Apalagi saat dengan sengaja Keanu menempelkan lingerie itu di tubuhnya, membuat Cinta seketika menjerit kecil, sambil menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.
"Mas, kamu gila apa? Copot nggak? Aku geli lihatnya! " Cinta berkata masih sambil menutup matanya.
Keanu tertawa terpingkal-pingkal. Sejenak terlupa jika selama ini dirinya tidak pernah sesenang ini menggoda Cinta.
Mendengar tawa Keanu yang keluar tanpa beban, membuat Cinta seketika terdiam. Gadis itu membuka celah tangannya sedikit untuk mengintip Keanu yang terguling-guling di kasurnya sambil tertawa, masih dengan memegang lingerie itu.
"Mas Keanu sepertinya senang sekali," gumam Cinta, ikut merasa senang karena sudah lama ia tidak melihat suaminya itu tertawa lepas seperti ini.
Keanu menghentikan tawanya. Nafasnya bergemuruh bercampur sakit perut efek tertawa terpingkal-pingkal barusan. Sesaat pria itu menatap Cinta yang juga menatapnya dari tempatnya berdiri. Tetapi lagi-lagi Cinta berpaling lebih dulu, membuang muka ke arah lain demi menghindari tatapan Keanu.
Keanu beranjak bangun dan kemudian berdiri menghampiri Cinta. Lalu pria itu dengan santainya memberikan lingerie itu kepada Cinta.
"Sudah ku bilang itu bukan punya aku!" tolak Cinta, mendorong tangan Keanu.
"Iya, aku percaya. Tapi masa mau di buang? Meski tipis dan terawang begini, belinya mahal loh." Lagi-lagi Keanu memaksa Cinta menerimanya.
"Aku nggak peduli! Masa bodo!" Lalu Cinta pergi beranjak ke kamar mandi.
"Eh, Ta," panggil Keanu saat gadis itu sudah berdiri di ambang pintu kamar mandinya.
"Serius nggak mau di coba? Coba gih, aku mau lihat," ucapnya sangat ceplos sekali.
Cinta seketika mendelikkan bola matanya. Menatap horor pada suaminya yang sebenarnya ia tahu jika itu tidak serius Keanu ucapkan.
"Nggak! Nggak sudi aku pake baju haram seperti itu!" Setelah berucap itu Cinta kemudian menutup pintu kamar mandi itu cukup keras.
Lagi-lagi Keanu tertawa sendiri. Sungguh tidak menyangka hanya karena sebuah lingerie yang masih belum jelas siapa pembeli sebenarnya, membuat dirinya terhibur dengan menggoda Cinta yang masih malu-malu saat melihat lingerie itu.
Lalu Keanu mengambil kotak bungkus lingerie itu, kemudian memasukkannya lagi. Dan lalu pria itu keluar dari kamarnya, bermaksud akan menanyakan siapa pemilik pesanan ini kepada mamanya.
__ADS_1
"Mama," Keanu menyapa ibu Ratih sambil mengetuk pintu kamarnya.
Saat mendengar sahutan dari dalam, barulah Keanu kemudian masuk ke kamar itu.
Ibu Ratih menatap penasaran dengan kotak yang di bawa anaknya itu. Setelah itu Keanu duduk di tepi ranjang samping dirinya berbaring.
"Ma, ini mama yang pesan?" tanya Keanu sambil meletakkan kotak itu di samping mamanya.
"Emang isinya apaan?" Ibu Ratih sok-sokan tidak tahu, padahal di balik ini semua dirinya sebagai dalang utama.
"Tapi aku nggak yakin kalau ini punya mama." Keanu meraih kotak itu lagi, dan menggeser lebih jauh dari mamanya.
"Kok di jauhin? Mama belum tahu isinya apaan." Ibu Ratih mengambil kotak itu.
"Jangan di lihat, Ma," cegah Keanu sambil memegang tangan ibu Ratih yang sudah siap membuka kotak itu.
"Emang isinya apaan sih? Kamu tuh bikin mama penasaran aja. Di bawa ke sini tapi mama nggak boleh buka."
Dan akhirnya ibu Ratih berhasil membuka kotak itu. Reaksi matanya pura-pura kaget setelah tahu isi dari kotak itu.
"Lingerie?" Ibu Ratih menenteng lingerie itu di depan Keanu.
"Bukan mama yang beli kan?" tanya Keanu kemudian.
"Bukan lah! Ngapain mama beli kayak ginian?" Lalu ibu Ratih meletakkan kembali lingerie itu ke dalam kotaknya.
"Dah, mending di simpan saja. Jangan di buang. Siapa tahu besok-besok kamu butuh itu. Ee... maksud mama, apa kamu nggak pingin lihat Cinta pake itu, hem?" ibu Ratih berkata sambil memainkan sebelah alisnya.
Keanu hanya melongo di tempat. Sudah tidak tahu harus menjawab apa lagi dengan ucapan mamanya yang membagongkan menurutnya. Dari sini ia sebenarnya sudah curiga kalau ini hanya akal-akalan mamanya.Tetapi dari pada berdebat, lebih baik Keanu keluar dari kamar mamanya dengan membawa kotak itu lagi.
Setelah masuk ke kamarnya lagi, Keanu segera menyimpan kotak itu di lemari Cinta. Tak lama setelah itu Cinta keluar dari kamar mandi. Tetapi suasana keduanya kembali ke mode awal. Keanu banyak diam, dan Cinta juga ikut acuh dengan keberadaan suaminya itu.
Keanu melihat Cinta mengeringkan rambutnya yang habis keramas. Setelah itu beralih mencermati Cinta yang mulai memasang bedaknya.
"Mas, habis ini aku ijin keluar, mau main sama Hana," ucap Cinta sambil menyelesaikan riasan tipis di wajahnya.
"Main ke mana?"
Cinta hanya mengangkat kedua bahunya isyarat entah. Karena memang ia dan Hana belum memiliki tujuan jelas mau ke mana. Intinya hanya ingin keluar bareng bestie nya, sambil melepas beban pikiran di mana pun tempatnya yang penting have fun.
__ADS_1
"Kalau nggak ada tujuan jelas mending nggak usah keluar," ujar Keanu yang sama halnya itu sebuah larangan bagi Cinta untuk bisa keluar dengan Hana.
Gadis itu spontan menatap heran kepada Keanu.
"Oke. Aku ngaku, sebenarnya aku mau nonton sama Hana," balas Cinta yang sebenarnya itu juga sekedar alasan agar di ijinkan keluar oleh Keanu.
"Kalau cuma nonton di rumah kan bisa. Di ruang tengah tivinya juga gede," seloroh Keanu, tiba-tiba tidak rela melepas Cinta keluar tanpa bersamanya.
Mendadak Cinta merasa jengkel di buatnya.
"Ya beda lah, Mas. Nonton bioskop kamu samain nonton tivi," balas Cinta lalu pergi ke ruang ganti.
"Nggak ada beda. Sama-sama film juga yang di lihat."
Ucapan Keanu terdengar hingga sampai di ruang ganti. Cinta terdiam di tempat. Berpikir keras agar suaminya itu bisa memberinya ijin keluar sore ini.
Setelah menemukan ide yang cukup konyol, lalu Cinta keluar dari ruang ganti itu sudah dengan tampilannya yang khas style anak muda jaman sekarang.
Keanu menatap gemas kepada Cinta yang di rasa sudah mulai tidak patuh ucapannya. Berbeda dengan yang di rasa Cinta saat ini. Sejujurnya gadis itu tengah merasakan gugup luar biasa, karena apa yang telah menjadi ide konyolnya itu bisa saja mempertaruhkan gengsinya kalau masih gagal mendapatkan ijin dari Keanu.
"Mas Keanu," sapa Cinta sambil mendekat kepada pria itu yang masih betah berselonjoran di kasurnya.
Keanu menatap was-was kepada Cinta. Di lihat dari rona matanya sepertinya gadis itu sedang merencanakan sesuatu kepadanya.
"Mas," sapanya lagi. Kali ini Cinta sudah duduk merapat di samping Keanu.
Perlahan jari tangan Cinta menjalar di paha Keanu, lalu pelan-pelan naik ke atas, dan terhenti di perut pria itu.
Keanu yang semula hanya diam karena menunggu apa yang akan di lakukan gadis itu, mendadak menjadi resah mendapati kelakuan Cinta yang di luar dugaan.
Segera tangan Keanu mencekal tangan Cinta yang akan menjalar lagi di perutnya.
"Kamu mau apa?" tanya Keanu dengan binar matanya yang menyorot tajam.
"Boleh ya, Mas?" Cinta berucap di buat semanis mungkin.
Keanu tersenyum devil. Dengan sigap Keanu menarik tubuh Cinta, hingga tubuh gadis itu terbaring di kasurnya. Tanpa banyak basa-basi pria itu tiba-tiba mendaratkan ciumannya pada bibir ranum gadis itu.
*
__ADS_1