
"Ya sini aku pijitin," seloroh Cinta tiba-tiba, tak tersadar dengan kalimat konyol yang ia ucapkan.
Keanu mendelik gemas. Semakin ke sini istrinya itu semakin berani berkata yang menjurus ke anu-anu. Apa jangan-jangan ini kode terselubung?
"Eh, bukan, Mas! Bukan! Maaf...." Seketika Cinta menepuk-nepuk mulutnya sendiri begitu tersadar dengan ucapannya itu.
"Kamu nantangin atau mau apa?" Keanu sengaja sok marah, padahal sebenarnya ia gemas ingin menggodanya, setelah melihat pipi Cinta yang berubah merona.
Cinta mundur perlahan saat suaminya berjalan semakin dekat kepadanya. Kepalanya menggeleng berulang-ulang, memohon untuk di ampuni tetapi suaminya itu tak mempedulikannya. Membuat Cinta seketika memasang aba-aba kabur, kalau suaminya itu nekat ngapa-ngapain.
Dan....
Kabooooorrr.....
Cinta berlari keluar kamar sekencang mungkin, tetapi ternyata Keanu ikut mengejarnya. Entahlah kenapa tiba-tiba Keanu ingin menggoda istrinya itu pagi ini.
Bahkan sampai Cinta turun ke lantai bawah, tetapi Keanu terus saja mengejarnya. Tak ayal pagi ini suasana rumah itu mendadak ramai oleh suara Cinta yang memohon untuk Keanu mengampuninya.
"Ada apa sih?" Ibu Ratih yang saat itu sedang sibuk di dapur merasa penasaran dengan apa yang terjadi sehingga anak dan menantunya itu berkejaran layaknya Tom and Jerry.
Tetapi sesampainya di ruang tamu itu ibu Ratih melihat Keanu sudah berhenti mengejar Cinta. Tinggal gadis itu yang terlihat berlari ke arahnya, mencoba mencari perlindungan dengan bersembunyi di balik punggung ibu Ratih.
"Ada apa, Ken, Cinta?" tanya ibu Ratih dengan gelengan kepalanya merasa heran dengan kelakuan mereka yang mirip bocil.
"Nggak ada apa-apa, Ma," sahut Keanu dengan datar, lalu berlalu begitu saja bermaksud akan kembali ke kamar.
Melihat Keanu yang berhenti mengejarnya membuat Cinta bisa bernafas dengan lega. Setidaknya untuk saat ini bisa tenang, entah nanti kalau sudah kembali ke kamar.
"Ada apa, Cinta?" Ibu Ratih balik tanya kepada Cinta karena penasaran belum ada jawaban yang memuaskan.
"Ah, nggak ada apa-apa sih, Ma," jawab Cinta. Tidak mungkin jika ia harus bercerita habis duduki latto-latto milik Keanu.
__ADS_1
"Kalian ini!" gemas ibu Ratih di buatnya. Tetapi dalam hati sebenarnya merasa sangat senang, lantaran ada perubahan yang mengarah lebih baik antara Keanu dan Cinta.
Tetapi kemudian ibu Ratih mencermati Cinta cukup intens. Mendadak ia teringat jika barusan Cinta berlarian dengan nyaman. Bisa jadi berarti Cinta masih belum pecah perawan. Sebab kalau semalam mereka unboxing, jangankan untuk berlari, berjalan pelan pun akan aneh.
"Kenapa, Ma?" tanya Cinta ikut-ikutan meneliti dirinya, merasa tak nyaman sendiri.
"Ah, nggak pa-pa!"
Setimpal! Bermula dari Keanu, kemudian Cinta, dan sekarang ibu Ratih yang menjawab pertanyaan dengan jawaban tidak apa-apa. Sungguh membagongkan.
Kemudian Cinta mengikuti ke mana ibu Ratih melangkah. Yang pastinya melangkah ke dapur, untuk kemudian ikut menata hidangan sarapan pagi ini ke atas meja di ruang makan.
"Mm... Hari ini kamu ada kuliah?" tanya ibu Ratih saat keduanya sama-sama menata tatanan hidangan.
"Iya, Ma, hari ini aku libur. Besok masuk lagi jam pagi," sahut Cinta.
"Gimana kalau habis sarapan ini mama ajak kamu nyalon?"
"Buat apa, Ma?" Cinta yang memang tidak begitu suka perawatan di salon kecantikan, karena memang lebih suka perawatan di rumah saja, tentu bertanya penasaran.
"Kalau cuma kayak gitu, aku mending di rumah, Ma," ucap Cinta yang ibu Ratih paham jika itu adalah bahasa penolakan dari Cinta.
Belum sempat ibu Ratih menimpali ucapan Cinta, ia melihat Keanu turun dari undakan tangga sudah dengan penampilannya yang rapih.
"Mau ke resto, Ken?" tanya ibu Ratih langsung.
Keanu mengangguk. "Mungkin aku pulangnya agak malam, karena masih harus ketemu lagi sama klien yang semalam," jelas Keanu kepada mamanya.
"Kamu nih, kok malah jadi bilang ke mama? Harusnya kamu jelasin itu ke istri kamu, pamit yang jujur, sudah punya istri, ingat itu!"
Keanu langsung melirik kepada Cinta.
__ADS_1
"Tapi barusan sudah dengar juga kan?" ucap Keanu yang membuat ibu Ratih seketika menarik nafas dalam-dalam, mendadak gemas lagi dengan anaknya yang-- Aah, entahlah!
"Iya, Mas. Hati-hati di jalan kalau pulang malam," ucap Cinta kemudian.
"Nyonya, sarapannya sudah siap." Mbok Nah tiba-tiba muncul di antara mereka, menyapa dengan ramah.
"Oh, iya, terimakasih," sahut ibu Ratih yang kemudian mereka bertiga melangkah menuju ruang makan.
Saat sarapan bersama itu sesekali mereka terlibat obrolan ringan. Jika Keanu lebih banyak cerita masalah perkembangan resto miliknya yang memiliki banyak cabang di kota ini kepada mamanya. Sedangkan Cinta sendiri sesekali ikut menyela obrolan mereka jika sedang di tanyakan saja.
Hingga sarapan pagi itu selesai, Keanu langsung pamit berangkat ke resto. Sebelum itu Cinta turut mengantarnya hingga ke teras depan. Tidak ada hal yang manis yang terjadi saat melepas Keanu, hanya bersalaman seperti yang biasa Cinta lakukan.
Beralih kemudian Cinta masuk lagi ke rumah itu, tetapi di cegat oleh ibu Ratih yang menanyakan perihal ajakannya pergi ke salon kecantikan. Yang akhirnya terpaksa Cinta mau karena merasa tak enak menolak kedua kali ajakan ibu mertuanya itu.
"Tapi aku harus ijin dulu sama mas Keanu, Ma," ucap Cinta.
"Itu gampang. Kamu bisa telpon Keanu di mobil. Sekarang buruan ganti baju."
Tetapi Cinta tak lekas beranjak, karena hatinya merasa gamang kalau harus meminta ijin keluar setelah dirinya berada di luar, sama saja itu curang.
"Kenapa, Ta? Takut nggak di bolehin? Keanu pasti langsung ijinin selama kamu keluarnya sama mama. Beda cerita kalau kamu ijin mau keluar bareng teman-teman, apalagi kepergok ada teman cowoknya, Keanu bisa marah."
Deg.
Apa jangan-jangan ibu Ratih tahu perihal kemarin antara dirinya dengan Reno. Kenapa ia bisa berkata begitu, kalau tidak ada seseorang yang datang melapor. Apa mungkin Keanu yang mengadukan itu semua kepada ibu Ratih kemarin?
"Cinta, kok malah bengong sih, Sayang," ibu Ratih sampai menepuk pundak Cinta karena ketahuan sedang melamun.
Demi menghindari perkataan yang entah mengapa seperti menyindir kepadanya, akhirnya Cinta pamit bersiap-siap. Tentu dengan mengganti pakaiannya yang lebih pantas, tak lupa merias wajahnya tipis-tipis agar terlihat lebih segar di pandang.
Kemudian setelah Cinta selesai dengan segala kegiatannya itu, barulah pasangan menantu dan ibu mertua itu pergi menuju salon langganan tempat ibu Ratih dulu biasa memanjakan badan di sana.
__ADS_1
Tak lupa Cinta menelpon Keanu, sesuai perintah ibu Ratih untuk lebih baik menelponnya dari pada hanya berkirim pesan singkat. Dan beruntungnya Keanu langsung mengijinkan. Karena sadar diri urusannya bisa panjang dengan kanjeng mami kalau ia tidak mengijinkan Cinta pergi. Padahal sebenarnya Keanu agak was-was, takut tanpa sengaja Cinta bertemu lagi dengan Reno di mana pun itu.
*