
Zayn sudah tiba di rumah sakit tempat Ara di rawat. Pria itu keluar dari mobilnya dengan sorot penuh kemarahan. Bukan tentang kabar Ara yang saat ini katanya sedang dalam penanganan dokter, melainkan tentang keberadaan Keanu yang sedang menemani Ara.
Kebetulan sekali Zayn melihat Keanu berada di parkiran itu juga. Segera pria itu mendekatinya. Kedua tangannya sudah mengepal erat. Rasanya ingin segera meninjunya, tetapi masih perlu menanyainya sebelum akhirnya hanya bisa menyesalinya.
"Keanu!" panggil Zayn dengan lantang.
Keanu tercekat di tempatnya berdiri. Tangannya urung membuka pintu mobilnya. Menoleh pada asal suara yang memanggilnya.
"Kau!" Tiba-tiba saja Zayn sudah mencengkram krah baju Keanu. Sorot matanya begitu nanar. Beruntung masih bisa menahan diri untuk tidak langsung melayangkan pukulannya, walaupun sebenarnya sangat ingin ia lakukan itu.
"Zayn," suara Keanu terdengar gemetar. Jujur, ini yang ia takutkan.
"Kenapa kamu bisa dengan istriku?" tanya Zayn, masih menahan Keanu dengan cengkraman tangannya.
"Aku tidak sengaja bertemu dengannya," jelas Keanu.
"Cih!" Zayn semakin menguatkan cengkramannya.
"Dia istriku! Seharusnya kamu tidak perlu mempedulikannya! Apa kau masih mencintainya? Hah!" Suara Zayn mulai meninggi.
"Aku tidak bisa diam saja. Bagaimana aku bisa tega, melihat Ara kesakitan di tengah jalan. Pikir pake akal! Jangan lantas mencurigaiku seperti ini!" Keanu melepas paksa tangan Zayn.
Zayn terdiam. Tetapi gemuruh di dadanya kentara sangat memburu. Amarah itu masih terpendam di dada.
"Lebih baik segera kau temui Ara. Dia sangat butuh kamu disampingnya," ucap Keanu kemudian. Sebisa mungkin Keanu mencoba tidak terpancing emosi, meski telah di tuduh masih mencintai Ara oleh Zayn.
"Urusan aku dengan kamu belum selesai. Karena kamu sudah berani menyakiti hati adikku. Ingat itu!" ancam Zayn, yang kemudian pria itu berlalu masuk ke rumah sakit untuk segera menemui Ara.
Keanu tidak mempedulikan ancaman Zayn. Pria itu segera masuk ke mobilnya, berencana ingin segera menjemput Cinta ke rumah Zayn.
Sedangkan Zayn sudah lebih dulu menelpon orang rumah untuk tidak menerima tamu siapa pun malam ini. Siapa pun orang itu, Zayn melarang ketat orang rumah untuk menerimanya masuk.
Saat ini Zayn sudah berada dalam kamar tempat Ara dirawat. Dilihatnya perut istrinya itu masih membuncit, yang artinya Ara tidak melahirkan.
"Mas," sapa Ara menyambut kedatangan Zayn.
__ADS_1
Zayn mendekat. Aura wajahnya kentara dingin. Dan Ara paham apa yang membuatnya berubah seperti itu.
"Aku pikir kamu sudah melahirkan," ucap Zayn dengan senyum getirnya.
"Aku pikir tadi juga begitu. Ternyata kata dokter hanya kontraksi palsu." Ara menjelaskannya sambil mengelus perutnya.
"Kontraksi palsu?" Zayn terheran-heran.
Ara mengangguk. Lalu wanita itu meraih tangan Zayn untuk digenggam.
"Sayang sekali, mantanmu itu tidak bisa menemanimu melahirkan," ucap Zayn tiba-tiba.
"Mas!" Ara langsung menyorotnya tajam. Ia sudah menyangka jika Zayn akan seperti ini bila menyangkut soal Keanu. Tapi, dari mana Zayn tahu kalau Keanu yang membawanya ke sini?
"Mas, aku akan menjelaskan. Itu kalau kamu mau mendengarkan," ucap Ara. Tatapan keduanya saling bertautan sangat dalam.
Perlahan Ara mulai menjelaskan bagaimana dirinya bisa sampai ditolong Keanu. Dan juga soal kontraksi palsu itu, Ara menjelaskan kepada Zayn apa penyebabnya sesuai yang dikatakan dokter kepada Ara.
Zayn mendengarkannya dengan serius. Kontraksi palsu itu sebenarnya juga karena kelalaian keduanya. Zayn yang terlampau sibuk, sehingga waktunya terkikis habis untuk memperhatikan istrinya yang sedang mengandung, yang mana saat-saat seperti ini dirinya sangat dibutuhkan keberadaannya. Sedangkan Ara setelah hamil kedua ini sangat aktif. Seperti tak mau diam, ada saja yang ingin dikerjakan. Diam diri di rumah rasanya seperti bosan. Makanya ia terlihat sering keluar rumah seorang diri, tentu itu sudah atas ijin Zayn. Entah itu bawaan bayi atau bagaimana. Intinya Ara sedikit ngeyelan bila diperingati oleh maminya, terdeteksi suka ngeyel setelah hamil kedua.
"Mas, maafkan aku," seru Ara kemudian. Tangannya semakin erat menggenggam tangan Zayn.
Zayn menghela nafasnya dalam-dalam. Lalu pria itu menganggukkan kepalanya, juga mulai tersenyum hangat kepada Ara.
"Aku juga minta maaf, Sayang. Selama ini aku terlalu sibuk, jadi waktuku habis di kantor. Membiarkanmu mengerjakan apa-apa sendiri. Mungkin kejadian ini adalah teguran buatku, untuk bisa memperhatikanmu juga bayi kita," ucap Zayn yang kemudian mencium perut buncit Ara, setelahnya mencium kening Ara cukup lama.
"Sama-sama, Mas. Aku juga minta maaf, karena sudah buat kamu marah. Antara aku dan Keanu tidak ada apa-apa. Itu cuma masalalu. Masa kamu lupa kenapa dulu aku bisa sama Keanu?"
Sengaja Ara mengingatkan Zayn soal kenapa Ara bisa pacaran dengan Keanu dulu. Agar suaminya itu bisa ingat betapa dirinya begitu menggilai Zayn sehingga memanfaatkan Keanu untuk menjadi pacarnya dahulu.
"Sudah, jangan ingat-ingat masalalu," ucap Zayn, meminta untuk tidak mengungkit cerita itu yang membuat dirinya dengan Keanu menjadi rival saat itu.
"Mas, aku ingin pulang sekarang. Aku kepikiran Ziyyan." Ara berkata sambil bangkit berusaha duduk.
Zayn membantunya duduk dengan nyaman.
__ADS_1
"Di rumah ada Cinta. Ziyyan ada Cinta yang nemenin," cerita Zayn.
"Cinta di sana? Sejak kapan?"
"Siang tadi Cinta datang. Aku tadi pulang, Cinta sudah tidur sama Ziyyan."
Sorot mata Zayn berubah sendu ketika tiba-tiba teringat dengan tangisan Cinta tadi. Membuat Ara curiga atas perubahan mimik wajah suaminya itu.
"Kamu mikirin apa, Mas?" tanya Ara.
"Aku mikir Cinta, Sayang," jawab Zayn jujur.
"Tadi ada seseorang yang mengirim Cinta foto Keanu. Aku yakin foto itu diambil di rumah sakit ini. Orang itu pasti sudah kenal dekat dengan Keanu. Sepertinya orang itu berniat ingin menghancurkan rumah tangga Cinta. Dia bilang, Keanu menemani mantannya melahirkan."
Ara berpikir keras mendengar ucapan Zayn.
"Pasti itu ada orang yang iri dengan keharmonisan Cinta dan Keanu. Aku yakin itu, Mas." Ara mulai berbicara lagi.
"Masalahnya Cinta tidak tahu siapa yang jadi mantan Keanu." Zayn berkata sambil melirik aneh kepada Ara.
Ara mendadak salah tingkah. Sebenarnya sampai sekarang ia tidak menyangka jika mantan pacarnya itu akan menjadi adik iparnya. Ara rasa, Zayn juga merasakan yang sama sepertinya. Makanya sampai sekarang hubungan Zayn dan Keanu masih dingin.
"Kalau suatu saat Cinta tahu, aku ingin kamu ikut bantu menjelaskan sama Cinta, Mas," mohon Ara demi tidak menimbulkan huru-hara pada rumah tangga Cinta dan Keanu. Apalagi ini menyangkut namanya.
"Kalau Cinta akhirnya tahu, biar itu apa kata Keanu. Tapi jika Cinta menanyai kita, barulah kita yang menjelaskan," ucap Zayn. Sepertinya sudah menjadi keputusannya. Agar masalah yang menimpa rumah tangga adiknya, biarlah itu menjadi urusan mereka.
"Jadi, apakah kamu masih mau angkuh-angkuhan sama Keanu?" Ara bertanya.
Zayn tak menyahut. Tetapi helaan nafasnya yang berhembus kasar menandakan jika perasaannya kepada Keanu masih entah.
*
Hai readers... 🤩
Biar tidak bingung dengan part ini, silahkan baca novel othor yang berjudul "LOVE OF AURORA" Di sana ada kisah tentang Zayn, Ara, dan Keanu.
__ADS_1
Salam sayang dari othor buat readers ku😘