Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 51


__ADS_3

Cinta mencegah lengan Hana saat sahabatnya itu akan masuk ke mobil Reno.


"Maaf, Kak, tapi aku sudah pesan taksi. Sebentar lagi pasti sudah datang," tolak Cinta terhadap penawaran Reno dengan ramah.


"Bisa di batalkan kan?" Reno agak memaksa.


Tetapi Cinta juga tetap dengan keputusannya tetap menolak. Selain merasa kasihan karena sama halnya php-in sopir taksi itu, ia juga merasa harus menghindari Reno walau harus dengan perlahan agar tidak begitu kentara.


"Hem... Baiklah," ujar Reno kemudian, setelah mendapati Cinta tetap menolak.


"Tapi boleh dong aku ikut kalian nonton?" ucapnya lagi yang tentu itu bukan hal yang baik bagi diri Cinta.


"Boleh sekali," sahut Hana dengan riang.


"Terimakasih. Aku traktir kalian deh," balas Reno tak kalah riang.


Hana mengangguk sambil tersenyum lebar. Berbalik dengan Cinta yang berwajah biasa saja, padahal sejujurnya perasaannya mulai gamang.


"Duh!" Tetiba Cinta meringis sambil menekan perutnya, dan itu hanya pura-pura.


"Kenapa, Ta?" tanya Reno seketika panik.


Cinta tetap berwajah meringis. Ia memilih diam tanpa bersuara, tetapi kepalanya menggeleng kecil kepada dua orang yang saat ini sedang memperhatikannya dengan cemas.


"Ta, kamu baik-baik aja kan? Perut kamu sakit?" Kali ini Hana ikut bertanya.


Cinta merespon pertanyaan Hana dengan mengangguk kecil.


"Batal aja deh kalo kamu nggak sehat begini," seru Hana yang membuat hati kecil Cinta bersorak setuju.


Sekilas Hana menoleh kepada Reno, merasa tak enak sendiri karena harus batal nonton padahal pria itu sudah berinisiatif akan mentraktir nya. Sedangkan Cinta tetap menundukkan wajah, menghindari bertatap muka dengan Reno yang terus saja memandanginya cukup dalam.


"Oke! Nggak pa-pa kok. Cuma nonton bisa lain kali kan?" ucap Reno cukup paham dengan tatapan Hana.


"Maaf ya, Kak," ucap Cinta kemudian.


Reno mengangguk sambil akan menyentuh lengan Cinta, tetapi urung tanpa sebab.


"Lekas periksa, biar cepat sembuh," ucap Reno kepada Cinta.

__ADS_1


"Ini hanya faktor lagi dapet aja." Walau agak malu mengatakan sedang PMS dengan pria itu, tetapi harus tetap memberikan alasan logis agar pria itu tidak semakin cemas karena kepura-puraan nya itu.


Bertepatan dengan taksi yang di pesan Cinta telah sampai. Dengan begini semakin memudahkan Cinta untuk lekas pergi dari hadapan Reno. Lalu Cinta dan Hana segera menaiki taksi itu, setelah sebelumnya berpamitan dulu dengan Reno.


Tepat saat taksi itu sudah melesat pergi, barulah Cinta akhirnya bisa menghela nafas dengan lega. Membuat Hana yang duduk bersebelahan dengannya menaruh curiga.


"Pak, turun di Mall C ya?" sapa Cinta pada sopir taksi itu.


Sopir itu mengangguk patuh.


"Eh, kamu?" Hana menatap heran kepada Cinta.


"Kenapa?" Cinta pura-pura tak paham.


"Jadi barusan itu kamu cuma akting?" tebak Hana.


Cinta mengangguk sembari tersenyum kecil.


"Astaga! Demi apa coba, Ta? Padahal kantong kita baru saja akan terselamatkan, udah tahu mau di traktir juga," protes Hana.


Cinta hanya cekikikan. Biarlah sahabatnya itu akan protes apa lagi, yang terpenting bagi Cinta ia tidak keluar dengan Reno secara diam-diam. Karena apabila tak sengaja kepergok Keanu lagi, akan di pastikan akan ada perang jilid kedua antara mereka.


"Tenang, Na, aku yang traktir," ucap Cinta sambil sengaja mengipas-ngipas di depan wajah Hana dengan dua kartu sakti yang tadi Keanu berikan kepadanya.


"Astaga! Dapat dari mana?" Hana langsung mengambil dua kartu itu dari tangan Cinta, meneliti nya, membolak-balik kartu itu serasa tak percaya.


Cinta sengaja tak menyahut.


"Dari abang kamu?" tebak Hana yang menduga dua kartu itu adalah pemberian Zayn.


Cinta mengangguk. Biarlah meski terpaksa berbohong, tetapi suatu hari nanti Cinta pasti akan jujur dengan Hana.


"Asseeekk.... Cus lah kalo gitu. Gaskeun, Pak!" pekik Hana senang sekali.


Hingga tak terasa taksi itu akhirnya telah sampai di depan mall yang di tuju mereka. Duo bestie itu segera melesat ke bioskop yang ada di mall itu. Setelah menemukan film recomended yang akan mereka tonton, akhirnya kemudian mereka membeli tiketnya dan tak lupa cemilan seperti popcorn dan minuman cola mereka beli juga.


Saat ini mereka berdua telah duduk dengan tenang di kursi yang mereka pilih, yang di rasa pas dan nyaman bagi mereka. Kebetulan penonton hari ini tidak begitu banyak, tentunya banyak kursi kosong yang tidak di tempati.


Baru beberapa menit film itu di putar, Hana pamit pergi ke toilet karena perutnya tiba-tiba merasa mules ingin pup. Tinggallah Cinta seorang diri menonton film dengan genre horor romantis itu dengan tenang.

__ADS_1


Sebuah adegan menegangkan terlihat pada tayangan layar lebar itu, membuat Cinta dan sebagian penonton lainnya menjerit kecil efek kaget dan tegang.


Gadis itu masih saja menutup matanya dengan kedua telapak tangannya, saat tiba-tiba ada sebuah tangan yang menyentuh tangannya.


"Astaga!" pekik Cinta sangat kaget.


Seorang pria yang tadi telah di hindarinya tiba-tiba saja sudah duduk di sampingnya.


"Kak Reno?"


Reno tersenyum simpul. Pria itu sedari tadi sengaja mengikuti Cinta dengan diam-diam. Meski sempat kaget karena taksi yang di naiki Cinta berbelok ke arah mall, tetapi Reno sama sekali tidak sakit hati walau sudah tahu dirinya di bohongi oleh Cinta tadi.


"Kenapa kak Reno bisa ada di sini?" tanya Cinta, tentu dengan suaranya yang di buat pelan karena takut mengganggu penonton yang lain.


"Seharusnya aku yang nanya," balas Reno balik tanya.


Sesaat Cinta menghembus nafasnya cukup kasar. Lalu celingukan ke sekitar mencari keberadaan Hana yang tak kunjung kembali.


"Maaf, Kak," ucap Cinta kemudian. Gadis itu bersiap akan beranjak tetapi keburu di cegah oleh Reno.


"Mau ke mana?"


"Aku harus keluar," jawab Cinta.


Akan tidak baik bila berdua dengan Reno dalam ruangan minim cahaya itu. Apalagi dirinya juga sudah menggelar status istri orang.


Reno terus saja mengikuti langkah Cinta yang keluar dari bioskop itu. Tepat saat mereka sudah berada di pintu luar gedung bioskop itu, Reno kembali mencegah tangan Cinta. Bahkan tidak segan-segan lagi pria itu membawa tangan Cinta dalam genggamannya.


"Kak," Cinta berusaha melepas genggaman itu sebisa mungkin, tetapi Reno tetap saja menggenggamnya dengan erat.


"Plis lepasin kak Reno," mohon Cinta tetapi sama sekali tidak di gubris oleh Reno.


"Kak!" Hingga suara Cinta mulai meninggi, malah tatapan Reno semakin dalam.


"Mau kamu apa sih, Kak!"


Tiba-tiba saja Reno membawa tubuh Cinta dalam pelukannya. Pria itu memeluk Cinta dengan erat, seperti tak ingin melepas Cinta barang sedetik pun.


Adegan itu tak luput dari dua pasang netra yang menyorot mereka dari tempat yang berbeda. Tetiba merasa kembali bergemuruh, mana kala hati yang berusaha memperbaiki terbalas dengan kenyataan yang ia lihat saat ini.

__ADS_1


*


__ADS_2