
Sore menjelang. Kini Keanu sudah pulang dari rumah sakit dan kembali tiba di rumah. Sedangkan Shelyn yang ternyata belum pulang dari rumah itu menyambut kedatangan Keanu dengan riang.
"Astaga! Keanu! Kamu kenapa?" Shelyn bertanya pura-pura tidak tahu, padahal dirinya yang pertama tahu video Keanu dan Reno yang lagi berantem.
Sedangkan wanita itu dengan pedenya langsung mengaitkan tangannya pada tangan Keanu. Dan pemandangan itu sangat membuat ibu Ratih geram kepadanya.
Tanpa banyak bicara ibu Ratih menarik tangan Shelyn dan menyeretnya sedikit menjauh dari Keanu.
"Tante!"
Shelyn yang kaget di tarik begitu pasti sensi. Cuma demi menjaga image baik di depan ibu pria incarannya tentu harus selalu terlihat sabar, walau sejujurnya sudah kesal sama tante Ratih yang tak pernah suka kepadanya.
Dan Cinta yang sedari tadi hanya berjalan pelan di belakang Keanu hanya bisa menekan kesabarannya. Paling tidak ia sedikit lebih tenang dengan adanya ibu Ratih di rumah ini. Biarlah Shelyn menjadi urusannya ibu Ratih menurut Cinta.
"Kamu jangan lancang gandeng-gandeng Keanu, dia sudah punya istri," ucap ibu Ratih, walau terdengar kalem tetapi syarat penekanan.
Shelyn yang memang tidak tahu kabar itu terperangah kaget, tetapi tak lama wanita itu tertawa kecil, menganggap kabar itu hoaks.
"Nggak usah prank, Tan," ucapnya sambil cekikikan.
"Kalau memang beneran sudah nikah, mana cincinnya?"
Shelyn mengangkat tangan Keanu, menunjukkan jari tangan pria itu yang memang sengaja melepas cincin pernikahannya.
Ibu Ratih kaget. Terlebih Cinta tak kalah kagetnya mendapati suaminya bahkan tidak mau memakai simbolis dari ikatan pernikahan mereka.
Gadis itu menatap entah pada Keanu yang kelimpungan. Tiga tatapan tajam dari wanita yang berdiri di sekelilingnya seakan menunggu jawaban darinya.
"Keanu!" Seketika ibu Ratih menarik tangan Keanu menuntunnya masuk ke kamarnya.
Sedangkan Cinta yang juga akan mengikuti Keanu dan ibu mertuanya itu, seketika di tarik krah bajunya oleh Shelyn.
"Mau kemana kau pembantu!" hardiknya seenak jidat.
Cinta menangkis tangan Shelyn cukup berani. Sesaat mereka saling adu pandang cukup sengit, tetapi kemudian Cinta menyudahinya karena ia penasaran apa yang akan ibu Ratih bicarakan kepada Keanu.
__ADS_1
Segera Cinta berlari kecil menaiki undakan tangga penghubung lantai atas menuju kamar Keanu. Shelyn pun mengikutinya sambil mulutnya terus mengomel karena menganggap Cinta telah kurang ajar kepadanya.
Kedua wanita itu berhenti tepat di depan kamar Keanu. Cinta yang semula ingin masuk langsung di cegah oleh Shelyn.
"Eh, tambah ke sini tambah kurang ajar kau ya! Kamu tahu tidak di sini kamar siapa? Main mau nyelonong aja! Heran deh! Dasar pembantu nggak ada akhlak!"
Wanita itu seakan tidak puas mengomeli Cinta, hingga suaranya yang cukup bising terdengar ke dalam kamar Keanu membuat ibu Ratih keluar dari kamar itu.
"Ada apa ini!" Suara Ibu Ratih sudah meninggi. Benar-benar di buat emosi oleh kelakuan Keanu dan Shelyn.
"Ini, Tan. Pembantu Tante ini barusan mau nyelonong gitu aja ke dalam. Nggak sopan banget kan?" adunya sambil melirik sinis kepada Cinta.
Sedangkan gadis yang di anggap sebagai pembantu oleh Shelyn itu hanya bisa mengelus dada, menekan kesabarannya berulang-ulang. Ia tak mau buang-buang tenaga untuk membela diri kepada Shelyn. Cukup ibu Ratih saja yang mengatakan semuanya. Dan setelah itu Cinta akan tertawa puas melihat wajah Shelyn yang pasti terkaget-kaget setelah tahu siapa dirinya.
"Sembarangan kalau ngomong!" kesal ibu Ratih.
"Masuk, Cinta," ibu Ratih mempersilahkan Cinta masuk ke kamar Keanu dengan suaranya yang lembut.
"Eh, Tan--" Shelyn tercengang di tempat.
Sedangkan ibu Ratih mengangkat tangannya di depan Shelyn, isyarat menyuruhnya stop. Lalu setelah itu Ibu Ratih ikut masuk ke kamar itu, menutup pintunya dan tak lupa menguncinya, agar wanita bernama Shelyn itu tidak bisa masuk ke dalam.
"Awas kau ya!" Wanita itu merasa tersaingi oleh keberadaan Cinta, sehingga menyimpan rasa dendam kepadanya.
"Siapa sih dia? Bisa-bisanya tante Ratih nyuruh dia masuk." Shelyn mulai berkutat dengan pikirannya.
Tetapi kemudian wanita itu terpaksa beranjak dari tempatnya karena tiba-tiba ponsel miliknya berbunyi.
Sedangkan Cinta dan Keanu saat ini duduk terpaku di sofa panjang dalam kamar, dengan ibu Ratih yang berdiri di depannya menyorotnya tajam.
"Kemana cincin kamu, Ken?" tanya ibu Ratih perlahan mulai menurunkan egonya.
"Ada," sahut pria itu santai.
Ibu Ratih terdiam, tetapi tatapan matanya tak mengenakkan, sehingga Keanu mengambil lagi cincinnya yang ia simpan di dalam laci.
__ADS_1
"Pakai!" titah ibu Ratih dingin.
Keanu memakainya tanpa banyak protes.
Ibu Ratih mendekat kepada mereka. Lalu mengangkat tangan Keanu dan Cinta yang sama-sama terpasang cincin pernikahannya.
"Kalian tahu, ini bukan sekedar cincin. Tetapi ini bukti jika kalian ini telah terikat pernikahan di depan Allah. Akad pernikahan kalian itu tidak main-main. Di saksikan oleh banyak orang."
Sejenak ibu Ratih menghembus nafas beratnya.
"Sekarang apa yang kalian inginkan dari pernikahan ini? Terutama kamu, Ken!"
Keanu mengangkat wajahnya.
"Mama tidak akan tanya sama Cinta. Tadi siang mama sudah memintanya berhenti agar tidak lagi di sakiti. Tetapi dia tidak mau. Kamu tahu alasannya apa?"
Keanu bergeming. Ia tahu alasannya pasti karena gadis itu cinta kepadanya. Cuma kalau ternyata ia memilih bertahan, itu artinya ia senang berada di bawah tekanan batin. Karena sejujurnya sampai detik ini pun Keanu tidak memiliki rasa apa-apa kepada Cinta.
Keanu tidak mau memberi harapan tak pasti kepada Cinta. Sedangkan hatinya saja saat ini masih entah untuk membuka hati kepada siapapun. Menurutnya, mumpung semuanya tidak terlanjur jauh, alangkah baiknya ini berakhir.
"Istri kamu ini benar-benar cinta sama kamu. Tapi kalau kamu meragukannya, silahkan kamu cari perempuan lain. Nanti bandingkan, mana yang benar-benar tulus dan mana yang sekedar mengintai harta kamu." Ibu Ratih sudah benar-benar tidak tahan sehingga sampai mengatakan itu.
Beralih Cinta yang mengangkat wajahnya. Ia sangat tidak menyangka ibu Ratih menyuruh Keanu mencari wanita lain. Jika akhirnya Keanu mengiyakan, bagaimana dengan nasibnya?
"Selama ini mama memang tidak tahu bagaimana kamu memperlakukan Cinta. Tetapi mama tidak akan membiarkan kamu terus-menerus menyakitinya. Meski suatu saat kalian akhirnya berpisah, Cinta tetap akan menjadi anak mama. Mama yang akan membantunya mencarikan lelaki yang tepat buat dia."
"Mama!" Cinta memegang tangan ibu Ratih. Memohon untuk tidak meneruskan kata-kata yang sangat menyayat hatinya. Walau bagaimana pun, Cinta tidak bisa membayangkan jika akhirnya ia harus berpisah dengan Keanu.
"Tolong maafkan kami, Ma."
Bukan Keanu yang memohon maaf, tetapi Cinta.
Ibu Ratih menghela nafasnya dalam-dalam. Dari lubuk hati yang paling dalam, ia sangat tidak rela jika Keanu dan Cinta berpisah. Sebenarnya apa yang baru saja keluar dari mulutnya hanyalah gertakan belaka. Semoga saja Keanu mau memikirkan ulang apa yang ibu Ratih katakan barusan.
"Kalian introspeksi lah," ujarnya kemudian.
__ADS_1
Ibu Ratih sudah tidak sanggup mengatakan apa-apa lagi untuk mereka. Akhirnya wanita itu beranjak dari kamar itu. Meninggalkan Keanu dan Cinta berdua di sana. Tanpa mereka tahu ibu Ratih mengunci kamar itu dan membawa kuncinya.
*