
Degup jantung Cinta terus saja berdetak lebih kencang dari biasanya. Hingga Keanu turut merasakan betapa gugupnya istrinya itu hanya karena tidur sambil di peluk olehnya. Dalam sekian menit Keanu sengaja menunggu akan bagaimana reaksi Cinta setelah ini. Tetapi gadis itu terlalu betah tidak bergerak, seperti tiba-tiba menjadi patung setelah di peluk oleh Keanu.
Mendapati Cinta tetap membeku, perlahan Keanu mengintip Cinta dari balik punggungnya, seketika tersenyum kecil setelah melihat gadis itu memejamkan mata padahal Keanu bisa merasakan jika istrinya itu sedang pura-pura tidur.
"Sudah tidur ya, Ta?" sapanya dengan sengaja. Sedangkan hembusan nafasnya seketika menimbulkan rasa geli pada ceruk leher Cinta.
Cinta tetap betah tak bergerak. Tetapi Keanu melihat jika mata yang terpejam itu sedikit bergerak. Dan lagi, dengan isengnya Keanu meniup telinga Cinta dengan tiupan nya yang lembut.
Wuusshh....
Terpaan angin menggelikan itu seketika berhasil membuat tubuh gadis itu meremang. Entahlah, antara ingin buka mata tapi tak tahu harus bersikap bagaimana. Terlalu nervous yang Cinta rasa saat ini. Tetapi jika tetap pura-pura tidur, Cinta takut suaminya itu akan cari-cari kesempatan.
"Tidurlah," ujarnya kemudian.
Lalu Keanu melepas pelukannya. Sedikit menggeser jaraknya dari Cinta. Diam-diam Cinta akhirnya bernafas lega. Karena rupanya suaminya itu tidak senekat seperti yang ia bayangkan.
Keanu masih belum tidur. Matanya seakan sulit untuk di pejamkan. Terus saja menatap kosong pada atap kamar, sesekali menoleh melihat Cinta yang masih betah memunggunginya.
Helaan nafasnya sesekali berhembus kasar. Dalam keadaan sunyi seperti ini, sejujurnya ia merasa lelah berperang dengan diri sendiri yang terlalu angkuh menutup hati kepada wanita yang telah sah menjadi istrinya itu. Ia lelaki normal, yang juga menginginkan cinta sejati dari seseorang dengan tulus. Pun ia juga sudah dewasa, yang semestinya harus bisa mengesampingkan ego diri, menerima takdir hidup dengan lapang.
Sekali lagi Keanu menoleh kepada Cinta. Tiba-tiba sudut hati kecilnya terasa tercubit, seperti menjadi manusia paling tak tahu bersyukur. Tuhan telah memberinya seorang istri yang begitu mencintainya, walau apa pun perlakuannya sebelum ini kepada Cinta, nyatanya gadis itu selalu memberinya kesempatan untuk memperbaiki diri. Semoga saja Tuhan mengampuni semua kekhilafan nya selama ini, karena telah mendzolimi gadis sebaik istrinya itu.
Sedangkan Cinta yang sedari tadi betah memiringkan tubuhnya itu, lama-kelamaan terasa pegal juga. Ia kira Keanu mungkin sudah tidur, makanya ia pun pelan-pelan menelentangkan tubuhnya.
Keanu yang melihat Cinta bergerak, ia merubah posisinya menjadi berhadapan dengan Cinta. Dan lagi, dengan lancang nya Keanu melingkarkan tangannya di pinggang Cinta, membuat gadis itu seketika membuka matanya lebar-lebar.
Sesaat netra itu saling bertautan. Senyum kecil itu terukir tipis dari wajah Keanu yang rupanya sedang menatapnya dengan intens.
"Kenapa bangun? Kaget?" tanya Keanu melihat Cinta yang terlihat seperti orang kesambet karena hanya bengong.
__ADS_1
"Aku mimpi buruk!" sahut Cinta sekenanya.
Keanu terdiam. Mulai percaya jika gadis itu berkata yang sebenarnya.
Kemudian Cinta memindah tangan Keanu dari pinggangnya. Lalu menyingkap selimutnya, tetapi lengannya keburu di cegah oleh Keanu saat gadis itu berniat beranjak duduk.
"Mau ke mana?" tanya Keanu penasaran.
"Ambil minum, haus." Lalu Cinta akhirnya bisa pergi setelah Keanu melepas tangannya.
Gadis itu sengaja keluar kamar akan pergi ke dapur. Padahal kalau cuma air minum kebetulan ada di kamar itu. Tentu itu memang di sengaja oleh Cinta demi menghindari Keanu yang semakin ke sini semakin aneh menurutnya.
Nyatanya Keanu tetap menunggu Cinta kembali ke kamar. Gadis itu sudah hampir sepuluh menit tidak datang-datang. Membuat Keanu ikut beranjak berencana menyusul Cinta ke dapur.
Rupanya sesampainya di dapur terlihat kosong. Entah di mana Cinta sekarang. Tetapi hal itu tidak membuat Keanu cemas, dan segera pria itu mencari Cinta di kamarnya yang semula.
Dan ternyata benar adanya. Keanu melihat Cinta sudah tidur terlelap di kamar itu. Membuat pria itu menarik nafas merasa gemas sendiri. Begitu ia sedang tahap belajar menerimanya, kenapa rasa-rasanya seperti Cinta sengaja menghindarinya saat ini.
Segera Keanu menyusul Cinta, tidur satu kasur dengan gadis itu, tanpa ada niatan untuk mengusili lagi. Hingga akhirnya mata itu terpejam dengan sendirinya. Menggapai mimpi dalam malam panjang yang terasa menenangkan.
Hingga kemudian suara alarm alam berkumandang melafazkan seruan umat muslim untuk menunaikan ibadahnya. Keanu terbangun lebih awal. Terlihat Cinta masih saja tidur dengan nyenyak, apalagi dengan posisinya yang sedang memeluk Keanu layaknya guling.
Sejenak Keanu sengaja membiarkan Cinta tetap dengan posisinya. Tiba-tiba merasa tentram mencermati wajah Cinta yang sangat nyenyak sambil berbantalkan dada bidangnya.
Tangannya terulur mengusap pelan mahkota Cinta yang tergerai. Membuat gadis itu sedikit terusik dan perlahan-lahan mulai mengerjapkan matanya.
"Sudah subuh," sapa Keanu saat netra istrinya itu telah benar-benar terbuka dan menatapnya terheran-heran.
"Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Cinta sambil berusaha menarik diri tetapi Keanu sengaja menahannya.
__ADS_1
"Seharusnya aku yang tanya, kenapa bisa kamu tidur di sini?"
"Ee.. ee.. itu-- itu aku nggak sengaja tertidur di sini," dusta Cinta.
Keanu hanya tersenyum kecil. Setidaknya saat ini ia ingin menghindari perdebatan kecil setelah mendengar kebohongan istrinya itu. Lalu kemudian Keanu membiarkan Cinta bangun lebih dulu, dan melihat gadis itu berjalan menuju pintu kamar.
"Mas, kuncinya mana?" tanya Cinta cukup panik.
"Ini, di sini," sahut Keanu sambil tersenyum jail.
Cinta berjalan mendekat kepada Keanu yang masih belum beranjak dari tempatnya.
"Mana, Mas?" Mata gadis itu celingkungan mencari kunci itu, tetapi tidak ada.
"Di sini, Ta." Keanu menunjuk saku celananya.
Seketika Cinta menengadahkan satu tangannya, meminta kunci itu.
"Ambil sendiri," sahutnya enteng sekali.
Bola mata Cinta mendelik seketika. Apa-apaan ini? Kenapa makin ke sini suaminya itu semakin tak waras?
"Tolong lah, Mas. Mana kuncinya, aku kebelet pipis nih," mohon Cinta masih sambil menengadahkan tangannya, juga dengan posisi sebelah kakinya yang di hentak-hentakan.
"Tuh, pipis aja, ada kamar mandi," tunjuk Keanu pada arah kamar mandi dalam kamar itu.
Cinta melirik jengah. Karena memang sudah tak tahan menahan pipisnya, akhirnya Cinta masuk ke kamar mandi itu.
Diam-diam Keanu mengikutinya. Entah apa tujuannya kali ini. Karena jawabannya ada di part berikutnya. Hehe...
__ADS_1
*