
"Sayang, ayo kita menikah lagi?" Keanu mengulang perkataannya karena Cinta hanya terdiam, seperti tidak percaya dengan permintaan suaminya itu.
Memang pernikahan antara Cinta dan Keanu sebelumnya di adakan sangat sederhana, itu pun hanya sebatas ijab kobul di rumah Cinta. Sedangkan di rumah Keanu sendiri belum mengadakan resepsi. Makanya pria itu mengajak Cinta untuk mengadakan resepsi di sini untuk mengumumkan pernikahan mereka kepada semua orang.
Tetapi belum sempat Cinta menjawabnya, pesanan makanan mereka selesai disajikan. Membuat obrolan mereka terpaksa terjeda, memilih menikmati makan siang mereka.
"Lanjut bahas di rumah ya, Dek," ucap Keanu yang langsung di angguki kepala oleh Cinta, yang kemudian mereka menyantap makanannya dengan nikmat.
Setelah mereka selesai makan, keduanya segera beranjak pulang. Sesampainya di rumah, Cinta segera masuk kamar dan kemudian melepas pakaiannya karena ingin segera mandi. Tubuhnya yang terasa agak lengket membuatnya tidak betah untuk tidak segera mengguyur nya dengan air dingin. Melihat itu Keanu langsung mendekat merusuh. Pria itu langsung memeluk dari belakang tubuh Cinta, saat wanita itu berhasil melepas pakaian atasnya.
"Jangan, Mas, badanku bau asem loh," seru Cinta merasa tidak pede dengan tubuhnya yang sedikit berkeringat, tetapi suaminya itu malah menciumi bahu polosnya tanpa ragu.
"Mana ada, wangi gini kok," balas Keanu seakan tak mau melepaskan Cinta.
"Udah lepas ya, aku mau mandi," Cinta menarik paksa tangan Keanu yang melingkar di pinggangnya.
"Mandi bareng yuk?" Mata Keanu mengerling saat mengatakannya.
"Kita perlu cari sensasi lain, belum nyoba di air loh, Dek," ucap Keanu dengan santainya.
Cinta seketika melototkan kedua matanya. Sangat gemas sekali kepada suaminya yang semakin mesum saja.
"Jangan ngadi-ngadi deh. Sholat, Mas, belum sholat ashar loh," Cinta menolak dengan alasan yang cukup logis, mengingat kumandang adzan berbunyi saat mereka tiba di rumah tadi.
"Baru ashar kok, dari ashar ke maghrib ada waktu tiga jam, kita cuma butuh satu jam buat senang-senang," Keanu semakin merusuh dengan mulai melepas pengait bra yang di pakai Cinta.
"Mas, ampun deh, kok malah jadi setan sore-sore." Tentu Cinta berkata seperti itu tidak serius, hanya berniat mengingatkan sambil berharap suaminya benar-benar meloloskannya sore ini.
Keanu bergeming sejenak. Meski apa yang dikatakan istrinya itu benar, cuma kalau sudah kepalang on gimana mau tahan coba.
"Sayang," Saat ini Keanu berhasil melepas kain penghalang buah kembar Cinta. Pria itu tanpa ragu langsung merusuh di sana, cosplay menjadi bayi yang kehausan.
"Mas," Cinta sedikit mendessah geli. Tangannya mendorong pelan kepala Keanu dari dadanya.
__ADS_1
Mendapati reaksi Cinta yang tetap menolaknya, Keanu menatap sendu kepada Cinta.
"Bisa nggak aku minta satu hal?" ucap Cinta kemudian.
"Apa?" Suara Keanu terdengar serak bercampur lemas tak bergairah, efek tidak bisa berpetualang ninuninu.
"Jangan sentuh aku dulu semalam saja," sambung Cinta tanpa ragu mengatakannya.
"Hah?" Mulut Keanu ternganga mendengarnya.
Entah dapat keberanian dari mana Cinta berkata seperti itu. Tubuhnya yang terasa tak nyaman itu yang membuatnya sangat ingin istirahat tanpa ada yang ganggu walau semalam saja. Rasa-rasanya Cinta butuh mengkonsumsi vitamin agar tubuhnya bisa tetap fit. Demi mengimbangi suaminya yang tak pernah mati semangat untuk selalu menyerangnya.
"Dek, jangan libur dong? Iya deh aku nggak ngajak sekarang, tapi jangan libur ya?" Suara Keanu merengek layaknya bocil merayu.
Cinta hanya mendengus pasrah mendengarnya. Setidaknya untuk sore ini suaminya itu bisa nurut itu masih lebih baik. Soal nanti malam, apa kata nanti saja. Setelah itu Cinta segera beranjak masuk ke kamar mandi, tak lupa wanita itu mengunci pintunya agar suaminya tidak datang merusuh lagi.
"Eh, Dek, kok di kunci?" Keanu menggedor pintu kamar mandinya.
"Biar aman, bebas gangguan orang mesum," sahut Cinta dari dalam. Wanita itu cekikikan sendiri membayangkan bagaimana wajah suaminya saat ini.
Pria itu memilih beranjak dari kamarnya untuk pergi ke dapur. Di sana Keanu langsung mengambil sebotol air mineral dari dalam lemari pendingin kemudian menenggaknya hingga tersisa seperempat nya saja. Tubuhnya yang tadi sempat memanas akibat gelora yang tiba-tiba melambung tinggi, kali ini sedikit tertolong dengan mencoba berpikir positif, tentu juga dengan mengatur nafasnya sesantai mungkin.
Setelah bisa mengontrol diri, Keanu kembali lagi ke kamarnya. Di sana pria itu melihat Cinta sedang menyiapkan hamparan sajadah untuk melaksanakan empat rakaatnya.
"Buruan mandi, Mas, aku tunggu, jangan lama-lama," seru Cinta menyuruh Keanu segera mandi agar kemudian bisa berjamaah ashar.
Pria itu mengangguk patuh dan langsung masuk ke kamar mandi. Tak butuh waktu lama untuk Keanu selesai mandi, apalagi juga sudah di ultimatum oleh Cinta sebelumnya. Setelah selesai mengenakan pakaian yang lebih sopan dan tertutup, barulah Keanu memimpin empat rokaat itu dengan khusyuk.
"Sayang, soal resepsi yang aku omong tadi, jadi enaknya kapan ya?" Keanu menagih jawaban Cinta soal ajakannya menggelar resepsi di sini, saat keduanya sudah sama-sama duduk santai di teras balkon.
"Soal itu mending rembug dulu sama mama dan ibu. Aku sih ngikut aja," jawab Cinta yang Keanu langsung mengangguk paham.
"Iya sih, sayangnya mama nggak ada di sini. Mau ngomong lewat telpon rasanya kurang pas," balas Keanu.
__ADS_1
Membahas soal hajat besar rasanya kurang pas jika di bahas melalui telpon. Karena ini soal urusan dua pihak keluarga yang akan di gabung menjadi satu. Tentunya perlu adanya tatap muka sesama dua pihak keluarga agar menemukan kesepakatan bersama.
"Ayo kita susul mama, Mas. Aku kangen banget pingin ketemu ibu, pingin nginep yang lama sama ibu," kata Cinta penuh semangat.
"Aku sih iya, kamu gimana kuliahnya?"
Mendadak wajah Cinta mulai sendu. Memang minggu depan ada libur untuk persiapan UAS. Tetapi rasanya sudah tidak sabar saja menunggu minggu depan.
"Masih harus nunggu minggu depan," ujar Cinta dengan sendu.
Keanu menghela nafasnya melihat Cinta yang berwajah sedih. Pria itu tentu bisa merasakan bagaimana kangennya seorang anak terpisah dengan orang tua yang cukup jauh di kota sana. Perlahan tangan Keanu meraih tangan Cinta dan menggenggamnya hangat. Setidaknya melalui genggamannya itu Keanu telah memberinya semangat untuk bersabar hingga minggu depan.
"Sudah nggak usah sedih. Nanti pas liburan kita akan nginep di sana sepuas kamu," ucap Keanu yang seketika membuat senyum Cinta kembali terbit.
"Janji loh, Mas."
Keanu mengangguk meyakinkan.
Kali ini keduanya sama-sama menatap langit yang perlahan berubah warna menjadi jingga. Senyum keduanya sama-sama terulas bahagia, menikmati indahnya panorama alam mahakarya sang pencipta.
"Dek, soal anak kamu maunya berapa?" Tiba-tiba saja Keanu menanyakan itu.
Cinta menoleh dengan tatapannya yang entah.
"Kalau aku sih maunya dua. Boleh cowok cewek, atau dua-duanya cowok, atau dua-duanya cewek itu nggak masalah. Kayaknya seru deh si kakak usia dua tahun, kamu udah hamil lagi." Keanu mengungkapkan nya dengan full senyum di wajahnya.
Cinta hanya diam saat Keanu mengutarakan keinginannya soal anak. Meski pria itu berkenan memiliki anak dengan jarak yang tidak terlalu jauh, jujur Cinta tidak bisa protes apa-apa. Satu rahasia yang ia lakukan yang sampai saat ini masih aman dari Keanu, membuatnya sulit untuk sekedar nimbrung masalah anak.
"Kok diem aja sih, Dek?" Keanu menatap Cinta cukup lekat.
Dari sorot mata Cinta yang di tangkap oleh Keanu, sepertinya istrinya itu tidak begitu minat di ajak membahas anak. Entah apa yang sedang di pikirkannya. Tetapi Keanu tidak mau berburuk sangka dengan diamnya Cinta, agar tidak merusak momen bahagia yang ia rasakan sekarang.
"Kalau kamu nggak jawab, berarti baiknya kita bikin anak aja, gimana?" seloroh Keanu tiba-tiba.
__ADS_1
Seketika Cinta melirik horor kepada Keanu. Tetapi pria itu malah nyengir dengan lebar. Niatnya bercanda, tetapi kalau beneran mau kan itu bonus. Hehe...
*