
"Kenapa Cinta tidak mau ikut, Ken?" tanya ibu Ratih saat mereka dalam perjalanan menuju Jakarta, tepatnya menuju ke rumah sakit tempat Bagas dan Yuli masih berada di sana.
Keanu hanya menghedikkan bahunya. Pria itu tadi memang tidak sempat tanya alasan Cinta tidak mau ikut. Baginya kejadian ini terlalu urgent sehingga harus segera tiba ke tempat tujuan.
Ibu Ratih menghela nafasnya lagi. Walau perasaannya agak aneh melihat Cinta yang begitu, tetapi wanita paruh baya itu mencoba memaklumi keputusan Cinta. Pastilah karena ini bersangkutan dengan Shelyn, begitulah menurut ibu Ratih. Apalagi setelah dipikir lagi, menurut ibu Ratih biar saja Cinta tidak mengenal atau tahu keluarga dari Shelyn. Karena sejujurnya ibu Ratih masih merasa agak dongkol bila teringat perlakuan Shelyn yang kekeh menggoda Keanu saat itu.
"Ken, bawanya hati-hati saja, jangan ngebut. Yang sudah mati tidak akan hidup lagi. Kita yang masih hidup harus tetap waspada. Mama nggak mau mati konyol. Mana masih belum gendong cucu," kata ibu Ratih memperingatkan Keanu yang kebetulan melajukan mobilnya agak cepat.
Keanu segera mengurangi kecepatannya. Akan tetapi kalimat terakhir yang diucapkan mamanya itu membuatnya semakin bersemangat untuk bisa mewujudkan harapannya yang sangat ingin segera memiliki cucu.
Sebagai penghilang kejenuhan saat berkendara, ibu Ratih dan Keanu terus saja mengobrol random. Hingga sampai bahasan soal Cinta untuk ikut promil, wanita itu membahasnya juga dengan Keanu.
"Lebih baik kalian cek ke dokter kandungan, nggak ada salahnya kan? Ya... Mama sih berharap semoga semuanya baik-baik saja. Mama hanya takut ada apa-apa yang nantinya akan terlambat untuk ditangani," ucap Ibu Ratih.
"Iya, Ma. Nanti aku akan bicara ini sama Cinta," sahut Keanu, memilih setuju saja dengan usulannya supaya mamanya bisa tenang. Entah nanti Cinta mau atau tidak, itu urusan belakangan.
"Ken, kalau kamu merasa capek, kita menepi dulu. Jangan dipaksakan, bisa fatal." Ibu Ratih memperingatkan Keanu lagi.
"InsyaAllah nggak, Ma. Kita harus segera sampai kan? Kasihan om Bagas sama tante Yuli. Biar mereka bisa segera di makamkan hari ini juga," kata Keanu.
"Huh, sebenarnya mama kalau ingat sikap mereka, rasanya masih sakit hati, Ken. Tapi mendengar kabar ini, mama jadi ikut sedih. Mama jadi kepikiran bagaimana dengan Shelyn."
Keanu bergeming saja saat mamanya mengatakan itu. Shelyn memang anak tunggal. Dan keluarga serta kerabat dekat lainnya banyak yang kontra dengan Bagas dan Yuli. Entah apa pemicunya. Karena setelah kematian papanya Keanu, ibu Ratih juga ikut kontra dengan mereka.
Dan setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan pastinya, akhirnya Keanu dan mamanya tiba di sebuah rumah sakit yang tadi mengabari informasi itu.
__ADS_1
Setelah bertanya dengan petugas di rumah sakit tersebut, mereka berdua di bimbing masuk ke kamar mayat untuk melihat kondisi jenazah almarhum.
Kecelakaan tunggal yang terjadi di jalan tol itu telah menewaskan pasutri tersebut. Yang ternyata dalam mobil itu juga ada penumpang lain yang selamat, namun kondisinya saat ini sedang dalam perawatan intensif dan belum juga sadarkan diri sedari kejadian tadi.
Orang yang selamat itu adalah Shelyn. Mendengar berita itu ibu Ratih semakin shock. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana Shelyn ketika siuman nanti, setelah tahu tentang berita kedua orang tuanya.
Setelah mereka berdua sama-sama melihat kondisi almarhum, dan juga menyempatkan diri melihat kondisi Shelyn di ruang rawat inap, maka segera Keanu mengurus keperluan administrasinya agar jenazah om dan tantenya bisa segera di pulangkan dan segera di kebumikan.
Sesampainya di kediaman Bagas, mengingat kondisi sudah semakin larut maka pihak kerabat memutuskan untuk menguburkan jenazah itu besok pagi.
Sedangkan keadaan nun jauh di sana, Cinta tidak bisa tidur dengan nyenyak. Pikirannya pastilah galau, apalagi sampai malam ini Keanu tidak memberi kabar apapun kepadanya. Entah lupa atau karena memang tidak sempat, tetapi tetap saja Cinta butuh kepastian kalau Keanu sudah tiba dengan selamat.
Sudah banyak pesan singkat yang Cinta kirim kepada Keanu. Tetapi sepertinya Keanu benar-benar sibuk, sehingga tidak membaca satu pesan pun darinya.
"Cinta."
"Iya, Bu," sahut Cinta yang kemudian segera beranjak turun dari kasurnya untuk membukakan pintu.
Setelah pintu itu terbuka rupanya ibu Rahayu datang sambil membawa segelas susu hangat di tangannya, yang kemudian menyerahkan susu itu kepada Cinta.
"Buat obat kangen," seloroh ibu Rahayu ketika melihat reaksi Cinta yang terheran-heran, tumben bawain susu?
"Terimakasih, Ibu," kata Cinta sambil tersenyum manis.
"Keanu doyan minum susu sebelum tidur kan?"
__ADS_1
Cinta mengangguk. Wanita itu kemudian meminum susu buatan ibunya itu dengan pelan-pelan.
"Makanya ibu buatkan, biar jadi obat kangen kamu sama Keanu."
"Ibu!" Mulut Cinta mengerucut keki.
"Yang ada aku tambah kangen sama mas Keanu kalau begini. Mana dia belum ngasih kabar, udah sampai apa belum." Cinta mulai curhat.
"Mereka sudah sampai sore tadi. Mama kamu ngabari ibu," kata ibu Rahayu menjelaskan.
Cinta menghela nafas lega mendengarnya. Mungkin memang benar suaminya di sana benar-benar sibuk turut menyambut keluarga yang datang takziyah.
"Kamu kenapa sih nggak ikut Keanu tadi? Yang meninggal itu saudara mertua kamu. Masa menantunya nggak ikut?" Ibu Rahayu masih bertanya, padahal tadi Cinta sudah menjelaskan alasannya tidak ikut.
"Mana mungkin aku ninggalin ibu sendirian di sini. Lagian aku juga nggak begitu kenal kok sama yang meninggal itu," kata Cinta dengan nada bicara yang agak ketus. Mendadak kesal sendiri jika ingat dengan Shelyn. Bukannya ikut berbelasungkawa, yang ada hati Cinta tetap merasa dongkol kepada Shelyn.
"Nah, kalau kamu ikut nanti kan bisa kenal sama keluarga yang lain."
"Sudah lah, Bu, jangan bahas itu. Nanti begitu mas Keanu balik, aku akan ke sana juga untuk takziah." Cinta sengaja memutus pembahasan soal itu.
"Ya sudah. Cepat tidur, Ta. Jangan begadang. Biar nanti kalau Keanu balik lagi, dia nggak ngelihat mata panda kamu," titah ibu Rahayu kepada Cinta, karena memang jam sudah menunjukkan hampir pukul sebelas malam.
"Ibu, boleh aku tidur sama ibu?"
Tanpa berpikir lama ibu Rahayu langsung mengangguk setuju. Karena ia juga merindukan putrinya itu.
__ADS_1
*