Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Eps 102


__ADS_3

Aktifitas kuliah Cinta sudah kembali seperti biasa. Pagi itu ia berangkat ke kampus diantar oleh Keanu. Semenjak tahu Cinta menggunakan pil KB, dari saat itu Keanu seperti posesif dan menempel terus dengan Cinta. Awalnya Cinta merasa heran, tetapi lama-lama menjadi terbiasa karena menganggap sikap suaminya itu sedang di fase bucin.


Bahkan setelah dua hari berada di Jakarta, baru kali ini Keanu kembali mengunjungi restonya. Tetapi bila saatnya Cinta pulang dari kuliah, maka ia pun juga ikut pulang. Seperti itulah Keanu sekarang. Akan tetapi Cinta tidak merasa terkekang sama sekali, karena perlakuan Keanu kepadanya benar-benar mampu membuatnya nyaman.


Hari ini terik matahari lumayan terasa panas. Cinta sudah selesai dari jam kelasnya. Wanita itu bersama Hana memilih duduk santai sambil menikmati es degan di kantin fakultas. Sengaja Cinta tidak memberitahu Keanu jika sudah waktunya pulang, karena ia masih ingin mengobrol berlama-lama dengan Hana, sahabatnya.


"Cemberut terus," celetuk Hana mengatai Cinta yang nampak mengerutkan keningnya.


"Perutku nggak enak," jawab Cinta adanya.


"Mau mens kali," balas Hana.


Cinta terdiam berpikir. Memang sudah saatnya bulan ini ia kedatangan tamu bulanannya itu. Tapi kalau ternyata tak kunjung datang, ngalamat hamil. Karena memang semenjak pulang ke Yogyakarta sampai sekarang ini Cinta sudah tidak lagi menggunakan pil KB. Sebenarnya tak ada keinginan untuk berhenti, tetapi memang ia tidak memiliki kesempatan untuk pergi membelinya lantaran suaminya selalu ngintilin kemana-mana.


"Cinta," tegur Hana lagi.


Cinta terkesiap dari lamunannya.


"Yah, malah bengong," sungut Hana, terheran-heran sendiri memperhatikan Cinta yang seperti sedang ada yang dipikirkan.


"Kalau nggak mau minum mana, punyaku dah habis nih," kata Hana lagi, karena sedari tadi Cinta cuma mengaduk-aduk minumannya tanpa mau meminumnya.


"Kata sapa nggak mau." Setelah mengatakan itu Cinta langsung meminumnya sedikit.


Sesaat wajah Cinta nampak meringis. Tangannya mengusapi perutnya yang terasa makin tak nyaman.


"Kenapa, Ta?" tanya Hana cemas.


Cinta menggeleng. Wajahnya nampak pucat, perutnya terasa kram, tapi lama-lama mendadak bergejolak.


Ueek...


Cinta lekas beranjak saat tiba-tiba merasa ingin muntah. Ia berlari ke arah toilet, dan Hana ikut menyusulnya karena cemas.


Di dalam toilet cewek itu rasa mual Cinta semakin jadi. Tetapi tak ada cairan apapun yang dimuntahkan olehnya. Keringat itu sampai bercucuran di kening Cinta. Bersyukurnya ada Hana disampingnya, yang selalu sigap membantunya.


"Sudah oke?" tanya Hana sambil memberikan tissue kepada Cinta.


Cinta meraih tissue nya, lalu mengusap bersih pada sekitar bibirnya.


"Kamu telat mens nggak?" selidik Hana, mencurigai kalau Cinta mungkin hamil. Karena gejalanya mirip orang sedang ngidam.


"Nggak, harusnya tanggal ini, sekarang," jawab Cinta dengan yakin.


"Bisa jadi ini tanda-tandanya."


"Nggak mungkin!" Cinta masih terus menolak.


Mereka berdua keluar dari toilet itu, dan memilih duduk di kursi panjang yang ada di taman kampus.


"Jangan bilang nggak mungkin. Kalau sudah punya suami hamil itu bisa jadi," kata Hana melanjutkan obrolannya.

__ADS_1


Cinta memilih bergeming. Sejujurnya ia juga kepikiran ucapan Hana, tetapi hatinya terus saja menyangkal dan seperti menolak hamil secepat ini.


Sesaat wajah Cinta meringis lagi. Tangannya kembali memegangi perutnya yang terasa tambah tak nyaman, tetapi sudah tidak eneg.


"Mual lagi?" cemas Hana.


Cinta menggeleng.


"Kalau gitu ayo pulang," ajak Hana.


Cinta sudah tidak menghiraukan ajakan Hana, karena perutnya yang bermasalah itu membuatnya malas berbicara banyak.


Melihat itu, Hana berinisiatif sendiri untuk menghubungi bos nya. Gadis itu hanya berani sebatas mengirim chat. Memberitahu bos nya untuk segera menjemput Cinta ke kampus.


Keanu yang menerima pesan dari nomor asing, tetapi melihat foto profilnya ada foto Hana, maka ia pun segera melesat ke kampus untuk menyusul Cinta.


"Perlu ke klinik nggak?" tawar Hana lagi. Siapa tahu Cinta ingin sekalian periksa ke klinik kampusnya.


Cinta langsung menggeleng. Lalu ia berusaha berdiri dari tempatnya, tetapi langsung di cegah oleh Hana.


"Mau ke mana? Entar lagi bos Keanu datang," kata Hana.


Cinta melirik heran kepada Hana.


"Maaf, barusan aku chat suami kamu," ucap Hana.


"Kamu bilang kondisi aku?"


Seketika Cinta menghentak nafasnya merasa lega. Beruntung Hana tidak mengatakan yang sebenarnya. Karena jika dikatakan, Cinta takut Keanu akan mengira dirinya hamil, seperti dugaan Hana tadi.


Cinta memilih duduk lagi bersama Hana. Wajahnya masih nampak sedikit pucat, karena memang perutnya masih tidak begitu nyaman.


"Ta, aku orang nomor satu yang merasa paling senang kalau kamu beneran hamil," kata Hana sangat sumringah.


"Kok kamu bisa yakin banget kalo aku ha--mil?" Cinta agak kelu untuk mengatakan kata hamil.


"Yakin aja! Btw selamat ya bestie," kata Hana kemudian.


"Selamat apaan? Gaje kamu!"


Dari kejauhan Cinta melihat mobil Keanu mulai parkir di tempat biasanya.


"Hana," seru Cinta.


Hana menoleh serius.


"Stop bahas soal hamil didepan mas Keanu," pinta Cinta.


"Kenapa?"


"Aku nggak mau dia geer karena omongan kamu. Bisa repot entar."

__ADS_1


"Loh?"


Cinta berdiri melihat suaminya yang berjalan ke arahnya. Begitu Keanu sudah berdiri di depannya, segera Cinta meraih tangan Keanu untuk menyaliminya. Dan Keanu membalasnya dengan menciumi kedua pipi Cinta, tak lupa keningnya juga.


"Uluuuuh... Jan pamer depan orang jomlo napa? Bikin iri, pingin cepat kawin juga," seloroh Hana menggoda Cinta dan Keanu yang bersikap romantis didepannya.


Keanu dan Cinta hanya tertawa kecil.


"Hana, ayo pulang bareng?" ajak Keanu.


"Ah, terimakasih sebelumnya. Tapi jujur aku sungkan. Hehe...."


"Sungkan apaan? Ayo, Na!" Cinta sampai menarik lengan Hana. Dan nyatanya Hana tidak menolak, sampai gadis itu duduk anteng di kursi penumpang tepat belakang Cinta.


Saat Keanu ingin membantu Cinta mengenakan seatbelt nya, Keanu mencermati wajah Cinta cukup lama.


"Kok kamu agak pucat, Dek?" tanya Keanu seketika.


Cinta jadi gelagapan. Beruntungnya ia memiliki jawaban yang tiba-tiba muncul di benaknya. Segera ia merogoh isi tasnya untuk mengambil cermin kecil.


"Ooh... Itu karena lipstik nya sudah luntur kali, Mas," kilah Cinta yang langsung memolesi bibirnya dengan liptint yang selalu tersedia di tasnya.


Keanu berpikir sejenak. Tetapi yang dilihatnya tadi bukan pucat karena lipstik pudar.


"Sudah kelihatan nggak pucat kan?" kata Cinta sambil tersenyum manis menatap Keanu.


Keanu tersenyum tipis. Meski hati masih curiga, takut ada sesuatu yang disembunyikan lagi oleh Cinta tanpa setahunya, tetapi kemudian ia pun melajukan mobilnya keluar dari kampus itu.


"Kita mampir makan dulu yuk?" ajak Keanu saat melihat jejeran kuliner di pinggir jalan kota.


"Ayo, Bos. Aku nggak nolak, aku sudah nggak sungkan." Hana menyahut sigap.


Keanu terkekeh mendengarnya. Ternyata cukup menghibur juga sahabat istrinya itu.


"Aku nggak ikut makan ya," ucap Cinta.


"Kenapa, Dek? Sudah kenyang?"


Cinta menggeleng tak bergairah.


"Perutku eneg," gumamnya samar, tetapi bisa tertangkap oleh indra pendengaran Keanu.


Spontan Keanu menepikan mobilnya. Membuat kedua penumpangnya terheran-heran.


"Dek, perut kamu kenapa?" tanya Keanu ingin memastikan lagi.


"Emang tadi aku ngomong apa?" Cinta seperti sadar tidak sadar saat mengaku perutnya eneg.


"Telingaku dengar dengan jelas, barusan kamu bilang perut kamu eneg, mual kan?"


*

__ADS_1


__ADS_2