
Sesampainya di rumah, Cinta segera menuju dapur untuk segera membuatkan makanan yang bisa mereka makan malam ini. Sedangkan Keanu menunggu dengan sabar sambil duduk santai di ruang keluarga sambil menonton acara televisi.
Tak lama setelah itu Cinta datang sambil membawa dua piring di tangannya. Wanita itu langsung duduk di samping Keanu.
"Mie?" tanya Keanu terheran-heran sendiri melihat apa yang di masak istrinya itu.
Cinta mengangguk dengan percaya diri. Sebenarnya ia melihat dengan jelas bagaimana wajah tak mengenakkan suaminya itu, tetapi biar saja lah. Sekalian sambil ngetes seberapa rewelnya suaminya itu kalau lagi lapar.
Daripada tidak makan dan cacing-cacing di perut akan berdendang malam ini, maka akhirnya Keanu memakannya juga. Mie instan lengkap dengan telur mata sapi di atasnya menjadi menu makan malam mereka saat ini.
"Adanya yang cepat masaknya cuma mie ini," ujar Cinta membela diri agar suaminya itu bisa memaklumi.
"Ya nggak pa-pa. Ini juga sudah cukup, intinya bisa mengenyangkan. Apalagi yang masak istri tersayang, berasa makan spaghetti di resto Italy," sahut Keanu. Sebenarnya pria itu tidak pernah rewel urusan makanan. Apalagi ini adalah hasil masakan istrinya, yang tidak mungkin ia tidak makan walau sebenarnya ia tidak begitu suka dengan makanan keriting itu.
"Hem, nggak usah gombal. Mie instan aja kamu samain sama spaghetti, kelihatan banget bohongnya," seloroh Cinta yang kemudian keduanya sama-sama tertawa kecil.
Dan akhirnya mereka berdua menikmati makan malam mereka sambil menonton acara televisi yang mereka lihat.
Setelah makanan mereka sama-sama habis, Cinta beranjak ke dapur lagi berencana akan mencuci piring bekas yang mereka pakai. Sebenarnya Keanu ikut beranjak, tetapi Cinta menyuruhnya tetap diam di tempat yang akhirnya Keanu lagi-lagi menjadi suami penurut.
Usai mencuci piringnya, Cinta menoleh ke tempat Keanu berada. Pria itu terlihat begitu tenang menonton televisi, membuat Cinta memiliki kesempatan untuk meminum pil KB yang rutin ia gunakan setiap malam. Dan tanpa Cinta sadari ternyata Keanu melihatnya dari tempatnya duduk. Walau tidak tahu apa yang diam-diam di minum Cinta, tetapi Keanu yakin itu pasti obat.
Setelah merasa aman dari pantauan, akhirnya Cinta kembali menghampiri Keanu lagi. Melihat kedatangan Cinta, Keanu langsung menekan tombol off pada remote tivi yang di pegangnya.
"Tidur yuk," ajak Keanu yang langsung di angguki kepala oleh Cinta.
"Itu kamu beli apaan sih?" tanya Keanu melihat paperbag yang di bawa Cinta.
"Ada deh... Kepo ya?" goda Cinta sambil berlari kecil menuju kamarnya yang kemudian Keanu turut mengejarnya.
"Dek, beneran nih aku kepo pingin tahu itu apa," ucap Keanu saat mereka berdua sudah sama-sama duduk di tepi ranjang dalam kamar.
"Oke, akan aku kasi tahu, asal---"
Keanu menunggu penasaran.
"Asal kamu harus jawab pertanyaan dari aku," lanjut Cinta dengan tegas.
"Oke, siapa takut! Ayo mau tanya apa?" Rupanya Keanu tak pantang mundur. Ia belum tahu saja apa yang akan ditanyakan oleh istrinya itu.
Cinta tersenyum simpul mendengarnya.
"Pokoknya kalau kamu jawabnya nggak jujur, resikonya aku nggak akan kasih jatah satu minggu penuh. No debat!"
"Waduh!"
"Ya makanya harus jujur. Nggak boleh ada yang ditutup-tutupi lagi di antara kita."
Keanu menghela nafasnya sejenak. Walau mulai was-was apa yang akan ditanyakan istrinya itu, tetapi memang benar, antara mereka seharusnya tidak ada rahasia-rahasia lagi, apapun itu.
__ADS_1
"Ayo, silahkan bertanya istriku tersayang," ucap Keanu sambil membenahi duduknya agar terasa lebih nyaman.
"Berapa mantan pacar kamu?" tanya Cinta to the point.
Keanu tercengang mendengarnya. Kenapa tiba-tiba Cinta bertanya hal itu sekarang, di tengah mereka yang sudah berstatus suami istri.
"Kok diem, pasti nggak kehitung ya mantan pacarnya?"
"Nggak ada, aku bukan player," sahut Keanu membela diri.
"Tapi pasti ada dong, satu cewek yang pernah jadi pacar kamu dulu. Masa nggak ada, nggak yakin aku."
"Iya emang ada," aku Keanu tanpa mau menutupi lagi.
Cinta menatapnya penuh harap. Menunggu suaminya itu menjelaskan dengan detail, siapa dan karena apa Keanu putus hubungan dulu.
"Tumben kamu nanya-nanya itu, ada apa?"
"Sekarang mantan kamu itu masih ada nggak?" Cinta balik tanya lagi.
"Ya masih. Masih hidup dan nggak mati," sahut Keanu.
"Iish...." Cinta sampai menimpuk gemas pada lengan Keanu.
"Aku ini nanyanya serius loh, Mas." Cinta memasang wajah manyun lagi.
"Ya aku juga serius nanya tadi, ada apa kamu nanya-nanya hal ini? Ini sudah masa lalu loh, sedangkan masa depanku saja ada sama kamu. Ngapain kamu kepo sekarang?"
"Astaga, Sayang..." Keanu merangkum pipi Cinta dengan kedua telapak tangannya.
"Hei, tolong buang pikiran jelek itu. Kamu ngomong kayak gitu apa itu artinya kamu ragu sama aku?" tanya Keanu sambil menatap lekat tepat di netra Cinta.
"Aku nggak akan ragu lagi kalau kamu mau ceritakan kisah cinta kamu itu sekarang," seru Cinta masih bersikeras ingin tahu seberapa perasaan Keanu dengan mantannya itu. Apakah akan menunjukkan tanda-tanda yang masih ada sisa rasa dari Keanu untuk mantannya itu.
Keanu menarik nafasnya dalam-dalam dan lalu menghembusnya dengan kasar.
"Yakin mau dengerin?" tanya Keanu pada akhirnya.
Keanu memilih berbaring. Ia pun menuntun Cinta untuk berbaring juga di sampingnya.
"Ayo, Mas, ceritakan semuanya. Dan tolong kamu jujur, apa yang masih kamu rasakan sama mantanmu itu," pinta Cinta.
"Sebelumnya tolong garis bawahi, aku nggak ada rasa apa-apa sama dia," ucap Keanu dengan tegas dan meyakinkan.
Hati Cinta mulai merasa adem mendengar ucapan itu.
"Aku ini cuma punya mantan pacar satu," ucap Keanu sebagai permulaan.
"Masa sih?" Cinta bertanya tak percaya. Pria itu memiliki wajah yang rupawan, akan mustahil jika mengatakan hanya memiliki satu mantan kekasih.
__ADS_1
"Itu pun jalan cerita cintaku cukup bodoh."
Cinta mengerutkan keningnya, semakin penasaran dengan istilah bodoh yang dikatakan Keanu.
"Saking butanya aku dulu, sampai nggak sadar kalau selama itu aku cuma dijadikan umpan buat menarik perhatian cowok yang dia sukai." terang Keanu, mengenang kembali kisah percintaannya yang dahulu saat masa-masa kuliah lebih tepatnya.
"Astaga! Tragis sekali cerita masa lalu kamu, Mas," pekik Cinta merasa tak tega mendengarnya. Kok ada ya wanita seperti itu?
Keanu hanya tertawa kecil menanggapinya. Biar bagaimana pun, itu hanya sebuah cerita masa lalu yang hanya akan menjadi kenangan.
"Trus, kamu ada pernah ketemu lagi nggak sama mantan kamu itu?" Cinta semakin penasaran. Bukan lagi penasaran soal Keanu yang kemungkinan masih menyukainya, tetapi menurut Cinta wajar saja jika sebelum ini Keanu terkesan dingin dengan wanita jadi alasannya adalah karena pernah di kecewakan.
Keanu memilih mengangkat kedua bahunya. Soal itu tidak mungkin Keanu mengaku jika ia masih sering bertemu dengan mantan pacarnya itu.
"Emang berapa lama kamu pacaran sama dia, Mas?" lanjut Cinta.
"Satu minggu," Keanu menyahut singkat.
"Hah?" Cinta terbengong tak percaya. Tak terbayang bagaimana perasaan Keanu saat itu. Sungguh miris!
"Ada yang mau di tanyakan lagi, Dek?" tanya Keanu.
Cinta menggelengkan kepalanya. Baginya cukup sampai di sini saja mengorek masa lalu Keanu. Dan benar kata Hana, agar dirinya tidak harus percaya dengan omongan Reno itu.
"Ya sudah, sekarang giliran aku yang tanya, biar sama-sama adil," ujar Keanu kemudian.
"Mantan kamu ada berapa?" tanyanya langsung.
"Nggak ada. Karena aku nggak pernah pacaran emang," aku Cinta apa adanya.
"Masa sih? Padahal kamu kan cantik, masa nggak ada cowok yang deketin selama sekolah dulu."
"Kalau itu banyak. Tapi berhubung hati aku sudah terlanjur suka sama someone, jadinya mereka-mereka aku tolak," jelas Cinta dengan sangat menggebu-gebu.
"Dih, sombong amat!" goda Keanu.
"Bukan sombong, tapi itu sebagai bukti kalau aku ini tipe-tipe cewek setia kalau sudah terlanjur sayang sama satu orang."
Keanu tersenyum tipis mendengarnya. Bukannya geer, tapi sebelum ini ia sudah tahu dari ibu Rahayu tentang cinta pertama Cinta yang ternyata adalah dirinya orangnya.
"Senyam-senyum, ada apa, Mas?"
Keanu tak menyahut, tetapi kecupan hangat yang bertandang di kening Cinta menjadi pertanda jika pria itu sedang merasa senang luar biasa.
"Terimakasih, Sayang, selama ini telah menjaga cinta kamu untukku," ucap Keanu dengan tulus.
"Sama-sama, Mas." Cinta membelai pipi Keanu dengan lembut.
"Jadi-- jatah untukku boleh aku minta sekarang?" ucap Keanu penuh dengan kilatan menggoda kepada Cinta.
__ADS_1
*