Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 15


__ADS_3

Saat sarapan pagi belum usai, mobil yang akan membawa Keanu dan Cinta kembali ke Jakarta telah tiba. Pria itu tersenyum tipis karena sang sopir rupanya datang tepat waktu sesuai permintaannya.


Tanpa banyak basa basi lagi, karena seluruh keluarga sudah tahu Cinta akan ikut suaminya saat ini juga, maka setelah sarapan selesai mereka berdua segera berpamitan.


Banyak pesan kebaikan disampaikan oleh ibu Rahayu kepada pasangan baru itu. Tentunya harapan yang paling diinginkan oleh Rahayu ialah tetap rukun dan saling setia. Pria itu hanya tersenyum pias saat mendengar pesan ibu mertuanya itu. Jujur saja ia merasa seperti lelaki munafik, yang tega menipu semuanya, sehingga beranggapan dirinya seperti suami dan menantu yang baik. Padahal semalam saja ia telah membuat hati istrinya itu terluka.


Rahayu dan Ratih menatap sendu saat Cinta dan Keanu sudah masuk ke mobilnya. Ara dan Zayn pun demikian. Tetapi segera mereka bisa mengatur suasana hatinya setelah meyakini bahwa Cinta akan baik-baik saja bersama suaminya di sana.


Hanya ibu Ratih yang sempat menaruh curiga saat tadi di dapur ia tak sengaja mencermati mata Cinta yang sembab. Ia yakin jika menantunya itu habis menangis. Dan itulah yang membuatnya menjadi resah sendiri memikirkannya. Rasanya ingin ikut pulang demi mengawasi keharmonisan rumahtangga Keanu dan Cinta, tetapi itu tidak bisa karena sudah terlanjur janji akan menemani besannya di rumah ini.


Sedangkan Zayn dan Ara juga akan kembali ke Jakarta siang ini juga. Banyak pekerjaan penting yang menunggunya, membuat mereka tak bisa berlama-lama berada disini walau sebenarnya masih ingin.


Hingga tak terasa waktu merambat naik, Zayn dan Ara juga telah kembali pulang ke Jakarta. Tinggallah dua wanita paruh baya, yang sama-sama telah berstatus janda, merenung merasa tiba-tiba sepi, setelah anak-anak mereka semuanya kembali ke rumah masing-masing.


Selama berada diperjalanan, pasangan pengantin baru itu lebih banyak diam. Apalagi Keanu sedari tadi sibuk dengan ponselnya, entah hal apa yang ia lihat, sehingga sangat mengabaikan keberadaan Cinta.


Gadis itu memilih menyibukkan diri dengan bermain game di ponselnya. Kadang membuka medsosnya, menscrol tanpa minat apa yang mau dilihat. Merasa sedikit jenuh dan juga lelah, hingga tanpa sadar ia tertidur masih dengan tangan yang memegang ponselnya.


Keanu melirik sekilas kepada Cinta yang memang duduk disampingnya. Senyum getirnya tertarik sedikit, begitu memastikan istrinya itu sudah benar-benar nyenyak dengan kepala yang kadang terangguk-angguk.


Tak disangka kepala gadis itu oleng, tiba-tiba menjatuhkan diri dibahu Keanu dengan nyaman. Pria itu pasti terhenyak, cuma juga tidak tega jika harus mendorong kepalanya dari bahunya. Alhasil akhirnya hanya bisa diam pasrah.


Wangi rambut gadis itu langsung tercium semerbak. Tiba-tiba merasa cocok dengan aroma itu yang sesuai seleranya. Anggap saja seperti aroma teraphy, yang membuat Keanu merasa ikut ngantuk.


Belum juga mata itu terpejam, dering ponsel Cinta tiba-tiba memekik, membuat Keanu dan Cinta sama-sama terhenyak kaget. Apalagi Cinta, ia bergerak sedikit kikuk saat tahu kalau sudah tidur menyandar dibahu suaminya itu.


Segera gadis itu menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan video call dari sahabatnya, Hana.


"Aduh, Beib.. Sumpah kangen banget. Kamu kapan balik kerjanya? Nggak ada kamu rasanya garing banget disini."


Hana langsung mengoceh panjang begitu panggilannya itu diterima oleh Cinta.


Sedangkan Cinta sendiri hanya tersenyum riang melihat wajah Hana yang ia juga rindu padanya.


"Aku juga kangen sama kamu," balas Cinta.


"Jadi kapan balik kerjanya?" Hana bertanya lagi. Karena memang semenjak ayah Cinta meninggal dunia, Cinta tidak bekerja lagi dengan alasan cuti.


Sekilas Cinta melirik kepada Keanu. Ia sadar dirinya sudah berstatus menjadi istri, yang tentu harus membicarakannya apakah akan lanjut bekerja atau hanya diam di rumah saja.


"Mm, lihat entar aja deh," serunya kemudian.


"Eh, kok gitu? Jangan bilang kamu memang mau berhenti kerja?"


Cinta hanya tersenyum entah menanggapinya.

__ADS_1


"Tapi kuliah lanjut kan, Beib?"


Sekali lagi Cinta melirik kepada Keanu. Masalah ini juga harus dibicarakannya nanti. Karena memang setelah menjadi istri, apapun itu harus ijin dulu pada suami.


Saat Cinta melirik gelisah itu, Hana mulai curiga adanya seseorang disebelah Cinta.


"Cinta, kamu lagi dimana sih? Kayaknya lagi di mobil ya?"


Cinta hanya mengangguk.


"Mau kemana?" tanyanya kepo.


"Coba tebak aku mau kemana?" Cinta sengaja berbalik tanya.


Ciiiiiiit......


Dug!!


Laju mobil itu mengerem mendadak, membuat Cinta tak sengaja oleng kepada Keanu. Jelas saja wajah pria itu juga tertangkap layar kamera, karena panggilan VC antara Cinta dan Hana belum usai.


"Ta, itu bos Keanu?" Hana langsung bertanya.


Cinta segera mengalihkan layar ponselnya ke yang lain. Dan segera menyudahi panggilan sahabatnya itu dengan sepihak. Degup jantungnya masih terasa kencang efek kaget karena kejadian barusan.


"Ada apa, Pak?" Keanu bertanya kepada sopirnya.


"Bapak baik-baik saja kan?" Keanu memastikannya, karena setelah diperhatikan didepan tidak ada apa-apa.


"Saya sedikit mengantuk, Pak," akunya, yang membuat Keanu menggeleng kepala heran. Beruntung saja masih selamat dari kejadian yang tak diinginkan.


Segera Keanu menyuruh sopirnya itu menepi untuk mencari tempat istirahat sejenak. Mungkin sopirnya itu memang kelelahan, karena baru saja tiba Keanu langsung mengajaknya berangkat lagi ke Jakarta.


Saat menunggu sopir itu mengistirahatkan diri, Cinta kepikiran ingin membahas masalah pekerjaan dan kuliahnya kepada Keanu.


"Mas," sapanya lembut.


Keanu tak menyahut, tetapi mau menatapnya walau sekilas.


"Soal kuliahku. Aku masih ingin melanjutkan kuliahku. Apa Mas mengijinkan?" tanyanya sedikit ragu sebenarnya.


"Hem," Keanu langsung bergumam saja.


"Hem apa? Boleh apa masih mau mikir dulu?" Cinta ingin jawaban yang jelas dari Keanu.


"Boleh," sahutnya kemudian.

__ADS_1


"Waaah... Makasih, Mas." Saking senangnya Cinta meraih tangan Keanu untuk ia genggam.


Keanu terhenyak sesaat. Tetapi segera tangan itu ia tarik dari dalam genggaman istrinya itu.


Tentu Cinta merasa sedikit pias dibegitukan. Tetapi gadis itu akan belajar biasa saja, dengan terus berusaha mendekatinya dengan sabar.


"Kalau aku masih ingin kerja juga boleh nggak?" tanyanya lagi.


Keanu beralih menatapnya cukup lama. Pria itu memang sedang berpikir tentang hal itu. Jika mengijinkan kembali bekerja, cepat atau lambat semua orang akan tahu status mereka yang Keanu sendiri ingin merahasiakan statusnya itu. Tetapi bila disuruh berhenti saja, mungkin itu lebih baik. Berdiam diri di rumah, hanya pergi keluar kuliah yang pastinya tidak akan berangkat bersamanya, itu sedikit lebih aman demi menjaga hubungan rahasia mereka.


"Berhenti saja," ucapnya kemudian.


Kening Cinta sedikit berkerut. Sedikit kaget saat mendengarnya, tetapi kembali tersadar jika dirinya hanyalah seorang istri yang memang harus patuh pada ucapan suami.


Sebenarnya ingin protes, karena dengan bekerja ia bisa memegang uang jajan hasil keringat sendiri, juga bisa sekalian refreshing melihat suasana diluaran sana. Tetapi kembali lagi ke kata patuh, maka Cinta hanya akan menanyakan apa alasan suaminya itu melarangnya.


"Kenapa nggak boleh kerja lagi, Mas?" tanyanya dibikin sendu.


Keanu bergeming saja. Tidak mungkin ia akan menjelaskan alasan yang sebenarnya itu. Yang ada hanya akan menambah luka pada hati Cinta, bila tahu Keanu ingin merahasiakan hubungannya itu kepada siapapun.


"Mas, kasi aku alasan." Cinta sengaja menggoyang lengan Keanu.


"Kamu mau protes?" ujarnya sedikit ketus, membuat Cinta mundur perlahan saat memegang lengan kekarnya itu.


"Nggak, cuma pingin tahu alasannya saja." balas Cinta, masih berusaha bersuara lembut walau sebenarnya hatinya agak mencelos mendapati reaksi tidak mengenakkan dari Keanu.


Wooaaaaam....


Tiba-tiba pak sopir itu terbangun, dengan mulut menguap yang panjang.


"Mana mungkin pak Keanu mengijinkan, Non. Pak Keanu kan bos nya. Masa iya Non yang sudah jadi istrinya masih bekerja di sana dan jadi pegawainya. Kan nggak lucu, Non."


Sopir itu ikut berbicara, lebih tepatnya menyela obrolan mereka, yang tak sengaja ia dengar saat istirahat yang terusik karena obrolan mereka.


"Bapak sudah tidak ngantuk lagi?" Keanu langsung bertanya. Tetapi dari nada bicaranya, terkesan dingin kepada sopirnya itu yang dirasa ikut ngerecoh obrolannya.


"Sudah mending, pak Ken." jawabnya kikuk.


Tiba-tiba Keanu membuka pintu mobilnya kemudian turun. Dan segera membuka pintu depan samping sopir, kemudian menyuruhnya turun juga.


"Biar aku saja yang bawa," ujarnya sedikit memaksa.


Sopir itu turun perlahan.


"Bapak bisa duduk dibelakang. Boleh juga duduk disebelah dia." titahnya, yang tentu membuat Cinta dan pak sopir itu ternganga heran.

__ADS_1


*


__ADS_2