Cinta Milik Keanu

Cinta Milik Keanu
Part 26


__ADS_3

Keanu langsung beranjak dari restorannya begitu menerima kiriman foto Reno yang berada di dalam kamar mandi rumahnya.


"Ken!"


Shelyn terus mengejarnya hingga sampai saat Keanu akan masuk ke mobilnya.


Keanu hanya menoleh sekilas, tetapi tangannya sudah siap akan membuka pintu mobilnya.


"Mau ke mana?" tanya Shelyn, sudah ancang-ancang mau masuk juga ke mobil itu.


"Pulang," sahut Keanu singkat.


"Aku ikut."


Tiba-tiba saja Shelyn masuk begitu saja ke mobilnya. Duduk dengan enjoy di samping Keanu yang sedang mengemudikan mobilnya.


Pria itu terus membungkam mulut saat dalam perjalanan pulang. Tiba-tiba foto itu sangat mengusik ketenangan hatinya. Merasa dongkol dan marah kepada Cinta. Bisa-bisanya ia membiarkan lelaki lain masuk ke rumah, sedangkan kondisi di rumah saat ini tidak ada siapa-siapa.


Mobil itu melesat cukup pesat. Hingga tak butuh waktu lama pria itu sudah tiba di rumahnya. Segera Keanu keluar dari mobilnya, membanting pintu mobilnya dengan kasar. Dan Shelyn terus mengikutinya dengan sedikit berlari karena memang langkah kaki Keanu yang berjalan cukup cepat.


Pria itu menatap tajam pada seluruh ruang rumahnya, tetapi tidak ada tanda-tanda adanya manusia di ruangan itu. Beralih Keanu mencari lagi di lantai atas. Menaiki undakan tangga dengan cepat lalu buru-buru masuk mencari ke kamarnya.


Sedangkan Shelyn tetap berdiam diri di lantai bawah. Rasanya sudah pegal kalau terus mengikuti Keanu yang sepertinya sedang agak sensi.


Keanu menghembus nafas kesalnya begitu yang dicari rupanya tidak ada di kamar. Bahkan hingga ke kamar mandi pun ia tidak menemukan dimana Cinta saat ini. Saking dongkol nya hati membuatnya tidak kepikiran untuk menelpon Cinta. Malah sibuk menyusuri satu persatu ruangan yang ada di lantai atas tersebut, yang hasilnya tetap zonk.


Saat hampir merasa putus asa itulah, tiba-tiba sorot matanya tertuju pada sebuah kamar yang mana kondisi pintunya sedikit terbuka. Dengan langkah lebarnya, juga dengan kepalan tangannya yang menggenggam erat. Pria itu bermaksud akan mendobrak pintu itu. Berharap bisa memergoki Cinta dan Reno di sana.


Brakk!!


Pintu sudah terbuka lebar. Netranya menyapu ke seluruh ruangan dengan nyalang, tetapi rupanya di kamar itu tidak ada siapa-siapa lagi. Hanya terlihat kondisi sprei ranjang yang sedikit acak, yang berhasil mendidihkan hati pria itu saat melihatnya.


"Dimana dia?"


Gemuruh di hati Keanu bertambah naik mana kala matanya tak sengaja melihat adanya bercak darah di sprei berwarna putih itu. Meski ia belum memiliki rasa apa-apa kepada Cinta, tetapi melihat kenyataan seperti ini sebagai lelaki ia merasa tidak dihargai dan direndahkan.


"Aduuuh.... Ah, aduuuuh...."


Samar-samar Keanu mendengar suara rintihan kecil dari dalam kamar mandi. Perlahan pria itu lebih mendekat ke kamar mandi, ingin memastikan benar tidaknya asal suara itu.


"Uuugh.... Aduuuh...."

__ADS_1


"Sialan!!!"


Hati Keanu mulai terpancing emosi tingkat tinggi. Pikirannya mendadak kotor, menganggap didalam kamar mandi itu adalah Cinta dan Reno yang sedang berbuat mesum.


Braakk!!!


Kedua kalinya pria itu mendobrak pintu cukup keras. Hingga pemandangan itu terpajang jelas di depan mata. Seorang gadis sedang duduk meringkuk menahan sakit, tetapi dengan kondisi tubuh yang polos tidak tertutup apa-apa di tubuhnya.


"Astaga!"


Keanu langsung memalingkan wajahnya ke samping. Menghindari pemandangan menggiurkan naluri lelaki normal sepertinya.


"Mas Ken, tolong..." Rintih Cinta dengan suara lemahnya.


"Kamu kenapa? Kenapa kamu bisa begini?" tanya Keanu, sudah pasti masih membuang muka ke arah lain.


"Tolong, perutku sakit, Mas..."


Keanu menghentak nafasnya begitu saja. Tentu ia ragu mau menolongnya, tetapi jika didengar dari rintihannya itu sepertinya benar-benar membutuhkan pertolongannya.


"Kenapa bisa sakit perut? Apa iya tidak kuat berdiri sendiri?" Keanu masih enggan membantunya.


Mendengar Keanu menolak membantunya, maka Cinta pun berusaha berdiri, tetapi telapak kakinya itu tak sengaja menginjak busa sabun yang belum sempat disiram tadi. Yang alhasil membuat gadis itu jatuh terpeleset dengan jeritannya yang untung tidak melengking.


Spontan Keanu menoleh kepo.


"Ck! Dasar ceroboh!" umpat nya langsung, menganggap Cinta tidak pandai menjaga diri.


"Aduuuh.... Sakiiiiit....."


Bahkan kali ini Cinta sudah mulai menangis. Mana perut lagi sakit karena sedang mens, ditambah jatuh terpleset pula. Benar-benar mirip istilah sudah jatuh masih tertimpa tangga. Apes!


"Mas Ken, bantuin napa? Tega amat lihat aku kepleset begini. Dasar suami nggak peka!" Cinta cukup berani mengumpat suaminya karena benar-benar membutuhkan bantuannya.


Bahkan gadis itu seperti sudah tak malu lagi dengan kondisi tubuhnya yang polos. Sementara rasa malunya terpaksa dikesampingkan demi rasa ngilu yang tiba-tiba menjalar di pergelangan kakinya.


"Ya Tuhan.... Aku pingin pulang. Ibuuuuu.... Di sini aku tersiksa, Bu...."


Gadis itu meracau di sela-sela isak tangisnya.


Keanu berdecak sedikit kesal. Antara ingin membantu tetapi curiga takut gadis itu hanya modus dan mendrama.

__ADS_1


"Mas Ken, setelah ini antar aku pulang ke rumah ibu!" ucap Cinta tiba-tiba.


Keanu terhenyak kaget.


"Mau ngapain?" tanyanya heran.


"Mau ngadu," jawabnya yang pasti itu hanya gertakan Cinta saja.


"Kalau cuma mau ngadu cukup telpon aja sana, ngapain pulang?" Keanu membalasnya santai.


Karena sedikit banyak Keanu tahu bagaimana karakter Cinta. Gadis itu tidak gampang mengadu atau pun mengeluh walau dalam kondisi apapun yang menderanya. Karena memang sebelumnya Cinta pernah menjadi pegawai restorannya.


"Jadi beneran nggak mau bantu?" tanya Cinta lagi.


Keanu bergeming. Sebenarnya ia bisa saja pergi dari tempat itu, kalau memang tidak sudi menolongnya. Apalagi sedari tadi tetap membuang muka dari Cinta, lumayan pegel leher jadinya.


"Kamu pake baju dulu sana."


Lama-lama Keanu tak tega juga melihat Cinta sedari tadi terduduk di lantai yang basah.


"Gimana ngambilnya? Kalau bisa sudah aku ambil sendiri tadi. Nggak mungkin aku biarin Mas lihat tubuhku."


Tanpa banyak bicara Keanu langsung meraih handuk yang tak jauh di tempatnya berdiri dan melemparnya ke tubuh Cinta.


"Tuh, pakai!"


Gadis itu segera menutupi tubuhnya dengan handuk itu. Setelah selesai baru mengulurkan satu tangannya kepada Keanu. Dengan berat hati akhirnya Keanu mau membalas uluran tangannya, kemudian menariknya agar bisa berdiri.


"Auww... Aduh... Aduh..." rintih gadis itu begitu merasakan pergelangan kakinya berdenyut nyeri.


Spontan Keanu menoleh lagi. Maksud hati ingin mengangkat tubuhnya agar tidak berlama-lama berada di kamar mandi, tetapi tiba-tiba tatapan matanya tertuju pada cairan merah yang menetes di bekas Cinta duduk.


"Itu apa, Ta? Darah?" tanyanya sedikit kaget.


Cinta tidak menjawabnya. Mukanya sudah bersemu merah menahan malu. Bisa-bisanya ia jorok didepan pria idamannya. Bagaimana nanti kalau Keanu tambah ilfil kepadanya?


"Cinta."


Cinta menoleh. Tak sengaja netral mereka saling bertatapan begitu dekat. Hingga hembusan nafas keduanya terasa hangat menjalar di wajahnya.


Deg.

__ADS_1


*


__ADS_2