
Selesai kelas, Cinta dan Hana sudah sepakat untuk ngemall dulu sebelum pulang. Sebelum itu Cinta sudah memberitahu Keanu, dan pria itu mengijinkan asal sebelum maghrib sudah harus pulang. Duo bestie itu berjalan dengan semangat menuju gerbang kampus, untuk menemui taksi yang sebelumnya sudah mereka pesan.
Taksi itu melaju dengan pesat menuju kawasan Mall C. Selama perjalanan itu Cinta dan Hana saling ngobrol dengan seru, hingga tidak menyadari jika sedari mereka keluar dari kampus sudah ada yang mengikuti ke mana mereka pergi.
"Jadi kita mau ke mana dulu nih?" Hana bertanya dengan semangat saat mereka sudah tiba dalam Mall itu.
Cinta masih berpikir. Sejujurnya ada yang sangat ingin ia beli, tetapi sedikit ragu karena ada Hana.
"Ke sana yuk," Hana sudah tidak sabar sehingga menarik lengan Cinta, mengajaknya masuk ke toko penjual pakaian.
Meski begitu Cinta tidak menolak ajakan Hana masuk ke toko itu, sebab tujuan utama mereka datang ke sini hanya ingin sekedar refreshing cuci mata. Bila ada yang cocok, angkut, selagi isi dompet tidak sekarat.
Hana mulai mencari pakaian atas yang mungkin ada yang cocok dengan seleranya. Apalagi tadi Cinta mengatakan kalau hari ini dia yang traktir, jadilah Hana memilihnya dengan semangat sekali. Bukannya matre, cuma di traktir sama istri bos nggak ada yang salah kan?
Sedangkan Cinta sengaja membiarkan Hana sibuk dengan kegiatannya itu. Wanita itu menggeser jaraknya dengan Hana secara samar, setelah melihat sesuatu yang ingin ia beli tak jauh dari tempatnya berada.
Saat ini Cinta sudah berdiri di depan deretan lingerie dengan berbagai motif, dari yang bermodel umum, sampai yang paling hot jeletot tersedia di sana. Ragu-ragu Cinta menyentuh lingerie berwarna hitam yang ada persis di depannya. Teringat kembali dengan pergulatan berbagi keringat dengan suaminya semalam, membuatnya ingin melayani suaminya itu dengan selalu maksimal. Apalagi saat melihat wajah suaminya yang selalu sumringah setiap harinya, membuat Cinta semakin bersemangat untuk terus memupuk cinta yang perlahan mulai tumbuh pada suaminya.
"Ehem... Ehem... Itu sudah bagus kok, top markotop, bikin merem melek pastinya," seloroh Hana menyapa Cinta yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang wanita itu.
Spontan Cinta meletakkan kembali lingerie itu ke tempat semula. Tersenyum kikuk setelah kepergok menyentuh pakaian pemersatu bangsa.
"Kenapa di balikin? Ciyee... Ciyee...." Hana sengaja menggoda Cinta yang semakin bersemu merah pipinya.
"Sini aku bantu carikan. Mau yang model apa, Buk?" Dan akhirnya Hana yang bersemangat sekali memilih macam-macam model pakaian minim bahan itu.
"Hana!" Cinta menarik lengan sahabatnya itu, karena wanita itu baru menyadari kalau yang di lakukan mereka menjadi sorotan ibu-ibu yang kebetulan belanja di situ juga.
"Apa?" Hana menyahut, tetapi matanya tetap fokus memilih model yang menurutnya akan sangat pas bila di pakai Cinta.
Cinta mendengus nafasnya dengan kasar. Dalam hati jadi bertanya-tanya sendiri, kenapa sahabatnya itu sama sekali tidak malu memilih bahkan menimang-nimangnya di tempat umum seperti ini?
"Ta, yang ini bagus. Wah, di jamin deh bos Keanu pasti nggak kuat nafas lihat kamu pake ini. Hihi..."
__ADS_1
"Nggak kuat nafas berarti mati dong!" Cinta meraih lingerie pilihan Hana itu lalu meletakkan kembali ke tempatnya.
Setelah itu Cinta menarik lengan Hana, mengajaknya keluar dari toko itu.
"Loh, nggak jadi beli?" tanya Hana saat mereka sudah berdiri di depan pintu toko itu.
Cinta menggelengkan kepalanya. Sedangkan mukanya terlihat bete. Entahlah, tiba-tiba kepikiran dengan ibu-ibu yang sengaja berbisik tak jauh dari mereka tadi. Bisa jadi ibu-ibu itu menilai yang tidak-tidak tentang dirinya.
"Wah, padahal di dalam aku nemu atasan keren, katanya kamu mau traktir," Hana ikutan manyun.
"Cari di toko lainnya," jawab Cinta. Lalu mereka kembali berjalan lagi.
"Kalau pingin beli ayo balik. Niat baik itu jangan di gagalkan, bisa memuaskan suami itu juga termasuk kunci keharmonisan rumah tangga. Katanya sih, he..." Kata Hana lagi, karena melihat Cinta tetap bete.
"Dah lah nggak jadi beli. Lagian percuma juga aku pakai begituan. Semalem aja sampe di robek sama mas Ken," tutur Cinta jujur.
"Wau!" Hana sampai membulatkan matanya mendengar pengakuan Cinta.
Tetapi kemudian Cinta membungkam mulutnya menggunakan telapak tangannya, merasa keceplosan telah menceritakan itu pada sahabatnya yang masih belum menikah.
"Nggak usah minta maaf, nggak ada yang salah kok. Justru aku pingin tahu ceritanya gimana rasanya pecah perawan," Hana berkata itu sambil menyikut lengan Cinta, bermaksud menggodanya lagi.
Ekspresi Cinta berubah aneh menyorot Hana yang berharap Cinta mau menceritakannya.
"Mau tahu emang?"
Hana mengangguk semangat. Hitung-hitung buat ilmu sebelum menikah.
"Nikah dulu sana, baru tahu sendiri gimana rasanya surga dunia."
"Aaah!" Hana menghentakkan satu kakinya, merasa kesal karena sudah di prank sama sahabatnya itu.
Dan Cinta mulai tertawa kecil melihat wajah Hana yang cemberut maksimal. Baginya, urusan peranjangan tidak baik untuk di ceritakan. Meski sudah sama-sama dewasa, tetapi tetap saja hal itu rasanya kurang pantas jika diceritakan.
__ADS_1
Sedangkan seseorang yang tanpa setahu mereka tengah berjalan mengikuti mereka di belakangnya, tak sengaja turut mendengar obrolan mereka. Membuat perasaannya semakin entah untuk mendefinisikan harus bagaimana perasaannya saat ini ketika mendengarnya. Walau dari cerita itu di ketahui Cinta sudah bahagia bersama Keanu, tetapi dari sudut hatinya yang paling kecil tidak bisa berdusta kalau masih ada rasa sesak ketika berusaha merelakan pujaan hatinya itu bersama orang yang dicintainya.
"Makan dulu yuk, lumayan lapar nih," ucap Cinta, yang kemudian Hana mengangguk setuju karena juga merasakan hal yang sama seperti Cinta.
Kemudian duo bestie itu masuk ke dalam cafe yang kebetulan sudah ada di depannya. Mereka berdua duduk di tempat yang menurut mereka viewnya sangat pas untuk berswafoto. Sebelum memesan makanan yang akan mereka beli, seperti biasanya mereka selalu mengabadikan momen kebersamaan mereka dalam sebuah foto. Setelah melihat hasil dari jepretan gambarnya, duo bestie itu tertawa-tawa kecil. Syarat kebahagiaan yang dirasakan oleh mereka saat ini.
Setelah itu datanglah karyawan cafe itu, menawarkan menu apa yang ingin mereka pesan. Setelah mereka menyebutkan makanan dan minuman yang akan mereka nikmati sore ini, karyawan itu beranjak dari tempatnya.
"Ta, serius nanya nih."
Cinta menatap Hana dengan serius.
"Bos Keanu kalau minta jatah suka berapa ronde?" tanya Hana di luar dugaan Cinta.
"Astaga! Kirain nanya apaan. Nggak ah, nggak mau cerita. Itu rahasia rumah tangga," ucap Cinta tetap kekeh pendirian untuk tidak bocor masalah peranjangannya dengan suami.
Hana tertawa ngakak. Sebenarnya ia cuma niat ngetes, tetapi rupanya Cinta tak semudah itu menceritakan cosplay pembuatan dedek bayi.
"Ehem, otw bakal gendong bayi nih tahun ini," seloroh Hana yang seketika wajah Cinta berubah datar.
"Itu nggak mungkin," sahut Cinta dengan santai.
Hana tercengang mendengarnya. Bagaimana bisa tidak mungkin, kecuali kalau sedang tidak di cegah dengan alat kontrasepsi baru itu tidak mungkin jadi. Ah, jangan-jangan?
Hana menatap Cinta dengan lekat, membuat wanita itu mendadak heran kenapa di tatap seperti itu oleh Hana.
"Jangan bilang kalian masih sengaja nunda, betul nggak?" tanya Hana penasaran.
Cinta bergeming. Mendengar pertanyaan itu, membuat perasaannya semakin entah dengan apa yang selama ini ia lakukan tanpa setahu Keanu.
"Atau kamu yang nggak siap. Kamu KB ya?" pekik Hana sok heboh sendiri.
"KB?" gumam seseorang yang diam-diam mengikuti mereka, yang saat ini juga ikut duduk dalam cafe itu, dari tempat yang tak begitu jauh dengan mereka berada.
__ADS_1
*